
Typo hancur guys!!!
Good friday 😁
~ Secret Director And Assistant ~
Yuju berlarian di area pantai, tanpa henti berteriak memanggil nama kakaknya.
Ia menangisi kepergian kakaknya yang sangat cepat menjauh dari sisinya, menyesali dirinya yang tak bisa mempertahankan kebahagian bercampur rasa rindu terlalu mendalam.
"Kak Yoongi!" itulah nama panggilan kesayangan dari Yuju untuk kakaknya
"Kakak tega ninggalin aku lagi, kakak kembalilah!" Yuju melangkah dengan gerakan cepat, masuk ke dalam ke tujuan orang-orang yang tengah menikmati suasana matahari terbenam
..............
....................😬😬😬😬😬😬
............................
Di saat itu juga seseorang menarik tubuh Yuju ke dalam pelukannya, menenangkan perasaan kacau Yuju.
Secara otomatis Yuju berontak sekaligus mendongak wajahnya, melihat ke atas.
Tatapan mata kesedihan melebur di dalam tatapan Yuju, ia membalas dekapan seseorang itu dan menangis di atas bidang datarnya.
"Ada apa Yuju, tenang dirimu?" ujar seseorang itu sembari mengelus rambut lurus Yuju
"Jungkook, kakak Yoongi tadi ada di sini bersamaku... aku sangat menyesal menuruti permintaan kakak...." suara yang terisak-isak mengatakan ketidak jeladan apa maksud ucapannya, Yuju terus menangis mengingat kejadian tadi
Jungkook melirik-an matanya di sekitar pantai, mencari sosok yang di maksud Yuju.
Ketika ia mendapat sebuah gambaran, seorang Yoongi yang tengah berdiri di kejauhan memperhatikan dirinya dan Yuju.
"Kenapa kau membuat adikmu bersedih," batin Jungkook perhatiannya fokus kembali pada istrinya
Jungkook melepas pelukannya, ia menepuk bahu Yuju lalu memberikan seuntai kata penghibur bagi istrinya.
"Yuju, kamu tidak akan menangis karena hal ini kan. Ingat tidak, pertemuan pertama kita, kamu begitu keras kepala dan tidak mau menyerah begitu saja padaku, sekarang lakukan itu lagi... jangan memikirkan orang yang tidak ada di sisimu. Sudah jangan menangis lagi, itu berpengaruh buruk pada bayi kita nanti." kedua tepukan tangan Jungkook berubah menjadi rangkulan hangat, ia membawa Yuju keluar dari keramaian orang yang tengah menonton adegan mereka
Yuju tengah menggengam gelas di kedua telapak tangannya yang menyatu, Jungkook memakai kemeja putih lalu mengkancingkan satu persatu dengan tertib sampai rapi.
"Apa yang kakak mu katakan?" Jungkook membalikkan tubuhnya menghadap ke arah istrinya
"Waktu itu...."
Flash Black>>>>>>>
Yuju pov
Saat aku sadar, aku bangun dari tempat tidur. Suara gemericik air bising, aku tahu kamu tengah mandi.
__ADS_1
Merasa pengap di dalam kamar, aku membuka jendela.
Menghirup aroma udara segar, pemandangan indah di depan mata membuatku terpana.
Sampai seseorang yang tengah berbicara dengan temannya, menarik perhatian ku.
Awalnya aku termenung dan melamun, memikirkan siapa sosok yang tengah ku pandangi.
Tapi semakin lama, bayangan wajah seseorang itu mengingatkanku pada kak Yoongi, akhirnya aku memutuskan untuk keluar kamar dan menemuinya.
Ketika aku sampai di hadapannya, rasa rindu mendorong ku untuk melepaskan kerinduan ini padanya.
Aku memeluk seseorang itu sambil memanggil namanya, benar saja dugaan ku. Dia memang kak Yoongi, Jungkook.
"Yuna." kak Yoongi mengelus rambut panjang ku, aku merasa elusan kakak pertanda kasih sayang nya
"Apa kabarmu, sudah berapa lama kakak meninggalkan mu... apa kamu merindukan kakak?" tanya Yoongi sembari melepas pelukan
"Aku baik-baik saja, syukurlah kakak selamat dari rentenir jahat itu. Aku sangat merindukan kakak, kakak sekarang tinggal dimana?" aku meraba pipi sebelah kanan milik kakak, sambil tersenyum haru di sertai tetesan suci menyamai perasaan ku
"Aku baik-baik saja, tinggal berada di dekatmu jadi kamu jangan cemas aku tidak memperhatikan adik kesayangan ini." Yoongi menarik hidung Yuju, perlakuan kasar nan lembut kembali ia lakukan setelah lama
"Apa kakak sudah tahu... Aku menikah...." ucapanku di potong kakak, yang mengetahui aku tengah mengandung anakmu
Pengalihan alur ]]]]]]]]]]]]]]]]]
Author pov
Masuk kembali ke dalam ingatan Yuju>>>
"Rentenir jahat yang kamu maksud adalah suamimu sendiri Yuna, dia tidak bermaksud jahat padamu waktu itu. Karena pengaruh obat yang dia minum, dia menjadi brutal dan tidak bisa berpikir jernih. Melalui bawahannya, dia meminjamkan uang nya padamu...." ucapan Yoongi langsung di cegat Yuju
"Apa maksud kakak, suamiku... juga terlibat dalam pemukulan sadis terhadap kakak?" Yuju mundur beberapa langkah kebelakang dari jarak dekatnya dengan Yoongi
"Kakaknya yang membayar bawahan Jungkook untuk mengecoh kita Yuna, untung saja saat itu kamu pergi sebelum kedatangannya. Jeon Wonwoo membuat kakak tidak bisa melindungimu, percaya pada kakak pilihanmu tepat datang pada Jungkook." Yoongi menghampiri adiknya, memegang kedua bahunya menyadarkan Yuju dari kebingungan yang menerpa pikirannya
"Kenapa takdir mempermainkan perasaanku seperti ini, apa aku sudah di takdir kan dalam penderitaan kakak... aku berpikir anak ini nanti tidak akan mendapat banyak perhatian kasih sayang yang dia dapatkan tidaklah banyak." Yuju menunduk ke bawah menatap perut rata yang sedikit menonjol ke depan
Yoongi mengelus perut Yuju, mengatakan sesuatu padanya.
"Tenang saja, ada kakak yang akan memberi perhatian lebih ketika bayimu lahir. Tapi bukan untuk saat ini, kakak masih harus bersembunyi menjauh dari mu." Yoongi menarik kedua tangannya dari tubuh Yuju, ia tersenyum hangat memperlihatkan kemanisan senyuman gusi giginya
"Tutuplah matamu, kamu akan merasa lebih baik!" pinta Yoongi, memberi aba-aba kepergian yang tidak akan di mengerti adiknya bahwa perintah darinya adalah sebuah perpisahan
"Baiklah kakak." jawab Yuju dengan senyuman semangat percaya pada kakaknya, ketika kedua matanya mulai menutup Yoongi segera berlari menjauh dari tempat dirinya
Terus terpejam membuat Yuju gundah di sertai rasa penasaran akan hasil yang ia dapat, kenyataan indah yang ia dapat berakhir pilu dan kehilangan.
Raut garis kesedihan nampak jelas di wajahnya, Yuju mulai berteriak menggerakan langkah kaki yang cepat mengejar kemana pergi kakaknya.
Tujuan dan arah pasti tidak tahu dimana jalan yang benar, menuju ke arah kakaknya.
__ADS_1
"Kak Yoongi!" jerit tangis Yuju sambil berjalan di atas pasir
Flash Black Off<<<<<<<<
Ready Guys!!!
Rileks!!!😂😂😂
"Kamu membayar lunas hutangku, rentenir itu kamu sendiri," keterkejutan pada ucapan Yuju yang barusan dia katakan membuat Jungkook tak lagi mengelak dari kenyataan
Dia mengangguk dan menyetujui tuduhan Yuju terhadap dirinya.
"Permainan mu bagus, aku memang bodoh tidak pernah berpikir seorang direktur mana ada yang baik hati mengeluarkan uangnya demi ketulusan, tentu maksud dan tujuan ketahuan dari belakang. Selain aku menjadi simpanan, kamu memanfaatkan aku untuk mengandung anakmu... agar kelak posisimu aman bukan?" Yuju mendongak wajahnya sedikit ke atas menatap pedih Jungkook, yang telah melakukan tipuan terhadap dirinya
"Tidak Yuju, yang kamu pasalkan padaku tidak benar. Awalnya memang aku ingin membantumu, karena kamu adik partner ku. Tidak berniat memasukan mu ke dalam dunia permainan yang aku jalankan, tidak juga melibatkanmu masuk zona pertarungan sengit antara kedua saudara," sungut Jungkook membuat Yuju percaya akan ucapannya, yang tidak di sadari kebohongan
"Wanita simpanan, itu yang kamu sematkan untuk posisi ku. Melahirkan anakmu bukan berarti aku menjadi Ibunya, kamu menganggtikan posisi seorang Ibu yang aku punya pada istri barumu... sudah lama aku berpikir tentang ini, ketika kamu menikah dengan wanita itu. Aku hanya diam untuk berpikir tenang, dan mengatakan di saat yang tepat ... tapi, aku tidak bisa lagi memendam perasaan ini," ucap Yuju secara terang-terangan kenapa ia bungkam dan membiarkan pernikahan terjadi pada suaminya
"Kamu berpikir terlalu jauh mengenai diriku, jika aku berniat menyiksa mu aku tidak mungkin menikahi mu terlebih dahulu sebelum menjalankan hubungan denganmu, jangan berpikir aku menyeret mu ke dalam kegelapan Yuju," ungkap Jungkook mencerca perkataan istrinya
"Kenapa kamu tidak berperasaan sekarang padaku, jika anak ini lahir apa kamu akan mengurungnya sama seperti kamu mengurungku di dalam rumah, dia butuh kebebasan untuk berkembang dan tumbuh menjadi dirinya sendiri. Mengetahui banyak hal, keluarga ataupun lingkungan, aku rasa kamu tidak berpikir sampai ke sana bukan?" Yuju bangkit dari pinggir ranjang, saat hawa panas menyerang suhu tubuhnya
"Tidak akan pernah terjadi, dia tumbuh bersama Jeno sebagai anak kita." Jungkook ingin meraih bahu Yuju yang langsung di tepis oleh si pemilik tubuh dengan kasar
"Katakan padaku sampai kapan aku terus menyandang sebagai wanita simpanan seorang direktur, itu terlalu rendahan!" butitan kristal padat kecil melebur menjadi air menuruni wajah cantik Yuju
Dia tak bisa lagi menyembunyikan apa yang ia resahkan selama ini, mengatakan kejujuran sudah ia lakukan menunggu jawaban juga tindakan suaminya terhadapnya.
"Ada racun juga seorang pembunuh yang mengitari ku, ketika mata-mata itu tahu aku mempunyai istri apalagi tengah mengandung, mereka tidak segan-segan meracuni janin di dalam rahim juga membunuh ibunya. Apa kamu ingin berakhir seburuk itu, aku memikirkan tentang keselamatan mu. Aku peduli padamu, aku ingin kita bersama-sama." Jungkook menghantamkan tubuhnya, memeluk Yuju erat dalam dekapan hangat
"Begitu sayang nya kamu padaku?" kedua tangan Yuju menyusup masuk ke dalam selah-selah lengan Jungkook
"Bukan sayang lagi, melainkan sedang mencintaimu," ucapan Jungkook membuat ketentraman hati Yuju yang merasa kedamaian dalam kemerdekaan dari kejayaan perasaan risau nya
To be continues.................
Lelah cape, baru selesai kerja.
Besok harus kerja lagi, maaf telat update!
Semoga kalian tetap setia di sini, paling suka sama readers tidak sabaran dan tukang rusuh paling demen reader tanya-tanya kapan update!
Makasih banyak komentar juga bintang nya!
Buat readers fighting!
Baca like+comments!
Wajib kudu pisan!!!
See you!!!
__ADS_1
Jangan lupa sematkan komentar lagi!!!