Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke sebelas: Tanggung!!! Warning!!! NC18++


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Typo berserakan! Penting Harus di sapu!


Jungkook menyuruh Yuju untuk pergi dari hadapannya, Yuju terkejut dengan pernyataan dari sang Direktur.


Ia segera bangkit pergi dari hadapan Direktur itu, berlari keluar dari kamar mencari ketenangan yang bisa menenangkan ketegangan jiwanya.


Jungkook meneguk air anggur dari dalam botol sampai habis tak tersisa setetes pun, ia menggelatak-an botol begitu saja di atas meja.


Beranjak dari sofa pergi menuju pintu keluar, lirikan matanya menarik perhatian ke arah tempat tidur.


Di tatapnya sang bayi lalu tersenyum lega, ia menutup pintu kamar secara perlahan.


Setelah papan terbuka itu tertutup rapat, Jungkook mencari-cari sosok wanita yang tadi ia marahi dan mengusirnya.


Penglihatan kedua matanya menangkap gambaran jelas sang wanita, yang tengah duduk di sofa panjang ruang televisi.


Tv yang menyala dengan menayangkan siaran drama percintaan, tapi tidak menarik perhatian Yuju yang dari tadi termenung sambil menekuk kedua lututnya.


Jungkook berjalan pelan menuju tempat Yuju, kehadiran dirinya tidak di sambut baik oleh wanita itu.


Dia hanya terdiam dan pura-pura fokus menikmati siaran walau tidak menarik perhatiannya, Jungkook berdiri di hadapan Yuju.


Ia berencana menyelesaikan permasalahan sepele ini, secara baik-baik.


"Jelaskan padaku, siapa laki-laki itu dan kenapa kalian bisa pergi bersama?"


Jungkook menunggu jawaban dari istrinya nya yang terdiam, terus memantaunya sampai Yuju mendongak wajahnya.


"Kamu menikah dengan siapa aku tidak tanya, kenapa kamu mengintrogi ku sampai segini nya?"


Gemerlap kelap-kelip pencahayaan sinar bola mata Yuju terpancar, antara tak berdaya menghadapi suaminya dengan keinginan untuk di bebaskan.


"Kau tidak mematuhi semua perintah yang aku katakan, jelaskan siapa dia. Maka aku mengampunimu sekarang!" tegas Jungkook tidak mau berkompromi lagi dengan Yuju


"Namanya adalah SeokJin, wanita yang ikut bersama kami adalah kekasihnya bernama Sowon. Kami bertiga menjalankan bisnis bersama dengan kakak mu, sudah sampai di situ yang aku jalani dan ketahui," bibir Yuju terkatup sempurna, seakan-akan ceritanya berakhir dalam duka


"Jika kau berani lagi pergi dengan pria lain, kematian tidak pantas kau dapatkan. Kau hanya akan mendapat penderitaan dan penyiksaan." Jungkook menarik kedua lutut Yuju sampai telapak kakinya menyentuh dasar lantai

__ADS_1


"Konsekuensi ku adalah hukum, maka maafkan aku atas kelancangan yang telah aku buat." Yuju menundukan kepalanya menunjukan rasa penyesalan yang sangat dalam


Pakaian tidur raquel lingerie ruby kimono berwarna hitam yang di kenakan Yuju, menimbulkan fantasi di benak Jungkook.


Bahan satin halus yang memperlihatkan lekukan tubuh seksi Yuju terpandang jelas, api gairah dalam diri Jungkook memunculkan nafsu seksual nya.


Hasrat mulai meninggi ia menyuruh Yuju untuk menghampirinya, lantas Yuju menuruti perintah itu tanpa pamrih.


Dekapan lembut yang melingkar di tengah tubuh Yuju menjadi sebuah jeratan yang hangat, Jungkook sedang di buat terbuai dengan keharuman tubuh Yuju yang membuat dirinya semakin tergoda.


"Pakaianmu membuatku bernafsu, apa ini cara permintaan maafmu agar aku melupakan penghianatan yang telah kamu lakukan," bisik Jungkook


"Tidak terpikir olehku kamu tahu semua itu, aku ingin terlihat baik di depanmu, bukan untuk di puji" balas bisik Yuju


Jungkook memperhatikan raut wajah Yuju mencari celah kesalahan dalam ucapan yang barusan dia bisikan, ia bisa memahami ekspresi yang di perlihatkan wanita di depannya.


Bahwa dia tidak sedang berbohong padanya, Jungkook sedikit memiringkan kepalanya ke samping beberapa sudut derajat.


Memberi kecupan lalu mengunakan teknik ciuman, merasakan setiap rasa manis dan bau dari air minuman anggur yang di telan Yuju.


Memainkan lidahnya di dalam rongga mulut wanita itu, terkahir ia mengigit bibir bawah Yuju membuat gadis itu mengeluarkan desahan sakit bercampur rasa nikmat.


Menarik tali pengikat bra di bawah pundak Yuju sampai terlepas, menanggalkan secara perlahan dengan menimbak-an sebuah perasaan.


"you are very passionate dear." Yuju menarik bagian handuk di atas dada Jungkook, ia juga menginginkan hal yang sama satu pemikiran dengan suaminya


"Penebusan dosa mu padaku." Jungkook merangkul pinggang Yuju menunutun gadis itu mundur beberapa langkah kebelakang, kemudian ia jatuhkan perlahan tubuh sang istri ke atas sofa


Yuju melepaskan erat-an tangannya terhadap bagian handuk yang ia pegang, Jungkook membangunkan tubuhnya lalu melepas ikatan perut di tubuhnya.


Melungsurkan handuk kimono yang menutupi tubuh atletisnya, kedua paha yang besar berotot menambah birahi Yuju yang semakin bergejolak naik.


Jungkook melucuti celana dalam Yuju sekalian merenggangkan kedua kaki istrinya cukup lebar, segera ia merangkak naik ke atas tubuh sang istri.


Tak berapa lama setelah persiapan awal di mulai, step kedua ia lakukan dengan memasukan penisnya ke dalam lubang **** Yuju.


Cara yang ia gunakan sangat lembut tapi menyiksa, perlahan-lahan itulah yang Yuju tidak bisa tahan.


Suara rancau menjadi desahan yang menggerikan, ia berulang kali meminta agar Jungkook tidak bermain-main di bawah sana.

__ADS_1


"Jungkook hentikan! Bisakah kau mempercepat ketidak adilan ini!" Yuju menggerakan kepalanya ke kiri-kanan gairahnya sungguh di permainkan tubuhnya seakan ingin memberontak


"Kenapa? ini sangat menyenangkan dari yang ku bayangkan." sekali dorongan kuat dari pantat Jungkook mendorong kejantanannya masuk ke dalam daerah kewanitaan Yuju, membuat dia meringis kesakitan dan mengeluarkan beberapa tetesan air mata jatuh mengalir


"Dasar pembohong," ucap Yuju terengah karena batasan oksigen yang ia miliki


Hentakan demi hentakan terlewati beberapa kali, Jungkook semakin gencar membuat tubuh Yuju bergejolak panas.


Seringkali Yuju menghapus keringat yang membasahi kening suaminya, ia pun tersenyum bahagia.


Karena ia dapat memenuhi kewajibannya sebagai istri yang baik, tak kala suaminya menginginkan suatu kenikmatan.


"Hah...hah...hah..." napas yang tidak bisa di sesuaikan dengan ucapan, Jungkook masih menjalankan misi seorang suami yang sedang di mabuk kecanduan sex


"Melihatnya berjuang dengan keras seperti ini, aku semakin tidak rela melihat dia pergi," batin Yuju


Ketika mereka menuju puncak seksual yang akan menyetuh titik terakhir sanggama, tangisan bayi yang mulai nyaring terdengar.


Sontak membuat keduanya terdiam secara otomatis kegiatan mereka terjeda, saling melirik dan mengungkapkan pertanyaan pun terjadi lewat isyarat tatapan.


"Jeno." Yuju mendorong tubuh Jungkook ke atas, ia berusaha melepaskan dirinya dari tindihan suaminya


"Kau mau kemana?" Jungkook menahan tubuh Yuju agar tetap berada di bawahnya


"Bayinya menangis, pasti ia bermimpi buruk." Yuju berhasil menyingkirkan Jungkook dari atas tubuhnya, setelah beberapa kali memberontak dan mengambil kesempatan lengah suaminya


Kedua tangan Yuju sibuk memungut pakaian dalamnya, setelah berada dalam genggaman tangan ia segera memakainya dengan gerakan cepat dan berlari menuju anak tangga.


"Yuju... biarkan saja dia menangis, kembali ke sini. Kau tidak bisa meninggalkan ku!" ucap Jungkook menunjukan kekecewaan atas tindakan Yuju, yang tanpa perintah darinya


"Maaf tuan Direktur, anakmu lebih penting daripada Ayahnya," gumam Yuju


Setelah ia mencapai batas anak tangga, langkahnya semakin cepat menggapai gagang pintu.


Mendorong kenop pintu, setelah cukup terbuka lebar ia masuk ke dalam.


Bersambung...........


Ok, kalau mau di Next, bilang ya! Komen yang banyak Wkwkwkw 😂😂😂 tapi jangan sampai pegel juga sih itu jarinya.

__ADS_1


Maaf author banyak minta nya, habis kalau ngak baca komentar semangat kurang gitu.


__ADS_2