
Munculkan karya mu tanpa batas! Maaf typo masih kurang ajar!
Don't forget like and comments yang tadi sebelum ini di up!
~ Secret Director And Assistant ~
Author Pov
Telapak tangan Jungkook memanas, emosi kemarahan memuncak di atas termometer ukuran.
Wajah yang terlihat semakin memerah, bibir yang tak lagi bisa mengeluarkan kata.
Plakkkkk!!!!!!
Akhirnya satu tamparan terlepas dari tangannya, bukannya Yuju yang merasakan sakit melainkan dirinya sendiri.
Ya... Begitu, Jungkook menampar sisi wajahnya dengan keras, betapa kalah amarah di banding rasa sayangnya.
Ia begitu luluh pada Yuju, sehingga rela menyakiti dirinya sendiri tanpa membuat istrinya terluka.
Kedua mata yang tadinya tertutup perlahan terbuka, mengintip sedikit demi sedikit kenapa ia tidak kunjung mendapat rasa sakit.
Padahal Yuju dengan jelas mendengar suara tamparan yang mengedangkan telinganya.
Tangan Jungkook yang masih menempel sangat lekat di area pelipis nya, Yuju segera mendekati suaminya.
Menggapai telapak tangan itu dan menggemanya erat, satu tangannya mengelus lembut bekas tamparan yang membiru di sisi wajah suaminya.
"Kenapa kamu tidak menampar ku, jangan ragu tuk melakukan hal itu. Kekejianmu adalah kemurkaanmu padaku, aku merasa bersalah telah membuatmu tersakiti!" tidak di pancing ataupun di paksa, air mata bertunpahan begitu saja dari pasang bola matanya
Tak tega melihat suaminya menyakiti dirinya, Yuju menubrukkan tubuhnya ke dalam pelukan sang suami walau suhu tubuh yang Jungkook miliki terasa dingin.
"Maaf! Maaf atas perbuatan lancang ku! Aku tidak bermaksud pergi menjauhi mu. Semua yang aku kerjakan ataupun ku lakukan, demi menjaga mu. Aku tidak ingin keburukan menimpamu," Yuju menangis dalam pelukan suaminya, menghujankan air matanya membasuh tubuh Jungkook
"Tidak bisa menyakitimu, sungguh! Kekejaman ku tidak bisa membunuhmu, kebencian yang ku pendam tidak dapat aku lampiaskan," suara lemas Jungkook membalas perkataan Yuju
"Bahkan kecemburuan yang tidak beralasan ini, hampir menenggelamkan pikiranku ke dalam niat jahat untukmu. Yuju, aku tidak bisa kehilangan mu... susah payah aku merebut mu dari tangan orang lain, walau kamu tidak tahu itu," tambah Jungkook mengutarakan rasa kehilangannya
"Aku selalu salah paham terhadapnya, aku pikir dia jahat sehingga berbuat kasar padaku. Kenapa dia menunjukan ketakutannya, kelemahannya terlihat jelas. Bahkan, dia mengatakan hal jujur seperti ini, ketika sedang emosi," batin Yuju berkata-kata tentang diri suaminya yang sekarang
Otot Jungkook terasa lelah, ia tidak bisa mempertahankan posisinya.
Lama kelamaan dirinya terjatuh, Yuju pun ikut jatuh ke bawah. Namun, ia mendingan tak mendapat luka ataupun sakit, karena posisinya menumpuk di atas tubuh suaminya.
Sedangkan kemalangan terjadi pada Jungkook, ia merasakan sakit di bagian belakang tubuhnya.
Sadar dirinya tak terjadi apapun Yuju bangkit segera bergeser ke samping tubuh Jungkook, ia menepuk lembut pipi suaminya guna membangunkannya dari ketidak sadar nya.
"Jungkook!"
"Jungkook!"
"Kau mendengarku tidak!"
"Katakan padaku, kamu baik-baik saja!" kekhawatiran tergurat jelas di raut wajah Yuju
"Yuju!" ucap Jungkook menjawab semua kekhawatiran istrinya
__ADS_1
"Iya." Yuju tetap mempertahankan genggaman tangan yang sudah ia genggam sejak tadi
"Aku kedinginan, bantu aku menghangatkan tubuhku!" pinta Jungkook suara rintihan merajai jeritan jiwa lesu nya
"Aku akan memasak air panas untukmu berendan, lalu aku juga akan menyiapkan minuman penghangat tubuh untukmu,"
"Tidak! Aku tidak menginginkan itu, aku menginginkan tubuhmu untuk menghangatkan ku." dengan mengumpulkan sisa tenaganya, Jungkook membangkitkan sebagian tubuh atasnya
"Jangan di sini, ayoo kita pergi ke kamar. Sebentar, aku harus menutup pintu." terpaksa Yuju melepaskan tangan suaminya, demi keamanan yang harus di jaga kepribadian nya
Gerakan langkah kaki cepat Yuju sigapkan, ia membantu suaminya berdiri dan berjalan pergi ke atas.
Berat dalam melangkahkan kaki sudah pasti Jungkook rasakan, otot yang belum maksimal bekerja harus di paksa kuat-kuat untuk mencapai tujuan tempatnya.
Setibanya di dalam kamar, Jungkook berbaringan bersama tubuh Jeno kecilnya.
Yuju memindahkan tubuh si bayi ke dalam tempat tidurnya, menjaga kenyamanan tidur sang bayi dari gempa yang akan timbul di atas ranjang.
Setelah mengamankan Jeno, lantas ia bergegas mengurus suaminya.
Mencopot pakaian basah dari atas sampai ke bawah, ketika ia membuka pakaian atas miliknya.
Sudah tergambar jelas ketidak berdaayaan suaminya, tanda percintaan harus segera di ciptakan.
Pelaksanaan tidak di mulai seperti biasanya, yang dahulu Jungkook selalu memimpin di atas sekarang harus turun ke level bawah menjalani posisi yang di tempati istrinya.
Warning!!! scene NC 18 +++
Masih harus di tekan ke bawah!
Pagi hari telah tiba, mentari yang kembali menyinari dunia.
Malam kelabu berubah dalam 12 jam menjadi langit biru bertabur awan.
Yuju tengah memandikan si Jeno tampan, berlalu dalam satu jam.
Sesuai kebiasaan Ibu-ibu yang suka menjemurkan bayinya, untuk menambah asupan sinar ultra violet yang menyehatkan.
"Jeno sayang," ucapnya di iringi rasa gemas
Jeno hanya menguap dan menggerakan tangannya ke atas lalu ke bawah, gerakan refleks di lakukan setiap bayi menanggapi suara yang berbicara padanya.
"Udah apa belum jemur nya hm?" pertanyaan aneh melayang masuk ke benak Jeno
Tiba-tiba saja bayangan besar seseorang yang berdiri di belakang, melindungi mereka dari sinar mentari yang cukup terang.
Yuju mendongak wajahnya melihat ke atas, di perhatikannya sang suami yang sedang melukis senyuman menawannya.
"Kenapa berhenti, ayo lanjutkan lagi bicara anehnya," Jungkook cengengesan geli, mendengar setiap perkataan Yuju ketika berbicara dengan Jeno
"Ayahmu selalu menganggu kesenangan kita." Yuju berbalik kebelakang siaran langsung berkontak mata dengan suaminya
"Semalam, kamu sangat bersemangat hingga membuatku sembuh dari penyakit membeku," goda Jungkook membuat rona wajah Yuju timbul di area telur wajahnya
"Aku sadar semalam sangat liar, itu tidak akan terulang kembali," sahut Yuju menahan rasa malu, ketika ia mengingat tingkahnya
"Tapi aku menyukai caramu itu, terlebih membangkitkan ku dari keterpurukan." Jungkook menggerakan kepalanya ke samping, lalu berbisik
__ADS_1
"Kamu terlihat seksi." Jungkook menarik kepalanya kembali dari dekat telinga istrinya
"Sudah jangan bahas itu, aku harus pergi ke dalam memakaikan pakaian Jeno." Yuju melewati tubuh suaminya, tapi rencana kaburnya sudah ke tebak oleh suaminya yang menarik lengannya hingga mundur beberapa langkah kebelakang
"Mau lari lagi, sampai kapan. Suamimu akan mengejar hingga dapat, hmm...." Jungkook senyum penuh keromantisan, Yuju berada dalam tekanan tersipu malu yang berlebihan
Saat itu juga Jungkook meraba bibir Yuju dan merasakan getaran yang tengah terjadi di area lembab itu, ia menaikan senyuman lalu menerobos kan ciuman masuk ke dalam bibir istrinya.
Yuju tidak bisa mengelak lagi, kekuatan ciuman sang suami yang sangat lihai dan pandai memainkan lidahnya.
Berbagi rasa cinta di pagi hari begitu mengasyikan, sampai lupa bahwa ada seorang pelakor yang masih kecil mengawasi pergerakan mereka di tengah-tengah.
Jungkook memasukan tangannya menyusup ke dalam pakaian Yuju, mencari arena yang menyenangkan untuk ia mainkan.
Belahan payudara sebelah kiri menjadi target sasaran empuknya, ia ***-remas bagian tubuh yang kenyal bagaikan jeli itu.
Awalnya Jeno terdiam tapi ia tidak bisa tinggal diam, melihat Ibunya di abiyaya secara psikis.
Jeritan tangis yang membahana menggoncangkan percintaan mesra yang tengah di lakukan kedua orangtua nya, Yuju segera menjauhkan dirinya melepaskan tautan bibir dari ciuman sang suami tampan.
"Anak ini, selalu saja menganggu kami." Jungkook mencubit gemas pipi Jeno, yang menambah tangisan bayi itu semakin menjadi
"Kamu ini." Yuju menyingkirkan jari Jungkook dari atas pipi Jeno
"Bukannya pergi ke kantor malah mengacau di sini, sudah sana pergi tugasmu menunggu untuk di kerjakan." Yuju berjalan pergi meninggalkan tubuh suaminya, sambil senyam-senyum tidak jelas
"Kerja dengan mu saja, menghasilkan bayi kalau di kantor hanya menghasilkan rasa pusing dan lelah, karena banyak berpikir." Jungkook mengikuti kemana istrinya melangkah pergi, kedua tangannya masuk ke dalam saku celana jeans yang ia kenakan
Tak lagi berpakaian rapi seperti Direktur biasanya, Jungkook mengenakan setelan t-shirt bergaris hitam putih di padukan dengan jeans hitam yang nyaman ia gunakan.
Di kamar
Yuju sibuk mengurus Jeno, Jungkook memancing amarah nya keluar. Berulang kali ia menganggu istrinya, yang tengah berusaha membuat Jeno menjadi tampan.
"Jika kamu hanya menganggu, pergi saja!" ucap Yuju terpancing rasa kesal oleh tingkah suaminya, yang mengajak ia bertengkar
"Di usir lagi, bukannya kebanyakan istri menanti waktu seperti ini bersama suaminya agar tetap menjaga hubungan harmonis. Tapi aneh dengan mu, kayaknya kamu tidak suka aku ambil lembur begini." Jungkook membaringkan tubuhnya di sebelah tubuh Jeno, mengalaskan kedua telapak tangan yang sengaja di lipat menjadikan bantal dadakan
"Suka tapi tidak tertarik berduaan denganmu." kedua tangan Yuju sibuk menerapkan pakaian ke tubuh Jeno
"Ohh tidak tertarik, kalau aku berpaling darimu kemudian tidur bersama istri baruku, mungkin baru tahu rasa penghianatan." Jungkook melirik-an kedua bola hitamnya ke atas samping, menatap Yuju yang mematung setelah mendengar ucapannya
To be continues..............
Bonus chapter! Sesuai janji dulu yang mau up dua kali dalam sehari.
Maaf baru bisa nempatin janji, ya!
Ok jangan lupa vote and comments!
Yang part tadi juga sebelum ini, like komentar juga ok.
See you Good Night everyone!
Keep smile jangan ada yang kecewa ya!
@AnaPitriana
__ADS_1