
~ Secret Director And Assistant ~
attention! typos make it difficult for you to read, but makes you laugh!
"Selamat pagi Tuan." Yuju menutup pintu setelah tubuhnya melenggang masuk ke dalam secara sempurna
"Pagi," balas Jungkook, menghilangkan kecurigaan
"Wanita ini yang tengah kau tunggu dari tadi?" Eunha memanggang erat kedua bahu Jungkook, kini ia berdiri di kursi belakang suaminya
"Sudah jangan cemburu, dia hanyalah seorang pengasuh. Kau tidak perlu merasa risih ataupun jengkel," ujar Jungkook memperingatkan
"Kamu baby sister bukan, kenapa pakaianmu tidak sesuai dengan pekerjaan yang tengah kau jalankan... Jangan menggoda suami orang, dengan penampilan mu yang tidak pantas kau jadikan kecantikan itu?" Eunha menunjukan rasa cemburu nya, hingga mengeluarkan emosi berlebihan
"Apa yang saya kenakan tidak untuk menarik perhatian orang, saya mengerjakan tugas saya dengan baik. Kenapa penampilan saya jadi masalah untuk anda, jika anda takut kehilangan suami anda sekarang. Maka belajarlah menjadi lebih cantik dari saya, saya tidak ingin menjadi wanita penghancur rumah tangga... Saya mengerti perasaan wanita yang tersakiti seperti apa," Yuju mencerca ucapan Eunha yang menyalahkan dirinya
"Kamu sadar telah menjadi seorang pelakor dalam hubungan, tapi kenapa ngak berpikir kalau kamu itu salah?" luapan Emosi Eunha semakin menjadi-jadi tak kala Yuju terus membela dirinya
"Maaf nyonya, seorang baby sister juga manusia, mempunyai keinginan dan hati nurani. Bukan hanya seorang pengasuh yang saya jalani, masih ada pekerjaan lain yang di perintahkan pada saya... Mohon anda mengerti, tidak semua berjalan sesuai keinginan anda," Yuju hampir mengungkapkan apa yang tengah ia jalani, untungnya dia cepat ingat dan menyesuaikan ucapannya
"Jungkook! Kenapa kamu biarkan dia berperilaku semaunya, apa kau tidak merasa terhina derajatnya menyamai nyonya Tuannya?" Eunha mengadu pada Jungkook, berharap keadilan suaminya memihak pada dirinya
"Dia tidak menggodaku, apalagi berusaha menarik perhatian dariku. Apa yang harus aku lakukan Eunha, apa aku harus menyuruhnya melayani ku juga... itu yang kamu maksud?" Jungkook mendongak wajahnya ke atas, meneliti raut wajah Eunha yang terlihat bad mood
"Jungkook kamu bicara apa sih, melayani kamu... masih ada aku istrimu. Sudah jangan di bahas lagi." karena kekesalan telah menggulung perasaannya, Eunha duduk di samping suaminya, setelah ia menarik kursi di depan meja sampai ke tempat duduk Jungkook
"Dia salah memilih istri, sudahlah jangan terlalu di pikirkan," batin Yuju
"Apa yang tengah kamu pikirkan Yuju, apa kamu merencanakan sesuatu terhadap dia." batin Jungkook sekilas melirik Eunha
Yuju menyimpan sebuah rantang makanan yang ia bawa, namun. Tindakan baiknya, di sambut oleh kemarahan Eunha yang membanting rantang itu ke bawah meja.
Yuju tersontak kaget, makanan yang sangat susah ia buat dan memakan waktu lama itu telah menjadi sia-sia dan tak berharga.
Melihat kekecewaan di mata Yuju, Jungkook pun berdiri dari atas kursinya.
__ADS_1
Ia menarik kedua tangan Eunha dan menghempaskan nya menjauh dari dekat tubuhnya.
"Kau keterlaluan, apa ini yang di ajarkan di keluarga mu yang terhormat juga di sanjung itu. Aku menahan lapar selama 3 jam, setelah datang makanan kau malah membuang tanpa aku perintahkan." Jungkook menghentakkan buku-buku yang sengaja ia angkat dan di simpan di atas meja di sertai perasaan marah yang menggebu
Saat itu Yuju akan berjongkok untuk membersihkan masakannya di lantai, Jungkook melarangnya.
"Jangan sentuh, biarkan Office boy yang akan membersihkannya!" Jungkook tidak ingin membuat Yuju dalam keadaan tertekan lebih lagi
"Saya permisi pamit!" Yuju berbalik sambil menarik udara dingin lalu menghembuskan napas panas
"Tunggu!" Eunha membentak mencegat kepergian Yuju, ia merasa belum puas melakukan hal buruk kepada Yuju
"Ada apa nyonya." Yuju sengaja tidak berbalik demi keamanan dan kenyamanan sang pemilik rumah
"Bersihkan saja sekarang kenapa harus di tunda, kau juga seorang pembantu kan?" Eunha bersikeras menolak perintah dari suaminya
"Kau sangat keterlaluan, Yuju sebaiknya kamu pulang!" Jungkook menyuruh istrinya untuk pulang demi keselamatan dia terhindar dari dari kemarahan Eunha
"Baik Tuan." Yuju membuka pintu, sambil mendorong kereta bayi ia melangkah keluar dari ruangan
"Kau telah menghancurkan makanan yang ia buat, seharusnya kau malu. Dia datang jauh-jauh mengantarkan makanan kepada suamimu, apa itu belum cukup atas kesetiaan dan pengorbanan nya. Aku tidak suka makanan di kantor ini, semuanya adalah racun," ucap Jungkook sangat tegas menceramahiku Eunha agar dia sadar betapa salah langkah yang telah ia ambil
"Semalam adalah malam pertama kita, kau pergi meninggalkan ku sendirian. Apa kau tidak merasa bersalah juga padaku, aku ini istrimu. Kau tidak berhak meninggalkan ku seperti semalam, itu terlalu kejam." Eunha menggebrak meja mengunakan kedua telapak tangannya, luapan emosi kekecewaan sudah menjarah pikiran jernih nya
"Aku membatalkan rencana bulan madu kita, jika kau ingin pergi... pergilah sendiri jangan mengajakku pergi." Jungkook pergi dari ruangannya dengan langkah cepat, untuk mengejar Yuju
"Hhahh... Kenapa dia bersikap seperti ini padaku, wanita itu pasti sudah meracuni pikirannya dengan guna-guna," pikir pendek Eunha, menjurus ke hal yang di luar dugaan
Yuju tengah berjalan di selasar ruang kantor, ia memperhatikan sekeliling nya.
Gambaran penglihatan matanya menagkap jelas sosok yang ia kenal, ia terus memperhatikan laki-laki yang tengah berbicara dengan lawan jenisnya.
"Tidak salah lagi, dia adalah pemilik bar minuman terkenal di kota G," gumam Yuju langkah kakinya terhenti karena terdiam memperhatikan laki-laki tersebut
"Siapa yang kau perhatikan?" ucap seseorang yang di kenal Yuju berasal dari samping tubuhnya
__ADS_1
Yuju menoleh ke samping ia mencoba membuat senyuman tapi tidak semanis biasanya, tak kala ia hatinya sedang dalam keadaan baik-baik saja.
"Apa pekerjaan nya di sini." jari telunjuk tangannya menunjuk ke arah laki-laki yang tengah menjadi target bidikan matanya
"Dia seorang managemen keuangan, handal mengendalikan perekonomian di kantorku. Namanya Jung Hoseok, kakak kandung Eunha," jelas Jungkook mengungkapkan identitas dari sang kakak ipar
"Kamu dalam keadaan bahaya, mengapa kamu tidak sadar...." batin Yuju ia merasakan kesedihan ketika mengetahui orang-orang yang berada di sekitar suaminya adalah orang yang berbahaya
"Pantas saja dia bisa membuka gedung bar sangat mewah, ternyata dia bukan orang sembarangan," ucap Yuju pelan
"Jangan merasa sakit hati karena ucapan dia tadi...." belum Jungkook menyampaikan maksud kehadirannya Yuju sudah mencela ucapannya
"Tidak usah di pikirkan, aku bukanlah wanita yang selalu mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Lebih baik kamu fokus saja pada pekerjaan, aku harus pergi ke pusat perbelanjaan membeli perlengkapan bayi yang hampir habis." Yuju melangkah pergi akan tetapi, ia tidak di lepaskan begitu saja oleh suaminya
Jungkook meraih pergelangan tangan Yuju di tahannya tubuhnya, agar tidak bergerak lebih jauh lagi.
"Hati-hati di jalan, jangan kau pergi seperti kemarin dengan orang lain!" pesan Jungkook sembari melepaskan tangan Yuju yang ia genggam
"Baiklah." Yuju menutup matanya, tidak kuasa menahan perasaan berat antara tidak tega dan cemburu yang membakar hatinya
Kepergian nya membuat Jungkook terus memperhatikan langkah istrinya, kini tubuh wanita yang ia pertahankan pergi dari pintu kantornya.
Jungkook kembali lagi ke ruang kantornya, mengerjakan tugas yang menumpuk karena kegiatan pernikahannya kemarin.
Yuju pergi menuju ke mal dengan naik taksi, sepanjang perjalanan ia berpikir dan melamun tentang rasa sakit hati yang ia terima.
Kehidupan yang ia jalani sekarang, membuat ia termenung meratapi nasib pahitnya.
Buliran air mata berjatuhan, tak kuasa lagi menahan air mata yang tidak bisa terbendung lagi.
"Yuna... Jangan menangis, ini adalah penderitaan mu ... Konsekuensi yang harus kamu terima akibat salah mengambil langkah dan jalan...." Yuju terus membangkitkan kekuatan dan tekad nya yang harus tegar menjalani hubungan jelas tapi tidak dapat di perlihatkan, walaupun ia adalah seorang istri yang sah akan tetapi kenyataanya bukanlah hal yang mudah untuk di jalani
Kemurungan seringkali ia lakukan, ketika ia tidak berhak bersama suaminya di depan umum.
Salahkan takdir, atau ujian yang terlalu berat menguji hingga menyebabkan sebuah penderitaan.
__ADS_1
To be continues..........