
~ Secret Director And Assistant ~
Baby girls!!!
Apa kamu udah berusia 18+++ ?
Kalau belum scroll faster ke bawah!!!
Typo gaeeess!!!
Author pov
Perlahan kedua tangan Jungkook di tariknya, kemudian tubuh Yuju terbaring di atas spray.
"Masih ingat tidak! Malam yang mengelabui pandangan kita, kegerahan juga teriakan seorang gadis gila yang menampar wajahku sampai sepuluh kali!" sudut bibir Jungkook naik ke atas, laki-laki ini tengah menunjukan sisi keanehan dalam dirinya secara halus
"Benarkah hitungan mu sepuluh, aku rasa tangan halus seorang Yuju tidak sampai melukai separah itu," sahut Yuju ia berdalih
"5 kali tamparan di pipi kiri dan 5 kali tamparan pipi kanan, apa suamimu harus mengatakan kebohongan sedangkan kejujuran lebih menyenangkan." bibir Jungkook mengecup leher Yuju, hisapan lembut yang menarik gairah seorang penjantan siap untuk pergi ke pertempuran
"Kenapa! Jungkook berhenti!" desah Yuju, tak kuat menahan rasa geli
Jungkook tidak mendengarkan hibauan sekaligus peringatan dari si istri, ia malah membantah dan menyeleweng ke bawah.
Di balik pintu, Eunha tengah mencari-cari Jungkook.
"Jungkook! Kamu dimana sih, kita harus bicara agar tidak salah paham!" teriak Eunha sembari berjalan menyusuri ruangan dari pintu ke pintu
Di dalam kamar
"Dia masih mencarimu, sebaiknya kita hentikan saja demi kebaikan," usul Yuju
"Tidak! Lebih baik dia mencari dan bersusah payah, aku tidak akan menemuinya." Kekuatan otot tangan super, Jungkook merobek baju juga celemek yang di kenakan istrinya.
Yuju sempat merasakan sakit sisi tubuhnya juga bagian belakang tepatnya di punggung, akibat tarikan kain seakan melilit tubuh nya.
Saat Jungkook menarik bra yang di kenakan nya, Yuju menahan kedua tangan nakal itu sekuat tenaga.
"Aku belum mengandung genap 3 bulan, janganlah melanggar perintah dokter Jungkook!" tatapan cemas mata Yuju, kedua bola matanya terus bergerak-gerak tak tentu arah ia tengah mengalami gejala di landa kebingungan antara menuruti apa yang diinginkan suaminya atau mementingkan pesan dokter padanya
"Dalam peraturan ku, tidak ada kata penolakan yang membuatku marah. Istri seharusnya senang, suami lebih pengertian bahkan sebelum di beri sebuah kode." Jungkook memantapkan niatnya melucuti bra istrinya
Tak butuh waktu dalam satu detik tanpa di beri aba-aba, Jungkook menjelajahi dada Yuju.
Selain melakukan sebuah ciuman berkolaborasi dengan hisapan yang memantapkan nafsunya, ia juga memberikan sebuah tekanan cukup membuat Yuju menggeliat hebat.
Remasan jari tangan suaminya terhadap buah dadanya, tak sanggup ia tahan sakit sekaligus terbawa hanyut ke percintaan yang menggila.
"Dasar Tidak tahu malu!" ucap Yuju, mencoba menahan rancauan suaranya malah di jadikan peristiwa indah oleh suaminya
Tangannya tidak lagi *** payudara istrinya, kini ia beralih ke atas permukaan perut Yuju, dimana di dalam tertanam janin yang akan menjadi bayinya.
"Hey!!! Kau tidak boleh menganggu Ayah dan Ibu, jangan memerintahkan Ibumu untuk mual-mual di depan Ayah. Kalau itu terjadi, ayah tidak segan balas dendam padamu jika kau lahir nanti." Jungkook mengelus-elus perut Yuju, sambil tertawa entah mengkhayalkan tentang apa
"Apa pola pikir mu masih normal?" Yuju mengejapkan kedua matanya, terkejut dengan tingkah suaminya yang baru ia ketahui
"Tentu, kalau tidak normal mana mungkin tertarik padamu." Jungkook membuka handuk yang menutupi organ vital nya, pemikiran dewasa pria sejati menjadi panutan nya.
Jungkook berada dalam fase kegembiraan, dimana ia merasa senang dan bahagia.
Pada fase ini, otak menstimulasi aliran darah yang mempengaruhi alat kelamin, detak jantung serta cara bernapas, mempersiapkan tubuhnya untuk melakukan hubungan intim. Hal ini juga membuat tubuh Jungkook mengalami sex flush, kondisi di mana darah terpompa ke seluruh tubuh hingga memerahkan wajah dan tubuh bagian lainnya.
__ADS_1
"Wajahmu memerah, apa kamu sakit?" Yuju hendak bangun, tapi Jungkook menahan tubuhnya mendorong ia untuk tetap berada di posisi nya
"Abaikan tangisan Jeno, juga suara yang akan menganggu kita bersenang-senang. Turuti perintah, atau aku akan bermain kasar padamu." tatapan mata Jungkook menunjukan sebuah penjelasan, yang membuat Yuju harus menganggu setuju akan permintaan suaminya
Jungkook sudah tidak bisa lagi menunda percintaan yang sudah lama tidak ia lakukan bersama sang istri, otot-otot mulai berkontraksi diikuti dengan proses vasocongestion.
Kejantanan Jungkook memasuki kawasan yang tidak asing lagi di rasakan, hentakan keras yang dia usahakan sukses membuat Yuju terus memanggil namanya.
"Jungkook!!!"
"Jungkook!"
"Tuan Direktur!"
Jungkook menghentikan alur perjalanan kejantanan nya menusuk-nusuk dingding rahim Yuju, setelah ia mendengar kata Direktur dari bibir sang istri.
"Tidakkah kamu merasa bersalah padaku, aku pernah mengatakan padamu... jangan memanggil ku tuan direktur lagi. Kita adalah suami istri, panggil nama saja kalau kau ragu mengatakan hal-hal menarik!" tegas Jungkook tatapan kemarahan sempat Yuju rasakan, menyeramkan melihat suaminya ketika sedang marah segera Yuju memperbaiki kesalahan nya
"Maafkan aku! Entah kenapa nama itu masih ada di benak ku yang bodoh ini." Yuju terlihat sedih sampai ia tidak berani melihat ke atas, apalagi memandangi suaminya
"Karena aku tidak ingin bertengkar denganmu, lebih baik kita lanjutkan saja." Jungkook kembali melakukan hubungan asamara pembawa gairah
***** dan testikel Jungkook mencapai ukuran maksimal sehingga membesar dan naik sedapat mungkin tubuh mampu melakukan lebih lama lagi. Cairan pre ejakulasi juga mulai membantu keluarnya sperma. Secara perubahan psikologi, detak jantung nya, tekanan darah dan pernapasan terus meningkat.
dinding ** Yuju mulai berkontraksi, klitori tertarik ke dalam, rahim mengembang dan labia luar menggelap.
"Maafkan Bunda, jika menyakiti tubuhmu sayang," batin Yuju sadar ketika ia mengingat janin nya
Platform *** berkontraksi kurang lebih setiap delapan detik selama lima hingga 12 kali. Kontraksi itu mulai terjadi otot-otot di area rahim dan **.
Yuju hampir mencapai puncak, sedangkan Jungkook tengah berusaha mengejar **. Lalu kontraktsi terjadi di urethra dan otot-otot panggul untuk membuat mampu mengejakulasi dan mengeluarkan sperma.
Setelah mencapai titik ***, mereka berdua beriringan menuju fase pendinginan atau bisa kita sebut refraktori.
Tidak diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan Jungkook untuk kembali berereksi, bisa hitungan menit ataupun jam.
Seluruh tubuh Yuju basah di penuhi keringat, hasil yang ia dapat berpanas-panas dalam asmara yang ia rindukan.
Napas yang belum stabil, Jungkook menjatuhkan tubuhnya ke samping di dekat istrinya.
Ia tersenyum puas, keinginan terpenuhi kerenggangan hubungannya dengan Yuju masih erat dalam pertalian hubungan suami istri.
"Kalau kamu sudah merasa lemas, aku pergi." saat Yuju beranjak dari tempat tidur, Jungkook menahan lengannya agar ia tidak pergi dari sisinya
"Tinggalah di sini, temani aku tidur." Jungkook menarik tangan Yuju yang ia cekal sehingga tubuh istrinya menghantam dirinya
Jungkook memeluk erat tubuh Yuju, ia tidak ingin melepaskan istrinya untuk saat ini.
Masih membutuhkan kehadiran Yuju, akhirnya istrinya mengabulkan permintaan itu.
"Baiklah, kita berbohong dan terdiam untuk kebahagian sebentar ini." Yuju membalas pelukan suaminya, merangkul punggung Jungkook dan mulai bernapas lega di bahunya
Selesai......
Scene NC nya...😂😂😂😂😂
Ayoo ke bawah!!!
Ngak terjadi apa-apa. Ko! 😇
<<< malam harinya >>>
__ADS_1
Jungkook baru keluar dari kamar bawah setelah ia terbangun dari rasa kantuknya, rambut yang sedikit berantakan.
Ia berjalan menuju kamarnya di atas, memakai sandal jepit dan mengenakan handuk waktu tadi pagi.
Sesampainya di kamar, ia tidak melihat Eunha berkeliaran di sana.
Hal itu justru membawa kabar bahagia untuknya, sambil tertawa terbahak-bahak Jungkook memasuki kamar mandi dari keringat yang mulai mendinginkan tubuhnya.
25 menit telah berlalu, Jungkook memainkan ponselnya mengetik sebuah pesan pada Yuju untuk segera menemuinya di kamar.
Yuju yang tengah mendengarkan tangisan Eunha di dapur, terpaksa undur diri.
"Kalau begitu, saya panggilkan tuan Jungkook kemari. Mendengarkan keluh kesah anda, mohon tunggu." Yuju berbalik membelakangi Eunha yang duduk di kursi, wajahnya bertumpu di atas meja kesedihan melanda istri ketiga suaminya
"Kenapa lawanku lemah begini, jadi tidak seru kalau dia setiap hari hanya menangis." Yuju terus minum air mineral di selang air yang berasal dari botol di tangannya, berjalan menaiki tangga
Ia bisa merasakan rasa sakit hati yang di derita Eunha, tapi dia juga memiliki hak untuk marah dan menghakimi wanita itu.
Jelas-jelas suaminya tidak mencintainya, mengapa ia rela bertahan dalam penderitaan yang begitu menyakitkan du hidupnya.
Yuju melenggang masuk tanpa mengetuk pintu, tak terpikir olehnya Jungkook yang tengah berdiri di depan cermin lupa memakai handuk.

"Aaa....!!!" teriak Yuju ia menunduk, tidak di sadar kedia tangannya malah menekan botol yang tengah di genggam sehingga air di dalamnya keluar

Jungkook berbalik melihat kebelakang, ia tersenyum haru tak kala wajah Yuju yang begitu lucu membuatnya tertawa.

"Hahaha...."
"Kenapa air nya bisa tumpah!"
Yuju menatap ke bawah, banyak tetesan air berserakan bahkan kena ke rok yang ia kenakan.
"Lain kali ketuk pintu, agar aku punya persiapan untuk menutupi tubuhku ini." Jungkook mengambil handuk kimono yang menggantung di depan pintu kamar mandi
"Kenapa kamu telanjang bulat begitu, aku syok tahu lihat nya," gerutu Yuju kesal air yang begitu manis terasa harus terbuang sia-sia karena ulahnya sendiri
"Bukannya sudah terbiasa lihat suami tidak memakai sehelai kain pun." Jungkook berjalan mendekati jarak antara dirinya dan Yuju
"Tapi kan...." Yuju mendogak wajahnya melihat ke depan, menatap Jungkook yang begitu menyejukan hatinya
Seperti tengah berteduh di bawah pohon rindang, bersantai melupakan suka maupun duka.
"Mengapa kamu begitu tampan?" Yuju terkesima
To be continues...........
Update malam!!!!
Ada yang masih terjaga, jangan baca part. Ini siang-siang.😌 takut salah paham.
Makanya update jam segini, nanti kalian juga baca jam segini ya...wkwkwkkwkw
Terserah yang penting benar-benar berniat, lanjutkan ders!!!
Pejuang Ff 😊😊😊
__ADS_1