
Typo
Berikan bintang dan komentar sebanyak-banyaknya ya!
Di tunggu!!
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
"Yuju, ambil napas dalam-dalam," ucap Jungkook memberi aba-aba, Yuju mengikuti arahan dari suaminya
Perlahan Yuju mengambil napas keluarkan perlahan melalui bibirnya, ia melakukan itu selalu berulang-ulang.
Yuju mengalami kontraksi yang cukup hebat, membuat nya tidak sadarkan diri.
Jungkook menepuk pelan kedua sisi pipi Yuju bergantian, untuk memastikan keadaan istrinya.
Tidak ada reaksi yang memungkinkan di respon istrinya, dia meneriaki supir untuk menyetir mobilnya lebih kencang lagi.
.......
...............
........
Sesampainya di rumah sakit Jungkook memangku tubuh istrinya berlari memasuki gedung rumah sakit, dia membuat kegaduhan sehingga para pasien ikut panik.
Para perawat segera mengevakuasi perjalanan Jungkook, karena keadaan darurat.
Mereka mengambil alih tubuh Yuju dan membaringkan nya di atas brangkar.
Jungkook bersikeras tidak ingin melepaskan genggaman tangannya, ia harus menyesuaikan langkah kaki dengan roda-roda yang lebih cepat melangkah darinya.
Sesampainya di ruang persalinan, Jungkook tidak di ijinkan untuk ikut masuk ke dalam.
Pria itu tetap nekad kekerasan pun tak terelakkan, Jungkook di cekal kedua tangannya oleh para petugas laki-laki yang menahan raganya.
"Yuju!!"
teriak Jungkook di akhir penutupan pintu secara rapat, ia terbujur kaku tak berdaya dengan keadaan yang mengkhawatirkan.
...................
Di saat dokter akan mengambil tindakan operasi Cesar, mengingat kondisi pasien tidak mampu melahirkan secara normal.
Yuju pun tersadar, sang dokter langsung mengomando dirinya untuk segera melahirkan.
"Aku tidak bisa," ucap Yuju meresah
"Anda pasti bisa!!" ucap Dokter menyemangati
"Tidak!!" Yuju terus menggelengkan kepala
"Percayalah pada saya, anak anda pasti baik-baik saja,"
Melihat Yuju yang mulai tenang, Dokter pun mengatakan bimbingan nya.
"Tarik napas dalam-dalam, sambil mendorong kuat-kuat,"
"Aaa...."
"Lebih keras lagi perjuangan nya!"
Yuju mendengarkan suara gemuruh yang menyelimuti telinga nya, untuk menanggapi desakkan.
Setiap dorongan yang Yuju lakukan bayi semakin bergerak maju menuju panggul.
Yuju mengejan beberapa menit, dokter melihat kepala bayi sudah terlihat.
"Tarik napas lagi, kuatkan diri anda untuk lebih mendorong bayi anda keluar," ucapan Dokter di patuhi Yuju
Di luar ruangan, Jungkook duduk terdiam. Semua jari tangannya terus bergetar, tidak bisa untuk tenang.
rasanya ingin sekali dia menerobos masuk ke dalam, tapi usahanya akan sia-sia.
Ada seorang bapak-bapak yang menggendong bayi duduk di sampingnya, Jungkook menyadari hal itu ia hanya melirik sekilas kemudian menundukkan kepala ke bawah.
"Istri anda sedang ada di dalam?" tiba-tiba saja bapak itu bertanya
Jungkook hanya memberikan jawaban dengan anggukan kepala.
"Apa anak pertama?" tanya nya kembali
"Iya." Jungkook mendongak wajahnya, karena merasa pegal
"Aku melihatmu semenjak datang ke sini, kau membuat kerusuhan seakan kehilangan segala yang kau miliki. Tenang saja, percayakan semua harapan pada yang di atas. Kebahagiaan lebih indah jika kamu mau bersabar," nasihat si bapak
"Iya, saya mulai tenang," sahut Jungkook
Tatapan mata Jungkook kini melihat seorang bayi yang tengah tertidur lepas di pangkuan si bapak, lantas ia mengatakan pertanyaan nya.
"Apa dia anak anda?"
"Bukan, bayi ini adalah cucu ke lima saya dari anak saya yang ke tiga," jawab si bapak tersebut
Jungkook terdiam kembali, lalu si bapak tersebut bergerak pergi menjauhi tempat duduk itu.
Tak berapa lama terdengar suara malaikat kecil dari dalam ruangan, Jungkook segera bangkit dari tempat duduknya berjalan menuju pintu dan berdiri di sana.
__ADS_1
Pintu pun terbuka untuk nya, lantas Jungkook masuk tanpa ragu.
Ia menghampiri ranjang, terbaring lemas Yuju di atasnya dengan kedua matanya masih tertutup rapat.
"Dok, dimana bayi kami?" tanya Jungkook khawatir
"Bayi anda sedang di mandikan oleh suster, sebentar lagi akan ke sini." jawab si dokter sembari merendamkan tangannya di dalam baskom berisi air bersih
"Terimakasih telah menyelamatkan istri dan bayi kami, maaf atas kelakuan saya yang kurang pantas," Jungkook di penuhi penyesalan dan rasa bersalah
"Tidak apa-apa, sudah terbiasa kami menanggapi tingkah pria seperti anda jika istrinya sedang melahirkan di sini." balas dokter mengelap tangannya ke dalam handuk kecil, untuk mengeringkan tangannya yang basah
"Istri anda sangat hebat, dia berjuang begitu keras tanpa henti. Anda harus memperhatikan nya, saat dia bangun nanti," pesan si dokter
"iya, saya akan melakukan itu." Jungkook mulai tersenyum tak berapa lama suster pun masuk mendorong tempat tidur bayi, ke dekat ranjang Yuju
"Apakah perempuan...." Jungkook memandangi bayinya, ia berjalan perlahan mendekati tempat tidur kecil
"Menurut anda pak." dokter di buat terkekeh geli oleh ucapan polos Jungkook
"Apa saya di perbolehkan untuk membuka balutan kain yang di kenakan bayi saya, sehingga saya tahu dia laki-laki atau perempuan?" tanya Jungkook sesampainya ia di depan bayi mungilnya
"Laki-laki pak, jangan membuka kain nya. Jika istri anda sudah terbangun, jangan lupa memberitahunya untuk segera menyusui bayi anda. Sebab, saya harus bertugas ke ruangan lain. Kalau ada apa-apa, panggil saja suster." Dokter pun tersenyum ramah sembari berjalan pergi menuju pintu keluar, di ikuti suster yang mendorong troli peralatan
Jungkook mengelus lembut pipi bayi laki-laki nya, pada akhirnya dia menjadi seorang ayah seutuhnya yang memiliki anak sendiri darah dagingnya.

"Matanya mirip dengan Yuju, tapi tidak dengan bibir nya." Jungkook menyetuhkan telunjuk jarinya, menjelajahi permukaan bibir mungil bayinya
"Ini milikku," Jungkook pun tertawa, ia melupakan Yuju yang masih belum sadarkan diri
"Kenapa hidungnya begitu kecil, ketika tidur pun dia mirip sekali dengan Yuju. Hanya sedikit mirip denganku, padahal investasi ku lebih besar daripada ibunya," Jungkook merasa heran
"Apa karena Yuju yang mengandung mu, hingga kamu lebih mirip dengan ibumu di banding Ayah mu," keluh Jungkook
"Dia milikmu,"
Ungkapan suara tersebut membuat Jungkook sadar, ia berbalik kebelakang dan melihat Yuju yang menatapnya sembari menahan senyum.
"Kenapa? bayi kita mirip dengan mu, apa aku kurang berinvestasi dalam pembentukan dirinya." Jungkook duduk di pinggir ranjang, bibirnya cemberut tidak jelas
Yuju bangun dan menyandarkan punggungnya kebelakang, tangganya meraih telapak tangan suaminya.
"Kamu belum melihat dia tumbuh sudah mengatakan itu, kalau dia mirip pria lain apakah kamu akan tambah marah lagi," goda Yuju
Jungkook langsung tersinggung, segera ia menatap tajam istrinya.
"Apa dia anak Taeyong, lalu kemana anakku?"
Pertanyaan aneh Jungkook membuat Yuju tertawa, istrinya semakin mempermainkan perasaan cemas suaminya.
"Apa?!"
Yuju terkejut melihat eksperisi Jungkook yang syok, tak pernah dia melihat suaminya begitu.
Langsung Yuju memeluk Jungkook dari samping, berbisik di telinga suaminya.
"Mana mungkin aku melahirkan begitu cepat, kalau itu bukan bayimu." Yuju menyandarkan dagunya di atas bahu Jungkook
"Berikan aku bayi lagi, untuk memastikan ucapan mu." Jungkook tersenyum bahagia, ia hanya berpura-pura kecewa tadi
"Kau ini." Yuju mencubit perut Jungkook
Jungkook hanya tertawa sambil menahan rasa sakit, Yuju merasa terhibur oleh tawa suaminya.
Tiba-tiba saja bayi mereka terbangun dan bersuara keras membisingkan ruangan yang terlihat ademnya.
"Bawa dia kemari!" pinta Yuju melirik bayinya yang tengah menangis di dalam tabung

Jungkook langsung mengabulkan permintaan istrinya, ia mengangkat tubuh mungil bayinya keluar dari tempat tidur berkaca tersebut.
Memberikan bayinya ke dalam pangkuan Yuju, istrinya segera melakukan tugas seroang Ibu menyusui untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
"Kenapa geli sekali," ungkap Yuju
"Apa yang geli?" Jungkook bingung
"Tidak ada." Yuju senyum malu kemudian
Bayi mereka menyusu selama 15 menit, sampai Yuju merasa pegal dan terasa lega ketika bayinya sudah berada di pangkuan Jungkook.
Suaminya terus mengecup area wajah malaikat kecil mereka, Yuju menggelengkan kepala mengerti paham apa yang di lakukan Jungkook.
"Jadi, kamu akan menamai bayi kita dengan nama Kai,"
"Itu nama panggilan untuknya, saat kita memanggilnya dia untuk berjalan menghampiri kita berdua,"
"Lalu nama lengkapnya, apa?"
"Jeon Huening Kai, sesuai permintaan neneknya." Jungkook mengecup kening kai, dengan sentuhan lembut
"andai ibuku tahu, dia pasti marah-marah,"
"Kenapa?"
"Waktu di Kanada, Ibu sibuk mencarikan nama untuk bayi kita. Sampai 2 hari tidak tidur, karena terus membaca buku untuk menemukan nama yang tepat," jawab Yuju
__ADS_1
"Apa kamu tahu nama yang ibumu katakan?"
"Iya," sahut Yuju mengangguk
"Apa?!" Jungkook penasaran
"Choi Michelle Alzelvin, bagus kan?" Yuju langsung gugup ketika melihat ekspresi Jungkook yang terlihat tidak senang
"Kalau dia pergi ke rumah neneknya di Kanada, dia bisa menggunakan nama itu," ucap pasrah Jungkook
..................................
Dalam satu Minggu setelah satu hari Yuju berada di rumah sakit, kini rumahnya di penuhi dengan kartu dan rangkaian bunga segar nan indah ucapan selamat dari orang-orang yang mengenal Jungkook.
Neneknya telah mengungkapkan berita kelahiran bayi Jungkook ke dunia luar, secara otomatis mengundang berbagai reaksi masyarakat terutama wartawan yang terus berkeliaran di kota mencari rumah tempat Jungkook berada.
Siaran televisi di penuhi pemberitaan tentang Jungkook dan istri misterius yang membayangi hidupnya itulah topik utama yang Yuju bacakan, sebelum menekan tombol mematikan layar televisi nya.
"Jungkook!!" teriak Yuju, ia belum siap di ketahui oleh banyak orang dengan status nya sebagai istri dari Jeon Jungkook
"Iya," jawab Jungkook yang sibuk dengan laptopnya

..................
...(00)........
.................
Di acara peresmian Jungkook naik level di kantor nya, Yuju dan suaminya tengah berpoto bersama untuk kenang-kenangan.
Di temani bayi mereka kai, yang di gendong Jungkook.
Setelah selesai melakukan pemotretan, Yuju beristirahat di ruang kerja Jungkook yang baru, suaminya baru saja keluar untuk mengambilkan minuman segar.
Yuju duduk di kursi dan mulai menyusui kai yang tiba-tiba rewel, mungkin bayinya kehausan setelah beberapa jam belum di kasih asupan asi pikir nya.
tangannya refleks menepuk pelan punggung kai, untuk membuat bayinya tertidur.
"Kai... kai...." Panggil Yuju yang merasa bahagia bisa mengurus bayinya sendiri, gelar seorang Ibu muda sudah ia dapati
Kai terpejam kedua matanya, dan tak lagi menyusu pada Yuju.
Segera Yuju memindahkan kai ke tempat tidur yang tak jauh dari tempatnya berada, perlahan tubuh kai di turunkan dari telapak tangan nya.
Yuju senyum sebagai ibu yang baik, tiba-tiba ia ingin pergi ke kamar mandi.
"Sayang, Ibu pergi sebentar. Ya." Yuju menyelimuti tubuh kai, setelah itu di lakukan ia pergi ke kamar mandi yang berada di belakang lemari
Lima menit sudah Yuju berada di sana, ketika ia sedang mencuci kedua tangannya di pancuran air sambil menatap dirinya di cermin.
Terdengar teriakan keras Kai menagis, Yuju langsung menyudahi mencuci tangan nya dengan segera keluar dari kamar mandi.
"Kai, ada apa sayang?" ucap Yuju sembari berjalan ke tempat tidur Kai
Di saat pandangan matanya melihat ke depan, Kai berada di pangkuan tangan Eunha.
"Apa benar ini bayimu?" Eunha menatap Yuju dengan kebencian
"Eunha, kenapa kau ada di sini." Yuju melangkah cepat mendekati Eunha
"Jangan mendekat!! Kalau kau mendekat ke arahku, bayi ini aku jatuhkan sekarang!!" ancam nya
"Jangan lakukan itu, aku tidak akan mendekatimu." Yuju menghentikan langkah kakinya
"Bayi mu mirip sekali dengan Jungkook, matanya." jari tangan Eunha sibuk meraba kedua mata Kai
"Hidungnya, bibirnya bahkan wajah tampannya!" teriak Eunha kesal
Kai menagis keras, akibat dari teriakan Eunha.
"Jangan sakiti bayi ku Eunha, dia bukan bayi Jungkook," kata Yuju berbohong
"BOHONG!!"
"kau mau membodohi ku hah... beraninya kau merebut suamiku, melakukan hubungan terlarang di belakang ku," Eunha tak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya hingga ia menangis
"Aku tidak merebut suamimu," Yuju tidak tahan dengan perasaan gelisah nya, ia ingin meraih Kai kembali ke dalam pelukannya
"Kenapa Jungkook mencintaimu, KENAPA!" Eunha terbakar api cemburu, hampir saja ia hilang kendali atas bayi yang ada di tangannya
"Eunha!" teriak Yuju merasakan sakit hati, melihat bayinya hampir jatuh
"Kau menginginkan bayi ini kan, jawablah dengan jujur. Apa dia anak dari Jungkook?!!" paksa Eunha
"tidak, bukan dia." Yuju tak kuasa menahan air matanya keluar
"Cepat katakan, apa Jungkook adalah Ayahnya?!" Eunha merenggangkan kedua tangannya, bersiap menjatuhkan tubuh Kai
Apa yang harus Yuju katakan, jika ia mengatakan ia bayinya akan di renggut darinya. Kalau mengatakan tidak bayinya akan di jatuhkan.
Tunggu jawaban di season 2 ~ Secret Director And Assistant ~ kebenaran akan terungkap.
Kasih bintang dan komentar!!!!!
Kalau udah banyak banget, lanjut season 2.
Selesai................
__ADS_1