Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
keempat puluh empat: pegawai Baru


__ADS_3

like dulu ya ders!!!


Kebanyakan banyak readers yang baca tapi malas kasih bintang.


Kasihan author nya, udah susah ngetik sulit cari imajinasi.


Tapi... ke author lain juga, nggak boleh di abaikan setara kan ya.


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Pagi hari Yuju membangunkan sang suami yang tergulung dalam kain tebal bernama selimut.


"Jungkook....!" ucap nya sembari menggoyangkan tubuh suaminya


Respon tak ia dapat, Yuju menarik selimut akan tetapi kekuatan tangannya tak sebanding dengan kekuatan yang di miliki Jungkook, dia masih mempertahankan selimut menggulung tubuhnya.


"Apa kamu tidak pergi bekerja hari ini?" Yuju duduk perlahan di samping tubuh Jungkook, tangannya meraba pipi suaminya


Jungkook menggelengkan kepala, ia mendengar pertanyaan Yuju tapi malas menjawab dengan suaranya.


"Kalau kamu tidak bekerja, bagaimana kalau hari ini kita pergi belanja!" ajak Yuju semangat, mengingat ketika ia pergi ke dapur tidak ada persediaan bahan makanan


"Nanti...." Jungkook menyibakkan selimut sampai batas panggulnya, membalikkan tubuhnya menatap Yuju yang terlihat kecewa


"Tidak usah mengkhawatirkan persediaan bahan pangan untuk kita, aku sudah memikirkan semuanya... sebentar lagi, semuanya tersedia." Jungkook membangunkan tubuhnya, menyandarkan punggung di papan ranjang


Senyuman kecil timbul di wajah Yuju, Jungkook bisa merasakan aura kekecewaan yang terpedam di hati istrinya.


"Di luar berbahaya bagi kita, sebelum situasi benar-benar aman... kita belum bisa meninggalkan rumah ini." tangan Jungkook bergerak menggapai pipi kanan Yuju, di elusnya dengan lembut


"Kamu khawatir Eunha menyerang ku lagi?"


"Lebih dari itu, dia pasti mengadu pada Ibuku. Aku tidak ingin kita berpisah lagi, ya sudah berlalu kita lupakan saja." Jungkook menarik tubuh Yuju agar ia bisa mendekap erat, menunjukan rasa sayang nya yang begitu besar pada istrinya itu


Kedua tangan Yuju memeluk erat punggung Jungkook, betapa berat perasaannya melepaskan suaminya pergi dari sisinya.


"Aku ingin setiap hari kita bisa merasakan ketenangan seperti ini, tak ada ancaman ataupun perpisahan yang menyakitkan." Jungkook mengecup leher Yuju lembut, kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu istrinya sambil terpejam


jari tangan Yuju masuk ke sela-sela rambut belakang Jungkook, mengusap-ngusap pelan.


"Rahasia pernikahan kita, tetaplah menjadi sebuah pantangan yang tidak boleh terungkap," ucap Yuju dalam suara bisikan nya


"Kamu tetap istri terbaik yang aku miliki," balas bisik Jungkook


Pada siang hari, saat Yuju tengah berjalan-jalan berkeliling di sekitar teras rumah.


Tiba-tiba kedua orang pria membuka gerbang rumah sangat luas, Yuju langsung panik dan berteriak memanggil nama suaminya.


"Jungkook!!" teriak Yuju histeris karena melihat banyak mobil masuk ke dalam halaman rumahnya


Mendengar teriakan Yuju dari luar, Jungkook langsung terbangun dari posisi baringnya di atas sofa ruang tamu.


Bergegas lari dengan cepat ke pintu keluar, sesampainya di sana ia segera menghampiri istrinya merangkul bahu Yuju dan melayangkan pertanyaan.


"Kamu tidak apa-apa?" Jungkook menangkup dagu Yuju, menariknya agar bisa ia lihat


"Mereka siapa?" pandangan mata Yuju beralih melihat ke depan gerbang


Jungkook mengikuti arahan mata Yuju, ia melihat para pengawal setianya membawa paket pesanan yang ia perintahkan.

__ADS_1


"Tidak usah khawatir, mereka pengawal ku yang baru saja lulus latihan... mana mungkin kamu tahu," terang Jungkook setelah memastikan kalau sekelompok orang yang keluar dari dalam mobil bak terbuka, adalah para pengawal nya


"Pengawal yang lama kemana?" Yuju sedikit menaikan kepalanya ke atas, menatap Jungkook yang tengah sibuk memperhatikan para pengawalnya


"Mereka sedang beristirahat, 6 bulan hidup di penjara membuat mereka depresi... aku memberikan tiket liburan selama 3 bulan." jawab Jungkook sembari melangkah kaki menuruni teras lantai rumah menuju ke salah satu pemimpin para pengawalnya


Yuju mengelus perutnya lembut, memperhatikan suaminya yang tengah serius berbicara dengan orang berbaju hitam memakai topi.



Kesan menyapa pemikiran Yuju, tak kala Jungkook terlihat begitu berwibawa gerakan tangan nya.


Tunjukan jari jemari yang terkadang bergerak-gerak, Yuju perhatikan begitu teliti.


Jungkook memergoki istrinya, yang terlihat menatap dirinya.



Wajah khasrisma yang tidak dapat di tolak dengan kata penyesalan, terpana ia Yuju katakan dalam hatinya.



Di tambah Jungkook menggodanya, mengibaskan rambut ke depan lalu belakang.



Menambah sisi tampan yang lebih keren dan menakjubkan.


Yuju berbalik tidak kuasa menahan rasa tersipu, ia batuk-batuk merasa gatal di dalam tenggorokan nya.


Sampai seorang pembantu wanita paruh baya menghampirinya, menyodorkan sebuah kain sutra yang cukup panjang.


Wanita itu muncul tiba-tiba di depan Yuju membuat dirinya terkejut dan hampir terjatuh kebelakang.


Jantung Yuju terasa mau copot, di ikuti perasaan was-was yang terus berdenyut hebat.


Jungkook mengangkat tubuh Yuju, membawanya masuk ke dalam rumah.


Yuju masih dalam keadaan syok belum bisa berkata-kata, dia terdiam tangannya masih mengepal.


Jungkook menidurkan tubuh Yuju di sofa, ia duduk di samping kaki istrinya.


"Yuju!" panggil nya panik


Respon Yuju masih belum terdengar, tatapan kedua matanya kosong.


Seakan jiwanya menghilang pikiran pun melayang.


Wanita paruh baya itu meminta maaf pada Tuan besarnya, sampai ia berlutut di bawah kaki Jungkook.


Jungkook hanya terdiam membiarkan pelayan tua itu bertindak semaunya.


Kini ia fokus pada istrinya, berusaha membangunkan Yuju dari lamunan.


Perlahan kedua mata Yuju menurun ke bawah, istrinya pun menutup matanya.


"Yuju!" teriak Jungkook kehilangan


Wanita paruh baya itu langsung berdiri, mencoba menyentuh tubuh Yuju namun, Jungkook menepis tangan dengan kasar.


"Ini karena ulah anda, bagaimana kalau dia...." Jungkook sangat gelisah perasaan takut mulai menghantui jiwanya yang tenang

__ADS_1


"Biarkan hamba memeriksanya!" pinta si pelayan tua


"Tidak!! pergilah, hari ini kau tidak perlu lagi bekerja!" Jungkook mengusir pelayan itu, ia juga bertindak kasar dengan mendorong keras tubuh sang pelayan


"Maafkan saya Tuan, saya belum melakukan pekerjaan semenit pun!!" pelayan itu memohon pada Jungkook, menggenggam salah satu betis kakinya


"Belum bekerja saja kau sudah membuat masalah, untuk apa di berikan uang kalau kau hanya mendatangkan permasalahan,"


Jungkook melepaskan kedua tangan pelayan itu dari kakinya, menarik tangannya untuk menyeretnya keluar dari dalam rumahnya.


Jungkook menjatuhkan tubuhnya hingga punggung nya terbentur kayu penyanggah sofa, rasa sakit pun tidak ia hiraukan.


Yuju pun tersadar, ia bangun sembari menyetuh keningnya yang terasa masih pening.


Suara napas yang lemah, membuat Jungkook mendogak wajahnya ke atas.


"Yuju." Jungkook segera bangkit, ia pun duduk berhadapan dengan sang istri


"Lagi-lagi aku begini." Yuju memijat keningnya, terkadang memukul-mukul kepalanya


"Hentikan itu." Jungkook menarik kedua tangan Yuju, agar istrinya tidak menyakiti dirinya sendiri menahannya kuat


"Aku punya penyakit kalau terkejut berlebihan, hilang kendali," ujar Yuju menjelaskan kondisi yang ia alami


Jungkook langsung menatap si pelayan tua yang tengah duduk tertatih sambil meratapi nasibnya.


Wajahnya menunduk ke bawah, isak tangis yang di coba di tahan untuk tidak keluar malah membuatnya cegukan.


"Kasihan nenek itu, kamu tidak berbuat kasar padanya kan?" Yuju yang melihat suaminya melamun, mencoba menegurnya dengan menendang pinggang Jungkook


Jungkook mengalihkan perhatian nya menatap Yuju.


"Jangan diam terus, bantu nenek itu." Yuju menarik tangannya paksa, memelototi Jungkook sangat geram


Jungkook segera membantu pelayan yang sudah ia kasari untuk berdiri tegap, tak berapa lama Jungkook menyuruhnya untuk duduk di sofa seberang.


"Maafkan kelakuan suami saya, anda akan mendapat kompensasi yang besar,"


"Tidak terimakasih Nyonya, saya baru saja di pecat." pelayan tua itu berdiri


"Di pecat." Yuju langsung menoleh ke arah Jungkook, suaminya berpaling melihat ke arah lain menghindari kontak mata istrinya yang menakutkan


"Nenek jangan pergi, nanti saya yang akan bayar gajinya. Jadi, nenek tidak usah khawatir." Yuju melukiskan senyuman, membuat hati si nenek yang melihat senyum itu merasa adem


"Terimakasih Nyonya." raut kebahagian tak dapat di tolak untuk tidak di perlihatkan, si nenek menghampiri Yuju dan memberikan kain di tangannya pada Nyonya nya


"Apa ini nek?" Yuju menerima kain tersebut, meneliti setiap detail bentuknya


"Hadiah kecil dari saya Nyonya, saya dengar anda akan segera punya anak. Saya membuatkan sehelai kain untuk di pakai saat persalinan nanti," jelas si nenek


"Ohh baiknya hati nenek, terimakasih saya akan menyimpannya." Yuju melipatkan kain pemberian dari pelayan itu dengan rapi


"Kalau begitu saya pamit Nyonya." si pelayan tuan mohon undur diri, dia pergi ke arah belakang tepatnya di dapur


"Buang saja kain itu, mungkin ada sesuatu yang aneh di dalam nya," Jungkook mulai bersuara setelah beberapa menit dia menjadi pendiam


"Pemberian itu adalah rezeki yang tidak boleh di tolak, lagian kamu kenapa memarahi nenek itu. Bukankah kamu membawanya ke sini untuk bekerja?" Yuju menyimpan kain yang sudah ia lipat rapi ke atas meja


"Memang benar, aku melihatnya di pinggir jalan daripada terus meminta-minta belum tentu dapat banyak ya... lebih baik dia kerja di rumah kita, menemani kamu kalau aku tidak ada," terang Jungkook menyampaikan apa yang ia ketahui tentang si pelayan baru


"Kamu percaya penuh pada nenek itu, seharusnya bersikap baik juga... tapi, mengapa kamu bilang nenek itu sebagai teman ku... kamu memangnya mau kemana?" Yuju menatap Jungkook dengan sebuah tanda tanya besar di benaknya, mengapa suaminya berkata demikian membingungkan pikiran pendeknya yang belum bisa menerka

__ADS_1


Apakah Jungkook benar-benar pergi dari sisi Yuju, ataukah Jungkook mempunyai rencana spesial di baliknya.


Chapter selanjutnya.........


__ADS_2