
~ Secret Director And Assistant ~
Typo!!!
Author pov
Yuna setiap pagi nya mengalami kepahitan dalam rasa sedihnya, ketika ia harus menjalani keseharian tanpa pendamping di sisinya.
Kalau di pikirkan, momentum inilah yang di butuhkan Yuju untuk lebih dekat lagi dengan suaminya.
Lebih perhatian lagi Jungkook padanya, membutuhkan kasih sayangnya melebihi kemarin-kemarin yang ia rasakan.
Siang hari Yuju bermain di halaman belakang mengajak main Jeno untuk menghibur nya.
Tapi masih saja terasa belum lengkap keluarga nya, Yuju kembali melamun di atas ayunan.
Kesadarannya menurun, pikirannya terasa berat untuk terus di pukul olehnya.
Kerinduan menjadi permasalahan pokok yang tak dapat dikontrol ketenangan nya.
Menjelang waktu petang, Yuju di ajak masuk ke dalam rumah oleh si nenek tua yang bekerja di rumah barunya.
Yuju tersenyum menghargai ajakan sang nenek, ia sadar tidak seharusnya ia mengabaikan kebaikan nenek itu.
Yuju dan nenek pun masuk ke dalam rumah, pada malam harinya.
Yuju telah selesai memandikan Jeno dan menidurkan nya.
Ia keluar kamar dan menunggu di ruang tamu, sifat bandelnya tidak hilang walau Jungkook sudah memarahinya untuk segera tidur lebih awal.
Yuju masih berharap Jungkook pulang lebih awal, namun sayangnya.
Suaminya tak kunjung datang pada tengah malam tiba, Yuju masih terjaga dengan kesetiaan nya menunggu kepulangan Jungkook.
Pada akhirnya Yuju merasakan ngantuk dan lelah, ia berbaring di sofa panjang dan mulai terpejam kedua matanya perlahan.
Jungkook baru sampai di dalam rumahnya pada jam 02 pagi, lelaki itu terlihat kelelahan wajahnya yang pucat di penuhi keringat dingin yang membasahi pakaian yang ia kenakan.
Jungkook melirik ke arah sofa dan melihat Yuju yang tertidur di sana.
Jungkook menyimpan tas hitam kerjanya di atas meja, menghampiri sang istri lalu berjongkok di samping tubuh Yuju setelah ia sampai di sana.
"Kamu sangat sayang padaku, hingga kamu menyiksa dirimu." elusan telapak tangan Jungkook menelusuri lembut rambut Yuju
Jungkook mengangkat tubuh Yuju membawanya ke kamar mereka berdua, tidak ada keluhan yang Jungkook gumam kan.
Memang benar ia sangat letih dan penat ingin segera mengistirahatkan tubuhnya dari aktivitas.
Tapi ia tidak bisa tinggal diam, kalau Yuju dalam keadaan tidak baik.
Menghiraukan keluh kesahnya, ia tetap ingin membahagiakan Yuju walau istrinya tidak mengetahui perlakuan lembutnya terlihat.
Jungkook menurunkan tubuh Yuju ke atas tempat tidur, menyelimuti seluruh tubuh istrinya tak lupa ia sematkan ciuman di dahi Yuju.
Jungkook segera memaksakan langkah kakinya yang sudah terasa pegal untuk membersihkan diri di kamar mandi.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian......
Jungkook mengecek kondisi Jeno yang sudah mempunyai tempat tidur sendiri di samping tempat tidurnya.
Ia menatap bayi laki-laki itu dengan tatapan kerinduan, sudah lama ia tidak bermain dengan anak angkatnya.
Jungkook memangku tubuh Jeno sebentar, melepaskan rasa rindunya.
Sebuah kecupan sebagai tanda kasih sayang juga berakhirnya kisah ayah dan anak, Jungkook menurunkan perlahan tubuh Jeno dari atas pangkuan tangannya ke atas spray.
Ada sebuah rasa yang tajam tak dapat di sembunyikan oleh Jungkook, hingga perasaan itu memunculkan senyuman tulus laki-laki yang akan segera menyandang status sebagai seorang Ayah.
Jungkook naik ke atas kasur, ia berbagi selimut dengan sang istri.
Kebiasaan Jungkook sebelum tidur selalu memperhatikan wajah Yuju, hal itu ia lakukan sebagai obat untuk membuat nya tertidur dengan cepat.
Tepat pukul 05.00 waktu subuh, Jungkook bangun terlambat dari biasanya ia pergi ke kantor.
Laki-laki itu segera bangun dan buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
Kegiatan nya menimbulkan suara bising, sehingga Yuju terbangun dari tidurnya.
"Jungkook," panggil Yuju
Kedua kakinya di turunkan dari atas ranjang, Yuju berdiri tegap dan berjalan menuju pintu kamar mandi.
Saat ia menekan gagang pintu tak dapat di dorong untuk terbuka, jadi terpaksa ia menunggu Jungkook selesai mandi.
Penantian nya pun berakhir Jungkook membuka pintu dan keluar, Yuju yang masih di Liputo rasa kantuk tidak bisa membuka matanya lebar-lebar.
"Hey...." kedua tangan Jungkook menangkup dagu Yuju, sembari menggerakkan semua jari tangannya memberikan elusan
"Hm...." Yuju bersuara, ia menjawab panggilan Jungkook dengan dehaman
"Apa aku membangunkan mu?"
Yuju menggelengkan kepala, bahwa pertanyaan Jungkook tidak ia benarkan.
Jungkook hanya tersenyum, laki-laki itu segera berdiri dan berbalik melangkah menuju lemari pakaian.
Ketika lelaki itu sibuk memilih setelan yang harus ia pakai ke kantor, Yuju memeluk tubuhnya dari belakang.
Istrinya menyandarkan wajahnya di punggung nya, ia juga merasakan deruh napas yang bergemuruh menyentuh kulit tubuhnya.
"Yuju lepaskan pelukan mu!"
"Tidak!!" tolak Yuju meninggi suaranya
"Aku harus memakai pakaian, tidak mungkin pergi ke kantor setengah telanjang kan." Jungkook menjatuhkan gantungan pakaian yang telah ia pilih
Berusaha melepaskan jeratan tangan Yuju yang melingkar di pinggang nya.
"Ayoo bercintalah denganku ku!" ucap Yuju memaksa
"Tidak bisa, kamu sengaja mengatakan itu untuk menahan ku pergi." Jungkook terpaksa berbuat kasar pada istrinya, menarik kedua telapak Yuju dari perutnya secara paksa
__ADS_1
Membalikkan tubuhnya kebelakang dan bertatapan dengan istrinya.
"Apa yang kamu pikirkan tentang ku, sehingga kamu berubah menjadi anak kecil yang manja Yuju?"
"Aku kesepian Jungkook, tidak bolehkah kamu membalas rasa rinduku. Apa hanya wanita itu yang berhak merindukan kehangatan mu, gara-gara aku hamil besar kamu mengabaikan aku. Aku merasa sedih, tak kala kamu terus berpaling dan menghindari ku." Linangan air mata Yuju berjatuhan keluar dari matanya, ia menangis untuk menyampaikan kesedihan terdalam hatinya
"Apa itu yang kamu pikirkan tentang ku...."
"Iya, sudahlah kalau kamu mau pergi jangan salahkan dirimu kalau aku menghilang saat kamu pulang nanti." Yuju berbalik membelakangi Jungkook, ia berjalan menuju tempat tidur
Namun, langkahnya terhenti karena tarikan tangan Jungkook yang kuat menariknya kembali untuk berhadapan dengannya.
"Berhenti bertingkah konyol lagi Yuju, aku kurang perhatian apalagi padamu." Jungkook melepaskan genggaman tangannya, untuk memeluk tubuh Yuju masuk dalam dekapannya
Jungkook menutup kedua matanya perlahan, ia ingin merasakan kerinduan yang mulai terbalaskan karena telah berhasil melampiaskan keluar.
"Jangan katakan aku tidak peduli padamu, aku berada di kantor hampir 20 jam setiap harinya aku bekerja di ruang kerjaku. aku kelelahan hingga tidak bisa memberi perhatian lebih banyak untukmu...." ungkap Jungkook meluruskan kesalahpahaman istrinya
"Bekerja untuk sebulan penuh, agar saat menjelang kelahiran bayi kita aku ada untuk mu. Menemani mu di masa sulit juga merawat bayi kita bersama-sama, hadiah ku sudah aku katakan." Jungkook membuka matanya perlahan, satu kecupan tersimpan di atas kepala Yuju
Betapa sayangnya Jungkook pada Yuju, walau istrinya selalu penuh kecurigaan padanya.
"Tidak berbohong kan?" jari tangan kanan Yuju meraba bidang dada Jungkook
"Tidak aku mengatakan hal jujur," ucap Jungkook singkat
Yuju tak lagi segan membalas pelukan suaminya, akhirnya dia mengerti mengapa Jungkook pulang larut malam ataupun sampai pagi.
Jungkook menasihati Yuju untuk tidur lebih awal dan tidak menunggunya lagi.
Karena hanya beberapa Minggu lagi, ia akan mengambil cuti panjang.
Bahagia tak terkira ukuran nya, Yuju senang terhadap rencana Jungkook untuknya dan anak mereka yang akan segera melengkapi keluarga kecil keduanya.
Jungkook meminta bantuan pada Yuju untuk membantunya memakai pakaian, karena hari ini dia ada jadwal meeting penting dengan perusahaan sahabat nya.
Yuju mengambil setelan pakaian lain di lemari yang ia rasa cocok di kenakan suaminya.
Ketika tahap akhir Yuju merapikan dasi Jungkook, suaminya malah mengangetkan nya dengan kecupan manis yang langsung beralih ke dalam ciuman.
Yuju membalas ciuman yang di berikan suaminya, mengalungkan kedua tangannya di atas pundak Jungkook.
Lidah mereka saling beradu, membentuk sebuah kenikmatan untuk mencapai rasa puas tersendiri bagi mereka.
Yuju memberikan peringatan pada suaminya, bahwa ia tak sanggup lagi bertahan dengan memukul-mukul punggung Jungkook.
Segera Jungkook melepaskan lumatannya, untuk membiarkan Yuju menghirup udara menetralisir jalur napasnya ke arah normal kembali.
Jungkook mengakhiri hubungan romantisnya dengan memberikan sebuah ciuman di leher Yuju di sertai gigitan tertinggal di sana.
"Aww!" Yuju mendorong kasar tubuh suaminya, untuk pertama kalinya Jungkook berbuat nakal padanya sebelumnya ia tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu
Jungkook hanya tertawa puas, ia mengatakan gigitannya merupakan hukuman untuk Tujuan karena tidak mau mendengarkan ucapannya dari kemarin-kemarin.
"Jungkook!!" teriak Yuju geram, ia marah pada suaminya dan langsung mengejar Jungkook yang pergi keluar dari kamar mereka
__ADS_1
To be continue.........