
Bahaya typo!!!
~ Secret Director And Assistant ~
Yuju pov
Kanada!!!
Tidak!!!!
Aku harus pergi, bagaimana dengan rumah tangga ku nanti. Apalagi, di sini aku adalah orang asing.
Aku segera bangkit dari tempat duduk, Rose mencoba menghentikan kepergianku tapi aku tetap memaksa pergi.
Sampai berlari menelusuri koridor rumah yang sangat membingungkan, jala yang ku lalui sama dan kembali ke tempat dimana aku tersesat untuk pertama kali.
Rumah yang begitu besar banyak ruangan tak dapat di kenali, jalan berliku-liku bagaikan tikungan tajam yang siap menghantam.
Juga di kejar-kejar para lelaki, bertubuh kekar dan nampak seram.
Seragam yang serasi di sertai gerak langkah kaki cepat menyusul pergerakan kakiku yang melambat.
Aku terperangkap dan tersengap oleh semua perajuri yang mengepung mengelilingi ku di semua arah.
Apa yang harus ku lakukan!!!
Author pov
"Nona! Jangan persulit kami dengan pekerjaan berat ini. Kami tidak ingin melukai Nona, mohon!! Kembalilah ke kamar anda!!" permintaan salah seorang komando yang memimpin para pasukan pengejar Yuju
"Kembali!" ucap Yuju mempermainkan
"Sorry!! Tidak berminat tinggal di sini." Yuju berlari ke arah salah seorang yang berjejer di belakang tengah kehilangan konsentrasi nya, ia menendang kaki pengawal tersebut
Yuju terus berlari kadang ia harus bersikap kasar memukul dan berkelahi satu lawan satu, bersembunyi dari para pengejar lalu tertangkap basah oleh penjaga lain di ruangan.
"Jangan!! Mendekat!!" Yuju memberi peringatan lewat ucapan pada dua orang pengawal yang berusaha mendekati jaraknya
"Nona!! Tenang!" ujar salah seorang pengawal sembari melangkah pelan-pelan mendekati dirinha
"Stop!! Jangan ganggu aku!!!" Yuju berteriak
Ketika itu kedua tangan Yuju di cekal di setiap sisi, pengawal yang baru saja ia hadapi di depan adalah pengalihan fokusnya.
Kini ia terperangkap masuk dalam jebakan, ia di giring menuju kamar yang beberapa menit lalu ia tinggalkan.
Yuju di dudukan secara paksa, di hadapannya berdiri Rose wanita cantik yang berusaha menasihati dan menahannya.
"Wow...!! Nona... Kamu keren sekali, dalam sehari 57 pengawal masuk rumah sakit. 30 menderita luka parah di tubuh juga kepalanya yang membentur tembok, 20 orang mengalami luka-luka cukup serius mereka harus menjalani kenyataan hidup pahit di sayat oleh jarum untuk memperbaiki kulit mereka yang sobek...." ungkapan kekaguman Rose di sela Yuju, yang sangat syok menanggapi keseriusan ucapannya
"Benarkah? Apa aku sekejam itu, aku hanya melakukan tendangan juga meninju perut mereka... apa separah itu?!!" Yuju bersandar di punggung sofa merasakan lemas tak kuat mengingat kesadisan nya saat bertarung
__ADS_1
"Benar 7 orang lagi...." Rose agak ragu mengatakan membuat Yuju penasaran akan ucapan yang tersenggal itu
"Apa?!!" Yuju memaksa minta penjelasan tatapan matanya terlihat risau dalam kecemasan
"7 orang lagi, mereka hanya bertugas mengantar orang-orang itu ke rumah sakit ya... mereka baik-baik saja," jelas Rose di sertai hembusan napas penuh keringanan
"Syukurlah." Yuju mengelus dadanya sebentar, ia mulai merasa tenang
Rose berjalan mendekati Yuju, ia pun ikut duduk bersama dengannya.
"Aku harus pulang!! suamiku pasti tengah menunggu kehadiran ku di rumah!!!" Yuju menoleh ke samping menatap Rose dengan penuh harap ia bisa di kembalikan pulang
"Nona Yuna, aku mengerti perasaan anda. Tapi itu tidak mungkin, suami anda adalah masa lalu... Tuan Taeyong mada depan anda sekarang," jawab Rose ia tidak mengindahkan tatapan harapan Nona nya
Alasannya hanya satu berbakti, ia tidak ingin menimbulkan kekecewaan pada tuan mudanya yang sudah banyak membantu kehidupan pribadinya.
"Aku akan melahirkan, bayi ini berhak mempunyai seorang Ayah dan Ayahnya adalah suamiku ... aku tidak mau bersama siapapun terkecuali dia!" tegas Yuju sambil berdiri, perasaan marah dan tidak bisa menerima
"Nona, kedua orang tua anda telah tiba... Mohon anda ikuti saya!!!" Rose malah mengabaikan keinginan Yuju, ia bergegas melangkah dengan terburu-buru ingin menjauhi perkara yang tengah Nona nya ajukan
Yuju di paksa oleh kedua pengawal untuk mengikuti kemana Rose pergi, berulang kali dia menendang bahkan memukul keras penjaga itu agar mau melepaskan dirinya.
Sayangnya... Yuju kehabisan tenaga dan kelelahan, ia terpaksa ikut tanpa ada perlawanan lagi.
..............[[[[[[[[[]]]]]]]]........
Di ruang tamu
Yoona menatap putrinya di sertai lirihan suara kecil yang menjerit mengeluarkan perasaan rindu tak tertahan, kini ia berjalan mendekati Yuju.
Yuju beberapa kali melangkah mundur guna menghindari Yoona, ia tidak ingin berurusan dengan orang yang tidak ia kenal.
Hantaman seorang tubuh Ibu mendekap erat sang anak, menangis tersedu-sedu mengatakan banyak kata rindu.
Sekuat apapun jiwanya, luluh dengan perasaan kasih sayang yang terpedam begitu lama tak terekspos keluar.
Sedalam cintanya mengalahkan ketidakberdayaan juga rasa purus asa, tal mengenal kata hilang dan dendam.
Sekeras hatinya saat berkata-kata lantang, menghaluskan suaranya ketika mengungkapkan perasaan yang terus ia tahan.
"Yuna!!!" isak tangis Yoona memanggil nama putrinya, putri yang hilang hampir 20 tahun lamanya sejak ia melahirkan
"Anda siapa?" tanya Yuju sembari mendorong paksa tubuh Yoona menjauhi dirinya
"Ini Ibumu, Ibu kandung yang melahirkan mu." jawab Yoona berusaha kembali meraih Yuju ke dalam pelukan hangat nya
"Tidak!! Aku sudah tidak punya Ibu, kedua orang tua ku meninggal." Yuju menggelengkan kepala enggan menerima semua kenyataan mendadak ini
"Mereka adalah paman dan bibimu, Ibu menitipkan mu sejak bayi pada mereka. Sejak 11 tahun lalu Ibu menanti kepulangan mu ke pelukan Ibu, Yuna...." Yoona menangis lirih menginginkan Yuju untuk sadar bahwa ia memanglah ibu kandungnya
"Benarkah? Anda ini Ibu kandung saya." perlahan langkah kaki Yuju mendekati sang Ibunda
__ADS_1
"Iya, jangan ragu untuk memeluk Ibumu." Yoona merentangkan kedua tangannya, dengan senang hati ia menerima pelukan dari si anak
Yuju menghampiri Yoona kemudian memeluk wanita itu dengan erat, entah perasaan apa yang ia rasakan sedih masih terjadi kebahagian menggulung jiwanya.
Tetesan air mata deras mengalir di wajahnya, Yuju bersyukur keluarga nya masih hidup.
"Maafkan Yuna, jika Yuna tidak mengangap Ibu!!!" Yuju menutup matanya, merasakan dosa-dosa yang pernah ia lakukan
"Yuna sayang," hanya kata itu yang bisa Yoona katakan, ia tidak peduli pada keadaan putrinya bagaimana ataupun hal lain tentang dirinya
Kebersamaan sebuah keluarga melengkapi kebahagian, kini sang putri yang menghilang telah kembali.
Tawa juga keceriaan bahkan kegembiraan Yuju rasakan sampai ia melupakan bahwa dirinya tengah merasakan kesedihan jauh dari belahan jiwanya, yang ia rasakan tidak lagi peduli padanya.
2 bulan berlalu, akhirnya Yuju sadar bahwa kebahagian membutakan nya pada keadaan.
Perut yang semakin membesar, juga rasa rindu terus menyiksa.
"Jungkook," ucap Yuju dalam hatinya
Jeritan memanggil nama suaminya, tak sanggup ia tahan hanya berdiam dan terdiam agar tetap tegar.
Hari ini adalah hari pertunangan nya dengan Lee Taeyong, seorang anak orang kaya yang sejak kecil sudah di jodohkan dengannya.
Sudah berulang kali Yuju memohon pada Ibunya, agar tidak menikahkan dia dengan orang lain... Karena dia sudah mempunyai seorang suami.
Namun, waktu pembuktian yang di berikan kedua orang tuanya padanya. Sudah berakhir, hanya tinggal penyesalan di sertai kekesalan.
Yuju menjauhi keramaian demi mencapai kedamaian hatinya, kini ia tengah duduk di halaman belakang sambil melamun.
Tak berapa lama datanglah seorang perempuan yang tak asing lagi baginya.
Shuttt!!!
"Nona Yuna, tuan Taeyong sedang menunggu anda!" ucap nya berdiri di depan Yuju
"Tunangan sudah mau apalagi dia?" Yuju mendogak wajahnya sedikit ke atas, menatap wanita di depannya dengan tatapan marah
"Maaf Nona, anda selalu bersikap kasar padanya. Saya peringatkan! Anda tidak boleh terus-menerus mengabaikan kehadiran dan dukungannya pada anda. Kalau tidak ada tuan Taeyong, anda mungkin tidak bisa hidup," cerutu Rose yang tak bisa tinggal diam ketika tuan mudanya di abaikan oleh Yuju
"Kenapa kamu bicara seperti itu?" Yuju terusik merasa tersinggung akan ucapan Rose yang ia tak paham maksudnya
"Nona ingat tidak, ketika Nona terpeleset saat sedang menuju kamar mandi. Tuan Taeyong menolong anda, menjatuhkan tubuhnya terlebih dahulu sehingga tubuh Nona bisa betumpu di tubuhnya. Nona malah menyalahkan dia, bersikap sembrono pada Nona... itu tidak benar Nona, tuan Taeyong harus menjalani operasi tulang belakang setelah menolong Nona. Makannya dia tidak hadir saat pelantikannya menjadi presdir," Rose menceritakan kebaikan Taeyong pada Yuju, yang menurutnya sudah sangat baik memperhatikan Nona nya tapi ia menyesal kenapa Nona nya tidak pernah peka terhadap perasaan tuannya
"Dimana dia sekarang?" Yuju berdiri bersiap pergi menghampiri Taeyong

"Dia tengah beristirahat di kamarnya, tiba-tiba rasa pusing ia alami," jawab Rose suaranya terdengar halus kembali
"Baiklah, terimakasih." Yuju berjalan melewati Rose, rasa bersalah ia rasakan kata permintaan maaf mendesak hatinya untuk segera mengatakan
__ADS_1
To be continues..........