
Hayoo!!!
Siapa tadi yang gemas?ππ
Typo ya gaesss!!!!
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
Yuju di bawa pergi oleh Rose masuk ke dalam mobil, mereka melanjurkan perjalanan menuju penginapan.
Yuju terus menangis sepanjang perjalanan, Rose sengaja menelpon Taeyong agar Tuan nya tahu, kalau tunangannya sedang bersedih.
Taeyong mendengarkan tangisan Yuju, yang terus berbicara tidak jelas dan memanggil nama Jungkook.
"Jeon Jungkook, ya... Dia apa bedanya aku dengannya," gumam Taeyong
Kini laki-laki itu tengah bersandar di punggung sofa, sembari mengaktifkan speaker suara di teleponnya.
Merebahkan diri, melepas rasa penat setelah menyelesaikan pekerjaan nya.
Tiba-tiba suara gemuruh mobil, membisingkan suasana.
Brum....brum!!!!
Mesin mobil baru saja di matikan, setelah terpakir di depan penginapan.
Yuju segera melangkah keluar, berjalan dengan sangat cepat menuju ke dalam.
Matanya melirik Taeyong yang tengah memperhatikan, sudut bibir laki-laki itu sedikit terangkat senyum atau sebuah smirk menertawai keadaanya.
"Kau!!!" Yuju menunjuk ke arah Taeyong di sertai rasa marah, wajahnya memerah menggulung bibir
"Mau duduk dan bicara sebentar?" tanya Taeyong halus nada terdengar
Yuju langsung pergi menaiki tangga, walau doa tidak tahu harus mengarah ke tempat mana ia tidak mempedulikan.
"Kalau tersesat balik lagi, Yuna!" teriak Taeyong sedikit mendogak wajahnya ke atas, melirik Yuju yang terburu-buru ingin menyelesaikan perjalanan naik anak tangga
.....
πβ¨π±ππΈβ¨π
πβ¨π¨ππ©β¨π
πβ¨π΄ππ΅β¨π
πβ¨π―ππ°β¨π
πβ¨π½ππβ¨π
AllYouNeedIsLove
ππππππβΊ
..........
Are you ready!!!
Semilir angin melintasi kawasan kota B, cuaca cerah dengan sinar mentari yang terang.
Sudah berhari-hari Yuju mengurung diri di kamar, hanya ada anggukan dan gelengan kepala saat bertanya padanya.
Suaranya seperti tertekan di tenggorokan tak ingin mengatakan, Yuju duduk melamun menatap ke arah luar.
Rose datang menghampiri Yuju, berniat untuk menghibur Nonanya. Akan tetapi, respon Yuju sederhana.
Hanya sebuah lirikan mata memandang, dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Nona, jangan menyiksa diri anda makan hanya sedikit, apa Nona tidak merasa bayi anda membutuhkan tenaga. Kalau anda tidak ada suapan energi, bayi anda tersiksa keadaanya melemah." ujar Rose tangannya bertumpu di atas bahu Yuju
"Bayi...." gumam Yuju tersadar dari lamunan
"Nyonya Yoona menghubungi saya, apa anda sudah periksa ke dokter atau belum. Karena kita belum melakukan pemeriksaan, jadi saya jawab belum. Beliau mendesak saya, agar anda pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi. Tuan Taeyong akan datang belakangan, dia ada urusan di luar kota B," jelas Rose, Yuju terguncang perasaannya kini ia harus berpikiran positif dan jernih demi kebaikan anaknya
Yuju bangkit dari keterpurukan, dia adalah Min Yuna yang tidak mengenal murung ataupun terluka.
"Kakak pasti tidak suka, kalau aku terus bersedih seperti ini. Aku harus tegar, bagaimana pun resiko itu sedang berjalan mengancamku. Ya!!! Min Yuna, gadis seksi yang cantik. Mana mungkin galau, bukan Yuna namanya," ucap Yuju menyemangati dirinya sendiri, ia berlari ke kamar mandi
Namun, bukannya melangkah masuk ia malah berhenti.
Yuju berbalik kebelakang, menatap Rose yang terlihat bingung dengan tingkah anehnya mungkin dia belum mengerti.
__ADS_1
"Ahh!! Rose, siapkan bajuku kita pergi ke rumah sakit." Yuju memantapkan langkah masuk ke dalam, menutup pintu dengan cepat
Blammm!!!!
Pintu tertutup rapat.
"Min Yuna gadis seksi yang cantik, wow!!!" Rose membuka mulutnya sedikit lebar, ia tak percaya apa yang barusan ia dengar
.....
πππππππ
βπ§ππππ¦β
π±ππβπππ±
βπΒ CallΒ Β meΒ πβ
πππππππ
......
Pukul 14.30 jam dingding rumah sakit waktu yang Yuju lihat, gadis itu memakai highheels cukup tinggi.
Rambut tergerai panjang, mengenakan pakaian atas berlengan seperempat warna merah dipadukan dengan rok mini di atas lutut.
Yuju berdiri kedua tangannya bersedekap, sedang membaca papan informasi di depannya.
"Ku harap Nona baik-baik saja, aku tidak menyiapkan pakaian yang ia kenakan saat ini. Mengapa dia mengubah style pakaiannya." Rose menggelengkan kepala heran, darimana Nonanya mendapatkan ide semodis itu padahal pakaiannya yang dia siapkan di dalam koper sesuai untuk ibu yang tengah hamil
Tiba-tiba telpon Rose berdering di sertai getaran, panggilan telpon itu berasal dari Taeyong terlihat dari layar ponsel.
"Nona Yuna." Rose berdiri di samping tubuh Yuju
"Hm...." jawab Yuju kedua matanya tetap fokus membaca tulisan yang ada di papan
"Saya pergi dulu sebentar, untuk mengangkat telpon di sini cukup berisik." ucap Rose sembari menunjukan layar ponselnya ke depan mata Yuju
"Ya... pergilah." jawab Yuju sedikit menggeser kan langkahnya ke samping, ia ingin tahu lebih paham apa yang di maksud papan informasi itu
Rose pergi ia menerima panggilan dari Tuan muda, ponselnya menempel di sebelah pipinya.
"Hallo!!...., ...." ucap nya sopan
"Iya..., aku ..., sedang menuju ke sana. ..., apa?! ...."
"Kamu ..., tenang! ..., tidak akan..., ada hal ... buruk..., ..., pada Jeno...., ...." Jungkook sibuk berbicara di tengah rasa cemasnya
Tak kala itu Jungkook melewati Yuju yang membelakangi dirinya.
οΏΌ
Sempat terasa sesak dada Yuju, hingga ia berbalik dan mengatur jalur napasnya Jungkook baru saja melewatinya.
"Uhuk...! Uhuk!!" Yuju tak bisa menahan rasa sesak, seperti merasakan debu memasuki tenggorokan nya
Suara batuk bergema di telinga Jungkook lebih kuat di banding pembicaraan di telpon, Jungkook membalikkan tubuhnya kebelakang 180Β°.
Terkejut sekaligus syok, wanita yang selama ini ia cari dan rindukan ia lewati begitu saja.
Jungkook berlari dan menjatuhkan ponsel dari genggaman tangannya, ingin lebih cepat sampai ke tempat Yuju.
Yuju yang masih merasa tidak enak di area tenggorokannya, menyentuh lehernya dan mengelus-elus.
Ia balik kanan, saat kedua matanya lurus ke depan.
Yuju menatap Jungkook yang tengah berlari dengan kecepatan penuh, menuju ke arahnya.
οΏΌ
"Apa aku bermimpi!" Yuju mengedipkan kedua matanya
hantaman tubuh Jungkook memeluk Yuju erat, memanggil namanya sekaligus melepas napas panjang.
"Yuju!"
Hembusan napas mengenai kulit pundak Yuju, membuat tubuhnya bergetar.
Hawa kehangatan merasuki tubuh Yuju yang dingin, ia merasa kedamaian kembali datang menyapa.
"Harum yang ingin aku hirup, aroma tubuh mu masih tetap sama," gumam Yuju suaranya halus
"Aku merindukanmu!!" ucap Jungkook alur napas yang belum berjalan normal
__ADS_1
"Kemana saja kamu pergi, apa aku tidak ingat aku...." perkataan Jungkook terpaksa do hentikan olehnya karena tubuh Yuju berontak
"Lepaskan aku pembohong." Yuju berusaha melepaskan dirinya dari pelukan suaminya
Jungkook melepaskan Yuju, mengingat dia tengah mengandung anaknya.
"Ada apa denganmu, aku pembohong?! Apa maksudnya." tatapan Jungkook mengisyaratkan permintaan penjelasan tentang perkataan Yuju yang tidak pernah ia lakukan
"Kamu benci padaku, kamu tidak pernah mencariku. Kamu sengaja menyingkirkan aku, agar kamu bisa bersama istri mu itu,"
"Tidak benar, sejak kapan kamu berprasangka buruk padaku. Yuju, aku mencari bahkan sampai saat ini,"
"Sudah!!!" Yuju menjauhkan dirinya dari hadapan Jungkook
"Pergilah!!!" Yuju merentangkan satu tangannya ke arah dimana datang Jungkook
"Aku tidak akan pergi, bagaimana kondisi bayi kita." Jungkook mendekati Yuju, meraba perutnya untuk merasakan keberadaan bayinya
"Jangan sentuh aku." Yuju menyingkirkan tangan Jungkook dari perutnya, api kemarahan menyala di matanya
"Keadaan bayimu memburuk, aku tidak ingin tambah lemah karena kehadiran mu... Pergilah!!" Yuju mendorong tubuh Jungkook, menjauh darinya
Karena Jungkook terus berusaha mendekatinya, Yuju terpaksa berjalan pergi demi menghindari pertengkaran lebih dalam lagi.
Sayangnya Jungkook berhasil meraih salah satu tangannya, hingga ia di tarik kembali untuk saling meluruskan kesalah pahaman.
"Yuju, dengarkan aku. Perhatian kedua mataku, jika ada kebohongan yang kamu lihat kamu pantas mempercayai nya." Jungkook menatap Yuju dengan keseriusan, ia ingin membuktikan bahwa ia berkata jujur pada istrinya
Yuju memperhatikan gerak mata Jungkook yang seimbang menatap dirinya, ia bisa merasakan kejujuran suaminya.
Tidak ada kebohongan ataupun celah buruk di dalam pancaran matanya, pandangan yang selalu ia lihat dulu masih tetap sama ada di mata Jungkook.
Saat Yuju akan mengatakan sesuatu pada Jungkook, Eunha datang mengacaukan segala yang baik.
Ia menarik tangan Jungkook yang tengah memegang erat pergelangan tangan Yuju.
"Apa-apaan ini." Eunha menghempaskan tangan Yuju secara kasar
"Wanita jalang!! Jangan berani deketen suami orang ya!" Eunha menunjuk Yuju, dendam masih membara dalam hatinya
Yuju tertekan hingga ia tidak bisa melawan, Rose telah selesai berbicara dengan Taeyong yang sedang menuju kemari.
Rose berjalan ke tempat semula dimana ia meninggalkan Nonanya.
Eunha menampar pipi Yuju, Jungkook menjauhkan dia dari istrinya.
"Kenapa kau menamparnya, apa hak mu?" Jungkook mencengkeram kuat pergelangan tangan Eunha, hingga dia meringis sakit
"Aww!!" lirih Eunha menahan rasa sakit
"Kau menghujatnya terus menerus, apa hatimu sudah tidak punya perasaan hah!" Jungkook memandangi Eunha, matanya memerah melotot padanya
"Kenapa kamu selalu membelanya, aku dan dia tidak sama. Dia siapanya kamu?" tanya Eunha, di saat Jungkook akan menjawab pertanyaan nya
Yuju di gandeng Rose yang datang bertanya ada keributan apa yang sedang terjadi.
"Hey!! Kalian menganggu ketenangan Nona saya!" tegur Rose, mengamankan Yuju dari penindasan menurutnya
"Siapa lagi ini, kau meminta bantuan untuk melawan ku." Eunha menarik lengannya hingga terlepas dari genggaman Jungkook
"Gadis tengik yang tidak tahu diri, walau Nona Yuna baik padamu tapi berbeda denganku ya. Kau dan lelaki ini ngapain di sini, hanya mencari masalah saja. Sudah pergi, atau mau ku panggil keamanan!" ancam Rose tatapan tajam, mengkilat bola mata hitamnya
"Wanita hina itu yang menganggu suamiku, beraninya dia memegang tangan Jungkook," Eunha melakukan pembelaan karena merasa terdesak akan perkataan Rose
"Mungkinkah ini suaminya Nona," pikirnya menebak Rose berbicara dalam hati
"Ck...ck... Tidak mau mengaku ya, satu tamparan membuat mu angkat bicara." Rose menampar pipi Eunha cukup keras, terlihat dari jejak telapak tangannya yang menjelat di wajah Eunha
"Jungkook!!" Eunha menatap Jungkook, meminta bantuan darinya
"Sudah jangan mengadu, suamimu tahu kau yang bersalah sudah sana pergi... ngapain sih masih di sini." Rose menarik Yuju, setelah membalas kasar ucapan Eunha dengan tindakan
"Kenapa kamu diam! Jangan bilang...." Eunha memperhatikan arah tatapan mata Jungkook yang masih menatap kepergian Yuju
"Asisten buruk itu kau perhatikan." Eunha merasa kesal, ia berlari mengejar Yuju dan Rose yang tengah melangkah bersama menuju ruangan Dokter
"Dasar pelakor!!!" Eunha mendorong tubuh Yuju, hingga dia terjatuh bersama Rose yang sedang menggandeng tangannya
"Rasakan itu." Eunha berbalik dan tertawa puas
Jungkook langsung panik tak kala melihat Yuju terjatuh, ia ketakutan hal yang buruk mungkin terjadi pada istrinya juga bayi yang tengah di kandung.
To be continues.........
__ADS_1