Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
Ke dua puluh enam: bertengkar


__ADS_3

Typo masih banyak guys!


Happy and enjoy from Readers


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Suasana pagi hari di daratan pantai, hamparan pasir luas alunan gelombang air yang menyapu butiran debu halus masuk ke dalam lautan.


Jungkook tengah menunggu istrinya mempersiapkan diri, mereka akan segera pergi ke sebuah pesta yang di adakan tak jauh dari tempat hotel.


Setelah menunggu beberapa jam dalam pengujian kesabaran, Yuju menutup pintu dan mengatakan maaf pada suaminya.



Jungkook terkesima terhadap penampilan istrinya yang memukau pandangan matanya, sampai ia kehilangan fokus akibat terus memperhatikan wajah cantik Yuju.


"Mau berangkat, atau aku masuk lagi ke dalam?" Yuju mulai sedikit terganggu perasaan tenang nya, ketika rasa tegang menyapanya dalam batin


Jungkook hanya tersenyum membalas pertanyaan istrinya, ia mengambil telapak tangan Yuju menariknya untuk berdiri di samping tubuhnya.


"Kita berangkat saja," hanya balasan singkat yang Jungkook ucapkan, sembari berjalan menyusuri hotel perasaan debar di dalam detak jantung berdegup kencang


Mereka tidak naik kendaraan mobil ataupun fasilitas yang tersedia di sana, Jungkook dan Yuju berjalan kaki.


Awalnya Yuju mengalami kesulitan dalam melangkahkan kakinya, karena harus melawan rasa sakit karena sepatu high heels yang ia kenakan di kedua pasang kakinya.


Jalan yang ia injak tidak selalu rata bebatuan besar juga kecil, bagaikan kerikil yang dapat membahayakan dia agar terjatuh menjadi jebakan yang membuat luka.


Jungkook terus memegang lengan Yuju, supaya istrinya terhindar dan aman dari kecelaan yang menimpanya.



Sesampainya di sana, Jungkook dan Yuju di sambut para tamu undangan. Kekhawatiran Yuju dimulai, ketika ia berhadapan dengan salah satu kameramen yang merekamnya bersama Jungkook.


Ia takut aktivitas yang tengah ia kerjakan, akan di ketahui orang-orang, apalagi bersama dengan suaminya.


Saat identitas yang ia sembunyikan harus terkuak di media, ia tak tahu harus berbuat apa demi kebaikannya sendiri.


Mereka di persilahkan duduk di meja yang sudah di siapkan khusus, bukan hanya mereka berdua menjadi tamu vip melainkan banyak tamu yang lain juga di duduk sekitar mereka.


"Ada apa?" Jungkook menyelipkan beberapa helai rambut Yuju ke samping tepat di atas telinga istrinya, karena helaian rambut Yuju menghalangi pandangan matanya memperhatikan nya


"Kenapa acara privat ini harus ada paparazzi, kamu juga mengapa mengajakku pergi," guratan kecemasan terukir kening Yuju mengeluarkan butiran keringat menandakan tekanan suasana yang semakin mencengkam dirinya

__ADS_1


"Bukan paparazzi Yuju, mereka tengah bertugas melakukan perekaman orang-orang yang datang untuk di kenang. Perekaman ini adalah hal pribadi, kamu tenang saja." Jungkook menaruh telapak tangannya ke atas punggung tangan Yuju, memberi penenang ketika ia mengelus tangan istrinya


"Jangan berbohong Jungkook," Yuju mulai bete dengan ucapan manis Jungkook, ia memakan cemilan yang ada di depan matanya tanpa henti


Jungkook yang memperhatikan cara makan Yuju, langsung menegur nya.



"Pelan-pelan sayang, kamu mengunyah semaunya saja." Jungkook mengambil kue dari tangan Yuju menyimpannya di atas piring kembali


Yuju mengambil gelas menuangkan minuman anggur ke dalam benda bening tersebut, segera meneguk nya sampai habis.


Jungkook merebut secara paksa botol dan gelas yang di genggam Yuju erat, karena istrinya terus mempertahankan kebiasaan buruknya.


"Bisakah kamu tidak menyakiti bayi dalam kandunganmu, minuman ini tidak baik bagi perkembangan janin." Jungkook menaruh gelas dan botol di samping lengannya, agar sulit di jangkau Yuju juga di ketahui olehnya ketika istrinya tidak patuh padanya


"Aku banyak makan tidak boleh, minum juga tidak boleh. Apa yang harus aku lakukan, sementara kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau." Yuju bangkit dari tempat duduknya, berbalik kebelakang dan pergi menjauh dari meja yang telah membuat kenyamanan beberapa menit lalu


Di saat Jungkook akan mengejar langkah istrinya, seorang teman datang menghampirinya.


Tidak enak meninggalkan rekannya begitu saja, karena pertemuan pertama sejak beberapa tahun lalu Jungkook akhirnya mengajaknya bicara banyak hal.


Yuju melepaskan kedua sepatu high heel, menjinjing nya bagai membawa kantong plastik.


"Direktur itu, tidak pernah memahami perasaan ku... Kenapa harus aku yang paham akan keinginan juga perkataannya. Sesekali, cobalah Tuhan berikan dia pengertian untuk mengerti, apa yang aku inginkan juga lakukan." Yuju menghentikan langkah kakinya, menghadap ke arah lautan yang tidak ada batasan pulau


Kedua bola matanya naik ke atas, melihat langit cerah yang berawan beragam bentuknya.


"Kehilangan sosok kakak, membuatku menderita walau pengorbanan yang aku lakukan untuk nya. Kak Yoongi, dia pergi begitu saja setelah membohongiku... Apa aku bukan manusia yang baik, memang selama ini aku berbuat kejahatan tapi itu di sadari kebaikan," Yuju mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya yang terpendam


Ketika Yuju berteriak, seseorang menabrak punggung nya. Sampai kedua sepatu dari genggaman tangan Yuju terhempas jatuh di bawa ombak yang menyapu pesisir.


"Argg!! Tidak!" Yuju segera berlari mengejar sepatunya yang di bawa hanyut deras gelombang pasat air laut


Tidak dapat menemukan salah sepatunya, Yuju membalikkan badan mencari seseorang yang telah mencelakainya.


"Dimana orang itu?" Yuju memicingkan kedua matanya, karena sinar mentari yang sangat silau


Tiba-tiba saja ada yang mengetuk bahu Yuju, ia sontak berbalik kebelakang alhasil ia malah terkejut dengan sosok di depan matanya yang menggantungkan kedua pasang sepatu yang menghalangi wajah seseorang tersebut.


"Maaf! sepatumu aku kembalikan." seseorang itu menurunkan kedua sepatu Yuju hingga berada di samping tubuhnya, yang di pegang erat dengan satu tangan


"Terimakasih...." Yuju merasakan pusing di kepalanya, hingga hilang kendali akan rasa sadarnya ia terjatuh ke dalam pelukan seseorang itu tanpa sepatunya yang belum sempat ia ambil


"Hei Nona! Bangunlah!" seseorang itu menyentuh kepala belakang Yuju, mempertahankan posisi gadis itu agar tidak terjatuh

__ADS_1


Beberapa menit setelah kejadian itu.........


Yuju tersadar, kini ia berbaring di tempat tidur yang nyaman dan empuk. Di selimuti samapi ujung pangkal kaki yang tak terlihat lagi.


Ia bangun secara reflek memijat-mijat kening nya.


Seseorang itu baru saja masuk ke dalam ruangan, ia langsung berkata-kata.


"Jika masih terasa lelah berbaringlah lagi." ujarnya sembari menyimpan kantong kresei yang cukup besar di atas meja


"Siapa kamu?" Yuju mengalihkan perhatian matanya, ke tempat seseorang itu berada


"Orang yang tidak tulus menolong mu," jawab dingin seseorang itu


"Apa maksudmu menolongku, jangan-jangan." Yuju langsung panik, seketika ia langsung memeriksa keadaan tubuhnya ketakutan hal buruk terjadi padanya saat dia tidak sadarkan diri


"Jangan berpikir aku menyentuhmu, tidak ada niat sama sekali." seseorang itu mengeluarkan botol mineral dari dalam kantong kresek, lalu ia berjalan ke arah tempat tidur berada


Setelah pemeriksaan yang di lakukan Yuju tidak terjadi masalah pada dirinya, gadis itu segera melangkah menjauhi tempat tidur yang langsung di hadanv oleh seseorang itu menggunakan tubuhnya sebagai pagar.


"Sudah buruk sangka mau pergi tanpa minta maaf." seseorang itu menjatuhkan botol yang berada di genggaman tangannya ke dalam telapak tangan Yuju


"Aku tidak punya waktu membahas hal konyol denganmu." karena dorongan rada haus Yuju terpaksa membuka segel botol dan menyegarkan dahaganya


"Ingat tidak kejadian kau kehilangan sepatu karena ada yang menabrakmu dari belakang?" seseorang itu duduk di pinggir ranjang, tatapan matanya tidak hilang fokus menatap Yuju


Yuju berusaha mengingat kejadian beberapa saat lalu, ia pun teringat sekaligus menoleh ke seseorang itu.


Nampak raut wajah bersalah sedikit menundukan kepalanya, menujukan rasa malu yang mulai timbul dalam dirinya.


"Gadis jaman sekarang smuanya bermasalah dengan pikiran, cepat pergi jika tidak ada yang kau ingin tanyakan!" seseorang itu malah mengusir Yuju, setelah mengatakan perkataan yang membingungkan


"Tunggu!" Yuju menjatuhkan botol di dalam genggaman tangan kirinya, suara yang terjadi antara lantai dan barang plastik tersebut membuat gesekan yang tidak biasa


Draaggg......


Bagaikan suara pemecah yang menggambarkan kepahitan, terdengar menusuk dan menghancurkan.


"Kenapa kamu?" Yuju berjalan mendekati jarak seseorang itu, untuk lebih memperjelas kekaburan yang terlihat di kedua matanya


"Apa maksudmu kenapa aku?" seseorang itu malah terkena penyakit penasaran, terhadap ucapan Yuju


To be continues.........


Maaf kala ada kata-kata pengetikan yang salah!!!!!!!

__ADS_1


__ADS_2