
~ Secret Director And Assistant ~
Desiran angin melintas mengibarkan helaian poni Yuju hingga berterbangan, ia tengah berdiri di pintu belakang sambil menunggu cucian selesai di dalam mesin cuci.
Memakai celana hotpants berwarna biru muda, tank top berwarna putih. Rambut panjang di jepit di belakang kepala.
Kaki mulus nan jenjang terlihat indah di sorot dari belakang, Yuju merenggangkan otot tangannya mengangkat ke atas.
Memutarkan tubuhnya ke samping kiri dan kanan, tring suara yang berasal dari mesin cuci yang sudah melaksanakan kegunaannya.
Yuju berbalik dan melangkah cepat, tepat di depan mesin cuci ia mengangkat bagian penutup mesin segera tangan kanannya bergerak cepat menarik semua pakaian yang ada di dalamnya.
Memasukannya ke dalam sebuah ranjang besar, setelah semua tersapu bersih Yuju mengangkat keranjang penuh pakaian basah itu keluar menuju halaman belakang.
Ia mulai menjemur pakaian satu persatu, tanpa di ia sadari Jungkook tengah memperhatikan kegiatannya di depan jendala kamar yang sengaja ia buka.
"Dia pantas menjadi seorang Ibu, kapan dia memiliki kepercayaan dari Tuhan. Sehingga ia bisa mengandung anak dariku," gumam Jungkook mendramatisir
Semua pakaian telah menggantung di tempat jemuran, ketika Yuju mengangkat keranjang tak sengaja ia menangkap bayangan seorang Jungkook di atas.
Senyuman hangat terukir di wajahnya memberi sebuah jemputan bagi suaminya.
"Dari jauh saja terlihat tampan, apalagi kalau sudah sangat dekat," rona merah kemuda-mudaan membulat di kedua pelipis Yuju yang terangkat karena senyuman yang ia bentukan
Jungkook pergi meninggalkan jendela kamar, membuat Yuju menurunkan senyuman.
Akhirnya ia masuk ke dalam rumah, ketika ia sudah menutup pintu dan berbalik.
Ia terkejut sampai menjatuhkan keranjang di tangannya, ia hampir mengalami jantungan karena keberadaan Jungkook yang tiba-tiba ada di hadapannya, apalagi disertai gemuruh suara napas yang tersengal-sengal.
"Cape habis lari dari atas." saat Yuju mengangkat tangan kanannya ke sisi kanan arah wajah Jungkook, laki-laki itu segera mencekal lengannya erat
"Tidak ada habisnya tenagaku... jika itu di pakai untuk mu." senyum menyeringai Jungkook terlihat Yuju hanya mengangguk sekejap menyetujui perkataan suaminya
"Apa bayi kita masih tidur?" Yuju menarik tangannya, setelah mendapat kesempatan ikatan jari Jungkook yang mulai melanggar
"Singkirkan Jeno dari pikiranmu, kamu hanya harus memikirkan ku... tidak ada nama lain yang harus kamu ingat, mengerti sayang." Jungkook memiringkan wajahnya sedikit ke kiri
"Udah tua ngak mau ngalah, ya sudah terserah kamu saja." baru beberapa langkah Yuju menghindari Jungkook dengan melewati tubuh laki-laki itu
Ia sudah di tarik kembali untuk saling berhadangan dengan suaminya, Yuju di dorong pelan tubuhnya sampai membentur papan pintu.
Sekarang Yuju terkurung dalam penjara kedua tangan Jungkook yang menempel lekat di atas pintu, mengahalngi dia untuk kabur, ke sebelah kanan ataupun kiri.
"Semalam... bukankah kita sudah bermain sampai fajar." Yuju memainkan kerah kemeja suaminya, yang sudah rapi bentuknya
Ia hanya mencari pekerjaan yang tidak bisa ia kerjakan, dasi panjang berbentuk segitiga sudah terpasang di atas dada suaminya yang mana kain dasi itu telah mengikat di bawah leher.
"Mengapa kamu bicara seperti itu, kamu ingin aku lembur hari ini. Boleh, masih bisa aku atur jadwalnya sesuai yang kamu mau," Jungkook semakin mempermainkan perasaan Yuju lebih dalam lagi
"Sudah pergilah." Yuju mendorong tubuh suaminya, yang tidak berhasil bergerak ataupun berubah tempat
Jungkook melepaskan kedua tangannya yang mencekal kepergian istrinya, telunjuk tangan kanannya menepuk-nepuk pipi kirinya.
"Berikan sebuah kecupan di sini!" ucapnya dengan suara meminta
Jungkook mendekatkan pipi wajahnya lebih dekat dengan bibir Yuju.
Kedua bola mata hitam Yuju berbelok ke samping, menghilangkan perasaan canggung kemudian matanya kembali lagi ke arah depan.
Sentuhan bibir Yuju membuat Jungkook tersenyum senang, setelah mendapat morning kiss dari istrinya.
"Nanti tepat jam 10:00 kau harus sudah di kantor, bawakan masakan mu... persembahkan padaku." Jungkook memberikan balasan kecupan yang berbeda dari istrinya, kalau Yuju di pipi ia mendaratkan bibirnya menyetuhkan nya dengan bibir istrinya
Walaupun hanya sebuah kecupan yang tak menyertai lidah yang bertengkar, bagi Yuju itu terkesan romantis dan membahagiakan.
__ADS_1
"Apa harus tepat jam 10:00 ya?" Yuju terlihat tidak senang dengan perintah dari suaminya
"Ya harus tepat waktu, tidak ada kata terlambat bagimu, jika kau tak datang ataupun telat. Seperti biasa, hukuman kau jalankan." Jungkook menarik bagian belakang kepala Yuju mendekatkan jarak pandangan mata mereka
"Jadilah penurut hari ini, jangan pergi kelayapan. Suamimu selalu mengawasi walau kau tidak menyadari." Jungkook menjauhkan wajahnya dari kedekatan antara ia dan Yuju, terlepas juga sentuhan tangan hangatnya dari belakang kepala istrinya
"Aku usahakan tepat pada waktunya, tapi jangan buat aku kecewa dengan komentar mu nanti!" Yuju berpesan sebelum suaminya benar-benar pergi dari hadapannya
"Itu tidak akan terjadi ... aku yakin! Kamu pasti menyenangkan perasaanku, jaga dirimu baik-baik." Jungkook berbalik, matanya sedikit melirik ke kanan arah belakang juga kepalanya sedikit berbelok ke samping
Ia tengah memastikan istrinya masih berpikir atau sudah memutuskan, ternyata yang ia dapatkan dari gambaran sekilas itu Yuju masih tetap terdiam.
Setelah kehilangan sosok bayangan suaminya, Yuju bersorak gembira.
Entah apa yang sebenarnya ia rencanakan, ia menari-nari tidak jelas bahkan tertawa terbahak-bahak.
Di definisikan ia tengah tergila-gila akan suatu hal, yang masih menjadi misteri dalam pengejaran terungkap.
Yuju berlari menaiki tangga, pintu pun ia tutup rapat tak lupa juga sekalian menguncinya.
Terkadang ia harus waspada terhadap orang asing yang masuk sembarangan, walau penjagaan ketat tetapi. Perlindungan itu tidak selalu awas kadang merenggang.
Ternyata Jeno kecil sudah terbangun, terlihat bayi itu menggeliat sambil menguap.
Yuju memangku tubuh mungil nya, membawa bayi itu ke dalam bak mandi kecil.
Sebelum ia mencuci, ia sudah mempersiapkan peralatan mandi sang bayi.
Melucuti semua pakaian yang melekat di tubuh Jeno memasukannya ke dalam keranjang di pojok pintu, ia mulai memandikan bayi tampannya.
"Jeno sayang...."
Ucapnya dengan kemesraan seorang Ibu, membasuh air hangat ke tubuh Jeno sedikit demi sedikit.
Tangisan seorang malaikat kecil membuat Yuju terharu sampai meneteskan air mata.
"Sebentar lagi selesai Jeno, jangan menangis lagi cup... Cup...." Yuju memangku tubuh Jeno, lalu segera keluar dari kamar mandi
Mengambil handuk di tempat jemuran kecil yang sengaja ia tempatkan di samping pintu kamar mandi, meraih handuk berwarna kuning itu.
Dengan susah payah Yuju membeberkan handuk di atas tempat tidur, setelah posisi nya sesuai keinginan.
Di baringkanlah tubuh Jeno, bayi yang hanya bisa menangis memberitahu apa yang ia tengah rasakan.
Yuju dengan gerakan cepat dan tanggap, mengambil pakaian juga peratan bayi lainnya.
Melakukan sesuai peraturan dan urutan ketika merawat bayi, dalam 10 menit lamanya di sertai pemberontakan dari Jeno terhadap Yuju.
Kini bayi itu telah selesai mengenakan pakaiannya yang sesuai dan terlihat sangat lucu.

Yuju memangku Jeno memisahkan tubuhnya ke dalam kereta dorong, setelah itu ia mendorong kereta bayi pergi dari kamar.
Sesampainya di dapur Yuju mulai memasak menu andalan yang ia bisa, walaupun sangat menyusahkan dirinya, ia tetap semangat tak kala mengingat wajah suaminya.
Bergelut dengan pisau dan spatula apalagi wajan, Yuju merasa kalau yang tengah ia lakukan bukanlah jati dirinya.
"Why!" teriak Yuju gregetan
Jeno hanya mengeluarkan suara tawa, seakan mengerti dan memahami apa yang tengah ia tonton.
Memakan waktu dua jam memasak dan mempersiapkan dirinya, kini ia telah selesai berdandan.
Yuju keluar dari rumah lirikan berpuluh pasang mata mengintai dirinya, tidak heran ia menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
Pengawal setia Jungkook selalu mengawasi gerak-gerik nya, sampai di depan pintu gerbang keluar.
Seorang bertubuh kekar kembali menghadang perjalanannya, tetapi. Berbeda dengan kemarin-kemarin yang mencegah kepergian nya.
Kini ia membuka pintu dengan senyuman ramah, walau tak selaras dengan pekerjaan ya sebagai pengawal.
"Semoga perjalanan anda lancar nyonya." ucap nya sembari menggeser gerbang pintu ke samping
"Terimakasih," jawab Yuju singkat karena waktu yang ia miliki terbatas
Masih mendorong kereta bayi ia mencari sebuah taksi ataupun bus yang melintas, tapi tidak kunjung datang menghampiri nya.
Yuju terus berjalan sampai ada sebuah mobil yang menawari tumpangan, ia terdiam sejenak berpikir hal aneh.
"Tuan menyuruh saya menjemput anda nyonya Yuju." ujar sang sopir, sambil menekan tombol pintu yang otomatis terbuka
"Tuan Jeon Jungkook?" tanya Yuju dengan sedikit keraguan, ia tidak mudah percaya pada siapapun
"Benar, silahkan anda duduk dengan tenang di belakang!" pintanya, sembari menghadap ke depan lagi
Yuju memangku kereta bayi masuk terlebih dahulu, setelah sesuai dan nyaman di jok sebelah ia baru masuk dan menutup pintu.
Mobil pun melaju dengan kecepatan rata-rata, Yuju terus sibuk berbicara dengan Jeno yang masih terjaga sejak ia bangun dari tidurnya.
Lama perjalanan menuju kantor suaminya, berangkat dari kota B ke kota F, memakan waktu hampir 2 jam.
Perjalanan sangat menyenangkan, karena Yuju tidak sendirian.
Yuju tengah berjalan memasuki ruang kantor suaminya, sambil mendorong kereta bayi. Banyak orang-orang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Ia tidak tahu dimana ruangan suaminya berada, lantas bertanya pada resepsionis yang berjaga.
"Nona, bisakah anda tunjukan dimana ruangan Direktur Jeon Jungkook?" tanya Yuju dengan suara halus, mengutamakan sopan santun yang ia pelajari
"Di lantai tiga sebelah kanan, tapi anda siapa. Tuan Direktur tidak bisa di temui dengan mudah?" tanya Nona penjaga
"Saya pengasuh bayi." jawab Yuju sambil bersiap melanjutkan perjalanan
"Nona mohon tidak menganggu Tuan disana, dia sedang bersama keluarganya," ujar resepsionis memberi tahu Yuju
"Ah... Baiklah, saya hanya mengantarkan sesuatu." Yuju tersenyum, membalas peringatan dari sang Nona

Yuju kembali berjalan ia memasuki lift untuk mempercepat perjalanannya, menekan tombol angka tiga di sebelah kanan.
Menunggu pintu lift terbuka dan terdengar bunyi suara, tak berapa lama keinginan nya terkabul.
Yuju segera melangkah keluar mendorong kereta bayi, ia merasa bingung harus masuk ke ruang mana.
Di sebelah kanan terdapat banyak ruangan, namun. Kecerdasan yang ia miliki, menuntunnya ke ruangan dimana suaminya berada.
Setelah melihat papan yang tertulis di atas pintu, bertuliskan Director.
Melangkah dengan semangat juga senyuman, saat ia menggapai Jeno pintu.
Terdengar suara wanita dari dalam, ia berpikir wanita bersama Jungkook adalah Ibu mertuanya.
Namun, pikirannya salah besar. Ketika pintu ia dorong sehingga terbuka lebar, tampaklah seorang wanita yang baru di nikahi suaminya selang sehari itu.
Memandangi Yuju dengan tatapan tidak senang, Jungkook menunjukan senyum hangat menyambut kedatangan istri bersama dengan anaknya.
"Jadi dia sedang bersama keluarganya itu, adalah istri baru nya. Sangat bagus," gumam Yuju tidak senang
To be continues............
__ADS_1