Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ketiga puluh sembilan: rencana pulang yang gagal


__ADS_3

Thor!!!


Update


Ya walau update nya nggak tentu, semangat ya.....😘😘😘


Jangan bosan nunggu!!!


Mau ngucapin makasih banyak atas dukungan berupa bintang juga komentar.


Dari kalian readers!!!


Setia di area


Story gagal ini...😬😬😬


Maklum nggak hebat dalam penulisan juga ketikan yang benar.


Happy


Reading


Gaesss


Love


You


So


Much


😚😚😚😚


Sini aku peluk terus di kasih kiss...


    💝💝     💝💝   


💝🍡🍡💝🍡🍡💝


💝🍡🍡🍡🍡🍡💝


💝     Miss you!    💝


     💝🍡🍡🍡💝    


          💝🍡💝         


               💝              


Udah...... Sampai ini aja.....


Nggak ada update chapter selanjutnya.


Lagi kuker aja di tambah rasa kangen....😀😀😀


Sampai nanti


Bye


Bye


See


You


Next


Weekend.


Thanks you.


But.... hati-hati sama typo nya!!!!


Iya...iya.....


Aku minggir nih.....


...................................    ......


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Jungkook berdiri menghampiri Eunha, Taeyong ikut bangkit dari tempat duduk lalu berjalan ke samping tubuh Rose dan bertanya pada nya siapa wanita yang di hampiri temannya itu.


"Siapa dia?" bisik Taeyong


"Nenek rempong, dia itu yang ngedorong Nona Yuna," balas bisik Rose memberikan jawaban


"Kenapa dia ke sini," desis Taeyong merasa risih

__ADS_1


"Dia istri kedua nya Jeon Jungkook, aku malas mengatakan namanya," sahut Rose memberitahu


Eunha menarik lengan Jungkook, untuk ikut dengannya pergi.


"Kita mau kemana?" tanya Jungkook yang mempertahankan posisi berdiri nya


"Jeno... dia mau di ambil Lisa!" Eunha memperlihatkan kekhawatiran nya, untuk menarik perhatiannya


"Masalah Jeno yang sedang sakit kenapa dia tahu." Jungkook berjalan pergi, sembari melepaskan genggaman erat tangan Eunha


"Jungkook, kita harus sama-sama kenapa tinggalin aku sih." Eunha berlari mengikuti langkah Jungkook yang semakin menjauhinya


Rose dan Taeyong sama-sama menggelengkan kepala, mereka terlihat bingung menanggapi situasi di luar pemahaman.


Taeyong mengajak Rose untuk masuk ke dalam ruangan, menemui Yuju.


Mereka bertiga berbincang, mengenai kepulangan Yuju yang meminta keluar dari rumah sakit.


Taeyong tidak mengijinkan hal itu, demi kesehatan Yuju yang belum sepenuhnya pulih.


Tetapi Yuju, ia bersikeras ingin pergi apalagi memohon pada Taeyong untuk segera meninggalkan kota B.


Taeyong mengetahui alasan kenapa Yuju memaksanya untuk pulang ke kanada, tapi dia hanya diam saja dan mengangguk menyetujui hal itu.


Rose hanya bisa menjadi seorang penyimak, sebagai perekaman dan saksi pembicaraan mereka berdua.


....................


Di ruang pemeriksaan balita, Jungkook mendatangi Lisa yang tengah menunggu bersama kakaknya.


Dia memarahi mantan istrinya dan mengusirnya untuk segera pergi.


"Hal sepele seperti ini kamu meminta bantuan ku, kau tidak becus menjaga anakmu sendiri," ucap Lisa memarahi balik Jungkook


"Meminta bantuan mu... Hah. itu tidak akan terjadi, kapan kau peduli pada bayimu sendiri," tambah sindir Jungkook


"Dia." Lisa menunjuk ke arah Eunha yang baru saja tiba di belakang tubuh Jungkook


Jungkook melirik ke samping sedikit ke arah kebelakang, melihat Eunha yang terlihat gugup setelah di tunjuk oleh Lisa.


"Dia memintaku untuk datang menemuimu, kamu kelelahan menangani bayi itu. Dia bilang bayi itu sakit, kau seorang ayah yang payah. Bertanggung jawab dalam hal sekecil ini pun tak bisa," ujar Lisa memanaskan suasana


"Kau hanya memperburuk keadaan, sebaiknya pergi. Aku tidak memintamu datang, mungkin dia salah memanggil orang,"


"Salah katamu, ohh... apa dia pura-pura lagi sekarang, istrimu sama konyolnya denganmu. Sudahlah... mantan memang menyusahkan, tidak ada pekerjaan yang beres kau kerjakan." Lisa menggandeng tangan Wonwoo, menariknya untuk pergi dari hadapan mereka berdua


"Lain kali, pikirlah baik-baik... jangan asal memberi sebuah perintah yang tak pasti. Memalukan sekali," cibir Wonwoo sebelum ia memantapkan niat untuk pergi


Ia menatap Eunha dengan tatapan penuh amarah, dia telah melakukan kesalahan besar memanggil kedua orang itu tanpa sepengetahuan nya.


"Kau dengar itu!!" ucap Jungkook keras suaranya


"Apa?!" Eunha terlihat ketakutan, jantungnya berdebar-debar merasakan luapan emosi suaminya


"Punya pikiran atau tidak!! kau menghubungi mereka untuk menghinaku...." kepalan semua jari Jungkook mengumpulkan darahnya menjadi merah


"Aku tidak berniat begitu, kamu tidak mengerti maksudku...." Eunha mengucapkan dengan gugup, ia memejamkan matanya saat salah satu kepalan tangan Jungkook menghantam dingding tembok di samping tubuhnya


"Maksudmu sudah jelas, kurang ajar sekali tekad mu. Tinggal kan rumah yang kau tinggali, pulanglah kemana saja. Aku tidak peduli." Jungkook menarik tangannya yang masih menempel di dingding, helaan napas berat akibat sesak nya batin perasaan


"Jungkook!!! Kamu tidak begini terus padaku." Eunha terus mengejar Jungkook, kemana pun ia pergi melangkah mencoba membujuk suaminya agar mau berbaikan dengannya


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Di lorong rumah sakit menuju pintu keluar, Yuju di gendong Taeyong yang memangku tubuhnya.


Terlihat keringat bercucuran mengalir deras di wajah Taeyong, namun. Tidak membuat Yuju merasa iba akan hal itu, dia malah semakin mempermainkan perasaan laki-laki yang berbaik hati padanya.


"Wajahmu berkeringat, tapi harus tetap semangat." Yuju tertawa kecil dalam kepuasan ia berhasil mengerjai laki-laki yang suka perhatian padanya


"Kau sengaja bukan?" Taeyong melirik Yuju sekilas, pandangan matanya beralih melihat ke depan


"Ya memang... aku tidak mau naik kursi roda. Lebih baik pake tenaga mu, lebih mesra kan?" goda Yuju yang tiba-tiba berubah manis pada Taeyong


"Kau melakukan ini hanya untuk membuat suamimu cemburu padaku... itu tidak akan mempan," ucap Taeyong ia telah menebak rencana Yuju yang sangat mudah di terka


"Kau tidak tahu suamiku," Yuju mengatakan itu dengan sangat percaya diri


"Dia adalah temanku, Jeon Jungkook, "


"Apa?! kau tahu dia adalah suamiku." Yuju kaget, matanya membulat tak berkedip untuk beberapa detik


"Jadi percuma kau bersandiwara mesra pub denganku, dia takkan cemburu," tambah Taeyong memperjelas ucapannya


"Walaupun hanya teman cemburu tetap saja cemburu, tidak ada alasan teman ataupun saudara. Kita lihat saja nanti," Yuju masih tetap yakin, kalau ia berencana begini pasti berhasil


"Kesetiaan seorang teman juga kepercayaan tidak akan goyah," Taeyong berusaha memutuskan semangat Yuju yang sedang berusaha membuat rasa cemburu


"Kita lihat, teman dan kepercayaan itu apa masih kuat," ucap Yuju masih di bumbuhi kepercayaan yang begitu tinggi terhadap rencananya


Tak seperti dugaan nya, Jungkook tidak terlihat di sekitar halaman rumah sakit untuk menghentikan kepergian nya.

__ADS_1


Ia merasa sedih juga kecewa, walaupun ia mengusir suaminya pergi. Ia tahu kalau Jungkook takkan mudah menyerah membujuknya kembali, ke dalam pelukan nya.


............................


Yuju duduk di dalam mobil dengan perasaan benci terhadap Jungkook, ia merasa kecewa sekali karena suaminya tidak peduli lagi padanya.


"Awas saja!!" Yuju mengatakan sumpah


"Aku takkan kembali!!" teriak geramnya


Jungkook yang baru saja keluar dari pintu rumah sakit, terlihat pucat di sertai napas yang masih tersengal-sengal.


Ia habis berlari dari ruang dimana Yuju di periksa dan menemukan dia berada di sana.


Suster memberitahunya bahwa Yuju dibawa pergi oleh sepasang kekasih.


"Hah... Ha..." Jungkook berusaha mengatur napasnya


Lemas juga rasa lelah ia derita, di tambah dengan kenyataan kehilangan bayangan istrinya.


Jungkook mencari tempat duduk untuk mengistirahatkan rasa penatnya, ia menyerah pada keadaan yang tidak memungkinkan dalam mengejar.


"Aku akan cari Taeyong nanti, dia pasti yang membawa Yuju pergi." Jungkook bersandar, matanya terpejam bersama keringat dingin memenuhi permukaan wajahnya


Beberapa hari kemudian........


Yuju tetap pada niatnya untuk pergi dari kota B ke kanada, tapi Taeyong masih ada urusan satu hari lagi.


Ia terpaksa menunggu lelaki itu selesai mengerjakan tugasnya, Taeyong memang sengaja mengulur waktu agar dia bisa bertemu dengan Jungkook yang susah ia temui.


Yuju bosan selalu menunggu di dalam penginapan, walaupun ada Rose teman mengobrol. Tapi jiwanya tetap merasa hampa dan kesepian.


"Nona, kalau anda merasa bosan saya siap untuk mengantar Nona jalan-jalab pergi keluar," usul Rose ia juga merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan Yuju


"Kita pergi ke minimarket saja, ada satu produk yang ingin ku beli." Yuju sedikit mengangkat sudut senyumnya, untuk membuat Rose merasa senang bahwa ia juga bahagia atas usulan nya


"Baiklah Nona Yuna, saya akan mempersiapkan segalanya juga memberitahu tuan Taeyong, bahwa kita pergi ke luar sebentar." Rose memasukan tangannya ke dalam saku rok mini yang ia kenakan, mengambil ponsel dan mulai memainkan layar kotak tersebut


Setelah beberapa menit berlalu, mereka duduk di dalam mobil yang tengah melaju.


.🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘.


Tidak jauh tempat yang mereka tuju dari penginapan.


Dalam 10 menit mereka sampai di gwnpat tujuan, Yuju dan Rose keluar dari mobil secara bersamaan.


Yuju merasa terlalu di perhatikan oleh Rose, sampai-sampai ia harus di tuntun masuk ke dalam pusat pembelanjaan yang tak cukup ramai.


Berada di dalam Yuju melihat deretan lemari yang menata rapi semua jenis produk tersedia berjejeran, ia menuju ke tempat dimana ada produk yang ia inginkan.


Lebih tepatnya Yuju melirik sebuah kotak susu khusus untuk Ibu yang sedang mengandung, Rose tidak heran lagi tentang apa yang di inginkan Nonanya.


Namun yang jadi masalah untuknya, mengapa jauh-jauh pergi dari penginapan hanya untuk berburu satu kotak susu.


"Hmm... Nona, di kanada juga banyak rekomendasi produk susu Ibu hamil. Nona juga sudah mempunyai kesukaan kan di sana?" tanya Rose sembari membaca tulisan di belakang kotak susu yang ia pegang


"Tapi... ini adalah susu favoritku, beda sama yang di sana." Yuju mengingat kembali masa-masa awal kehamilannya saat ia bersama Jungkook berbelanja bersama


Flash black 5 bulan kebelakang, dimana saat Jungkook mengetahui Yuju hamil setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit>>>>>>>>>>>>>>


Ia mengajak Yuju pergi ke pusat perbelanjaan, ia juga membuat Istrinya kebingungan dengan semua barang bawaan di keranjang yang penuh oleh kotak susu bermacam rasa.


"Apa kita membelinya terlalu banyak?" ucap Yuju dengan suara agak halus


"Memang nya kenapa, kita bisa menyimpannya untuk anak kita yang ke dua jika belum habis," jawab Jungkook tidak merasakan apapun yang di khawatir kan Yuju


"Jungkook kamu membelinya melebihi kapasitas, aku tidak bisa menghabiskannya," keluh Yuju sembari menyimpan kembali satu persatu kotak susu yang tidak ia inginkan


"Ini baguskan, menyediakan segalanya untuk masa yang akan siapa tahu, di kehamilan berikutnya kita punya anak kembar." Jungkook tersenyum berkhayal


Yuju hanya mempertahankan 2 kotak susu saja yang memiliki rasa yang sama, yaitu rasa vanilla strawberry.


Flash Black Off<<<<<<


Tangan Yuju menyentuh sudut kotak susu tersebut berniat mengambilnya dan memasukannya ke dalam keranjang.


Akan tetapi, saat jari tangannya berhasil menggenggam kotak susu yang ka inginkan.


Sebuah tangan bertekstur keras mencekal pergelangan tangannya, hingga Yuju hilang kendali atas kekuatan ototnya menggenggam kotak tersebut jatuh ke bawah kakinya.


"Pak!!! kami menemukannya." ucap seorang lelaki yang memegang erat pergelangan tangan Yuju, berbicara lewat handy talky yang saling menghubungkan untuk mengabari dan memberi informasi pada atasannya


Bersambung.............


Terimakasih telah membaca cerita ~ Secret Director And Assistant ~.


Semoga kalian tidak bosan dengan jalan ceritanya, tetap semangat dengan author yang nggak layak di katain sempurna.


Menyempurnakan karakter juga tulisan di tambah kreativitas di bawah stndar.


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa komentarnya.

__ADS_1


See you again.....


__ADS_2