
Sempat kan ya ders!!
Tekan like dan ketik komentar!!!
Typo!!
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
Jungkook senyum sesaat, lalu dirinya menyandarkan tubuh di punggung busa empuk.
Dia melirik Yuju sekejap memastikan situasi apa yang tengah istrinya rasakan.
"Kenapa? Apa kamu merasa kecewa atau bersedih!" Jungkook berbalik ke arah menghadap Yuju yang tengah memikirkan sesuatu
"Tidak!" Yuju menggelengkan kepala pelan sembari mengambil napas panjang
"Lalu... apa yang kamu pikirkan?" Jungkook mencoba menenangkan dirinya, agar ia tetap dalam sandiwara mempermainkan perasaan Yuju yang tengah di landa keresahan
"Saat persalinan nanti, kamu tidak ada untuk menyemangatiku... benar kan?" Yuju menoleh ke samping menatap suaminya yang terlihat tenang tanpa beban di tunjukan
"Benar juga, maaf kalau nanti aku tidak ada. Jujur Yuju, aku sulit mengatakan aku bisa menjaga mu beberapa bulan ke depan. Kamu tahu pekerjaan ku tak bisa tergantikan, setiap hari terus saja melakukan banyak tugas," jawab Jungkook merana, ia berpura-pura pasrah pada keadaan
"Kalau boleh meminta sebagai istrimu, aku ingin kamu tetap berada di sisiku setiap detiknya. Tanpa ada pemotongan waktu, tapi... ya sudahlah, aku kembali pada janjiku dulu. Aku adalah milikmu, tidak berhak meminta untuk kepentingan diriku sendiri," tak bisa menahan rasa kecewa, Yuju terlihat murung dan melamun kan sesuatu
Jungkook membiarkan Yuju meratapi kesedihannya, tapi lama kelamaan. Dirinya merasa tertekan, batinnya menolak berbuat kejahatan.
Pada akhirnya Jungkook mendekati Yuju, tangannya merangkul pinggang istrinya dan berkata.
"Waktuku tidak banyak, tapi mulai besok kamu harus menahan rasa rindu mu selama satu bulan," Jungkook berterus terang, mengatakan perkataan yang ia pendam untuk beberapa saat
"Apa kamu ingin pergi ke rumah...." belum sempat Yuju melanjutkan perkataannya, Jungkook memotong pembicaraan nya karena ia tahu yang di maksud oleh istrinya
"Bukan rumah kita yang dulu, besok sebulan penuh aku terus bekerja di kantor. Sengaja mengambil masa itu, agar nanti sebulan lebih aku bisa menemani mu setiap hari," sungut Jungkook mengatakan maksudnya
Kedua bola mata Yuju membulat, tatapan binar terang dalam pancaran matanya.
"Benarkah?!"
"Berbohong itu manis di awal saja, jujur lebih baik kan." Jungkook mengangkat pundaknya ke atas dengan santai
Yuju bahagia, sampai-sampai ia tidak bisa mengendalikan perasaan itu sehingga sebuah kecupan lembut menempel di pipi kiri Jungkook.
Si penerima kiss love berbunga hatinya, senang tentu menjadi garis besar perasaannya.
Saat Jungkook dan Yuju bermadu kasih dalam tatapan mata, seorang pengawal terburu-buru masuk dan membubarkan kemesraan yang tengah terjadi.
"Ada apa?!" bentak Jungkook sembari menilik pengawal yang ia tatap tajam
"Tuan Jeon, paket anda sudah datang!!" jawabnya sembari tersenyum meminta maaf
"Bawa dia kemari!" perintah Jungkook pandangan matanya di lumpuhkan
__ADS_1
"Baik!" jawab sigap pengawal tersebut sambil membalikkan tubuhnya
Setelah kepergian pengawal itu, Yuju hendak beranjak dari sofa. Namun, Jungkook menahannya memerintahkan istrinya untuk tetap bersamanya.
"Paket dia itu, siapa lagi?" Yuju penasaran, berharap tidak ada lagi pengacau dalam rumah tangga nya
"Lihat saja." Jungkook menunjuk ke arah pintu berada

Yuju menatap kemana arahan suaminya, tak berapa lama di sana muncul lah seorang pria bertubuh kekar berjalan tegap pandangan mata ke depan memandang, berwibawa eksistensi nya.
Setelah lebih dekat ... dekat lagi, pria itu tidak sendirian. Melainkan ada seorang bayi yang di gendongan tangannya.
Yuju tampak syok akan tetapi berbeda dari hal yang mengejutkan jantungnya, bayi mungil yang ia rindukan akhirnya telah tiba ke dalam kehidupan nya.
"Jeno kecilku," batin nya berucap
Lantas Yuju beranjak dari tempat duduknya karena rasa sabar tak dapat lagi menjadi penahan rasa rindu yang sudah terlalu berat di pendam.
Ia segera merebut bayi itu dari tangan si pria, Yuju mengecup terus pipi Jeno kekaguman juga kasih sayang Ibu tak hengkang dari hatinya.
"Jeno ku sayang." Yuju memandangi lembut bayi laki-laki yang sering menghiasi suasana harian nya
Jeno tertawa kecil merespon perkataan Yuju.
Pria itu melaporkan kejadian yang ia alami sewaktu menjemput Jeno, ia mengatakan bahwa pihak kepolisian mengejar dirinya sampai Eunha menguntit nya dari belakang.
Dengan cepat dia segera menghindar dan membuat rencana cadangan, sehingga mereka dapat lolos dari kejaran.
"Saya permisi!" pria tersebut membalikkan tubuhnya, kedua kakinya mulai bergerak silih berganti pergi melewati Yuju yang masih asyik bermain dengan Jeno
"Jangan terlalu agresif pada Jeno, dia baru saja sembuh!" Jungkook memperingatkan Yuju, ia merasa telah di abaikan tapi memang itu adalah faktanya
"Apa dia pernah sakit?" Yuju jadi gelisah
"Waktu kita bertemu di rumah sakit, dia tengah di periksa dokter. Sekarang sudah sembuh, karena Ayahnya tidak akan membiarkan dia terluka,"
Yuju memandangi Jeno, memeluk erat bayi kecilnya.
"Ekhem!!" Jungkook berdeham, untuk memperingati istrinya agar mengetahui kondisi yang tengah ia rasakan
Yuju pun menyadari Jungkook tidak suka di dua-kan, akhirnya dia berjalan menghampiri suaminya.
"Ayoo kita ke kamar!" ajak Yuju semangat masih menyelimuti perasaan nya
"Sudah jangan terlalu memaksakan dirimu, aku tidak ingin." Jungkook menggelengkan kepala beberapa kali, untuk meyakinkan Yuju
"Apa kamu pikir kita akan melakukan itu... Tidak!" ucap Yuju menolak pikiran ngeres suaminya
"Kita hanya berbaring saja, lagian manfaatkan waktumu yang tersisa untuk memanjakan Jeno. Dia baru saja bergabung di rumah, ayoo." Yuju melangkah maju, meninggalkan Jungkook yang tercengang karena salah tangkap
"Apa aku barusan di bodohi oleh ucapannya." Jungkook bangun dari atas sofa, langkah kakinya menyusul Yuju yang sudah jauh dari dirinya
__ADS_1
.....(^v^)(^v^)(^v^).....
Di kamar
Jungkook dan Yuju bermain bersama Jeno sangat lama, sampai tak terasa perang pun tiba menggantikan waktu pagi saat mereka masuk ke dalam ruangan.
Lelah terasa, keringat dingin mulai meluncur di permukaan wajah Jungkook.
Yuju baru saja selesai menidurkan Jeno.
"Ehh... Jungkook!" ketika Yuju memperhatikan suaminya
"Ada apa?"
"Pergilah ke kamar mandi, aku akan mengambil handuk nya." Yuju menampakkan kedua kakinya di atas lantai, turun dari atas tempat tidur berjalan menuju ke arah lemari
"Nanti saja." Jungkook berbaring mengabaikan perkataan istrinya
"Jangan begitu, tubuhmu bisa gatal-gatal harumnya pun berubah jadi bau asam. Aku tidak bisa tidur nyenyak nanti malam," keluh Yuju sembari meraih handuk halus untuk suaminya
"Bau asam tetap saja kamu juga suka," Jungkook tertawa girang
Yuju menggenggam telapak tangan Jungkook, berharap suaminya tidak malas untuk segera bersih-bersih.
"Baikalh aku bangun." Jungkook duduk di pinggir ranjang, menatap Yuju dengan sedikit memiringkan kepalanya
"Tapi ada syaratnya!"
"Kebersihan untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain, syarat seharunya itu tidak kamu minta,"
"Berikan aku satu kecupan di sini." Jungkook menepuk pipinya pelan, dengan jari telunjuk
Alis Yuju sedikit terangkat ke atas, ia pun menggelengkan kepala yang artinya mengatakan tidak.
"Kalau begitu besok saja, sekalian ke kantor." Jungkook perlahan menjatuhkan tubuhnya, Yuju menahan lengannya dengan kuat
"Iya aku setuju!"
Jungkook bangun dengan semangat, ia berdiri di hadapan Yuju menurunkan sedikit tubuhnya ke bawah agar istrinya mudah memberikan sebuah kecupan.
Namun, saat itu akan terjadi. Jungkook malah menghindar, seperti ingin mempermainkan Yuju.
"Kenapa berulah lagi," Yuju kehilangan kesabaran menghadapi tingkah Jungkook yang kurang etis menurutnya
"Kalau di berikan kecupan sekarang, nanti akan terhapus. Sesudah aku mandi, tepati janjimu." Jungkook melangkah cepat, menuju kamar mandi
Yuju membulat bingung, sebenarnya dia tak bisa satu pikiran dengan suaminya dan selalu berbeda jalan.
Akan tetapi, di balik semua itu Jungkook mampuh meluluhkan amarah jiwanya, walau terkadang kesabaran tak cukup untuk modal menghadapi tingkah suaminya.
To be continues.........
Mau di lanjut!!!
__ADS_1
Syarat nya Komentar dulu!!!