Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke dua puluh empat: Menghilang tanpa bukti


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Bahaya typo! Guys!


Setelah menghubungi dokter khusus, Jungkook duduk di samping tubuh Yuju.


Meraih tangan kanan istrinya mengelus punggung tangannya, seraya mengatakan.


"Maaf, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu... jika sampai semua orang tahu bahwa kita adalah pasangan suami istri. Kamu pasti dalam bahaya, banyak orang yang menentang, mengejar mu sampai membunuh mu. Aku takut kehilangan mu, Yuju," ucap Jungkook suara rintihan sedih yang meratapi kesepian dalam kepedihan


Tak berapa lama dokter pun tiba, si dokter di kawal oleh dua penjaga.


Kedua pria itu pergi setelah mengatakan perpisahan dan salam pada tuannya, Jungkook buru-buru bangkit dari tempat duduk mempersilahkan sang dokter memeriksa istrinya.


Diketahui dokter itu adalah seorang bidan ternama, entah Jungkook yang salah panggil atau memang sudah takdir di panggil olehnya.


Bu dokter memeriksa perut Yuju, yang terus di awasi Jungkook yang merasa aneh.


Menekan-nekan area perut istrinya, Jungkook semakin rumit mengartikan.


Sekali lagi dia di buat penasaran oleh dokter, ketika si dokter kembali menekan area perut istrinya.


Tekanan tangan bu dokter yang terlihat keras menekan, membuat Jungkook memarahi dokter nya.


"Dok, kenapa harus di tekan terus... istriku sedang sakit, harusnya dokter memperlakukan dia secara lembut, tidak sekasar itu," cela Jungkook seketika amarah nya meledak keluar


"Maaf tuan, anda sebaiknya tenang saya belum menemukan jawaban tentang hasil pemeriksaan yang tengah saya lakukan. Ini masih samar," balas dokter sambil melanjutkan kembali pemeriksaan nya


"Jawaban apa, mudah kan anda bilang istri saya tengah sakit atau tidak, saya butuh jawaban bukan larangan, saya ingin kepastian bukan penasaran," Jungkook melawan kata-kata dokter, rasa sabar yang ada di dalam hatinya telah ter-iris tipis oleh keadaan


"Tuan Jeon, anda bisa sabar sedikit lagi, untuk hasil pemeriksaan yang memuaskan," ujar si Dokter mencoba tenang untuk tidak mengeluarkan emosi nya


"Apa anda tahu kapan terakhir istri anda menstruasi?" tanya si dokter, membenarkan pakaian Yuju yang sengaja ia angkat sedikit ke atas untuk memeriksa keadaanya


"Saya tidak tahu, kalau terakhir berhubungan beberapa jam yang lalu," jawab Jungkook


"Saya tidak bertanya itu pak," dokter terlihat tidak senang mendengar jawaban Jungkook yang berbelok dari pertanyaannya

__ADS_1


"Jadi... katakan pada saya, kenapa istri saya belum juga bangun... dia tidak menderita sakit parah kan?" Jungkook langsung to the point rasa panik masih mengitari batin kecilnya


"Istri anda harus banyak istirahat, hentikan kegiatan yang berat untuk beberapa bulan ke depan karena pengaruhnya berdampak negatif pada semester pertama tahap kehamilan." jawab dokter sembari membereskan peralatan yang telah ia gunakan, merapikan nya ke dalam tas


"Apa maksud dokter istri saya sedang...." Jungkook masih belum paham akan ucapan dokter padanya, antara mengerti dan bingung menafsirkan perkataan dokter yang masih dalam proses pemahaman


"Selamat pak, anda akan menjadi Ayah. Istri anda tengah mengandung selama 7 minggu. Saya harap sikap anda di ubah juga lebih memperhatikan istri anda, karena perhatian membuat kenyamanan bagi ibunya juga bayi yang sedang berkembang dalam kandungan," pesan dokter yang di tegaskan secara gamblang pada pasien nya


"Yuju tengah hamil." Jungkook terlihat syok, mulutnya yang cukup mengangga lebar menunjukan keterkejutan nya


"Ini adalah obat vitamin yang harus istri anda konsumsi setiap 3 kali sehari, menguatkan kandungannya yang masih lemah." Dokter menaruh 2 botol vitamin du atas laci


Sambil tersenyum kemudian berkata....


"Tuan Jeon, saya permisi sampaikan ucapan selamat saya pada istri anda." dokter berjalan melewati tubuh Jungkook, sikap jailnya masih tertanam sehingga ia memberikan tepukan kebahagian di atas otot lengan klien nya


"Ingat baik-baik pesan saya." Dokter pun terkikik melihat sekilas ekspresi yang di perlihatkan Jungkook, keadaan masih menguasai diri laki-laki tersebut


Tanpa sadar Yuju mendengarkan pembicaraan dokter dengan suaminya, beberapa menit lalu ia bangun dari ketidak sadarnya.


"aku terlalu berharap padanya, bukankah aku sendiri yang memilih jalan menyakitkan ini... mengapa aku meminta posisi yang tidak mungkin aku tempati. Bodoh sekali, dia tidak akan mungkin mengerti," batin Yuju yang tidak ingin merana dalam ketidak pastian memikirkan dirinya bersama dengan Jungkook


Jungkook naik ke atas tempat tidur, ia duduk di samping tubuh Yuju yang tengah berbaring.


Meraih pergelangan tangan Yuju, kembali ia memperlakukan istrinya dengan kehangatan sisi lembutnya.


"Aku tidak tahu kabar bahagia ini datang begitu tiba-tiba, kamu juga tidak bilang padaku... apa kamu merahasiakannya," pikir Jungkook sembari terus menatap lekap wajah sang istri


"Rahasia apa?" batin Yuju yang penasaran besar terhadap ucapan Jungkook masih dalam tanda tanya


"Dahulu aku pernah mendengar hal ini sebelumnya, anda akan menjadi seorang Ayah... terkejut dan heran, tapi kali ini entah kenapa ada sebuah rasa yang bernama kan kebahagian mewarnai hatiku... tidak ada penyesalan ataupun keraguan, aku percaya padamu." Jungkook memberi kecupan manis di atas kening Yuju, karena rasa penasaran yang terlalu memuncak akhirnya Yuju membuka matanya


Jungkook terkejut sampai ia menarik tubuhnya ke atas untuk bangkit dari posisi menunduk, Yuju pun segera bangun kemudian bersandar di punggung ranjang.


"Maksud dari kata-kata mu, itu bertujuan untuk apa?" tidak terkendali lagi pikiran Yuju, akhirnya Jungkook mengetahui kalau Yuju tadi hanya pura-pura tidur


"Kamu dengar semuanya, dengar aku bilang apa dari mulai ketika dokter datang sampai tadi kata terakhir terucap?" bibir Jungkook terbuka sedikit memperlihatkan deretan gigi atasnya, tatapan yang mengarah ke arah Yuju ia tengah menangkap basah istrinya yang berakting


"Tidak, aku baru tersadar saat dokter melangkah pergi dari sini... aku tidak dengar pembicaraan kalian, tapi aku penasaran dengan kata-kata mu, yang mengatakan kebahagian ... itu maksudnya apa?" masih terbelenggu di dalam rasa bingung, resah juga sempat menimpa batin nya Yuju menatap suaminya memancarkan permintaan penjelasan dari Jungkook

__ADS_1


"Kamu yang pura-pura tidak tahu, atau aku yang baru pertama kali dengar," jawab Jungkook sengaja menggantungkan pertanyaan Yuju


"Jawab saja, kebahagian apa yang kamu maksud?" Yuju menaikan kedua alisnya, kening nya yang mengkerut tertampak jelas rasa marah yang berusaha di sembunyikan


"Sayang." Jungkook menepuk kedua bahu Yuju, merangkul nya dengan jari-jemari tangannya


"Kita akan menjadi orang tua, kamu menjadi seorang Ibu dan aku menjadi Ayah, aku tidak tahu harus berpidato bagaimana lagi, ceramah tentu harus aku katakan padamu." Jungkook menarik tubuh Yuju ke dalam dekapan nya, tepukan halus pun mengenai punggung Yuju


"Bukankah, itu yang tengah kita lakukan pada Jeno saat ini," masih dalam kebingungan yang belum berakhir Yuju masih terperangkap dalam memahami perkataan Jungkook


"Pada bayi kita sendiri, yang tengah kamu kandung." Jungkook mengecup lembut pipi Yuju, mengungkapkan rasa terimakasih nya telah di berikan seorang biah hati


"A--ku, hamil." tak percaya sekaligus bahagia mendengar kabar tersebut, Yuju terharu sampai ia meneteskan air mata tanpa sebab menurunkan air asin itu sampai membasahi wajahnya


Menangis tersedu-sedu tidak bisa mengatakan banyak kata, ia sangat bersyukur dan haru merasakan kebahagian yang datang tanpa di undang.


"Bukan tangisan penyesalan?" tanya canda Jungkook


Yuju hanya menggeleng dan melingkarkan kedua tangannya memeluk punggung suaminya.


Jungkook menggulung senyum, elusan yang ia lakukan di atas punggung Yuju berpindah ke belakang kepala istrinya.


Hiks... Hiks.... Hiks... Hiks... Hiks...


Tangisan yang berawal dari ketidak sabaran mengetahui jawaban membuatnya jatuh dalam kesedihan, yang di resapi rasa bahagia tak terhingga hingga tidak menimbulkan banyak kata yang terucap.


To be continues..........


Hy guys!!!


Kangen ngak sih?


Jujur banget, aku sibuk.....😆😆😆


Sebelum dan sesudah pemilihan di tambah kerjaan yang terus datang dan datang.


Ok, yang rindu cerita ini kasih komentar yang berharap segera update part selanjutnya jangan lupa tekan bintang tentunya kasih komentar juga ya!!!


Wkwkkwkwkw 😂😂😂 #author_pemaksa

__ADS_1


See you again


__ADS_2