
Perhatian:
Banyak typo
Berikan like nya jangan lupa
Sertai komentar sebagai tbahan semangat, jangan bosan-bosan ya.
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
Yuju menghembuskan napas perlahan keluar, Jungkook masih terus memantau pergerakannya.
Suaminya memang tetap diam, tapi kediam-an Jungkook lah yang membuat Yuju merasa takut.
Akhirnya setelah berpikir beberapa menit barulah Yuju angkat bicara mengenai keputusan yang ia ambil secara terpaksa.
"Aku tinggal bersama Jungkook saja," ucap Yuju melepas perasaan kesal keluar dari lubuk hatinya
Rose terlihat kecewa atas keputusan Yuju, ia sudah mempersiapkan segalanya untuk Nonanya saat mereka kembali ke kanada.
"Nona, anda yakin tidak ingin ikut?" Rose meraih salah satu tangan Yuju dan menggenggam nya ia tak bisa merelakan Nonanya pergi jauh sendiri tanpa pengawasan darinya
"A...ku...." Yuju melirik Jungkook, ia bisa merasakan kegembiraan di wajah suaminya walau dia mencoba menutupi perasaan itu dengan sikap dingin juga tenang nya
"Yuju katakan saja, kamu tidak ingin pergi ke sana," dalam hati Jungkook yang greget mencoba menahan emosi kesal untuk timbul di area wajah tampannya
Jungkook masih tetap tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kesal juga perasaan gelisah. Dia cemas jika Yuju mengubah pernyataan yang barusan di katakan.
"Sayang...." Jungkook merangkul bahu Yuju mendekat kan tubuh istrinya masuk ke dalam pelukan
Yuju menoleh ke atas, mengedipkan kedua matanya perlahan tak percaya tindakan lembut yang di lakukan Jungkook padanya.
"Bayi kita akan lahir, apa kamu tega membiarkan ku menderita tidak bisa menyaksikan kelahiran anak pertamanya." Jungkook menaikan alis kanan nya, menunjukan rasa bimbang di sertai penderitaan
"Ikuti saja suamimu, jalan terbaik untuk kita semua. Kamu di kanada hanya membuat masalah saja, setiap hari para pengawal mengantri di rumah sakit umum karena ulahmu. Aku tidak sanggup melihat mereka celaka di tangan mu, sudah sampai saat ini saja." Taeyong menarik napas panjang, melanjutkan kembali perkataannya yang tersenggal karena kekurangan oksigen
"Aku bicarakan soal pembatalan pertunangan, kita tak jadi menikah Yuna." jari tangan kiri Taeyong mencoba melepaskan cincin yang berada di jari manis tangan kanannya
"Eitts!!" Yuju berusaha menghentikan Taeyong yang tengah berusaha melonggarkan jari tangannya agar mudah melepaskan cincin tunangan
Jungkook mengerutkan keningnya, ia menatap Yuju dengan aneh entah apa yang akan di lakukan istrinya.
"Sudah lepaskan saja, tidak ada gunanya memakai cincin itu," protes Jungkook yang merasa tidak senang
"Aku yang melepaskan cincin pertunangan kita." dengan ukiran senyuman cantik di wajahnya, Yuju dengan senang hati melepaskan cincin di jari manisnya setelah cincin itu terlepas dia memberikan ring itu pada Taeyong
"Ya sudah kalau tidak mau ku simpan saja, lumayan kan kalau di jual masih tinggi harga pasaran nya." Taeyong berniat memasukan cincin itu ke dalam saku kemejanya, tetapi tangan Yuju dengan sigapnya menahan lengannya mencegah hal itu tidak terjadi
Saling melirik-lirik kedua pasang bola mata berada dalam satu arah, Taeyong yang terhipnotis akan buaian tatapan bening seorang Yuju.
"Tidak pakai tatapan juga." Jungkook langsung membubarkan lirikan ke empat pasang bola mata itu, dengan menempatkan telapak tangan kanannya sebagai penghalang pandangan
Yuju menarik tangannya sekaligus melepaskan genggaman terhadap lengan Taeyong.
Taeyong duduk merebahkan diri, mengatur napas yang sempat tersenggal karena kontak mata yang ia lakukan memakan kefokusan dirinya.
Yuju menarik tangan Jungkook ke bawah, ia ingin melihat dengan jelas Taeyong yang sedang duduk tidak tenang.
__ADS_1
"Taeyong, pakaikan cincin itu di jari manis Rose!" suruh Yuju sambil melirik Rose yang nampak terkejut mendengar ucapannya
"Apa?!" Rose melebarkan matanya, seakan tak percaya pada perkataan Nonanya
"Kau tidak salahkan?" Taeyong menoleh ke arah Yuju, tatapan bingung meminta penjelasan yang masuk akal
"Iya, ketahuilah satu hal. Kau memang menyukai ku, tapi kau melupakan cintamu pada Rose. Aku tahu, saat kita bertemu kau begitu peduli padaku. Tapi aku menyadari satu hal...." Yuju menghela napas sejenak, demi kelancaran ucapan yang mau ia katakan
"Perhatian mu itu hanyalah sebuah pengalihan, agar kau dapat berpaling dari Rose. Aku hanya dijadikan pelampiasan kerinduan mu padanya, katakanlah isi hatimu pada Rose... aku yakin, kalian pasti bahagia," pinta Yuju dengan kesadaran nya, ia tidak ingin membuang waktu kalau tidak mengatakan kebenaran yang ia ketahui
"No-na, itu tidak mungkin. Hubungan kami hanya sebatas atasan dan bawahan, aku tidak ingin melanggar kodrat yang telah di tentukan," Rose masih mengelak dengan menyatakan ucapan penolakan akan tetapi, Yuju tidak bisa tinggal diam
"Jangan salahkan takdir, jika kalian berjodoh cinta tidak mungkin salah memasangkan dua orang manusia dalam satu perjalanan hidup. Aku tahu kamu juga sangat mencintai Taeyong, semakin lama kamu pendam semakin jelas terlihat bahwa kamu tak dapat melupakan dia," celoteh Yuju yang memulai nasihat tentang cinta
"Yuna... kau tidak tahu apa yang aku rasakan, janganlah menebak hal yang tidak mungkin terjadi," Taeyong masih menyangkal perasaan cintanya sendiri belum tahu kenapa dia masih bersikeras menolak pernyataan Yuju
"Satu hal yang mungkin jadi keinginan terakhirku, aku minta kalian bertungan di depanku!" Yuna menegaskan ucapannya, tidak mau mendegaw penolakan atau pembangkangan
Rose menatap Taeyong mencoba menyembunyikan tatapan harapan, tapi laki-laki itu malah merangkul bahunya lalu mengatakan.
"Ya... Kau benar, aku memang mencintai Rose. Terimakasih, atas kata-kata murni tak jernih itu." Taeyong tersenyum lega, akhirnya ia bisa mengatakan cinta yang selama ini terus ia tahan sampai menyiksa batin nya
"Sialan!" desis Yuju sembari mendelikan kedua bola matanya ke samping kiri
"Ohh... jadi mereka berdua bermain api di belakang Yuju... baguslah," pikir Jungkook yang menebak karakter percintaan kedua manusia di depannya
Taeyong memasangkan cincin ke jari manis tangan kanan Rose, gadis cantik itu menerimanya dengan senang hati.
Yuju bertepuk tangan dengan meriah, ikut larut dalam kebahagian sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara Jungkook hanya menepuk kedua tangan merasa malas di ikuti rasa bosan.
"Terimakasih, Nona." Rose tersenyum bahagia, Yuju membalas senyum darinya dengan anggukan
Taeyong memandangi Rose penuh cinta, ya walau mereka belum melangkah jauh dalam menjalankan sebuah hubungan pertunangan dadakan menjadi awal dalam menjaga ikatan cinta sejati mereka.

Kini dia bersama sang istri berada dalam mobil yang sedang melaju, mereka duduk di jok belakang.
Yuju terdiam tanpa berbicara mungkin suaranya sedikit terganggu, karena banyak melakukan ceramah sejak perpisahan tadi yang mengadem-kan hati Jungkook.
"sudah merasa ngantuk?" Jungkook meraba pipi Yuju lalu menariknya perlahan untuk berkontak mata dengan dirinya
Yuju hanya menggelengkan kepala, memberi jawaban tidak oleh sebuah isyarat.
Tangan kiri Jungkook menyelinap melewati bahu Yuju, merangkul tubuh istrinya mendekatkan keakraban yang pernah renggang menjadi sebuah kehangatan.
Kepala Yuju bersandar di atas bahu suaminya, jemari tangannya bergerak untuk menggapai tangan kanan Jungkook lalu menggenggam erat.
Jungkook melirik ke bawah, memastikan keadaan Yuju ia pun tersenyum senang saat melihat istrinya sedang berusaha untuk tidur.
"Perjalanan kita masih lama, kita akan pindah ke rumah baru," ucap Jungkook membuat mata Yuju membulat kaget
"Apa?!" ucap Yuju, mengalihkan perhatian matanya melihat ke atas
"Rumah yang dulu kita tinggali sangat sempit, di tambah ada Eunha yang menganggu aktivitas kita. Aku tak mau ada duri di rumah baru kita yang baru." terang Jungkook, tangan kiri nya lihai memainkan rambut panjang lurus Yuju
Yuju melingkarkan kedua tangannya, memeluk tubuh Jungkook ia ingin dimanjakan oleh suaminya.
Menutup matanya untuk lebih menikmati waktu yang tak ingin ia sia-siakan.
Jungkook mengecup poni rambut Yuju yang mencapai batas alis istrinya itu, menunjukan rasa kasih sayang nya.
...(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)(☆∀☆)ヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノヾ(*´∀`*)ノ<(‾︶‾)>(⌒▽⌒)<(‾︶‾)><(‾︶‾)>(o^^o)<(‾︶‾)><(‾︶‾)>(⌒▽⌒)(o^^o)<(‾︶‾)>(⌒▽⌒)(o^^o)(o^^o)(o^^o)(o^^o)<(‾︶‾)><(‾︶‾)>(⌒▽⌒)(o^^o)
__ADS_1
Dari kota F mobil melaju dengan kecepatan normal menuju ke kota J, memakan waktu yang begitu lama sampai di sebuah rumah yang di sebutkan Jungkook.
2,5 setengah jam kemudian......
Jungkook memangku keluar tubuh Yuju dari dalam mobil, berjalan menaiki anak tangga teras rumah.
Yuju menertawai ekspresi wajah Jungkook yang begitu lucu menurutnya, suaminya itu memerah menahan perasaan berat mengangkat tubuhnya yang tengah berbadan dua.
Bibirnya yang menggulung ke dalam, juga langkahnya yang tak lagi cepat di rasakan membuat perasaan iba istrinya.
Pintu rumah sudah terbuka lebar, penjaga juga pelayan bertugas dengan baik menyambut pemilik rumah.
Tiba-tiba......
"Sudah-sudah turunkan saja aku di sini, aku masih bisa jalan." Yuju tangan Yuju menepuk-nepuk bidang dada Jungkook
"Biarkan aku berusaha, nanti berilah aku imbalan sesudah sampai di kamar kita." Jungkook mengedipkan matanya sebelah, terlihat genit merayu Yuju
"Imbalan seperti uang?" Yuju mengernyitkan kening, bingung imbalan apa yang di maksud
"Uang ku sudah banyak, lagian apa kamu sanggup membayarku," ledek Jungkook laki-laki itupun tertawa sembari melangkah kaki menaiki anak tangga menuju kamar utama
"Gini-gini juga aku anak orang kaya, ya. Perusahaan mu dengan Ayahku juga sebanding atau mungkin lebih besar punya Ayah," Yuju membalas ejekan suaminya tak mau kalah dalam omongan
"Hmm... Kayak nya ada yang mulai melunjak nih, Jungkook tidak bisa di rendahkan." Jungkook mempercepat langkah kakinya, ingin segera sampai di tempat peristirahatan untuk membalas ejekan istrinya
"Uhh... Kook, kamu tidak boleh berbuat kasar pada istri yang baru pulang loh!" Yuju memberi peringatan pada Jungkook
"Emangnya kenapa, bukankah kerinduan harus di lampiaskan dengan baik." tangan Jungkook menggapai gagang pintu menariknya ke bawah, setelah itu ia mendorong pintu untuk terbuka lebar
"Apa maksudnya harus di lampiaskan dengan baik?" Yuju menarik kulit pipi Jungkook dengan greget nya
Jungkook menurunkan tubuh Yuju perlahan dari pangkuan tangannya, istrinya itupun langsung duduk di pinggir ranjang.
Yuju terlihat bete dan merasa tidak nyaman, Jungkook yang peka terhadap kondisi istrinya ikut duduk bersama.
Jungkook menarik tubuh Yuju bertujuan untuk bertatapan dengannya, menangkup dagu istrinya dengan sentuhan lembut.
"Yuju," ucap nya lembut
"Ehh... Kenapa panggil Yuju, perasaan kamu panggil namaku Yuna," balas Yuju heran
"Yuju panggilan dariku untukmu." Jungkook sedikit memiringkan wajahnya
Yuju memundurkan kepalanya, berusaha menjauhi kedekatan yang akan terjadi.
"Tidak ingatkah imbalan yang aku minta!" Jungkook berusaha mengingatkan
"Tapi... Waktu kehamilan sudah melarang kita untuk berhubungan," Yuju mencoba memberontak, ia memikirkan kondisi bayinya
"Ya... tidak sampai tahap itu juga, aku hanya ingin merasakan sedikit gairah saja sebagai pembukaan." tangan kanan Jungkook mendorong kepala Yuju untuk mendekati wajahnya, kecupan bibinya menyentuh bibir istrinya
Mencium bibir atas Yuju dengan sentuhan lembut turun ke bawah bibir, terasa ada manis-manis nya di awal.
Semakin lama Jungkook menginginkan rasa yang lebih memuaskan, lidahnya ikut bergabung untuk mencapai rasa cinta yang ia inginkan untuk terasa sangat memuaskan.
Rasanya Yuju ingin marah dan menghentinkan ciuman dari Jungkook, tapi ia tidak bisa mempungkiri bahwa ia juga rindu pada belaian kemesraan seperti ini akhirnya ia menikmati sambil menutup matanya perlahan.
Bersambung.........
Aku mau balesin komentar kalian kemarin, makasih udah buat jebol notifikasi readers semangat terus berlayar sama author ini sampai ke ending.
Selamat malam jangan lupa buat besok yang mulai kerja, sekolah dan melakukan aktivitas lainnya. Semoga lancar dan sukses amin.
__ADS_1