
Gaesss maaf belum balas, komentar kalian kemarin....
Kerjaan masih dalam targetan....
Up nya malam, karena ada something yang memilukan.
Typo masih ada....kapan ngilang?
~ Secret Director And Assistant ~
Author Pov
Jungkook melepaskan tautan bibirnya, kedua tangannya di tarik mengeluarkan dagu Yuju.
Jari telanjuk tangannya menyentuh permukaan bibir istrinya, sambil tersenyum bahagia.
"Tidurlah Yuju, kamu harus banyak istirahat...." ucap Jungkook sembari tangannya bergerak mengelus pipi Yuju, sentuhan tangannya terasa menenangkan perasaan istrinya
Jungkook bangun dari tempat tidur, ia duduk di pinggir ranjang melepaskan sepatu yang masih belum ia tanggalkan.
Walau senyuman terukir di wajahnya, Jungkook tidak bisa menyembunyikan kekecewaan nya.
Saat kegairahan tak bisa di balaskan, ia hanya bisa pasrah dan menunggu dimana saat Yuju siap menerimanya kembali.
"Jungkook," panggil Yuju yang merasa ada yang berbeda dari suaminya
Jungkook hanya menjawab dengan kata "hmm...." seperti malas mengeluarkan banyak kata dari mulutnya
Yuju terus maju mendekati Jungkook, kedua kakinya di gerakan perlahan ke depan.
Menyadari ada gerakan yang membuat pertahan tubuhnya goyah, Jungkook menoleh kebelakang.
"Kenapa belum tidur?" tanya nya ia kembali lagi fokus melepaskan kaos kaki yang melekat di kedua kakinya secara bergiliran
Kedua tangan Yuju bersatu memeluk erat perut suaminya dari belakang, Jungkook menyelesaikan pekerjaan sepele melepas kaos kakinya menendang sepatu nya menjauh dari tempat tidur.
Tangan kanan Jungkook menyambut hangat pelukan dari istrinya, jari jemari tangannya mengelus punggung tangan Yuju sambil menutup kedua matanya perlahan.
"Siapa yang menemani kamu tidur semenjak aku pergi?" Yuju menenggelamkan dagunya di atas bahu Jungkook, matanya melirik suaminya yang tengah terpejam
"Kalau aku sebutkan, kamu pasti sangat cemburu padanya," jawab suaminya pelan
"Cemburu tentu saja, tidak ada seorang istri yang tidak merasa kesal pada suaminya. Kalau lelaki yang ia cintai berhubungan dengan wanita lain," ungkap Yuju berterus terang, memang benar perkataan nya
"Setiap malam dia selalu tidur di sampingku, kadang menangis... membuatku bangun dari rasa kantuk yang memberatkan mataku untuk terbuka," Jungkook memulai ceritanya mengenai sosok yang menemaninya setiap malam
"Apa kamu tidak mau menyentuhnya?" Yuju menahan rasa marah, juga sakit hati yang mulai menusuk-nusuk jiwanya
"Terlalu sering aku memeluknya, dia belum pernah merasa puas," tambah Jungkook memanas-manasi kecemburuan istrinya
"Pelukan itu sudah cukup, kenapa dia terus menangis membuatmu tidak bisa tidur saja," Yuju marah-marah tanggapannya sungguh memuaskan ekspetasi Jungkook
"Dengarkan aku, suara tawanya bagaikan alunan pengantar tidur untukku. Walaupun dia banyak bicara tidak jelas, aku anggap dia sedang bernyanyi membuatku terhanyut...." ucapan Jungkook tersenggal karena rasa sakit akibat cubitan dari kedua jari Yuju yang greget pada ceritanya
"Bagus... kamu udah mulai suka padanya, mentang-mentang aku tidak ada seenaknya kamu bermain-main dengan istri muda mu itu. Kamu tidak ingatkah!! Padaku." Yuju mencubit keras pinggang Jungkook sehingga suara rintihan kesakitan keluar dari bibir laki-laki itu
"Yu...ju...!!" Jungkook menarik tangan Yuju dengan kuat, agar cubitan yang ia rasakan tak lagi terjadi
Yuju tak lagi memeluk Jungkook, ia mundur menjauhi suaminya yang tengah memeriksa bagian pinggang nya terlihat bercak biru ke ungu-an di sana.
Jungkook membenarkan kaos pakaiannya hingga rapi kembali, ia berbalik menaikan kedua kakinya ke atas kasur.
"Pulang dari kanada kamu belajar cara menyiksa suami, apa ini patut di praktek padaku?" Jungkook menyilangkan kedua kakinya, memajukan tubuhnya mendekati sang istri
"Lalu suami mana lagi yang harus aku siksa kalau bukan kamu." Yuju memalingkan wajahnya ke samping, ia merasa sebal jika harus memandangi Jungkook terus menerus
"Apa kamu cemburu pada Eunha?" tanya Jungkook menyimpan senyuman, untuk tidak keluar saat ini ia ingin menguji kesabaran Yuju sampai dimana
"Masih di tanya lagi," Yuju tetap berpaling menatap jendela yang di tutupi gorden menjutai sampai ke lantai
"Apa aku bilang yang menemani ku setiap malam selama berbulan-bulan itu adalah dia... tidak kan?" Jungkook ingin sekali tertawa tetapi sandiwara harus ia jaga dan teruskan ia senang kalau mempermainkan api cemburu istrinya
"Kalau bukan dia siapa lagi, atau kamu menyewa ******* untuk memuaskan nafsu mu, hah!!" Yuju mengalihkan kedua matanya, memelototi Jungkook
"Pikiran mu tentang ku yang tidak benar kelewat jauh sayang...." Jungkook menangkup wajah Yuju, menatap istrinya di ikuti senyuman manis wajahnya
"Udahlah... ngaku aja, memang kalau istri sedang hamil suka di abaikan." Yuju menarik kedua tangan Jungkook dari bawah dagunya
"Ya... aku menyerah, kalau main-main denganmu selalu aku yang kalah,"
Jungkook meluruskan kedua kakinya, Yuju malah semakin menjauh, dia bergeser ke samping kiri mencapai bantal yang sudah siap menerima kepalanya untuk tidur.
__ADS_1
"Jeno... dia bayi paling rewel yang tidak bisa diam, aku harus bangun malam untuk membuatkan susu untuknya. Pagi di buat repot, harus mengurusnya. Ke kantor aku telat dari jam biasanya, pekerjaan ku jadi berantakan, karena ulah nya yang hanya menangis dan menangis." Jungkook mengakhiri ceritanya dengan hembusan napas lelah saat kejadian itu ia ingat hanya ada rasa penat dan pusing
Seketika perasaan sakit itu meleyap dari hati Yuju, kedua matanya berbinar-binar.
Kilauan cahaya seakan mendatanginya, Yuju bergerak mendekati suaminya.
Jungkook hanya menatap Yuju, ia memperhatikan istrinya yang sedang berusaha menghampirinya.
"Kecemburuan ku berlebihan ya?!" tanya Yuju merasa bersalah, ia salah mengira dan menuduh Jungkook yang tidak-tidak
"Ya kalau berlebihan memang benar, kamu sudah dewasa cemburu pada bayi yang masih belum bisa bicara ataupun bertindak," ejek Jungkook dengan perasaan senang rencana yang ia buat untuk memancing emosi kecemburuan Yuju sukses terencana 100% tanpa ada gagal
"Perasaan aku pernah mengatakan itu padamu, itu kapan ya?!!" Yuju berusaha mengingat kejadian dulu yang terlewati
"Jangan di pikirkan itu malah menambah beban, jaga kondisimu... aku hanya menginginkan keselamatan bagi kalian berdua,"
"Kalian berdua maksud kamu?" Yuju malah tambah bingung setelah ia di larang berpikir keras, tapi di beri beban tambahan pikiran dengan pernyataan 'kalian berdua'
"Kamu dan bayi kita," jawab Jungkook
Yuju tersipu malu, senyuman canggung terlukis. Jungkook merasa bangga pada dirinya, ia bisa melepaskan beban pikiran yang tak pantas ia tunjukan lagi.
Yaitu kekhawatiran, amarah dan kekecewaan yang masih saja menjadi topik permasalahan dalam dirinya.
Melihat Jungkook yang terdiam seperti sedang melamun sesuatu, tatapan kosong kedua mata suaminya yang mengarah ke bawah membuat Yuju mengetahui keadaanya.
Selama ini dia adalah suami yang baik, tidak merusak kesetiaan dan mengabaikan kewajiban nya.
Ikrar terus ia jalankan, janji tetap ia laksanakan.
Aturan cinta tidak ia langgar dengan membaginya pada wanita lain, Yuju sadar bahwa Jungkook juga menahan gairah panasnya.
Warning!!! Scene NC 17+++
Scrolls ae lahhh......
Saat berciuman tadi, Jungkook tidak melakukannya seperti biasanya.
Mungkin hanya melepaskan rasa rindu, tetapi tidak mengeluarkan nafsu birahinya.
Bagaimana pun dia adalah seorang laki-laki yang memiliki hasrat yang harus di penuhi, selama ini yang tidak setia adalah dirinya.
Menunggu di butuhkan kesabaran yang tinggi, akhirnya Yuju mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajah sang suami.
Napas juga suara gemuruh dari bibirnya, menarik perhatian Jungkook sehingga dia keluar dari lamunan.
Kening Jungkook mengerut heran, kenapa tiba-tiba istrinya mendatangi nya tanpa diminta .
Yuju mengecup pelan bibir atas suaminya, semakin lama ia menariknya Jungkook membalas ciuaman darinya.
Kini suaminya bertambah semangat, Jungkook yang tadinya ingin menahan nafsu birahi nya agar tidak terlampiaskan keluar.
Malah menikmati sentuhan lembut bibir istrinya, mereka berdua kembali berciuman juga menikmati waktu yang mereka miliki sebelum persediaan napas harus di isi ulang.
Yuju tak sanggup lagi, ia segera mengakhiri ciuman panas yang sedang terjadi.
Menarik napas dalam-dalam menghirup oksigen baru untuk mengatur kondisi tubuhnya, Jungkook melepaskan kaos yang di kenakan nya.
Warning!!! Scene NC 18++++
Yang malas baca boleh lewat aja, jangan di baca sampai bawah...
Ehh...karena itu adegan yang terus berulang nggak ada yang baru heheheh...😂😂😂 maklum nggak pengalaman menulis NC.
Membiarkan tubuhnya setengah telanjang, Yuju di buat terpukau dengan bentuk sempurna roti panggang yang terukir di perut suaminya.
Semakin matang saja dan bertambah ukiran roti sobek di perut Jungkook, menyadari dirinya sedang di perhatikan.
Jungkook malah menambah kesan merinding Yuju terhadap dirinya, ia membuka resleting celana jeans nya.
"Jungkook... apa yang kamu lakukan." Yuju menutupi matanya dengan satu tangan, ia tak ingin matanya terkena serbuan menonton adegan film dewasa
"Bukankah kita akan melakukannya." Jungkook menarik tangan Yuju, sehingga istrinya bisa melihat ia sekarang
"Tapi...."
Yuju tidak di beri kesempatan untuk menjawab ucapan Jungkook, suaminya mencekal bibirnya.
Menahan suara keluar, mengambil alih gerakan tubuhnya yang hanya bisa ia lakukan terdiam tanpa ada gerak pemberontak.
Ciuman Jungkook tidak bisa Yuju hindari, tidak hanya itu tangan kanan suaminya menyusup masuk ke dalam dress pakaiannya.
__ADS_1
Meraba-raba kedua pahanya yang berpindah-pindah bergeliran ke kanan-kiri, kemudian naik ke atas masuk ke dalam celana dalam tak lama jari tangan itu bertindak mengelus-elus permukaan ****** nya.
"Jungkook," ucap Yuju dalam hati, ia merasa geli tak kala tangan suaminya yang terus bermain-main di area sensitif miliknya
Sudah tak bisa menahan lagi, Jungkook melepaskan ciumannya.
Memandangi Yuju tatapannya begitu tenang, tak ada perasaan apapun di tunjukan.
Pancaran bola mata Jungkook sempurna tak berkedip, menatap Yuju intens.
"Yuju... kamu masih cantik seperti dulu, aroma tubuhmu wangi yang tidak pernah berubah." Jungkook mendorong pelan tubuh Yuju turun ke atas kasur, menaikkan dress istrinya sampai ke atas pinggul
Menurunkan kain yang menutupi ****** Yuju sampai di atas mata kaki, Jungkook segera menariknya dan membuangnya ke bawah ranjang.
Satu persatu kedua kaki Yuju di angkat ke atas bahunya, Jungkook dengan segera mengeluarkan kejantanan nga keluar meluruskan masuk ke dalam ****** istrinya.
Sensasi yang sudah lama tidak Yuju rasakan, saat milik Jungkook mulai menusuk-nusuk dingding rahimnya.
Ia merintih sakit, Jungkook semakin kegirangan.
"Arrrghh!!" Jungkook berdecit, feels yang ia dapatkan membuatnya sangat kecanduan
Hantaman keras ***** yang terus di dorong masuk, membuat tubuh Yuju lemas tak kuat lagi menahan percintaan terlalu lama.
Napas tersengal-sengal menjadi faktor utama Yuju untuk menyerah, keringat Jungkook bercucuran membasuh wajahnya.
"Ha...."
"Ha...."
"Haaah...."
Terdengar napas yang berat, dorongan penisnya melambat sehingga menghentikan kekuatannya.
Jungkook menatap Yuju yang sudah kelelahan, segera ia menurunkan kedua kaki istrinya menyentuh permukaan spray.
Ingin Jungkook menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Yuju, tapi itu tidak mungkin ia lakukan.
"Cape sekali?" Jungkook menghapus keringat di atas keningnya
Yuju hanya mengangguk, mengisyaratkan kata iya.
Jungkook mengecup leher Yuju, kecupan itu berubah menjadi hisapan yang menambah kenikmatan.
Ia ingin meninggalkan kesan malam yang begitu indah, untuk tidak di lupakan.
Membuat jejak kiss mark sebagai penanda, bahwa istrinya sukses memenuhi hasrat birahi nya.
Jungkook menarik keluar kejantanan nya, bergerak ke samping Yuju untuk berbaring dan mengatur napas yang lebih lega.
"Jungkook... bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?" Yuju menoleh ke samping, menatap Jungkook yang tengah melihat ke atap langit kamar
"I-ya, katakan saja," sahut Jungkook lemas
"Aku merasa kedinginan, bisakah kamu menarik selimut untukku. Aku tak mampu untuk bangun!"
Jika di pikir perkataan istrinya bukanlah sebuah kata-kata kiasan, yang di sangka Jungkook akan mengatakan tentang kegiatan panas yang baru saja berkahir.
Melainkan sebuah permintaan menjurus ke sebuah perintah.
Jungkook membangunkan dirinya, ia menarik selimut menutupi tubuhnya juga Yuju.
"Kamu terbebas, sekarang tidur bermimpilah tentang kita berdua." Jungkook mengecup pipi Yuju dengan sentuhan lembut, kemudian ia berbaring lalu berbalik ke samping tangan kirinya memeluk erat
"Good Night." ucap Yuju sebelum ia menutup matanya
"Good Night too." Jungkook memejamkan matanya, Yuju melirik suaminya dia tersenyum tulus
Yuju pun menutup kedua matanya, berharap memimpikan kenangan mereka yang terulang.
Malam hari yang berkesan, menambah wawasan di tuangkan ke dalam ingatan menjadikan sebuah kenangan yang tak terlupakan.
Keesokan harinya........
To be continues..............
Jangan lupa like and comments!!!
Di tunggu!!!
Sekian dan sampai jumpa....😊😊😊
__ADS_1