Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke-sembilan: Andai Kau Tahu


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Sebuah cafe di kota D


Yuju mendengarkan baik-baik apa yang di sampaikan Wonwoo pada Jin, ia mengingat sangat keras pembicaraan yang menjadi rahasia.


Lisa terus memperhatikan dirinya, merasakan tatapan yang di sasarkan padanya.


Yuju tersenyum dan membalas tajam tatapan mengulitik itu.


"Bukankah, anda adalah istri Jeon Jungkook... lalu." Yuju mengulurkan tangannya ke arah Wonwoo sibuk berbicara dengan Jin


"Kenapa anda bersama Jeon Wonwoo, menurutku tidak aneh, cuma... penasaran saja. Apa hubungan kalian?" kedua telapak tangan Yuju menopang dagunya


"Anda tidak usah ikut campur, bukankah lebih aneh hubungan kalian berdua terlihat tidak nyata, walaupun kalian bersama-sama," balas pedas Lisa


"Tidak nyata di lihat, kami berhasil menipu pikiran orang-orang yang melihat kami. Sebenarnya kami cukup dalam, menjalani hubungan bukan hanya sekedar pasangan kekasih. Di ranjang pun, kami sangat akrab bahkan kedekatan sudah tidak bisa lagi di lontarkan pada hubungan kami,"


"Hm... Pantas, kau terlihat liar dari gadis biasanya." Lisa tidak senang, dengan perkataan Yuju yang menusuk perasaan tenang nya


Pembicaraan pun berakhir, Lisa bisa bernapas lega karena pasangan kekasih itu telah pergi dari meja yang mereka tinggali.


"Aku tidak suka sama wanita itu, apa benar mereka sepasang kekasih?" Lisa menoleh ke samping, memperhatikan Wonwoo yang sedang memusatkan perhatiannya ke arah luar


"Tidak usah berpikir begitu, yang terpenting mereka akan membantu kita menggulingkan takhta Jungkook." Wonwoo mengambil satu puntung rokok dari dalam dus kotak kecil


"Ya... baguslah, asal akan mereka tidak berniat sebaliknya," Lisa kebingungan antara percaya dan tidak percaya


"Kau tenang saja sayang, mereka berdua tidak akan mengkhianati kepercayaan yang telah aku berikan." Wonwoo mengecup lembut pipi kanan Lisa, kemudian ia menyalakan korek api dan mulai menghisap rokok nya


Perjalanan panjang sebuah mobil roda empat tengah berputar-putar, Yuju duduk sambil menggendong bayinya.


Di hadapannya ada So Jung dan Jin, yang tengah menatapnya dengan keseriusan melebihi perhatian.


"Kapan kalian akan menikah?" Yuju mengalihkan pandangan matanya menatap sang bayi yang menginginkan kelembutan darinya, ia mengelus-elus kedua sisi pipi bayi mengunakan punggung jari telunjuk tangan kanan nya


"Jangan tanya kami, sebagai seorang agen mafia kami banyak urusan. Kau juga Yuna, jangan bermain-main dengan kehidupan rumah tangga. Kalau tidak ingin berakhir dalam penjara," jawab So Jung dengan opini nya

__ADS_1


"Hahaha... yang aku lindungi adalah suamiku sendiri. Mana mungkin aku menjerumuskan keluargaku, tenang saja So Jung," balas santai Yuju sebagai ucapan penenang


"Secara demikian, Jeon Wonwoo telah menggelapkan dana kantor begitu besar. Apakah Jungkook itu buta, sehingga ia membodohi dirinya sendiri," ungkap Jin setelah menelisir hasil keuangan kantor Jeons Group


"Hanya kakak yang tahu semua ini, sayangnya karena aku dia celaka. Jadi, kita harus membangun dari nol lagi... sampai titik terang dari permasalahan ini terlihat sangat jelas," sahut Yuju dengan kepastian yang ia tahu


"Aku tidak bisa mendekati Wonwoo, karena Lisa pernah mengenalku dan tahu aku bagaimana. Jadi Yuna, kau harapan kami menyelesaikan rencana ini." So Jung menyentuhkan telapak tangannya ke atas punggung tangan kiri Yuju yang berada di atas pahanya, memberi kepercayaan sepenuh hatinya juga dukungan fisik


"So Jung terimakasih." ucap Yuju mengejapkan kedua matanya sebentar, meresapi semangat yang telah di berikan So Jung padanya


Sesampainya di kota B, Yuju mengistirahatkan tubuh letih nya di atas sofa.


Setelah memberi makanan melalui dot bayi, untuk kebutuhan utama Jeno kecilnya.


Ia menepuk-nepuk pelan pantat Jeno kecil agar bayi itu tertidur, rasa ngatuk berlebihan di sertai menguap di alami Yuju.


"Ayahmu tidak akan pulang sayang, cepat tidur jangan bergadang. Dia mungkin sedang bersenang-senang di atas ranjang, bertabur bunga mawar. Itu pendapatku sih, menurutmu bagaimana?" seolah Jeno bisa menanggapi kesepian dirinya di tinggal sang Suami, si bayi hanya menggeliat


"Jeno kecilku, tidurlah." Yuju menimang-nimang tubuh bayi, mengelus lembut kening Jeno kecil


Taburan daun mawar yang sengaja di petik-petik di lukiskan menjadi sebuah love di atas spray putih.


Jungkook di paksa masuk ke dalam oleh Eunha, ia terpaksa mengikuti kemauan yang tidak di inginkannya sama sekali.


Mereka duduk berdampingan di pinggir ranjang, Eunha terus merayu Jungkook untuk menidurinya.


Tapi Jungkook tidak mempunyai animo sedikitpun untuk bersetubuh dengan istri barunya.


"Malam ini malam pertama kita, apa kamu akan melewatkan begitu saja," ujar Eunha dengan nada merajuk nya


"Aku lelah, kau tidur saja dulu. Malam pertama ataupun malam berikutnya tetaplah malam, apa bedanya," balas Jungkook tidak peduli sekeras apapun perasaan Eunha tunjukan


"Apa kamu masih mengingat Lisa, sehingga kami tidak bisa memandangku?"


"Jangan berpikiran negatif, kamu ingin aku memikirkan dia." Jungkook menjatuhkan tubuhnya, sehingga daun bunga mawar yang sengaja di gugur kan sedikit naik ke atas tak berapa lama jatuh kembali


Eunha berbaring di samping tubuh Jungkook, tangannya mengelus-elus bidang datar suaminya.

__ADS_1


"Padahal aku sudah berhayal, bercinta dengamu dengan mu sampai fajar menjemput." jari jemari tangan kanan Eunha, mengetuk-ngetuk dada Jungkook


"Aku lelah, lain waktu bisa kita lakukan," ucap Jungkook, laki-laki itu tengah memikirkan Yuju


Apa istrinya itu sedang memikirkannya atau cemas, bahkan tengah tertidur.


Terbayang-bayang dalam ingatannya, saat kilas balik ingatan bersama Yuju yang terus berulang-ulang.


Jungkook mengejapkan kedua matanya perlahan, mencoba untuk menjemput tidur namun selalu gagal.


"Tuan Direktur," suara parau mengiang di telinga Jungkook, wanita yang terus membayang-bayangi pikirannya masuk ke dalam detak jantungnya


Jungkook membangunkan dirinya, lantas Eunha ikut terbangun juga padahal baru saja dia tertidur di dalam pelukan sang suami.


Jungkook menghentakkan kedua kaki menginjak lantai, ia memakai sepatu yang telah ia buka.


"Jungkook kamu mau kemana?" Eunha faster respon mencegat kepergian Jungkook


"Ke rumah." jawab Jungkook ia sibuk membenarkan sepatunya, agar nyaman ia gunakan saat berjalan


"Ini rumah Ibumu, kamu mau pergi kemana? atau kamu mau pergi ke rumah yang dulu itu," tebak Eunha batin nya mendadak resah


"Iya, jangan ganggu aku. Aku rindu pada bayiku sendiri, besok kita bertemu di kantor." Jungkook bangkit dari atas ranjang memastikan kepergiannya meninggalkan Eunha


Eunha tidak tinggal diam, ia segera memeluk tubuh Jungkook dari belakang menahan suaminya agar tidak pergi meninggalkan nya.


"Jungkook jangan pergi! Bukankah malam pertama ini kita harus lalui bersama-sama, kenapa kau tega membiarkan ku merenung dan kecewa menatap bulan sampai tergantingkan oleh matahari," Eunha mempererat lingkaran tangannya, menekan tubuh Jungkook sangat keras


"Tidak bisa, berbaring lah sampai fajar. Kau bisa datang menemuiku di kantor, jangan menjadi seperti anak kecil yang takut sendirian. Kamu masih banyak orang di sekitar, yang menjaga dan melindungi mu." Jungkook menarik kedua telapak tangan Eunha yang mengikat pergerakan otot tubuhnya, menghempaskan tangan Eunha dengan pelan supaya tidak menimbulkan rasa sakit


"Jungkook ku mohon jangan pergi!" lirih Eunha yang tidak ingin di tinggalkan


Banjiran air mata membasahi kedua pelipis Eunha, Jungkook memantapkan niatnya untuk pergi meninggalkan dia.


Tidak peduli resiko apa yang harus ia terima, tujuannya hanya satu pergi menemui Yuju dan menghabiskan malam bersamanya.


to be continues......

__ADS_1


__ADS_2