Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
keempat puluh Sembilan: Pergi ke pernikahan


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Eunha langsung meraih gagang pintu mencoba menutup kedua papan tersebut untuk saling menyatu.


Usahanya gagal karena Mingyu mendobrak pintunya, hingga ia kalah dan terhempas jatuh ke bawah.


Dengan sigap Mingyu menolong Eunha, mengulurkan tangannya namun Eunha menepis uluran tangan Mingyu.


"Pergi!!" teriak histeris Eunha


Mengundang orang-orang di dalam rumah segera berlarian menghampirinya, Mingyu tidak bisa menghadapi banyak orang yang tengah mendatangi nya.


Ia tidak ingin mengundang masalah untuk di hadapinya, buru-buru keluar dari rumah tersebut.


"Nyonya anda tidak apa-apa?" tanya seorang pelayan sembari membantu Eunha untuk berdiri


"Tidak, lain kali kalau pria itu datang ke sini usir saja. Pake cara kekerasan pun tidak apa-apa." Eunha menjauh dari pelayan itu, rasa takut merasuki tubuhnya


.......................


Jungkook seperti anak kecil di atas pangkuan Yuju, ia merasakan belaian tangan istrinya menyisir helaian rambutnya.


Hanya senyuman menunjukan kebahagiaan, lelaki yang hampir berumur 23 tahun itu banyak bicara melebihi perkataan yang di sampaikan istrinya.


Yuju di buat tertawa terbahak-bahak oleh candaan juga hiburan garing dari sang suami, Jungkook yang kadang salah mengucapkan kata.


"Kai, bagus bukan?"


"Apanya yang bagus,"


"Nama untuk bayi kita," ungkap Jungkook


"Kalau dia bukan laki-laki, kamu masih tetap mau namai dia kai?"


"Ohh tentu saja tidak, key,"


Yuju hanya tersenyum, kepalanya turun ke bawah.


Ia menatap Jungkook dari jarak yang sangat dekat.


Menyetuhkan hidungnya beradu dengan hidung suaminya, gerakan pelan bibir Yuju mengecup pipi suaminya.


Jungkook senyum kegirangan, ia meminta kecupan di ubah menjadi sebuah ciuman.


Tetapi Yuju tidak memberikan apa yang Jungkook inginkan, ia pun berbisik di telinga suaminya.


"Tidak bisa semudah itu, Jungkook... sayang." Yuju mengangkat kepalanya ke atas, ia tersenyum jahil pada suaminya


"Kenapa?"


"kamu belum mandi,"


Jungkook membangunkan tubuhnya, menatap Yuju di sertai senyum manisnya.


Jungkook beranjak dari atas ranjang, ia pergi menuju kamar mandi.


Yuju membenarkan posisinya untuk berbaring dengan benar.


Hari-hari semakin berlalu hingga satu Minggu, dimana Jungkook mendapat jatah lembur sampai 3 bulan.


Kini dia bisa bebas menemani kemana istrinya ingin pergi, olahraga bersama di lakukan setiap pagi.


Lari kecil hingga berjalan di atas hamparan krikil yang bisa menyehatkan tubuh, yang bertebaran di halaman belakang.


Siang harinya, Jungkook berenang di temani Yuju yang hanya menenggelamkan kedua kakinya sampai ke lutut.


Jungkook berenang bersama Jeno yang memakai pelampung di tubuhnya.


Begitu menggemaskan kejadian itu, sesekali Yuju masuk ke dalam kolam untuk menghampiri Jungkook yang lupa memberikan Jeno padanya.


Jungkook membimbing Yuju berjalan-jalan di area kolam, suara tawa dan kesenangan saling menyiram kan air.


Sore harinya, Yuju tiduran di atas paha Jungkook mereka berdua bersantai menikmati waktu senja di atas ayunan.


Jungkook yang membaca sebuah kisah di dalam buku, Yuju yang mendengarkan baik apa yang suaminya ceritakan sampai ia di jemput rasa kantuk.


Malam harinya, Jungkook memeluk Yuju erat, takut kehilangan sosok istrinya.


Mereka menuju alam mimpi secara bersamaan.

__ADS_1


Satu bulan berlalu, kegiatan mereka tidak ada yang berubah terkecuali pergi ke luar untuk membeli bahan kebutuhan.


Ketika Yuju membuka laci lemari kecil dekat tempat tidurnya, ia menemukan sebuah undangan dari SinB yang dulu ia simpan baik-baik di dalamnya.


Tepat pada hari ini, SinB akan menikah. Yuju membangunkan Jungkook karena semalaman bergadang menonton televisi, demi sebuah pertandingan sepakbola.


"Jungkook," panggil Yuju untuk suaminya yang masih terlelap tidur


Hanya dehaman kata"hmm....," Jungkook ucapkan


"Cepat bangun, kita harus pergi ke gedung pernikahan!" Yuju menggoyangkan tubuh Jungkook dengan tekanan keras


"Siapa yang menikah?" tanya Jungkook setengah sadar


"SinB, ingat tidak wanita manis yang selalu dekat di sisi inspektur Jimin itu loh," jawab Yuju


"Aku tidak ingat," Jungkook berusaha memejamkan matanya kembali


"Kamu tidak mau mengantar?"


Jungkook menggeleng mengisyaratkan kata tidak.


"Yaudah!! aku pergi sendiri, lagian ada kakak nya yang baik selalu perhatian, melebihi kamu lagi gantengnya." Yuju beranjak dari pinggir ranjang, berjalan pelan sambil menghentakkan kedua kakinya saat melangkah


Jungkook langsung terbangun, jiwa nya terusik tak kala Yuju mengatakan ada laki-laki lain yang lebih tampan darinya.


"Yuju!! Jangan coba selingkuh," Jungkook bersorak


"Maaf Jungkook, aku nggak janji." Yuju tergesa-gesa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, bersiap menuju ke tempat pernikahan


Jungkook menghempaskan selimut di tubuhnya, dengan segera menyusul Yuju ke kamar mandi.


Beberapa jam kemudian..........


Yuju berjalan bersama Jungkook menaiki anak tangga menuju gedung pernikahan, sedikit merasa risih oleh tingkah suaminya yang terus menggandeng lengannya.


"Jungkook, ini kenapa?" Yuju menatap lengannya, merasa tidak nyaman


"Pencegahan untukmu agar tidak kabur, aku tidak tahu seberapa tampan laki-laki itu hingga membuat kamu terus memujinya sepanjang perjalanan," jawab Jungkook tidak mempedulikan ketidaknyamanan istrinya


Sesampainya di sana, ijab Kabul langsung berlangsung.


Yuju belum sempat berbincang dengan pengantin wanita, apalagi dia belum melihat Minhyun di sekitar ruangan.


Jungkook menawarkan Yuju untuk makan, istrinya mengangguk dan minta di ambilkan dengan senang hati ia pergi mengambilkan makanan untuk Yuju.


Di saat itulah Minhyun datang menghampiri Yuju dan menyapa nya.


Mereka berdua berbincang-bincang, Minhyun menceritakan tentang dirinya pada Yuju selama ia bertugas di luar hingga ia tidak menangani kasus pencarian dan kehilangan.


"Suami mu orang terkenal, begitu aku mengetahui kasus penculikan itu. Aku berpikir kamu bukan di culik tapi kabur, karena dia menikah lagi," ucap Minhyun


"Tidak apa-apa dia menikah sampai seratus kali, aku bisa menikahi pria lain," sahut Yuju menanggapi cerita Minhyun


Jungkook baru saja datang, ia kaget melihat Yuju sedang tertawa mendengar ucapan pria di depannya.


Langsung memotong suasana hiburan yang terjadi dengan aura dingin yang keluar dari diri Jungkook, Yuju yang peka terhadap rasa cemburu suaminya memperkenalkan Minhyun.


"Aku tahu, pria yang tidak tahu aturan walau dia paham hukum dan undang-undang. Masih saja bermain mata dengan wanita yang sudah memiliki suami." Jungkook menyimpan piring yang berisi nasi dan lauk pauk juga sayuran yang di olah oleh para chef


"Maaf menyela, apa anda berkata-kata seperti itu untukku." Minhyun menatap Jungkook


"Tentu, tidakkah istriku ini bercerita tentang suaminya,"


"Nikmati acara yang kami adakan, maaf apabila ada yang kurang memuaskan." Minhyun tersenyum sesaat sebelum ia pergi dari meja pasangan suami istri itu


"Aku akui dia sama tampannya denganku," ucqpalas Jungkook


"Dia juga orang yang menyenangkan, asyik loh kalau kamu bicara sama dia," saran Yuju


"Tidak," tolak Jungkook


"Cemburu nya bisa tidak di kurangi sedikit," ucap pelan Jungkook


Jungkook mengambil piring yang tadi ia simpan, berniat menyuapi Yuju.


Tapi istrinya sudah menolak sebelum niat itu terlaksana, Yuju makan dengan lahapnya tak lupa di akhir suapan ia mengatakan terimakasih pada suaminya.


"Terimakasih," kata itu menjadi penutup pembicaraan Yuju dengan Jungkook sebelum mereka pergi ke atas mimbar untuk bersalaman dengan pengantin baru


Di atas mimbar, Jungkook bersalaman dengan Jimin, Yuju berjabat tangan dengan SinB.

__ADS_1


SinB yang terobsesi pada yang namanya sebuah keluarga bertanya pada Yuju, bagaimana cara mendapatkan seroang bayi.


"Kak Yuju, ajari aku cara mendapatkan ini." SinB menyetuhkan tangannya menempel di atas perut Yuju


"Hahaha," Yuju tertawa sejenak sebelum ia mengatakan jawaban


"Bertahan dan balas dendam," bisik Yuju ke telinga Yuju


"Bertahan apa maksudnya?" Kening SinB mengerut heran


"Saat kamu dan suami mu bersama, jangan ada kata menyerah, balas dendam artinya kamu harus membalas perlakuan suamimu, tak kala dia tidak pernah melakukan hal itu sebelum nya." jelas Yuju sembari tersenyum


"Kalau aku sudah bertahan dan balas dendam, apa aku akan punya bayi?"


"Masih ada kemungkinan iya atau berusaha lebih giat lagi, berjuang dan berdoa itu meyakinkan satu-satunya cara mencapai keinginan mu,"


"Ohh aku mengerti, terimakasih." SinB mencubit pipi Yuju


"Iya sama-sama, tapi jangan di tarik juga pipinya." Yuju mengelus kedua pipinya bekas cubitan tangan SinB


"Maaf!!" SinB menundukkan kepalanya sedikit ke bawah


"Kalau kamu menikah, kakak mu bagaimana?" pertanyaan dari Yuju langsung di tanggapi SinB yang melirik kakaknya tak jauh dari tempat ia berdiri


"Dia... tidak tahu, aku pusing memikirkan kesendirian nya, mengapa dia tidak sebaik Jimin dalam menemukan pasangan seperti aku. Padahal aku udah jodohin dia sama cewek, hampir 100 orang datang ke rumah untuk melamar kakakku," jawab SinB terus terang


"Seratus orang, apa kakak mu tidak kelelahan menghadapi para wanita itu?" tanya Yuju penasaran


"Tidak, sekali lihat langsung nolak. Akan tetapi, kalau nenek-nenek datang ke rumah dia langsung baik hati, mengajak bicara sampai mengantarkan pulang. Aneh kan,"


"Nggak aneh sih, kata kamu dia suka begitu," Yuju ikut miris terhadap keanehan Minhyun sebenarnya apa yang di cari laki-laki itu


"Tapi aku senang kakak datang ke pernikahan, kakak meluangkan waktu kakak." SinB tersenyum sembari menggenggam kedua telapak tangan Yuju sesekali mengayunkan lengan nya


"Sama-sama." Yuju membalas senyuman dengan tulus


"Ayoo berpoto dulu, buat kenang-kenangan!" Ajakan SinB di anggukan Yuju


SinB meminta pada fotografer untuk memotret mereka berdua, berlanjut dengan photo berempat.


Jungkook, Jimin, SinB dan Yuju, mereka mengabadikan momen kebahagiaan yang di rasakan saat itu juga.


Di pinggir jalan Yuju dan Jungkook di antar oleh Minhyun menuju ke tepat mobil mereka yang sudah terparkir di luar gerbang.


"Hati-hati di jalan," ucap perpisahan Minhyun


"Iya, tapi kamu harus berjanji untuk segera menikah," ujar Yuju


"Aku... akan menikahi mu, setelah perceraian yang suami layangkan," canda Minhyun


Mendengar perkataan itu, Jungkook tersinggung dan langsung marah.


"Apa yang kamu katakan tidak akan terwujud,"


"Aku tahu, aku bercanda mengatakan itu,"


"Ya... Aku anggap ucapan mu, omong kosong belaka. Terimakasih, sudah mengukur kecemburuan ku yang tinggi,"


"Tidak usah sungkan, aku bukan tipe pria yang suka merebut wanita yang sudah di miliki. Yuju memang sempat aku sukai, tapi mengetahui dia sudah punya suami perlahan perasaan itu mulai hilang,"


"Baguslah, harus kau hilangkan jangan ada yang tersisa." Jungkook segera menarik Yuju, ia meminta istrinya untuk masuk terlebih dahulu


Yuju menuruti perkataan Jungkook, senyum ramah menjadi pemanis akhir yang mengesankan bagi Minhyun darinya.


Dalam perjalanan Jungkook terus menggerutu pada Yuju, mengatakan dia tidak suka cara istrinya berbicara dengan Minhyun yang terlalu manis dan terkesan romantis.


Padahal Yuju mengatakan dan berbicara normal dan santun, menghormati jabatan Minhyun di kepolisian.


Tiba-tiba ketika Yuju mengatakan pembelaan, perutnya terguncang rasa nyeri yang sangat hebat.


"Argh!!" ringis-as Yuju mengundang perhatian Jungkook hingga menoleh ke arahnya


"Ada apa Yuju?" Jungkook mulai khawatir


"Perutku sakit sekali," Yuju menekan perutnya, agar bisa menahan rasa nyeri yang ia rasakan


Jungkook memerintahkan supir nya untuk pergi ke rumah sakit, teriakan rasa sakit Yuju mendesak nya untuk segera bertindak.


"Jungkook....!! tolong aku!!" teriak Yuju kedua tangannya mencengkram jok yang ia duduki


Jungkook tidak tahu harus berbuat apa, ia berusaha menenangkan Yuju.

__ADS_1


Istrinya terus menjerit-jerit, membuat suasana menjadi tegang.


To be continue...........


__ADS_2