Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
Ketiga puluh enam: sakit Hati!!


__ADS_3

Mukjijat!!!πŸ˜‡πŸ˜‡ update nya siang, ko tumben ya!!! Biasanya kan malam!!


Typo ya gaess!!!


~ Secret Director And Assistant ~


Author pov


Yuju membuka pintu kamarnya, suara dengkuran keras membisingkan telinganya.


"Apa rasa sakit membuat dia bahagia." Yuju melenggang masuk ke dalam, berjalan mendekati ranjang tak butuh waktu lama ia melihat Taeyong yang tengah terlelap dengan nyenyak tanpa gangguan


"Berani sekali dia tidur di kamarku, sekertaris nya juga mengerjai ku. Katanya dia ada di kamarnya, setelah sampai dia tidak ada... malah di sini tempat ia berada." Yuju menarik selimut yang menutupi tubuh Taeyong hingga tarikan itu membangunkan lelaki itu


Perlahan Taeyong membuka matanya, pandangan kabur belum terlihat jelas seperti biasanya.


οΏΌ


Taeyong tersadar, tapi ia malas membangunkan dirinya dari posisi tidur.


"Hey kau!! apa cara kejammu ini, tidak berdosa padaku?" tanya nya


"Hahh!! berdosa juga aku tak merasa, batalkan tanggal pernikahan. Kau tahu sendiri, aku sudah bersuami. Dalam beberapa hari lagi, aku pergi dari sini," ujar Yuju tak sengaja membeberkan rencananya


"Benarkah? Kalau begitu, aku mencegah kepergian mu. Kepala ku masih pusing, jangan ganggu aku. Bicaralah dengan orang tuamu, mengenai liburan ke kota B." Taeyong memejamkan kedua matanya, ia pura-pura tertidur demi mengamati diam-diam apa yang akan di lakukan Yuju


"Ke kota B." kedua mata Yuju berbinar, ide cermelang muncul di benaknya


Karena perasaan bahagia, ia buru-buru melangkah pergi dari kamar.


Taeyong membuka matanya setelah ia tidak mendengar suara langkah kaki yang berdengung di telinganya.


"Yuna... gadis itu sudah gila, arggh!!! dia memancingku keluar," desis Taeyong tidak senang


Ada apa ya?????πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Di ruang tamu


Yuju meminta ijin untuk ikut liburan bersama dengan Taeyong ke kota B, Siwon nampak tidak setuju dengan perkataan istrinya yang mengijinkan putrinya pergi dari castle.


"Ayah...." Yuju menghampiri sang Ayah, lalu ia duduk di sampingnya menggandeng salah satu lengan sang Ayah


"Aku akan baik-baik saja, lagipula si nakal itu banyak pengawalnya," bujuk Yuju, supaya Ayahnya mengijinkan


"Si nakal, apa dia Taeyong?" tanya Yoona bergeming heran


"Ahh!! Iya. Dia, karena ia selalu menganggu Yuna. Masuk tanpa permisi, tak mengucapkan terimakasih," jawab Yuju menjawab keheranan sang Bunda


"Baiklah sayang, kamu boleh pergi. Tapi ingat hanya dua minggu saja, tidak boleh lebih dari itu!" pesan Siwon, ia mengatakan itu demi kebaikan putri tinggalnya


"Tentu, makasih ayah." Yuju memeluk Ayahnya, dalam hatinya tertawa bahagia


"Bukan 2 minggu Ayah, tapi selamanya. Maaf harus jadi anak durhaka, semoga ada keajaiban nanti. Jika aku di lahirkan kembali di generasi selanjutnya, aku tidak mau jadi anak durhaka... jadi anak berbakti pada kalian saja," batin Yuju


"Yuna... kehamilanmu sudah memasuki berapa bukan sayang?" tanya sang Ibu


"Hm... Yuna nggak tahu, nanti sesampainya di kota B. Yuna akan periksa Bu, di rumah sakit sekitar," sahut Yuna suara kegembiraan mengiringi nada ucapannya


"Kamu semangat sekali, tapi jangan lupa! Kabari ibu ya!!!" pesan Yoona


"Iya Ibu." senyum ceria menghiasi wajah Yuju, tak dapat menyembunyikan perasaannya yang bahagia


Pagi menjelang....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Β  β™₯CHEERβ™₯Β 


.*πŸŒŸβ•¦β•¦β•”β•—πŸŒŸ*.


*.πŸŒŸβ•‘β•‘β• β•πŸŒŸ.*


*.πŸŒŸβ•šβ•β•©+🌟*.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Keesokan harinya, perpisahan keluarga yang diiringi haru juga tangisan dari sang Ibu.


Yoona harus melepas pergi putrinya, Yuju yang tersenyum merekah membuat sedikit ketenangan dalam diri sang Ibu.


Si Ayah beberapa kali berpesan pada Taeyong untuk menjaga calon istrinya, Yuju yang mendengarkan itu merasa tidak senang.


Mereka bertiga berangkat menuju ke lobi pemberangkatan, Yuju yang di bantu Rose berjalan merasa dirinya di perlakukan seperti lansia.


"Sudah berhenti, aku bisa jalan sendiri." Yuju berjalan dengan gerakan cepat, Rose hanya mengangkat kedua bahunya bebannya pergi menghilang


Taeyong yang berdiri di samping Rose berbisik di telinganya.


"Harimau betina memang sangat sensitif ya." ia melangkah maju, meninggalkan Rose yang masih mengartikan bisikkan nya


"Harimau betina, Nona Yuju kan tunangannya." Rose menghela napas, ia mengikuti langkah tuan nya yang sudah tak terlihat matanya


Perjalanan di tempuh 2 hari satu malam, karena ada kegiatan lain yang mendesak Taeyong harus mengunjungi kota F.


Membuatnya menjadi sibuk, Yuju dan Rose yang pergi ke penginapan.


Di perjalanan Yuju memohon pada Rose, untuk pergi ke rumah suaminya dimana dahulu ia tinggal.


Rose terkejut, ia tidak bisa mengabulkan permintaan yang melanggar bagian tugasnya.


"Nona Yuju, maaf! Kita datang kemari bukan untuk melihat masa lalumu, melainkan liburan demi mengenang masa lalu juga menata masa depan," tolak Rose ia masih bersikap tegas seperti biasanya, yang tidak mau mengalah pada rayuan ataupun bujukkan


"Baiklah Nona, hanya 30 menit saja," jawab Rose sembari tersenyum kecil


"Ok, itu sudah cukup." Yuju melihat ke depan kembali, sambil memainkan jari tangannya di atas perut ia tertawa aneh


Rose mengirimkan sebuah pesan singkat pada Taeyong, dimana ia memberitahu kalau Yuju akan melihat suaminya.


Taeyong membalas pesan dari Rose, menginginkan hal itu terjadi.


"Tuan Taeyong," batin Rose


Sesampainya di kota B, rute di ubah mengikuti arahan dari Yuju.


Mobil pun berhenti di sebuah alamat, Yuju segera keluar dari mobil ia berjalan menuju pintu gerbang yang terbuka sangat lebar.


Mengintip di balik dingding, ke arah depan rumah.


οΏΌ


"Pengawal nya pergi kemana?" Yuju melirik ke sekitar halaman rumah, lirikan matanya tak menemukan seorang pun pengawal yang bertugas


Rose ikut keluar karena penasaran, sebenarnya apa yang di lakukan Nonanya.


Ia berdiri di samping Yuju kepalanya sedikit miring, mengikuti Nonanya yang tengah mengintip.


Tak berapa lama pintu rumah terbuka, keluarlah Jungkook pemandangan yang dirindukan membuat Yuju menangis haru.


οΏΌ


"Dia masih tampan," ucap syukurnya

__ADS_1


"Nona, ingat tuan Taeyong!" ucap Rose memperingatkan


"Dia... malas ku ingat," jawab ketus Yuju dirinya masih dalam pandangan matanya


Saat Jungkook melihat ke arah gerbang, Yuju segera bersembunyi di ikuti Rose yang reflek mengikuti gerakan nya.


Jantung Yuju berdebar-debar, ia tidak bisa mengendalikan perasaannya.


Perasaan jatuh cinta pada suaminya, di tambah lagi penyakit rindu yang belum terobati.


Beberapa detik kemudian...........


Yuju mengintip kembali, ia melihat kejadian yang tidak pernah terjadi sebelumnya.


Eunha yang sedang menggendong Jeno berdiri di depan Jungkook, mata Yuju sekaan tertusuk panah melihat momen manis itu.


"Mengapa!!!" tangan Yuju mengepal secara tiba-tiba, seakan meremas sesuatu telapak tangannya memerah


οΏΌ


Di teras rumah......


"Jungkook, bayi kita." Eunha mengulurkan tangannya yang menggendong Jeno ke dekatnya


"Jeno." Jungkook mengambil Jeno dari atas pangkuan Eunha, menimang-nimang nya dan bermain sebentar dengannya


Karena jam tangannya berdering, menandakan ia harus segera pergi.


Ia mengembalikan Jeno ke tangan Eunha, setelah memberikan sebuah kecupan kasih di kedua pipi bayinya.


"Aku pergi, jaga dirimu baik-baik." Jungkook membalikkan tubuhnya, melangkah menuruni anak tangga hingga menginjak tanah


"Dadah papah." Eunha menggerakan tangan Jeno, sambil tersenyum sumringah


Jungkook tersenyum kemudian menarik kenop pintu mobil, perlahan dirinya masuk ke dalam dan duduk.


"Hati-hati di jalan sayang, jangan pulang terlalu malam!!" Eunha sedikit berteriak, agar Jungkook mendengar suaranya


Jungkook menyalankan mesin, sembari menyetir mobil tangan satunya melambai keluar, artinya ia pergi dengan ketenangan.


"Bayi kecilku....!!" tetesan air mata menghujani wajah cantik Yuju, ia masih menatap ke arah Jeno yang sepertinya memperhatikan dirinya


Terlihat Jeno menangis tiba-tiba, Rose tidak bisa membiarkan Nonanya tertangkap basah ia menarik Yuju menjauh dari depan gerbang dan bersembunyi dengan cepat dari jangkauan mobil yang akan melintas.


Setelah kepergian mobil Jungkook, Rose menarik Yuju keluar dari tempat persembunyian.


Yuju masih menangis meratapi kebahagian nya yang sudah lenyap darinya.


"Nona," panggil Rose


"Bayiku, itu bayiku bukan bayinya...." isak Yuju ia tidak berhenti mengatakan itu


"Apa bayi itu anak pertama anda dengan suami anda yang barusan lewat?" tanya Rose yang penasaran


"Bukan, bayi pertama kami sedang aku kandung." Yuju mengelus perutnya


"Lalu... bayi itu kenapa anda tangisi?" Rose kebingungan, ketidak pahaman situasi yang sedang terjadi


"Dia bayi yang aku rawat, walaupun bukan anak kami. Tapi... kami sudah menganggap nya sebagai anak, apalagi Jungkook. Dia kenapa?" Yuju terduduk lemas di pinggir jalan, tak kuat lagi menahan rasa sedih


"Apa ini yang di takutkan Tuan Taeyong, kalau anda bertemu dengan suami anda bakal jadi seperti ini," ucap Rose mengerti sesuatu tentang pesan yang pernah di sampaikan Taeyong yang tidak pernah di jelaskan secara detail


"Jungkook, sudah mengabaikan keberadaanku... dia bahkan tidak mencariku, sejak datang ke sini aku tidak di tangkap polisi ataupun pihak tertentu," gumam Yuju


Bersambung.............

__ADS_1


Semoga kalian lebih adem ya hatinya, kan udah liat Jungkook. Ada loh, karena pusing dan banyak pikiran Jungkook memanjakannya rambutnya.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Thanks buat readers yang kemarin komentar!!!


__ADS_2