Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
Keempat: Cerita Mu


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


langkah kaki Yuju terasa sangat berat menginjak lantai, pelan dan ragu mendekati tubuh laki-laki itu.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Yuju dengan sangat hati-hati dan bersiap diri


"Pijat pundak ku, aku merasa pegal!" jawab nya sambil menyandarkan kepala ke atas busa


"Ohh... hanya itu." Yuju melewati tubuh laki-laki itu, ia berjalan menuju kursi belakang


"Tidak, masih banyak yang aku minta. Santai saja, aku meminta hanya perlahan mengatakan, agar kau tidak merasa tersiksa karena menuruti semua perintahku," sahut Direktur ucapannya terdengar sangat santai


Semenit telah berlalu, Yuju memijat bahu si Direktur mulai merasakan pegal di bagian lengan otot nya.


"Mari buka pikiran?" ujar Direktur, membuat keterkejutan dalam diri Yuju


"Maksud anda?" Yuju mengangkat wajah seidkit ke atas


"Sebelum memperdalam hubungan yang terjalin di antara kita, mari kita bicarakan diri kita masing-masing, agar nanti tidak ada kesalah pahaman di kemudian hari," jelas si Direktur


"Aku rasa, tidak ada yang harus aku ceritakan. Kemarin, adalah cerita keseluruhan dari sejarah hidupku. Kamu saja yang cerita." Yuju mengangkat kedua tangannya ke atas, merenggangkan otot jemari tangannya


"Mau dengar sebuah cerita yang membosankan?" tanya si Direktur, sambil menanggahkan kepala nya ke atas melihat wajah Yuju yang telihat penat


"Semua cerita itu membosankan, mana ada cerita hidup yang seru hanyalah dongeng ataupun fantasi sesaat yang tidak nyata." Yuju menunjukan keluhan dirinya, yang gundah terus berdiri dan memijat bahu laki-laki itu


"Duduk saja kalau kau merasa lelah." si Direktur menurunkan wajahnya, yang sendiri tadi memperhatikan si Gadis

__ADS_1


"Kenapa ngak kasih perintah kayak gitu dari tadi sih," dengus sebal Yuju sambil mencari sofa terdekat dengan si Direktur


"Kau pasti sudah mengetahui keberadaan seorang anak kecil, yang aku miliki dari hasil pernikahan ku?"


"Tentu saja, memang nya kenapa?" Yuju menaruh dagunya, di telapak tangan


"Dia bukan darah daging ku,"


"Apa!" rasa bosan yang tengah terjadi, seketika berterbangan pergi karena rasa terkejut yang tiba-tiba menghampiri


"Jangan bilang pada siapapun, hanya kita berdua yang tahu!" ujar Direktur, dengan suara pelan


"Ok... Ok. Aku jamin rahasiamu masih aman padaku," balas Yuju dengan semangat


"Tapi ada yang aneh, kenapa kau bisa tahu bayi itu bukan anak mu?" Yuju merasakan kebingungan, yang tidak masuk akal


"Aku belum pernah tidur bersama dia, ya... Kalau tidak ada hubungan intim diantara kami benih itu darimana." Direktur meneguk satu gelas whisky kembali


"Kakak tertua, ternyata wanita licik itu merencanakan semua kebutaan yang aku miliki. Dia memanfaatkan situasi Ibuku, yang lemah terhadap kepercayaan." Direktur menyimpan gelas itu ke atas meja, menimbulkan suara bunyi yang keras


"Waww... Dia lebih pintar dari yang aku bayangkan, jadi perceraian itu kau lakukan karena hal ini,"


"Bukan, karena sebuah kontrak yang kami tandatangani bersama. Tertulis, bahwa jika dia melahirkan seorang anak laki-laki, pernikahan yang kami jalani berakhir,"


"Hm... Malang juga nasib mu, pernikahan mu berakhir dengan tragis. Tapi, apa kau tidak tertarik dengan kecantikan istrimu yang luar biasa itu,"


"Kenapa kau bertanya begitu?" si Direktur malah mencurigai Yuju, karena telah bertanya

__ADS_1


"Hasrat yang kau miliki, pasti tidak bisa di tahan sebegitu lama nya. Jadi, mana mungkin kau tidak pernah tidur dengan istrimu kan," jawab Yuju dengan ucapan gugup


"Ucapan mu terdengar merendahkan ku." Direktur membangunkan dirinya, dari kursi yang panas karena ucapan Yuju yang nyelonong tanpa melihat keadaan


"Ohh... Bukan merendahkan, tapi secara logika... Mana ada cowok yang nolak harta yang membuat mereka puas. Kebanyakan, laki-laki di dunia ini hanya memenuhi keinginan mereka saja... tidak peduli, mau bagaimana caranya." serangan yang tiba-tiba menghantam tubuh Yuju, terpaksa di dorong menempel ke atas punggung sofa oleh sang Direktur yang memperlihatkan tatapan kemarahan tidak biasa


"Menurut mu, apa aku kelihatan seperti laki-laki yang di sebutkan oleh mu tadi." Direktur mendekatkan wajahnya, mendesak keadaan gadis itu yang terimpit oleh tubuhnya


"Mana aku tahu, kita saja baru bertemu beberapa jam yang lalu. Pembukaan pikiran, baru di mulai." Yuju tersenyum membebaskan semua beban yang ada dalam pikirannya


"Aku menikahimu, berarti aku bertanggungjawab atas dirimu di hari berikutnya, sampai kamu menutup mata. Bukankah, aku ini seorang pria sejati yang mampu memegang kata-kata lewat perlakuan yang benar." deru napas bergejolak jelas terdengar, dari jalur tenggorokan si Direktur


"Ya kau memang benar, aku yang salah maafkan aku," Yuju mengakui kehebatan gaya bicara si Direktur tampan yang terus melawannya dalam ucapan yang kadang berbelit-belit


"Jadi, tolong katakan pak. Direktur, apa tugasku atau apa yang harus aku lakukan untuk memenuhi semua yang telah aku minta padamu," Yuju tidak mau berkalut dalam situasi yang canggung dan menegangkan seperti ini


"Pertama, jadilah wanita pelindung di belakang ku. Kedua, seperti katamu tadi. Laki-laki mana mungkin menghindar dari seorang Gadis, yang telah menyulutkan api gairah dalam dirinya." si Direktur mengangkat tubuhnya, berdiri tegap di hadapan Yuju


Yuju mengerjapkan kedua matanya perlahan, menarik napas terdalam di hembuskan secara tunai.


"Benar, ternyata kau berbohong. Mana mungkin kau tidak pernah bercinta di atas ranjang." Yuju menghentakkan kedua kakinya menginjak lantai, kedua pasang bola mata melekat menatap wajah si Direktur


"Mau membuktikan, atau aku yang membuktikan kau masih perawan atau tidak." senyum tak biasa di lihat Yuju di depan matanya, wajah si Direktur terlihat sensual memiliki ciri khas yang berbeda di antara laki-laki yang pernah ia jumpai


"Coba saja." Yuju menunjukan senyum sinis nya, ia percaya bahwa laki-laki itu hanya berbohong soal keperjakaan yang ia banggakan


Bersambung...........

__ADS_1


Hanya bisa update segini, kurang dari seribu kata dari biasanya.


Gomawoo!!! Buat yang komen kemarin, thanks buat yang udah kasih vote. Terimakasih, udah nyempetin baca Ff gaje ini!


__ADS_2