Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
keempat puluh: terjebak di kantor polisi


__ADS_3

Gaeesss typo ku di lelang ya!!


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Laki-laki itu menarik Yuju keluar dari lorong mini market, Rose yang menyadari tidak ada Nona di sekitarnya.


Mulai sibuk mencari dan berteriak memanggil nama Yuna.


"Nona Yuna," panggilan khas Rose pada anak seorang bangsawan


Rose berlari-lari ke sebelah kanan dan kiri, tapi tak kunjung menemukan Yuju.


Saat ia bertanya pada seorang kasir yang tengah berdiri tidak bertugas, menanyakan tentang Yuju.


Kasir itu menjawab.


"Tadi ada seorang wanita hamil yang di paksa ikut oleh beberapa pria, mereka baru saja keluar," ucap si kasir menerangkan pada Rose apa yang ia lihat barusan


"Terimakasih, maaf telah mengacaukan tempat kerja anda." Rose menyimpan beberapa lembar uang sebagai kompensasi, ia terburu-buru menarik pintu dan melenggang keluar dari mini market


"Nona Yuna." teriak lepas Rose yang panik ketika melihat Yuju yang di paksa masuk ke dalam mobil polisi


Ia bergegas melangkah dengan cepat hingga berlari, ingin segera sampai di tempat parkir.


Sesampainya di sana, Rose menghalangi perjalanan mobil yang tengah di kendarai.


Kedua pintu depan mobil terbuka, keluar secara bersamaan 2 orang pria yang memarahi nya.


"Minggirlah!!!" ucap seorang pria memakai topi kedinasan


"Sorry!! Anda telah melakukan kriminalisasi terhadap Nona saya." kedua tangan Rose memegang pinggangnya, mencoba bertatapan mata dalam keangkuhan


"Maaf Nona, anda tidak berhak menghalangi polisi. Kami sedang melakukan tugas, seorang wanita di sana harus di bawa ke kantor," ujar seorang pria menjawab Rose dengan lantang


Rose menoleh ke arah suara berasal tepat di sebelah kirinya, ia berjalan menghadapi pria yang terlihat sombong memandangi nya.


"Memangnya anda siapa, cepat bawa Nona Yuna keluar saya juga membawa pengawal." kedua mata Rose beralih melirik ke arah tempat mobilnya parkir, tapi tidak menemukan satu pengawal pun yang bertugas menjaga


"Loh!! Kemana mereka pergi," Rose bergeming heran, mengapa para pengawal yang berjumlah 50 orang menghilang begitu saja tanpa tersisa seorang pun


"Bawa saja wanita ini, mungkin dia juga terlibat dalam penculikan!" perintah seorang polisi yang berada di sisi kanan, laki-laki itu pergi menuju mobil kembali menyerahkan tugas pada rekannya


Polisi di sebelah kiri Rose memborgol kedua tangannya, Rose di bawa masuk ke dalam mobil ia duduk bersama Yuju.


"Nona Yuna, mereka berdua tidak berbuat jahat padamu kan?" Rose menggenggam tangan Yuju, walau kedua tangan mereka sama-sama di borgol


Yuju tidak mengatakan apapun hanya sebuah anggukan kecil yang ia berikan sebagai jawaban.


"Ohh tidak!!!" Rose merasakan keringat dingin di atas telapak tangannya yang berasal dari punggung tangan Nonanya


Mobil melanjutkan perjalanan menuju kantor pusat, sepanjang jalan.


Dari kota B menuju kota F, Yuju tampak biasa saja begitu tenang menghadapi situasi yang menegangkan jiwa Rose.


Rose gemetaran dan takut, ia khawatir suatu yang buruk terjadi.


Tempat yang ia pijak bukanlah tanah kelahirannya, apalagi dia datang hanya sebagai turis nasional bukan lokal.


"Andai Tuan Taeyong tidak beralasan pergi," gumam Rose merana


"Beralasan pergi, maksudnya dia sengaja ngulur waktu?" Yuju menoleh ke samping menatap Rose yang tengah tenggelam dalam perasaan galau nya


Rose tersadar dengan apa yang ia katakan terdengar oleh Nonanya.


"Hm..." Rose membalikkan posisi tubuhnya menghadap ke jendela mobil, menenggelamkan dagunya di atas telapak tangannya


"Kenapa dia lakukan itu, bukannya dia suka padaku...." pikir Yuju ia sedang mencoba memahami maksud dari tujuan Taeyong seperti apa yang ia dengar dari gumam-an Rose

__ADS_1


"Nona ini bagaimana? bukannya dia ingin kembali pada suaminya, tapi masih mengharapkan Tuan Taeyong," batin Rose


Mereka berhenti di depan gedung bertingkah 2 setelah melewati patung macan yang sangat besar menyambut kedatangan mereka, dengan keganasan mulut yang memperlihatkan gigi juga keseraman rupanya.


Rose terpisah dengan Yuju, ia di bawa menuju sel tahanan di satukan dengan para pengawal setia.


"Jangan sakiti Nona Yuna!!" teriak Rose menggenggam erat salah satu besi yang ia kepal


Kedua polisi yang mengantarkan nya pergi mengabaikan permohonan darinya, sedangkan Yuju tengah di interograsi oleh seorang komisaris jenderal polisi yang menangani kasus penculikan.


Yuju di paksa duduk di jaga ketat oleh dua orang orang polisi yang berjaga di belakang tubuhnya, tak berapa lama yang akan bertanya padanya membalikkan tubuhnya.


"Min Yuna atau Choi Yuju!!" komisaris itu menggebrak meja, kedua tangannya menempel di atas sebuah berkas


"Eh... Kau kan...." Yuju berusaha mengingat


"Laporan mu sudah mencapai 12.000 lembaran kertas yang tersebar hampir 7 bulan, kau sembunyi dimana hah!!" komisaris itu memarahi Yuju, tatapan api yang berkobar menyala-nyala dalam bola mata hitamnya


"Laporan dan kertas, apa maksud anda. Kita bukannya sudah tidak ada urusan, tuan komisaris sombong," cela Yuju yang tidak mau di hakimi sendiri


"Min Yoongi kakakmu melaporkan kau hilang sejak 5 bulan yang lalu, setiap hari dia datang dan memaksa kami agar segera menemukan mu. 7 bulan kebelakang Jeon Jungkook, apa dia suamimu?" tanya komisaris sembari membuka lembaran yang ada di dalam berkas


"Iya kenapa? Kau cemburu aku sudah ada yang punya," jawab Yuju dengan ketusnya


Jimin hanya tersenyum kecil namun tidak menyenangkan, ia kembali fokus membaca isi tulisan dari dalam berkas yang sedang ia tinjau.


"Tolong hubungi Jeon Jungkook, beritahu dia kalai istrinya sudah di temukan," perintah komisaris pada salah satu bawahannya


"Siap, laksanakan komandan," dengan sigap dan lantang si anggota polisi menjawab perintah dari atasan


Komisaris itu duduk dengan santai di tempat kerjanya, memajukan kursinya agar kedua tangannya bertumpu di atas meja.


"Jangan hubungi suamiku, hubungi saja kakakku!" gerutu Yuju yang tidak menyetujui penjemputan yang akan datang


"Jeon Jungkook melakukan banyak laporan di banding kakakmu, dia berhak mendapat hasil yang matang buka begitu Nona?" komisaris tersenyum lega, akhirnya setelah berbulan-bulan ia bertugas dalam kasus ini akan segera terselesaikan


"Park Jimin." wanita itu berlari dengan sangat cepat ketika melihat kekasihnya yang melongo ketika mengetahui kedatangannya


Yuju menilik-nilik wanita yang baru saja menyimpan rantang makanan di depannya.


"Perasaan ku tidak enak, apa aku pernah bertemu dengan dia," Yuju berbicara dalam hatinya, berpikir keras tentang siapa wanita yang sedang ia perhatikan


Wanita itu berjalan kebelakang kursi Jimin, memeluknya seraya berkata.


"Aku rindu padamu," ucap wanita itu di sebelah telinga kanan Jimin


"Baru saja tadi pagi kamu mengatakan itu, kenapa harus mengatakan itu untuk kedua kalinya." Jimin mendogak wajahnya sedikit ke atas, menatap wajah sang kekasih


"Ini kerinduan di siang hari, memangnya kenapa tidak boleh mengatakan itu. Aku berbicara karena sayang, kau selalu dingin padaku." wanita itu pun terpaksa berdiri kedua tangan nya bersedekap membalikkan tubuhnya, menunjukan perasaan yang tidak senang


Jimin bangun dari tempat duduk, ia melangkah mendekati kekasihnya menepuk kedua bahunya sambil mengatakan kata rayuan untuk meluluhkan sikap keras yang tengah di tunjukan.


"SinB... kita akan menjadi keluarga, buanglah perasaan yang tidak perlu. Kamu yakin kan padaku, kalau aku hanya mencintaimu,"


"Jimin... iya aku tahu kamu hanya cinta sama aku. Tapi... kamu selalu dingin dan acuh, aku nggak suka,"


"Baiklah aku minta maaf, hari ini ku mohon jangan ganggu aku dulu. Aku tengah menyelesaikan masalah penculikan, agar segera tuntas." Jimin membuat senyuman manis untuk kekasihnya, supaya SinB mau mengerti tentang keadaan yang sedang ia hadapi


"Ok... kembalilah bekerja." SinB ikut tersenyum, ia mengalah demi kebaikan hubungan mereka


Jimin menyuruh SinB untuk duduk di sampingnya, memperhatikan ia yang tengah bekerja.


SinB menuruti permintaan Jimin, kedua matanya fokus memperhatikan si kekasih hati.


"Kau mau di panggil apa Yuju atau Yuna?" Jimin menatap Yuju, terkesan biasa saja dalam pandangan matanya


"Terserah... tapi bebaskan dulu wanita yang di tangkap bersamaku, dia tidak bersalah!" Yuju memohon menepukan kedua tangannya saling menempel


"Setelah suamimu datang, mereka bebas. Mereka harus menjadi saksi bahwa kau itu bukan mengilang, tapi sengaja keliar dari rumah suami mu," jawab Jimin tidak peduli pada permohonan Yuju

__ADS_1


SinB tidak bisa diam ia pun mengambil topi di atas kepala Jimin, kekasihnya hanya menoleh untuk melihat siapa yang telah berani melepas penutup kepalanya.


Jimin kembali fokus pada berkas yang ia pegang.


SinB mengalihkan perhatian kedua matanya setelah merasa pusing dan tak paham membaca isi laporan, ia melihat ke depan sambil mengenakan topi.



"Kak Yuju," sapa SinB yang mengenali sosok di depannya


"Apa kamu mengenalku." jari telunjuk Yuju menunjuk ke dirinya sendiri


"Ya tentu saja, ingatan Hwang EunBi mana mungkin salah. Senang bertemu dengan kakak kembali, apa kakak berada dalam masalah?" SinB menyentuh punggung tangan Yuju yang berada di atas meja terlihat gemetaran


"Ahaha... aku nggak tahu, aku ini korban atau tersangka. Mengapa banyak pertanyaan yang di berikan padaku," jawab Yuju di sertai candaan


SinB mencubit lengan berotot Jimin, hingga laki-laki itu menatapnya dengan tanda tanya.


"Apa?" tanya nya


"Kamu keterlaluan, kenapa menahan kak Yuju. Dia itu orang baik, mana boleh berbuat jahat padanya,"


Jimin pergi dari kursinya, ia mengabaikan perkataan SinB berjalan ke suatu tempat untuk lebih fokus pada kasus yang sedang ia tangani.


Kedua mata SinB mengikuti kemana arah Jimin pergi, pertanyaan dari Yuju lah yang membuat SinB kembali fokus menatapnya.


"SinB, kakak mu kemana?" Yuju sudah kembali mengingat si wanita di depannya, memang tidak asing dan terlihat sangat akrab


"Kakak ku Minhyun, dia sedang bertugas di jalan raya. Ya... kalau Jimin ada di dalam maka kakak pindah ke jalan, kalau Jimin bertugas di luar kakakku berada di sini," jelas SinB bertele-tele


Yuju hanya mengangguk-an kepalanya, seolah mengerti apa yang di sampaikan SinB.


"Ngomong-ngomong kakak terlihat lebih berisi di bandingkan waktu kita betemu?" tanya SinB dengan suara halus supaya tidak terdengar oleh orang lain


"Itu karena aku tengah mengandung, apa aku terlihat sangat gemuk?" bola mata Yuju menunjukan ketidak tenang-an, khawatir ia tidak seksi seperti dulu


"Ah... tidak-tidak!!! hanya sedikit berbeda saja, kakak cantiknya masih sama. Anak kedua kakak perempuan atau laki-laki?" tanya SinB yang selalu penasaran pada orang lain


"Aku belum tahu sejauh ini." Yuju menyentuh rambut sampingnya, menghindari perasaan canggung yang tiba menghampiri



"Berapa bulan usia kandungan kakak?"


"7 bulan." Yuju tersenyum semangat



"Kak nanti datang ya ke pernikahan ku." tangan SinB sibuk di dalam tas selempang nya mencari sesuatu tetapi pandangan matanya masih menatap Yuju


"Dengan siapa?"


"Kenapa kakak jadi pelupa, itu Jimin. Hehehe... mungkin karena dia terlalu banyak bicara pada kakak membuat kakak kebingungan ya." SinB berhasil menemukan apa yang ia cari, menarik tangannya lalu memberikannya pada Yuju


"Apa ini?" Yuju membaca surat undangan yang di berikan SinB dengan cermat


"Undangan pertama aku berikan pada kakak, jadi harus datang ya... karena kakak tamu istimewa ku." SinB tersenyum tulus


Bersambung..............


Thanks for like and comments!!!*^▁^**^▁^**^▁^**^▁^**^▁^**^▁^**^▁^*


Author tambah sayang sama kalian Ders!!!


Perjuangan nulis ke bayar sama komentar kalian yang membangunkan semangat.


Maaf kalau update nya jarang, soalnya kendalanya banyak sibuk kerja alasan utama.


Terimakasih......📌

__ADS_1


__ADS_2