
~ Secret Director And Assistant ~
10 menit sudah Yuju terpukau akan kharisma suaminya, kini ia berjalan menuruni anak tangga.
Pandangan mata syok di sertai perasaan berbunga-bunga, ia menyadari sesuatu yang di sebut keindahan dalam hidupnya.
"Aku pikir itu normal, benar. Jatuh cinta pada suami sendiri, apa salah," pikir Yuju
Ia berjalan ke arah kamar, melupakan seseorang tengah menangis lirih di sebelah ruangan tepatnya di dapur.
Saat Jungkook menutup pintu, Eunha terlihat sedang berjalan menaiki tangga.
Mata sembab hidung merah, wajah yang terlihat putih memucat.
"Kamu tidak pernah tahan, mengapa terus bersamaku." Jungkook menutup pintu dengan segera mengunci ganda, ia pun memilih berbaring di atas ranjang tanpa punya rasa peduli
Eunha melirik kamar Jungkook, kecewa dengan perlakuan buruk suaminya.
Emosi dengan sikap acuhnya, marah padanya karena tidak pernah memperhatikan dirinya.
Malam berlalu, pagi menyapa dengan sinar terang yang membuat semua manusia ceria dan mempunyai rasa semangat.
Tap
Tap
Tap
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki mendekati ranjang tempat tidur, aksinya sedang di lakukan.
Duduk perlahan di samping tubuh seorang manusia yang tengah bernapas di tengah lelapnya tidur, mengecup kening tanpa permisi atau izin karena dia tak membutuhkan itu.
Seseorang itu membuka matanya sontak, merasakan kehangatan berasal dari kelembaban bibir, terkejut sekaligus terharu perilaku manis ia dapatkan.
"Hhehehheh...." seseorang itu tertawa kecil, menunjukan rasa bahagianya
"Aku berangkat kerja, pesan apa yang harus aku sampaikan padamu,"
"Aku kuat, tidak lelah ataupun dalam bahaya. Pergilah Jungkook!"
"Baiklah, karena ada rapat penting aku harus segera berangkat." Jungkook tersenyum, ia pun berdiri tatapan matanya masih memandangi wajah istri tersayang nya
"Cepat pergi, atau kamu kehilangan investor nanti....hm!" ejek nya, sambil kan menjulurkan lidah beberapa detik
"Iya, aku berangkat." Jungkook membalikkan tubuhnya, menghela napas lalu pergi meninggalkan istrinya
"Yuna, apa namaku mulai tersebar hari ini." Yuju memainkan ponselnya, memastikan berita buruk tentangnya tidak menjadi bahan perbincangan ataupun gosip di luar
.........🕗
Sekitar pukul 08.08 Yuju sedang meminum susu Ibu hamil, memberi nutrisi pada si jabang bayi.
Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke tempatnya berada, segera Yuju menghabiskan minuman yang setengahnya belum ia habiskan.
Ternyata suara itu berasal dari seorang Eunha yang baru saja terbangun dari tidurnya, dia berjalan mendekati Yuju.
"Kau habis minum apa?" tanya nya sembari menguap rasa kantuk masih terasa oleh dirinya
"Habis minum jus buah, katanya segar setelah meneguknya," jawab Yuju berbohong
"Kalau gitu, berikan satu gelas untukku juga." Eunha berjalan ke tempat meja makan, menarik salah satu kursi yang ia jangkau lalu mulai melamun
"Baiklah, Nona." Yuju tersenyum menghargai, ia berbalik berjalan menuju kulkas
Saat pintu kulkas berhasil ia buka, ia tidak mendapati jenis minuman apapun di dalam.
"Bagaimana ini bisa terjadi... Aku lupa membeli belanjaan bulanan," batin Yuju cemas, ia tidak tahu harus mengatakan alibi yang seperti apa
__ADS_1
Eunha terlihat heran, ia memperhatikan gerak-gerik Yuju yang terdiam setelah membuka kulkas lalu bertanya karena penasaran.
"Ada apa?" Eunha berjalan menghampiri Yuju, ia berdiri di sampingnya
"Hmm... Maaf Nona, saya lupa mengisi kulkas dengan makanan juga minuman. Sayuran tinggal sedikit, buah-buahan juga tidak ada," ucap Yuju pelan
"Kau sesibuk apa sih, kenapa sampai kekurangan begini. Jeno saja kan, yang kau rawat apa serepot itu mengurus bayi. Tidak sempat belanja," omel Eunha tiada henti
"Kapan dia berhenti mengomeliku, seharusnya ku hajar saja omongannya balik. Tapi hanya bisa sabar, ujian itu di lalui bukan untuk di hindari," batin Yuju
"Baiklah Nona, saya pergi ke supermarket. Mohon jaga Jeno, dia sedang tidur di kamar." Yuju pergi meninggalkan Eunha, ia tak ingin banyak berdebat
"Kau harus pulang dalam waktu cepat, aku tidak menunggu terlalu lama!" teriak Eunha sembari membalikkan tubuhnya melihat kepergian Yuju
"Gimana nanti, saya tidak bisa memastikan kadang, situasi tak sesuai kendali," balas teriak Yuju
"Ada juga baby sister yang melawan begitu pada majikan nya," Eunha terheran, mengapa dirinya tidak bisa menguasai pikiran Yuju
🏪🏪🏪🏪🏪🏪🏪🏪🏪🏪🏪🏪
Di dalam ruangan pusat perbelanjaan banyak orang-orang yang begitu sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Yuju sibuk memilih sayuran satu persatu jenis di masukan ke dalam keranjang yang berada di samping tubuhnya.
Gerak-gerik Yuju di perhatikan sekumpulan orang yang memakai pakaian serba hitam di lengkapi kaca mata hitam yang membuat penampilan mereka, tak dapat di kenali.
Saat Yuju berbalik akan berjalan ke tempat buah-buahan, ia di hadang oleh 2 orang pria yang berasal dari kelompok tadi.
Awalnya Yuju tidak menganggap kehadiran 2 orang itu, tapi lama kelamaan mereka memaksa dirinya untuk ikut.
"Nona Choi, mohon ikut dengan kami!" ujar salah seorang
"Maaf, kalian siapa?" Yuju masih bertahan dalam posisinya berani menantang kedua pria di hadapannya
"Kami adalah pengawal keluarga anda, kami di beri perintah untuk membawa anda pulang," jawab salah seorang lagi
"Tapi kalian bukan pengawal suamiku, apa kalian...." belum sempat Yuju menerka siapa mereka secara tiba-tiba ia di bekam dari belakang
Yuju terbius aroma tidak menyedapkan masuk ke dalam jalur pernapasan nya, ia pun tak sadarkan diri di akibatkan menghirup aroma tersebut.
Kelompok itu membawa tubuh Yuju pergi dari mall, tidak ada yang melihat atau memperhatikan kejadian tersebut sehingga mereka dapat lolos dengan sempurna tanpa ada yang menghadang.
Akhirnya dia menelpon kantor Jeons, untuk menyuruh Jungkook segera pulang ke rumah.
Dalam 1 jam perjalanan, mobil pribadi Jungkook sampai di depan rumah.
Laki-laki itu keluar dari mobil sangat tergesa-gesa, membuka pintu tanpa menutupnya kembali.
Eunha datang menghampiri sambil menggendong Jeno yang masih saja menangis.
"Jungkook," panggil nya sesampainya di hadapan suaminya
"Dimana Yuju?" tanya Jungkook cemas
"Ohh baby sister tidak berguna itu,"
"Apa maksudmu?" Jungkook mengambil Jeno dalam pangkuan Eunha masuk ke pangkuan tangannya
"Dia pergi dari tadi pagi sampai sekarang belum pulang, aku menyuruhnya belanja mungkin dia sedang hura-hura di luar sana melupakan pekerjaan nya di sini... Kenapa ngak pecat saja dia, kerja ngak becus kayak gini," jawab Eunha memprotes kinerja buruk baby sister
"Apa! Dia menghilang dari tadi pagi, kenapa kau menyuruhnya keluar." Jungkook memberikan kembali Jeno ke pangkuan Eunha, ia segera berbalik dan melangkah dengan terburu-buru
"Jungkook kamu mau kemana lagi, baru saja sampai apalagi anak kita masih menangis merindukan Ayahnya." Eunha berjalan mengikuti Jungkook kemana ia pergi mengarah
"Dia bukan merindukan Ayahnya, melainkan Ibunya," sahut Jungkook perasaan khawatir menghampiri jiwanya
"Ibunya, Lisa maksudmu?" Eunha berhenti melangkahkan kakinya saat sampai di lantai terakhir teras rumah
Jungkook tidak menjawab pertanyaan Eunha yang penasaran maksud ucapannya, kekhawatiran justru menguasai pikirannya.
Ia takut kehilangan Yuju, walau sudah di peringatkan oleh kakak iparnya Suga.
Sedang menyetir pun Jungkook terus memikirkan Yuju, dia berusaha menghubungi Suga untuk meminta bantuan darinya.
"Suga, ..., adikmu menghilang! ..., ....,"
__ADS_1
"Aku tidak tahu. ..., tadi pagi ..., dia masih ada ..., di rumah. Entah, mengapa ..., dia menghilang ..., ada yang tidak beres ..., ....," jawab Jungkook melalui telpon aktif bersama kakak iparnya
"Baiklah, ..., aku memohon padamu! ..., ... temukan dia kembali, ..., jangan sampai ..., hal buruk, ..., terjadi padanya. ..., ...." Jungkook mematikan interaktif jaringan telpon dengan kakak iparnya
"Kemana aku harus mencari Yuju, dia biasanya pergi belanja kemana," Jungkook berpikir keras memikirkan tempat yang sering di kunjungi istrinya
Ia membelokkan stir mobil ke arah kiri menuju kota D, tempat dimana Yuju sering terlihat di sana.
Ada satu mall yang dijadikan Yuju sebagai tempat perbelanjaan favoritnya, 45 menit Jungkook lalui kini ia berada di dalam mall.
...🏪🏪🏪🏪🏪🏪
Ia sibuk berlari ke sana ke sini, mencari sosok Yuju yang ia ingin temukan.
"Yuju," histeris hati kecilnya, mulai bereaksi merasakan kehilangan seseorang yang begitu berarti
Jungkook pergi bertanya pada petugas yang sedang berjaga, tapi tiada jawaban dari mereka.
Ia memutar otak mencari cara agar mengetahui Yuju datang ke sini atau tidak, ketika itu ia mendapatkan ide.
Ia langsung berlari ke tempat keamanan, dimana di ruangan sana. Terdapat rekaman cctv, juga ada 2 orang petugas yang sedang mengawasi.
Jungkook memohon pada petugas untuk membantunya, melihat rekaman ulang kejadian tadi pagi.
Sempat mendapat penolakan dari salah seorang petugas namun, pada akahinya ia berhasil memperoleh ijin juga mendapat bantuan dari petugas lainnya.
Kedua mata Jungkook terus fokus ke layar monitor yang memperlihatkan setiap orang-orang di dalam ruang mall, begitu banyak ruangan yang harus ia pantau.
Dengan ketelitian nya, mengecek dan terus melihat ia berhasil menemukan rekaman Yuju yang sedang memilih sayuran.
"Coba kita lihat rekaman yang ini." Jungkook menunjuk ke arah monitor bagian sebelah kiri, petugas itupun mengikuti arahan darinya
"Yuju," panggil nya kembali dalam kecemasan
Jungkook fokus memperhatikan gerak-gerik istrinya, apa yang dilakukan Yuju juga apa yang dia ambil.
Saat itu ia mengetahui, bahwa Yuju di paksa untuk pergi mengikuti para laki-laki berbaju serba hitam.
"Siapa mereka?" Jungkook terkejut
"Apa bapak mengenalnya?" tanya salah seorang petugas yang sedang membantunya
"Dia istri saya, entah kenapa mereka membawanya dengan paksa apalagi itu perbuatan kriminal." Jungkook berdiri tegak hendak pergi
"Kami akan segera melaporkan kejadian ini pada polisi," ujar salah seorang petugas yang sedang mengamati
"Tidak, itu membahayakan dirinya. Biar saya sendiri yang mencari, terimakasih atas bantuan anda." Jungkook berjalan keluar dari ruangan keamanan ia menunu pintu keluar mall
..........[[[[[[[[[[[[]]]]]]]]]]]]............
Jungkook menyetir mobilnya sangat cepat, kecepatan melebihi 60km/jam.

Sepuluh menit lalu, Jungkook sudah mengirimkan pesan singkat pada Suga.
Pesan itu berisi perintah, juga pemberitahuan Yuju yang di culik oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam.
Jungkook tidak mengetahui kelompok mana yang datang menyerangnya, melalui penculikan Yuju.
Entah perang atau perbuatan dari kakak nya, tapi setahu nya WonWoo tidak mengetahui identitas Yuju.
Bahkan statusnya sebagai istri juga mengurus anaknya sendiri, Jungkook kebingungan dan tersesat dalam ketakutan.
Kehilangan yang membuat ia hilang konsentrasi, sampi mobilnya menabrak pembatas jalan karena hilangnya kendali.
"Arrrrghhh!!" Jungkook memukul stir mobilnya dengan kepalan jari tanganya
Kemana jalan menuju tempat Yuju berada, arah yang tidak di ketahui juga tujuan yang masih samar tak terlihat jelas.
Jungkook telah kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya, kebahagian yang bisa membuatnya bertahan, senyuman manis bisa ia lukiskan karena melihat istrinya yang begitu ia cintai.
Hari ini, dia menghilang............
__ADS_1
To be continues...............