Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ketiga puluh empat: Dimana Aku?


__ADS_3

Typo!!!


😈😈😈😈


Thanks vor like and comments! 😊


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


1 hari berlalu setelah kemarin banyak mencari, Jungkook duduk frustrasi di kursi depan bartender.


Meminum banyak air keras masuk ke dalam lambungnya, kini ia tidak sadarkan diri.


Suga datang menghampiri, membangunkan Jungkook dari ketidak berdayaan-nya.


"Kook." Suga menggoyangkan tubuh Jungkook agar adik iparnya mau berbicara dengannya


Jungkook terdiam tanpa mengatakan satu kata, matanya terpejam tubuhnya terasa lemas.


Suga memapah Jungkook keluar dari bar, di keadaan seperti ini. Jungkook mengamuk dan memukul Suga.


Karena telah lancang membawa ia pergi keluar, Suga membalas pukulan Jungkook.


Di pukul dan di balas mereka lakukan, Suga yang merasa kasihan pada Jungkook meminta adik iparnya untuk segera sadar dan menata hidupnya kembali seperti dahulu.


Suga mencekal kedua sisi jaket yang dikenakan Jungkook, jari tangan yang kuat mencengkeram kain itu.


"Hey!!! Dengarkan aku, kau tidak boleh begini terus ikhlaskan kepergian Yuju. Ini jalan terbaik bagi kalian berdua, kau harus mengerti dan paham pedulilah pada dirimu sendiri. BANGULAH!" teriak Suga, membangunkan Jungkook dari kelamut pikiran kacaunya


"Kemarin kau bilang apa padaku, dia pergi takkan pernah kembali. Apa maksudnya, kau kakaknya bukan... Kenapa kau membiarkan dia tiada. Apa aku harus hidup sekarang, aku menyayangi adikmu bahkan sangat mencintainya...."


"Aku tidak berhak atas hidupnya lagi, kini dia bukan kehendak ku atau milikku lagi. Apa hanya kau saja yang mengalami rasa sakit, bagaimana dengan ku. Aku kakaknya yang mengurus dia, melihat dia tumbuh menjadi gadis cantik. Bayangkan olehmu, kau baru saja mengenal adikku rasa sakit hati yang kau alami menyakitkan, lalu aku... bertahun-tahun bersamanya kami berdua melalui banyak rintangan juga cobaan... apa rasa sakit ku lebih kecil di bandingkan kamu." Suga mendorong tubuh Jungkook hingga terjatuh


"Dia sedang mengandung anakku, aku bahkan tidak bisa lupa kebiasaannya di rumah. Setiap kali Jeno menangis, justru membuatku semakin terpuruk mengingat Yuju." Jungkook mencoba berdiri tegap, penglihatan samar tak jelas menatap


"Kenapa kau menikah lagi, jika kau menyayangi nya seharusnya kau tidak menikah dengan wanita lain. Cukup sampai di sini, hubungan adik ipar dengaku tak ada, atau bawahan juga atasan tidak terjadi. Satu pesanku padamu, jangan pernah anggap Yuju sebagai istrimu lagi." Suga pergi melangkah meninggalkan Jungkook, perasaannya sebagai seorang kakak jauh lebih dalam kesakitan di bandingkan adik iparnya


"Pergilah! Pergi! Menghilang lah kalian berdua dari hidupku, semua masalahku sekarang tersingkir... HAHAHHAHAHA...." Jungkook berjalan sempoyongan tak tentu kemana arah yang ia tuju, tempat menginjakkan kaki juga pemberhentian tak di kenali


Sampai di sini atau lanjut?


Scrolls


Ya


Benar


πŸ’€πŸ’€πŸ’€γ€γ€γ€


γ€γ€γ€πŸ’€γ€γ€γ€γ€

__ADS_1


γ€γ€πŸ’€γ€γ€γ€γ€γ€


γ€πŸ’€γ€γ€γ€γ€γ€γ€


πŸ’€πŸ’€πŸ’€πŸ’€γ€γ€γ€


γ€γ€γ€πŸ’€πŸ’€πŸ’€γ€


γ€γ€γ€γ€γ€πŸ’€γ€


γ€γ€γ€γ€πŸ’€γ€γ€


γ€γ€γ€πŸ’€πŸ’€πŸ’€γ€


πŸ’€πŸ’€γ€γ€γ€γ€γ€


γ€πŸ’€γ€γ€γ€γ€γ€γ€


πŸ’€πŸ’€γ€γ€γ€πŸ˜ͺzZ


So SleeeeeeepyπŸ’¨


Kanada, Amerika serikat.


Terbaring Yuju di atas ranjang mewah, di temani seorang laki-laki yang terus menjaganya siang dan malam sejak 3 hari terakhir semenjak kedatangan nya.


Laki-laki itu menguap efek samping dari rasa lelah yang mulai menghunjani tubuh lemahnya.


Berjam-jam berlalu, pada tengah hari. Yuju tersadar dari pingsan nya, kedua matanya terbelalak menatap.


Rasa pusing masih terasa ketika ia bangun dari atas bantal, pandangan kabur mulai terlihat jelas ketika ia memandang ke sudut ruangan.


"Dimana aku?" Yuju menyentuh bagian belakang kepalanya


Laki-laki itu mendogak wajahnya, kehilangan fokus pada selembaran berita yang sedang ia baca.


Mengarah perhatian nya, melihat Yuju di tempat tidur.


"Penantian panjang akhirnya berakhir." hela napas lega keluar dari bibir laki-laki itu sembari melangkah mendekati Yuju


Yuju segera melihat ke sumber suara, ia kaget jantungnya terasa kencang berdebar karena syok yang baru saja menyerang.


"Kamu...." jari telunjuk Yuju bergetar menunjuk ke arah laki-laki yang berdiri di depan kakinya


"Tidak usah memasang wajah serius, santai saja. Bukankah kita bertemu sudah beberapa kali, apa kau masih terkejut." laki-laki itu melipat koran di genggaman tangannya menjadi rapi


"Dasar cowok brengsek, kau menculikku hah." Yuju menyibakkan selimut dari tubuhnya segera melangkah dengan sangat cepat lalu menghajar wajah laki-laki tersebut


"Haduh!!! Kau ini." laki-laki itu meraba pipinya yang memerah keunguan akibat dari kepalan tangan Yuju yang menghantam sisi wajah tampannya


"Rasakan itu, seenaknya kau berbuat ini namanya pelanggaran hukum. Aku laporkan kau pada polisi, atas tindakan penculikan... penyiksaan, juga kriminalitas pada seorang wanita." Yuju bergegas menuju pintu keluar dimana ia bebas, dari kekuasaan juga tahanan seorang laki-laki yang tidak ia sukai

__ADS_1


"Mau laporkan polisi setempat atau polisi luar kota atau internasional. Mana yang bisa kau hubungi, kau ingin melaporkan bahwa kau ini di culik oleh kedua orang tuamu secara paksa," tegas laki-laki tersebut memberitahu


"Orang tua ku, siapa orang tuaku. Mereka sudah meninggal 11 tahun lalu, bagaimana mungkin mereka hidup. Aku melihat sendiri bus dan para penumpang jatuh ke jurang hanya aku saja yang selamat," ujar Yuju menjelaskan


"Selamat kalau begitu, selamat kau hidup sampai saat ini. Sehingga pak Choi tidak kecewa juga Ibumu, tidak harus menangis lagi meratapi nasib buruk yang menimpamu dahulu." laki-laki tersebut memainkan ponselnya, memanggil nomor telepon seseorang dari aplikasi


"Diam kau! Kau siapa berani berbicara jujur padaku, huhuhu...." Yuju pun menangis, haru dan sedih


Haru karena ia tidak menjadi yatim piatu, sedih akibat dari rasa sakit yang ia alami.


Setelah selesai menelpon dan menyuruh orang datang ke kamar, laki-laki tersebut membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Kau malah tidur, cepat antar aku pulang ke rumah!" Yuju meminta, ia berjalan mendekati ranjang


"Rumah mana yang kau maksud, ini adalah rumahmu. Biarkan aku tidur, walau sebentar. Sudah 3 hari aku bergadang menjagamu, apa kau tidak merasa kasihan padaku," oceh laki-laki tersebut sembari memejamkan kedua matanya


"Tiga hari, bagaimana dengan belanjaanku pasti sudah busuk karena tidak di masukan ke dalam lemari pendingin." Yuju berbalik ia tergesa melangkah, ketika membuka pintu munculah di depannya seorang wanita cantik dan seksi yang sangat menawan tersenyum padanya


οΏΌ


"Selamat siang Nona, syukurlah anda sudah sadar," ucapnya santun memberi hormat pada Yuju kemudian menatap Nonanya kembali


"Ini siapa lagi, kau mengundang wanita lain ke kamar mu hah?" Yuju menoleh ke arah samping, ketika itu ia melihat laki-laki tersebut tengah duduk di atas kasur


"Bukan kamar ku tapi kamar mu, bawa masuk wanita berisik itu dan jelaskan semua yang aku bicarakan padamu." laki-laki itu menjatuhkan tubuhnya, rasa ngantuk berat mulai menyerang jiwa lelahnya


οΏΌ


Yuju di tarik pelan oleh wanita cantik itu masuk ke dalam, mereka duduk saling berdampingan di depan laki-laki yang tertidur pulas di bawah pengaruh alam mimpi.


οΏΌ


"Nona Choi, saya sekertaris tuan Muda Taeyong. Maaf sebelum nya, seharusnya saya yang bertugas menjaga anda. Tapi malah tuan Muda yang melakukan itu...." ucapan sekertaris di cela Yuju, yang melabrak penjelasannya


"Tuan muda menjaga, aku tidak mengerti siapa Taeyong itu. Mengapa dia menjagaku, rela mengobarkan waktunya untukku. Ini semua aku tidak paham?" Yuju meminta penjelasan lebih terang agar ia bisa memahami semua penderitaan yang di sebut ketidak mengerti-an


"Tuan Muda Taeyong adalah tunangan anda, Nona. Semenjak Nona datang kemari, di kawal para pengawal. Ia marah-marah pada para pengawal, karena membawa Nona dengan keadaan tidak sadarkan diri. Dia begitu tegas sampai menghukum dengan tindakan apa lagi main tangan." wanita itu mengangkat tangannya, seperti hendak memukul Yuju langsung terpejam karena takut


"Maaf! Saya bukan menakuti, hanya memperagakan saja." wanita cantik itu menurunkan tangannya


"Tidak apa-apa, bolehkah aku memintamu mengantar pulang ke rumah!" pinta Yuju memohon bantuan pada wanita cantik di sampingnya


"Nona, ini rumah anda. Kata Tuan, anda tinggal di kota B. Jaraknya sangat jauh dari negara ini. Saya tidak bisa mengantar, maafkan," penolakan halus si wanita semakin membuat buruk perasaan Yuju yang resah


"Rumah lagi, rumah siapa yang aku tempati aku belum pernah datang ke sini. Lagian... ini dimana?" rengek Yuju meminta pulang ia rindu segala yang pernah ia lakukan


"Kita berada di kanada, walaupun bukan kota kelahiran anda. Tapi ini adalah tempat perlindungan teraman bagi keluarga Choi, kedua orang tua anda sedang berpergian mereka kembali 4 hari lagi... mohon Nona bersabar!" nasihat si wanita cantik, berusaha menenangkan perasaan Nona nya kelihatan begitu kacau


"Apa kanada!" Yuju tambah terkejut, ia tak percaya bisa berpergian keluar negeri untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya


To be continues.................

__ADS_1


__ADS_2