Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke tiga puluh: romantis setiap saat


__ADS_3

Daerah Cukup Terlarang!!!


Warning!!!


Terdapat adegan 17+++


~ Secret Director And Assistant ~


Author Pov


🏨


Suasana di dalam rumah lamanya, dimana rumah itu didirikan atas dasar hadiah pernikahan antara dirinya dan mantan istrinya Lisa.


Tak di sangka olehnya, Ibunya menanti kedatangannya bersama dengan Eunha yang tengah terisak-isak sambil menggendong Jeno.


"Ada apa Ibu, apa Ibu habis memarahi menantu kesayangan mu." Jungkook duduk di sofa berseberangan dengan Ibu dan istri nya


"Diam kau anak durhaka, bagaimana pendidikan yang kau dapati selama ini. Apa kau mempelajari cara memperlakukan istri dengan cara keji seperti ini, hingga kau lupa menelpon istrimu yang dari kemarin sibuk mengurus bayimu. Kenapa kau tidak memperhatikan nya, kau malah menyusahkan nya dengan menitipkan bayimu padanya?" Ibu Jeon menceramahi Jungkook, karena anaknya sudah keterlaluan pada menantu barunya


"Ohh... Jadi Ibu marah padaku. Maaf kalau begitu! aku kira kehadiran Jeno membantunya melepas kerinduan nya padaku. Bukankah Ibu pernah bilang, tinggalkan bayiku di sini untuk di rawat olehnya. Tapi mengapa saat waktunya tiba, dia malah mengeluh pada Ibu dan mempermasalahkan nya padaku." belum satu menit Jungkook duduk di sofa ia sudah merasakan hawa panas menyegat masuk ke dalam tubuhnya, membuat ia keras tidak nyaman kalau duduk dan memutuskan untuk berdiri


"Beraninya kamu menuduh menantuku, dia tidak mengelih apapun tentang anakmu. Aku yang memperhatikannya, setiap hari dia merasa kesepian tanpa seorang pendamping di sisinya. Apa kau tidak bisa melihat ketulusannya, cintanya begitu besar padamu!"


"Aku akui ketulusan cinta Eunha padaku, tapi mengapa aku tidak bisa mencintainya apa aku juga salah tidak bisa jatuh cinta padanya. Takdir mengapa kau tidak bisa mengubahku untuk mencintai menantu kesukaan ibuku!" Jungkook menundukan kepala, mengeluh akan nasib yang ia jalani


"Sudah cepat pergi, kehadiranmu malah menambah beban bagiku." Ibu Jeon beranjak dari ruang tamu, ia sudah muak melihat tingkah putranya yang semakin hari kurang ajar padanya


Berani melawan juga berbuat semaunya, Jungkook tersenyum senang setelah melihat Ibunya pergi meninggalkan nya.


Ia segera berjalan menghampiri Eunha, mengambil alih Jeno dari pangkuan istrinya itu.


"Jika kau merasa kesepian karena aku tidak pernah sedikitpun perhatian padamu, carilah selingkuhan yang membuatmu bahagia. Tidak apa jika kau menduakan ku, aku tidak akan sakit hati." Jungkook memangku tubuh Jeno hingga kepala mungil bayinya bersandar di bahunya


"Kenapa kamu malah mendorongku ke dalam hubungan gelap, itu sama saja menghancurkan hubungan kita." Eunha tidak terima perkataan Jungkook hingga ia berdiri dan berhadapan dengan suaminya


"Mencintaiku menjerumuskan mu ke dalam neraka, mulai carilah kebahagian yang bisa membuat mu senang. Jangan khawatir soal kekesalan ku atau amarah yang aku dendam kan itu tidak akan terjadi, berbahagialah Eunha. Aku ingin kau tersenyum, bukan menangis setiap hari karena aku tidak ada bersamamu." Jungkook melangkah pergi, meninggalkan kepahitan bagi Eunha


Eunha duduk terjatuh di atas sofa, ia menangis lirih tak berdaya terhadap sikap acuh suaminya yang terus mengabaikan keberadaan nya.


"Jungkook, berapa kali lagi kamu menyakiti perasaanku. Tapi... Aku tak bisa membalas perbuatan jahatmu, sungguh aku ingin membalas perlakuan lembut mu yang menyakitkan ini...." air mata terus membasahi wajah cantiknya, matanya terlihat bengkak karena menangis setiap kali mengingat suaminya


Jungkook masuk ke dalam mobil, setelah ia menyerahkan Jeno kepada Yuju.


Lanjutan perjalanan menunu kota B, Yuju terlihat bahagia bisa bertemu kembali dengan Jeno.


.


.🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘..


Walau satu hari lebih ia meninggalkan bayi mungilnya, serasa setahun lamanya berpisah.


"Jeno ku sudah sebesar ini, maaf Ibu tidak merawat mu." Yuju mengecup pipi Jeno karena gemas sekaligus melepaskan rasa rindu padanya


"Dia baru saja berbicara, selama perjalanan pulang dari tadi menutup bibirnya rapat-rapat," batin Jungkook




.



.



.



~~~~~~~~~~~~............~~~~~~~~~~~~



Di kota B



🏩



Yuju tengah menyisir rambutnya yang basah sehabis membersihkan diri sepulang dari perjalanan jauh, di temani si kecil yang asyik sendiri.



Ceklek... Pintu kamar mandi terbuka, Jungkook yang menutupi setengah tubuhnya dati atas pinggang sampai atas lutut dengan handuk putih.

__ADS_1



Ia berjalan mendekati sang istri yang tengah bercermin sibuk menyisir rambutnya, yang panjang menjutai hampir menyentuh pinggulnya.



"Kenapa keluar duluan, kamu mengkhianati ku menipu dengan cara licik," ujar Jungkook kesal karena ia di tinggal sendiri di kamar mandi oleh Yuju



"Katanya tidak baik lama\-lama di kamar mandi, apalagi berdua dengan mu," alibi Yuju



"Benarkah kata siapa?" Jungkook melingkarkan kedua tangannya, memegang erat pinggang istrinya



"Karangan ku saja, ingat tidak kata dokter. Sebelum usia kandungan ku menginjak 3 bulan, kamu tidak boleh menyentuhku. Sebab, berbahaya bagi si janin," alasan Yuju yang di benarkan oleh Jungkook, suaminya mengalah demi keselamatan keduanya



"Bukankah melakukan ciuman tidak membahayakan, benarkan," goda Jungkook bibirnya menjelajahi pundak Yuju menciumi leher sang istri



"Jungkook...." desah Yuju yang tidak bisa menahan suara kelemahannya, jari\-jari tangannya memeras punggung suaminya



Jungkook membalikkan tubuh Yuju, menariknya ke dalam pelukan lebih dekat lagi jaraknya.



Menangkup wajahnya, ibu jari tangan kanannya menyentuh bibir basah Yuju menjelajahi permukaan bibir istrinya menambah semangat nafsu yang tengah mengejarnya.



"Bagaimana aku tidak tergoda, bibir mu bagaikan madu manis yang membuatku kecanduan." Jungkook menyatukan bibirnya mencium bibir Yuju



Tarikan lidah memainkan hasrat keduanya, bermain rasa kegairahan menjadi raja kegirangan.




Mengabaikan Jeno yang membutuhkan perhatian, karena mereka berdua sibuk memabuk asmara yang sudah lama tak di lakukan.


.



πŸΈπŸ’—πŸ’—πŸΈπŸ’—πŸ’—πŸΈ


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ˜πŸ˜πŸ˜


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ˜πŸ’—πŸ˜


πŸΈπŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ˜πŸ’—πŸ˜


πŸΈπŸΈπŸ’—πŸ’—πŸ˜πŸ˜πŸ˜


πŸΈπŸΈπŸΈπŸ’—πŸΈπŸΈπŸΈ


πŸΈπŸ’œπŸ’œπŸΈπŸ’œπŸ’œπŸΈ


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


πŸ’œπŸŒΉπŸ’œπŸŒΉπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


πŸΈπŸŒΉπŸ’œπŸŒΉπŸ’œπŸ’œπŸΈ


πŸΈπŸŒΉπŸ’œπŸŒΉπŸ’œπŸΈπŸΈ


πŸΈπŸΈπŸŒΉπŸ’œπŸΈπŸΈπŸΈ


.



Pagi hari telah tiba Yuju yang baru saja terbangun dari tidur lelap nya mengingat kejadian semalam, membuatnya tersenyum malu tak kala membayangkan ciuman suaminya yang masih ia rasakan.



Memandangi wajah Jungkook yang tertidur nyenyak di depannya, ia semakin tersipu bahagia tak terhingga memiliki suaminya seperti nya.


__ADS_1


Selain sikap arogan juga dingin, sisi lembut lebih di rasakan nyaman olehnya.



Jungkook terkadang marah karena ambisi yang menguasai pikirannya, tapi tidak melupakan kebaikan dalam hatinya.



Itulah kebahagian yang ia miliki, hingga Yuju mengakui kelembutan nya sebagai seorang suami yang pantas di acungkan jempol.



Yuju menyibakkan selimut tebal putih dari tubuhnya, lalu mengikat rambut yang tergerai nya.



Menggeser kan garden hingga cahaya mentari pagi masuk menerangi ruang kamar, saat ia akan pergi keluar.



Ia menengok suaminya yang masih tertidur, walau cahaya sudah menerangi wajahnya.



Yuju berjalan menuju sisi ranjang duduk di sana, menyelimuti dengan benar selimut yang tidak rapi di tubuh sang suami.



Ketika itu Jungkook membuka matanya dan menempelkan satu ciuman pagi di bibir Yuju dalam waktu singkat.



"Direktur, kau cepat sekali." Yuju berdiri sambil menarik selimut yang menggulung tubuh suaminya



"Mau aku terus mencium mu, sini." Jungkook menggerakan jari tangannya, mengajak Yuju untuk menghampirinya



"Tidak!" Yuju menggeleng enggan



"Katanya cepat, aku perlambat bagaimana?" tawar Jungkook, yang begitu senang menggoda istrinya pagi\-pagi



"Tidak mau, cepat pergi mandi aku buatkan sarapan untukmu." Yuju segera berlari menjauhi suaminya, yang tengah menunggu datang nya waktu romantis berduaan dengannya



"Masih menutup keinginan ya, katakan saja kalau kamu suka, aku juga bersedia melakukannya." Jungkook mengibaskan rambut depannya ke belakang, kedua kakinya turun dari atas ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri



Di dapur\>\>\>\>\>\>\>\>



Yuju tersenyum setiap kali ia membayangkan wajah suaminya, ada keunikan tersendiri di setiap kejadian romantis yang terjadi pada dirinya dengan Jungkook.



"Mengapa aku sebahagia ini," Yuju akhirnya tertawa kecil karena salah tingkah



Ding...dong....



Seseorang telah menekan bel rumahnya, sehingga berbunyi. Yuju terpaksa menghentikan kegiatannya yang tengah mengiris bawang, mencuci tangan lalu berjalan ke arah ruangan tamu.



Karena tergesa\-gesa Yuju lupa membuka celemek motif bunga, yang ia kenakan.



Drkkk... Suara pintu terbuka lebar.



Berdirilah seorang wanita membawa kedua koper di sisi tubuhnya, menatap Yuju dengan tatapan angkuh menjungjung kesombongan dirinya menganggap rendah Yuju karena derajatnya.



To be continues..............

__ADS_1


__ADS_2