Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
KeLima: Kepuasan Warning NC+18


__ADS_3

Typo tidak kujung padam!


Di bawah 18+ ke atas silahkan baca, di bawah umur 18 tahun boleh baca part berikutnya atau sebelumnya.


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Empat mata saling mengutarakan keyakinan dan sebuah pancaran sinar penjelasan, dengan teknik kedua tangan yang cekatan.


Direktur berhasil menarik tubuh Yuju menubruk tubuhnya, senyum smirk has miliknya lancar terpasang di wajah tampan kharisma nya.


"Goda aja terus, di gantung-in itu sakit. Mau dimana kita melakukan hubungan special ini?"


Yuju mengejapkan kedua matanya, menghilangkan debu indah yang sempat menempel sangat lekat ketika melakukan kontak mata dengan sang Direktur.


"Jeon Jungkook," ucap Direktur berbisik


"Apa?" Yuju menurunkan kedua bola mata hitamnya


"Tidak ada apa-apa, mari kita pergi ke ruangan tertutup yang lebih sempit." Jungkook melepaskan kedua lingkaran tangannya, yang tadi mengikat erat pinggang Yuju


Yuju mengikuti dari arah belakang, langkah kaki mereka berhenti di sebuah kamar di bawah tangga.


Setelah tubuh Yuju melenggang masuk, Jungkook menutup pintu dan menguncinya sebanyak dua kali kuncian.


"Pertanyaanku mudah, bagaimana kamu membuktikan aku masih pemuda atau tidak?"


Jungkook melengserkan jas yang ia kenakan, melemparnya ke sudut ruangan dimana ada sofa putih panjang terdapat di sana.


"Sangat mudah, ke sini lebih dekat denganku!"


Jari jemari tangan Yuju, bergerak dengan lincah secara bergantian bagaikan memainkan sebuah alunan untuk menarik perhatian Direktur.


Tanpa segan Jungkook melangkah mendekati Yuju yang duduk di pinggir ranjang, ia terduduk menopang tubuhnya menggunakan satu kaki.


"Wajah mu sangat tampan." tangan lembut Yuju ia gerakan membelai kedua sisi pelipis Jungkook secara bergantian


"Kamu tidak akan bisa mengelak ketampanan ku," ucap Jungkook dengan membanggakan dirinya


Wajah Yuju bergeser ke sebelah kanan Jungkook, ia mencium pipi nya dengan sentuhan bibir lembab nya.


Meninggal bekas lipstik merah, yang ia pakai menghiasi bibir seksinya.


Satu kecupan lembut itu, meresap ke dalam denyut jantung Jungkook yang mulai melakukan pekerjaan nya.


Berdebar-debar seakan ingin keluar dari dalam tubuhnya, tak sampai di situ Yuju menyentuh telinga Jungkook dengan bibirnya mencium lembut memberikan perhatiannya yang sangat halus.


Kemudian....


Crack.....


Yuju menggigit telinganya itu, Jungkook meringis sakit dan langsung bertindak berdiri tangan kanannya mengelus daerah telinga yang merasakan perih.


"Kau ini, bisa lembut atau tidak," dalam kesibukan Jungkook yang terus mengelus telinganya dan mengoceh tiada henti


Yuju melihat bukti di depan matanya, sebuah tanda merah yang terus memerah mewarnai telinga Jungkook yang tadi nya berwarna putih.


Juga wajah Jungkook yang menujukan kedua rona bulat tak sempurna di kedua sisi pelipis yang terbentuk seperti setengah telur.


"Bagaimana tuan Direktur, kau ingin membuktikan tentang kegadisan ku yang masih suci ini,"


Yuju tersenyum optimis, ia menurunkan jepitan rambut di sebelah kanan kepalanya.


Lalu menyimpan jepitan itu di dekat ranjang, memainkan sebagian rambut panjang nya dengan cara memutar ujung rambutnya.


"Tentu saja," sahut Jungkook terdengar sangat semangat


Ia menanggalkan kemeja putih, membuka aura lebih tajam memperlihatkan sebuah bentuk tubuh yang sempurna.


Di lengkapi roti sobek yang berkotak-kotak di bawah dadanya, juga hiasan lengan yang berotot besar.

__ADS_1


Mempergagah penampilan sejati seorang laki-laki, melangkah satu langkah menuju sebuah kenikmatan yang akan di mulai.


Menopang tubuh Yuju agar tidak terjatuh terlebih dahulu ke atas spray.


Jungkook membuka resleting yang berada di punggung Yuju, kemudian ia meminta gadis itu membuka gaun yang ia kenakan.


Secara cepat Yuju membuka gaun yang ia kenakan, melemparnya ke dasar lantai.


Kedua tangannya sengaja di lingkarkan di atas pundak Jungkook, mereka langsung melakukan sebuah kissing yang memabukkan.


Secara bersamaan dan pelan-pelan mereka terjatuh ke bawah, Yuju membalikkan posisinya yang tadinya berada di bawah menjadi di atas tubuh Jungkook.


Sehingga ciuman bibir mereka terlepas, Yuju membuka kunci belt hitam yang melingkar di celana jeans katun hitam Jungkook tak berapa lama ia menariknya sehingga terlepas dari pinggang laki-laki itu.


"Kau tahu, beberapa hari sebelum bertemu denganmu. Aku mempelajari beberapa trik untuk menarik perhatian seorang laki-laki, agar lebih tertarik melakukan percintaan dengan seorang wanita," ujar Yuju datar


Yuju membuang belt itu menjauh dari ranjang, Jungkook berpaling sekejap lalu tersenyum kecil di wajahnya.


"Tunjukan padaku, aku ingin melihat teori yang telah kau pelajari mempraktekkan nya, dengan ku!" balas Jungkook


Yuju membuka semua pakaian dalam yang ia kenakan, membantu Jungkook untuk menelanjangi nya.


"Karena aku seorang pemula, yang belum handal mendesah. Aku membiarkanmu, mencoba memecahkan suara rancau yang harus aku keluarkan." Yuju bangkit dari atas tubuh Jungkook, berbaring di samping tubuhnya


Jungkook berguling ke atas tubuh Yuju, laki-laki itu memulai sebuah aksi yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya pada siapapun.


Gadis yang pertama mendapatkan services firt time darinya, adalah Yuju.


Lidahnya yang sangat lihai, menjilat leher putih Yuju. Gadis itu mengeluarkan erangan, yang mulai merasakan suatu kegelian yang meronta-ronta.


Giginya menginggit pertengahan dada seorang Yuju, alhasil sebuah teriakan sakit bercampur kenikmatan terekpos keluar dari suara gadis itu.


Ciuman Jungkook menuruni bentuk tubuh Yuju yang indah sampai ke tengah perutnya, menciumi daerah itu sampai membuat bekas memar merah dari bibir seorang laki-laki yang sedang dalam keganasan.


Sebuah ciuman saja sudah membuat mereka merinding setengah mati, keduanya terdiam dan saling terpaku melihat ke arah lain.


Yuju memejamkan mata sejenak, merenungkan dan mengambil ancang-ancang persiapan.


"Tuan Direktur... Apa kau sudah mau berhenti denganku?" alih-alih Yuju memiringkan sedikit kepalanya, menatap si Direktur yang memalingkan wajahnya


"Entah." Jungkook tertegun berat, merasa dirinya tidak bisa melakukan hal yang lebih kuat lagi


"Aku percaya pada ucapanmu, yang mengatakan tidak pernah tidur dengan siapapun. Aku juga sama begitu, walau hidupku dalam keliaran dan bebas tanpa aturan juga hukum adat. Aku menjaga kesucian dan kehormatan, sebagai harga diri yang harus di jaga sampai mati,"


Yuju membangunkan setengah tubuhnya, menarik wajah Jungkook untuk menatapnya kembali.


"Kau yang pertama membuatku terhanyut di sepanjang malam yang telah ku lewati sendiri, malam ini adalah malam sejarah perjalanan Yuju yang seorang gadis jalanan. Besok, aku akan mengabulkan setiap permintaanmu. Tanpa menolak dan bertindak, lakukan yang semestinya seorang laki-laki lakukan pada seorang wanita demi memenuhi hasrat dalam jiwanya," tutur kata Yuju yang sangat lembut, membuat Jungkook menghilangkan pikiran janggal yang sempat menghalangi malam bertabur bunga


Jungkook mendorong tubuh Yuju membantu gadis itu berbaring dengan benar, bibirnya yang sedikit terbuka perlahan menutup dan mulai berbicara.


"Sesakit apapun yang akan kau terima, jangan salahkan aku. Itu rasa sakit yang harus kau mengerti, betapa salah nya langkah mu ini,"


"Resiko sudah pasti, ketika mengambil sebuah keputusan besar. Aku tidak akan menyalahkanmu, atas penderitaan yang aku terima,"


Yuju mencoba tersenyum di situasi yang semakin mendesak, Jungkook menaikan sedikit tubuhnya.


Senjata lunak yang ia miliki mulai memasuki celah kecil ** Yuju, tak dapat di tahan sebuah penyiksaan yang besar.


Kedua tangan Yuju mecengram kuat-kuat kain spray di kedua sisi bahunya, menggertak kan gigi menahan gelombang kesakitan yang merajai tubuhnya.


"Jangan pelan-pelan memasukannya, langsung saja agar aku tidak menderita sakit lebih jauh lagi!" lirih Yuju bergelut dengan deru napas yang bergemuruh


Selaput darah keluar, lantas membuat Jungkook sangat syok.


Darah siapa yang menuruni atas kejantanan nya, ia tersenyum paham dan mengerti di dalam pikirannya.


Bahwa apa yang di katakan Yuju jelas adanya dan nyata, gadis itu adalah seorang perawan suci yang mengatakan kebenaran tentang dirinya.


Mereka melakukan hubungan seksual menggunakan posisi misionaris, ketika sedang terjadi penetrasi.


Jungkook menggesrkan tubuhnya naik sedikit ke atas tubuh Yuju, hingga pangkal penisnya menggesek-gesek **** ** gadis itu.

__ADS_1


Kedua kaki Yuju memeluk erat tubuh Jungkook, membuat sebuah penjara penekanan agar melakukan sesuatu yang lebih.


Jungkook mendorong panggulnya ke atas sekitar 5 cm, tidak ada gerakan keluarkan masuk yang ada hanya goyangan naik dan turun.


Cara yang halus namun, sangat menyenangkan bercinta dengan hubungan lebih intim.


Keduanya larut dalam perjalanan malam yang masih berlanjut menuju pagi menjelang, lelah dan pegal.


Kata letih mengakhiri sebuah hubungan mesra, Jungkook menyerah dan menggulingkan tubuhnya ke samping.


Jalur pernapasan tersengal-sengal terjadi di dalam kedua tubuh insan yang telah selesai menyatukan sebuah perbedaan, saling melirik kemudian melihat ke depan dan tersenyum tidak jelas yang memiliki arti kepuasan.


Lampu di matikan oleh tangan Jungkook ketika tangan nya menyasar ke samping, menekan tombol membuat suara jetrekan.


Lampu padam dan ruangan menjadi gelap, saling menutup mata secara bersamaan.


Kata-kata tak mereka kutipkan kebisuan telah menjadikan keheningan, di suasana panas tadi beralih menjadi kedinginan keduanya merasakan sedikit hawa sejuk, meredamkan diri dari aura panas setelah melakukan malam pertama secara bersama.


... $$$$$$ ......&&&&& ......?????


Ding... Dong!....


Di sebuah rumah mewah nan megah bertingkat dua lantai, Jungkook dan Yuju berdiri saling berdampingan.


Tak berapa lama kedua pintu yang terpasang di depan rumah terbuka lebar, Jungkook melenggang masuk bersama Yuju yang mengikutinya dari belakang.


Yuju melirik-lirik isi rumah dengan sangat detail, mengamati setiap benda yang tertata rapi di dingding bahkan di setiap sudut ruangan yang ia lewati.


"Dimana bayi ku?" tanya Jungkook sesaat bertemu dengan seorang pelayan paruh baya yang menundukan wajahnya


"Maaf tuan, Nona Jung telah mengambil tuan muda dari kemarin," jawab si pelayan dengan suara gemetar


"Kenapa kalian biarkan dia membawa anakku, seharusnya kalian tahu aku yang berkuasa di rumah ini. Apa yang terjadi dan siapa yang datang mengunjungi, laporkan dan ijin dulu padaku!" Jungkook memarahi pelayan tua di rumahnya, kemudian pelayan itu berlutut dan memohon ampun padanya


"Tuan besar saya mohon! Maafkan atas ketidak berdaya-an saya dan para pelayan lainnya. Kami tidak bisa melawan nyonya besar, dia mengancam kami!" terang si pelayan tua, kemudian para pelayan yang berada di dalam rumah mengikuti apa yang di lakukan ketua pelayan mereka


"Maafkan kami tuan!" ucap serentak para pelayan


Yuju terguncang hati nuraninya, ia merasa simpatik terhadap orang-orang yang bersujud di bawah kaki Jungkook.


"Kosongkan rumah ini segera, pergilah kalian dari sini!" Jungkook membalikkan tubuhnya, melangkah ke depan tanpa mempedulikan jerit tangis orang-orang di bawahnya


"Tuan muda!"


"Jangan usir kami!"


Semua orang segera tunduk di bawah kekuasaan Jungkook, tak berapa lama mereka mengangkat kepalanya melihat ke atas.


Menunjukan raut wajah yang meminta pengampunan dan juga belas kasihan.


Yuju tergerak untuk melakukan sesuatu membela ketidak adilan yang di buat si Direktur itu, sayangnya Jungkook menghentikan langkah kakinya dan memerintahkan Yuju untuk pergi meninggalkan orang-orang yang menyedihkan.


"Cepat ikuti aku, atau kau mau juga berjuang dalam penderitaan seperti itu," ucap Jungkook dengan suara tegas


"Baiklah." Yuju membekangi para pelayan, penderitaan mereka begitu terasa oleh batin nya perasaan ratapan mereka menusuk-nusuk jiwa nya


Bersambung.........


Thanks For Reading !!!


Udah di lebihkan kosa kata dari biasanya! Senangkan, atau menyesal?


Usahakan nyematkan komentar, buat author semangat!


Vote membantu author, menguatkan rasa percaya diri melanjutkan cerita yang dia buat.


Votmen!!!


Berikan bintang dan taburan komentar sebagai bumbum pembajak, buat terus di up sampai tuntas.


TERIMAKASIH 😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2