
Area Danger typo!!!
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
Hotel bintang 5, lokasi 200 meter dari pesisir pantai.
.
☀☀☀☀☀☀
🌴🌴🌴🌴🌴🌴
🏊🏄🏊🏊🏄🏊
🐳🐬🐳🐬🐳🐬
.
Mengarah ke sebuah kamar di lantai 3, tepat di kamar 199 berada.
Jungkook tengah duduk di pinggir ranjang, ia baru saja menyelesaikan tugas sebagai suaminya merawat istrinya yang tidak sadarkan diri.
Memandangi setiap lekuk wajah sang istri dengan penuh cinta, tangan kanannya menggengam erat tangan Yuju.
"Yuju... mengapa saat kamu tak berdaya seperti ini, aku merasa kasih sayangku masih belum cukup untukmu. Sikapku terhadapmu, mungkin terbilang kasar tidak ada lembutnya ... di balik kerasnya tindakanku, sebenarnya aku tidak sanggup menahan perhatianku. Perasaan marah kesal jengkel ataupun benci, semua luluh karena aku mengingat mu,"
Cinta yang tengah tumbuh dalam lubuk hati direktur berparas tampan nan dingin, perlahan kekejaman dalam dirinya keluar bagaikan lelehan lahar menuju sebuah arus.
Keinginan nya untuk mengecup bibir sang istri menjadi sebuah harapan yang ingin di wujudkan, berani tidak berani kepala Jungkook mendekati wajah sang istri.
Saat bibirnya hampir bersentuhan dengan bibir Yuju, tiba-tiba saja suara bel berbunyi yang ada di samping pintu.
Menandakan seseorang tengah berdiri di balik pintu tertutup, Jungkook mendongak wajahnya.
Terpaksa harapan asmara bergejolak itu tertunda, ia beranjak dari tempat tidur berjalan menuju pintu.
[]...... Ceklek
Tarikan jari tangannya menarik kenop pintu, sehingga membuka sedikit ruang bagi dirinya untuk mengintip bukan lagi tetapi melihat siapa yang telah menganggu waktu istirahat nya.
"Suga," ucap Jungkook wajahnya terlihat gelisah, hatinya pun ikut merinding resah
Beberapa menit kemudian, Jungkook dan Suga duduk berhadapan ketegangan sempat di rasakan batin si direktur.
Karena kunjungan kakak iparnya tanpa di duga sebelumnya, ataupun di pikirkan mengejutkan dirinya akan hadirnya Suga tak di rencana.
"Kenapa kau kelihatan tidak senang." Suga menuangkan air whisky ke dalam gelas kosong di atas meja, berniat mereda rasa dahaga yang di derita tenggorokannya
"Tidak! hanya saja ini pertemuan pertama setelah kita menjadi kelurga bahkan adik kakak secara dadakan," ungkap Jungkook, setelah itu ia menghela napas cukup dalam
"Kau ini, kita tetaplah partner di lapangan. Walaupun kau menikahi adikku, bukan berarti kau dan aku punya ikatan keluarga." Suga meneguk air whisky masuk ke dalam mulutnya, meresapi setiap rasa dalam setiap tegukan
__ADS_1
"Apa kau tidak menganggap aku sebagai adik iparmu, lalu selama ini kau terus menghubungiku memanggilku dengan sopan itu... pura-pura saja...." keluhan Jungkook di berhentikan Suga yang langsung menyela ucapannya
"Demi menyenangkan hatimu agar kau mau berbuat baik pada adikku, sikap kasar yang sering kau tunjukan tidak boleh kau lakukan terhadap adikku. Itu tujuanku, aku menyerahkan Yuna padamu untuk membuat kau mau mendidik dia ke jalan benar," ketegasan Suga di setiap kata yang ia lontarkan menyayat hati Jungkook hingga menyebabkan luka
"Rencana mu hebat juga, sampai aku tidak pernah berpikir bahwa kau itu jahat padaku," desis Jungkook merasa kecewa terhadap pandangan kakak iparnya
"Choi Yuna itu nama asli dia sebenarnya, anak tunggal dari pengusaha ternama di kota H. Choi Siwon dan Choi Yoona, mereka menitipkan Yuna pada paman dan bibinya, karena desakan ekonomi yang memburuk waktu Yuna terlahir ke dunia," ungkap Suga secara terang-terangan tanpa ingin memulai pembicaraan secara baik-baik di awal
"Apa maksudmu, Choi Yuna atau Min Yuna kau membicarakan Yuju?" Jungkook kebingungan dengan ucapan Suga yang langsung ke inti cerita
"Kedua orang tua Yuna tengah menggerakan pengawalnya mencari keberadaan putrinya, jika Yuna di temukan kau takkan bisa memiliki dia kembali walau dia tengah mengandung anakmu!"
"Suga kau bicara apa, Yuna anak tuan Choi benarkah?" Jungkook masih bingung menafsirkan apa yang di maksud kakak iparnya itu
"Kau tahu bukan, Yuna bukanlah adik kandungku, yang meninggal dalam kecelakaan 11 tahun lalu bukanlah orang tua Yuna tetapi paman dan bibi nya, mereka sebenarnya ingin mengantarkan Yuna pada keluarga nya," Suga tak bisa lagi menahan emosi kesal yang menggulung batin nya, ia sempat mengeluarkan amarah ketika bercerita mengenai adik angkatnya
Jungkook langsung terdiam gambaran penjelasan juga bisikan pemahaman merasuki pikirannya, ia pun dapat mencerna dengan baik setiap ucapan Suga yang di katakan padanya.
"Jadi, urusanku di sini bagaimana. Klien tengah menunggu tanda tanganku, sementara tadi... mereka sibuk menghadiri pesta keluarga Choi. Bisakah kamu atur waktu sebentar, hanya sampai besok!" pinta Jungkook dirinya diterpa dilema cukup memilukan hatinya
"Tengah hari batas waktu terakhirmu, kau harus tinggalkan kota ini. Demi keselamatan Yuna ataupun anak yang tengah di kandung nya. Aku tidak jamin lagi keselamatan adikku, jika kau terlambat melebihi waktu yang telah aku tentukan," Suga menegaskan ucapannya, merupakan ancaman juga peringatan bagi si tuan Direktur
"Baiklah, terimakasih telah membantuku." Jungkook tersenyum, perasaannya mulai membaik karena merasa lega
"Aku pergi." Suga tersenyum bangga pada adik iparnya, yang menyayangi Yuna begitu dalam sehingga tidak rela melepaskan adiknya begitu saja
Kepergiannya membawa ketenangan dalam hatinya, setelah berbicara panjang lebar mengatasi solusi dalam masalah yang akan datang.
Jungkook merebahkan diri di sofa, melonggarkan dasinya membuka beberapa kancing kemeja.
"Hidup memang sulit di pertahankan dalam keadaan baik, selalu saja rintangan ataupun musibah datang." Jungkook memijat kening nya, rasa pusing berat ia derita sampai membuatnya terlelap tidur di sana
[][][][][][][][][][][][][][][]
Mentari terbit di sebelah timur, menyambut para penontonnya yang menunggu kedatangannya hadir menyinari dunia.
waiting for the Sunrise terbayar sudah, fajar telah berlalu hingga waktu pagi menjadi penggantinya.
Yuju yang masih tertidur lelap di bangunkan seorang pelayan yang di peritahoan Jungkook untuk melayani keperluan istrinya.
Yuju membuka matanya perlahan membangunkan tubuhnya hingga bersandar di punggung ranjang, tiba-tiba jantung berdebar tak kala pandangan matanya menangkap gambaran seorang wanita yang di gulung rambutnya di belakang.
Memakai setelan pakaian yang memperlihatkan sebagian perut atasnya, baju anggur ungu dengan rambut tergerai.

"Nyonya, apa anda tidur nyenyak semalam?" tanya si pelayan dengan sopan
Yuju mengangguk, keterkejutan dalam dirinya masih belum ia atasi.
"Menu sarapan yang anda inginkan, kami akan memasaknya apa saran anda nyoya?" tanya si pelayan kembali, demi memenuhi tugasnya agar tetap mempertahankan kinerja akuratnya 100%
"Roti dan selai juga susu hangat, air putih sebagai pelengkap," Yuju menjawab
__ADS_1
"Baik nyonya, kami akan siapkan. Jika anda berkehendak, mohon anda pergi ke kamar mandi yang telah kami siapkan air hangat... Tuan Jeon memerihtakan agar nyonya membersihkan diri sebelum sarapan di mulai!" pesan yang di terima oleh pelayan telah di sampaikan nya pada Yuju, amanat benar-benar menguji tingkat kesabaran cukup tinggi
"Ya baiklah." Yuju menyibakkan selimut kedua telapak kakinya menginjak lantai, ia tidak memakai sandal yang tepat berada di depan kakinya berjalan ke tempat yang di perintah kan tanpa alas
Ketika sarapannya baru saja selesai, Yuju merasakan kejenuhan.
Walaupun ia termenung memikirkan suaminya yang entah pergi kemana, rasanya duduk sendiri di cafe tidak membuat hati nya merasa senang.
"Kamu dimana?" ucap Yuju gelisah
"Di sini." ujar seseorang yang baru saja duduk di sebelah Yuju
"Hmmm...." Yuju melirik ke samping, kedua bola matanya membulat kaget
Step 1
>>>>>>>>>>
Step 2
>>>>>>>>>>>>
Step 3
>>>>>>>>>>>>>
"MENGAPA!" Yuju terperanjak dari tempat duduknya hampir menjatuhkan tubuhnya, saat itu juga seseorang di depannya membantu menahan punggungnya agar tidak jatuh ke bawah
"Mengapa kau kaget seperti itu, aku ke sini ingin balas dendam padamu, mau di jatuhkan atau tidak?" tanya nya sambil tercengir ria
"Jangan! Aku tengah mengandung, jangan sakiti bayi dalam kandungan ku!" wajah Yuju menunjukan penuh harap dan bantuan pada seseorang di depannya
"Apa! Mengandung, kau tidak sedang bercanda denganku?" seseorang ini terlihat syok, mendengar pernyataan Yuju
"Aku bersumpah! Kasihanilah aku, aku meminta maaf atas perbuatan bodoh yang aku lakukan ketika mabuk!" Yuju memelas belas kasihan seseorang di depannya, berharap dia mau memberi maaf dan membantunya dari masalah
Perlahan tubuh Yuju naik ke atas, seseorang di depannya membantunya agar tidak melukai tubuhnya.
Kini Yuju selamat dari kecelakaan yang akan berdampak fatal pada kandungan nya, seseorang di dekatnya terlihat mengatur jalur pernapasan secara normal.
"Terimakasih, sudah mau menolong dan memaafkan ku," ujar Yuju merasa gugup, karena canggung ia tidak tahu harus bersikap seperti apa menghadapi seseorang di sampingnya
"Bersyukurlah, karena aku cukup baik padamu. Aku tidak menyakiti orang lemah melainkan orang yang sombong datang ke kamarku tanpa permisi," jawab ketus seseorang itu
"Apa kau menyindirku lagi, katanya kau sudah memaafkan ku?"
Yuju menatap pria itu dengan rasa heran, mengapa tiba-tiba seseorang di hadapannya berubah-ubah tingkahnya.
To be continues............
Semangat fighting!!!!
like and comments jangan lupa di sematkan ya!
__ADS_1