
~ Secret Director And Assistant ~
Author pov
"Bukan marah padamu, aku hanya takut kehilangan mu suatu hari nanti." Jungkook menutup matanya perlahan, berlanjut ke alam mimpi menenangkan perasaannya untuk berdiam diri
"Jadi... inikah ungkapan suami pada istrinya nya," goda Yuju berbisik di telinga suaminya
"Jangan menggodaku, aku ingin tidur menutupi semua perasaan yang tak seharusnya di tunjukan," cela Jungkook
"Baiklah...." Yuju memeluk tubuh suaminya ke dalam dekapan nya, walau Jungkook membelakangi dirinya
Satu minggu telah berlalu dari kejadian itu, kini Jungkook tengah sibuk merapikan setelan pakaian yang ia kenakan, untuk pergi ke acara hari ulang tahun kakeknya.
Momen inilah yang di tunggu olehnya, dimana pengesahan jabatan nya semakin jelas dan tidak dapat di ganggu gugat.
"Yuju... Yuju!"
Panggilan suara berasal dari bibir sang direktur, memanggil sang istri yang sibuk merapikan kamar mandi sejak tadi.
"Sebentar Jungkook!"
Yuju yang tengah memperhatikan wajahnya, terlihat pucat dan lemas
"Yuju!" teriak si suami kembali, Yuju segera membasuh wajahnya setelah selesai ia melangkah terburu-buru keluar dari kamar mandi
Jungkook memperhatikan gerak langkah kaki istrinya yang terlihat kaku, ia langsung menghampiri sang istri dan bertanya.
"Kamu tidak apa-apa?" Jungkook menaruh kedua telapak tangannya di bahu Yuju
"Iya tidak apa-apa, maaf aku tidak membantu mu bersiap!" Yuju menggelengkan kepala ke kiri sekejap dan mendongak wajahnya
"Kita ke dokter... Aku bisa menemanimu sebelum berangkat!" ajak Jungkook yang mengkhawatirkan keadaan istrinya
"Tidak, kamu pergi saja. Setelah minum obat aku pasti baik-baik saja." Yuju memaksakan sebuah senyuman terukir di wajahnya
"Kalau begitu jaga dirimu, aku pulang larut malam. Pesta tidak akan berakhir dalam waktu dekat, aku harap kamu berdiam diri di rumah." Jungkook memberi sebuah kecupan kasih di atas kening Yuju, setelah itu ia mengusap rambut belakang istrinya
"Iya, kamu tenang saja. Aku mau pergi kemana sampai kamu cemas begitu?"
"Biasanya kamu pergi, tapi jangan di ilang kembali." Jungkook tersenyum ia menarik lengannya yang masih berada di belakang kepala istrinya
Senyuman itu perlahan memudar seiring berbaliknya tubuh Jungkook, laki-laki itu pergi keluar dari pintu kamar.
Yuju duduk di pinggir ranjang, ia memijat kakinya perlahan dari bawah ke atas.
Belakangan ini ia merasakan pegal dan sering pusing kepala. Tak berapa lama ada yang mengetuk pintu rumah, Yuju memaksakan dirinya yang tengah beristirahat berjalan menuruni tangga menuju ke arah pintu rumah.
Ketika pintu terbuka sorot mata kerinduan datang menyambut kedua pandangan bola matanya, Yuju mempersilahkan masuk seseorang yang memberikan sebuah rasa rindu dalam dirinya timbul.
"So Jung!"
Mereka duduk berdampingan di sofa ruang tamu, saling berbicara dari mulai candaan ke dalam hal yang serius di bicarakan.
"Apa kamu yakin Yuna akan terus melanjutkan misi ini, mungkin yang terakhir atau bisa jadi tahap awal keburukan nasibmu," ucap So Jung memperingatkan Yuju akan bahaya atas tindakan yang membawa dampak negatif bagi temannya
"So Jung, tugas ini adalah jalan hidupku. Aku tidak ingin Jungkook dalam bahaya karena tindakan kakaknya, aku tidak bisa membiarkan dia menderita karena kesahan yang bukan berasal dari tindakannya. Aku bahagia menjalankan misi ini." Yuju tersenyum ia menyimpan telapak tangan kanannya di atas punggung tangan So Jung
Kepercayaan yang tetap terlindungi So Jung dan Yuju saling membalas senyum.
Tiba-tiba saja So Jung teringat hadiah yang ia simpan di tas paper bag yang cukup besar.
Tumpukan tangan persahabatan harus di bubarkan, So Jung mengambil sebuah kotak di dalam paper bag itu.
Ia tersenyum sesaat dan memberikan kotak tersebut pada Yuju, ia juga meminta temannya agar tidak menolak hadiah darinya.
Yuju merasa tidak enak hati karena di beri hadiah oleh sahabatnya, akan tetapi. So Jung berdalih kalau hadiah yang di berikan adalah tunjangan dari tugas yang telah di lakukan temannya.
Yuju membuka kotak itu dan menemukan sebuah ponsel di dalamnya.
Ia kaget sekaligus terharu dengan pemberian So Jung padanya.
"Kamu pantas mendapat itu, lagian... susah banget hubungi kamu. Mau telpon susah bertemu harus janjian dulu itukan ribet, kalau udah punya koneksi kan gampang." So Jung senyum bahagia, melihat sahabatnya tersenyum penuh kebahagian
"Jadi... Apa yang harus aku lakukan?" Yuju bersemangat melakukan tugasnya kembali, menghilangkan rasa sakit yang ia derita untuk sementara waktu
"Persiapkan dirimu, aksi kita akan segera di mulai." So Jung membangunkan dirinya dari tempat duduk
Yuju tersenyum, lalu ia mengambil sebuah paper bag yang di bawa So Jung kemudian ia pergi menaiki tangga menuju kamarnya yang di ikuti temannya dari belakang.
Jam terus berganti angka juga terus menunjukan detaknya, di dalam sebuah kurungan bernama waktu.
__ADS_1
Yuju dan Jin memasuki sebuah ruangan sebagai tamu undangan, mereka menjadi pasangan kekasih kembali.
Yuju yang menggandeng lengan kiri Jin, sudah siap melakukan aktingnya.
Kedua kalinya dia tidak memperhatikan sekitar, bahwa suaminya berada di dekatnya.
Mereka di antar oleh seorang pelayan menuju sebuah meja yang sudah di sediakan.
Di sanalah mereka bertemu dengan Wonwoo dan Lisa, pasangan kekasih yang saling menghancurkan kehidupan suaminya.
Lisa yang mulai menerima kehadiran Yuju sebagai rekan kerjanya, juga sedikit percaya akan janji yang di ucapkan nya.
Terlihat menyambut hangat kedatangan mereka berdua, saling duduk berhadapan dan memandang penuh dengan penyambutan.
"Sudah melakukan transaksi?" tanya Jin sembari meraih segelas air whisky yang tersedia di depan matanya
"Sedang menunggu kurir pengantar datang, kau tenang saja bisnis ini akan lancar keadaanya," jawab Wonwoo dengan suara tenang
"Acaranya terlihat sangat santai dan menyenangkan apa kau menikmatinya?" tanya Wonwoo kembali
"Ya...tentu walau sedikit membosankan," sahut Jin membiasakan dirinya
"Nikmatilah selagi kalian di sini." Wonwoo mengangkat gelasnya, menunjukan keterbukaannya terhadap sepasang kekasih ini untuk bergabung bersamanya
Dari kejauhan Jungkook yang tengah mendengarkan kliennya menjelaskan sesuatu padanya, melirik-lirik ke sekitar.
Hingga pandangan matanya mengarah ke satu arah yaitu pada Yuju yang sedang duduk dan berbicara bersama mantan istrinya.
"Yuju," gumamnya
"Pak. Direktur, apa anda setuju dengan pendapat saya?" tanya si klien menatap Jungkook bingung yang kehilangan konsentrasi
"Pak. Direktur!" tegur si klien
Jungkook mengalihkan perhatiannya pada si klien nya, lalu tersenyum melampiaskan cemburu di sadarkan rasa malu.
"Tolong sampaikan pada sekertaris saya tentang pendapat anda, nanti saya akan hubungi lagi." Jungkook menepuk pundak kliennya senyum sekilas dan pergi meninggalkan nya seorang diri
"Benar kata orang... tidak mudah mengajaknya bicara," kesah si klien berpindah tempat
Jungkook membuka beberapa kancing kemeja nya, sehingga dadanya sedikit terlihat.
Berjalan dengan cepat namun, terkesan lebih ke sisi kerennya. Ia mengagetkan semua orang yang berada di meja, yang ia hampiri.
Tak perlu di tanyakan lagi keadaan Yuju saat itu, ia mengalami syok dan denyut jantungnya berdebar cepat.
Kedatangan suaminya adalah nasib buruk juga kegagalan dalam misinya.
"Wahhh... pesta kecil di tengah pesta besar seperti ini, mengapa kalian tidak mengajakku ikut bergabung. Mantan istri." Jungkook berdelik ke arah Lisa dan tersenyum genit padanya
Lisa memalingkan wajahnya lalu mendengus sebal, Jungkook menoleh ke arah Yuju tatapan kemarahan di munculkannya agar istrinya itu tahu, kalau ia tengah di bakar api cemburu.
"Adik kenapa kau di sini, ini bukan tempatmu. Apa kau juga punya kenalan di sini?" Wonwoo tidak menyukai kehadiran adiknya yang merusak suasana pertemannanya
"Jangan sungkan untuk memperkenalkan mereka padaku, kakak. Kita harus mengenal bukankah begitu?" Jungkook mengalihkan perhatiannya pada kakaknya
"Duduklah, buat dirimu terasa nyaman," ujar Wonwoo menahan rasa kesal
"Tentu, aku tidak menolak." Jungkook duduk di hadapan Yuju, membuat tertekan batin istrinya
"Jadi siapa mereka?" tanya Jungkook pura-pura tidak mengetahui apa-apa
"Dia adalah temanku, Kim Seokjin di sebelahnya adalah tunangannya Min Yuna," jelas Wonwoo tak melirik-an padangan matanya melihat ke arah adiknya
"Salam kenal tuan Kim Seokjin, juga kau Nona Min Yuna nama anda sangat bagus untuk di kenang," Jungkook memendam patah hatinya, kecemburuan telah merasuki pikirannya
Keheningan terjadi, tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali.
Menutup bibir rapat, tak terucap perkataan.
"Hey... Kenapa kalian terdiam, apa karena ada aku di sini. Pembicaraan kalian jadi tertunda, ayoo lanjutkan lagi rahasia yang kalian bicarakan takkan ku sebarkan,"
"Lebih baik kau pergi, klien mu menunggu!" Wonwoo yang begitu menjaga citra dirinya agar terlihat berwibawa di depan Jin dan Yuju
"Ada apa... Pesta ini tidak melarangku untuk tidak ikut pesta kalian juga bukan, santai saja." Jungkook meneguk minuman dari gelas Jin
Tak berapa lama seorang wanita datang menghampiri Jungkook yang memanggil nya suami.
Yuju tak lagi terkejut mendengar panggilan itu, dia tahu kalau dirinya bukanlah istri Jungkook untuk saat ini.
"Sayang, kamu pergi kemana daritadi aku cari." wanita itu berdiri di belakang kursi Jungkook, membelai rambutnya
__ADS_1
"Istrimu manja sekali, suami nya juga tidak tahu diri," sindir Lisa yang tidak suka atas kedatangan istri baru dari mantan suaminya
"Maaf yah! Jungkook suamiku, ini urusanku dengannya kau tidak berhak mencela atau menghinaku seperti itu," cerca Eunha yang tidak menyukai Lisa
Eunha yang kesal karena keluhannya tidak di respon Jungkook melirik satu persatu orang-orang yang berada di sekitarnya.
Ia langsung kaget mengetahui ada Yuju yang berada di samping Jin, kemudian ia mulai mengacau dan hampir saja mengungkap identitas Yuju.
"Dimana bayi, kenapa kau di sini... bukannya menjalankan tugas dengan baik, kau malah bersenang-senang seperti ini dasar wanita jalang," cela Eunha menatap tajam Yuju dengan kebencian nya
"Istrimu mengingau... sadarkan dia, siapa yang ia maksud tidak ada di sini?" Wonwoo mulai bertanya-tanya dalam keheranan yang tidak masuk akal
"Ya itu... si baby sister kampungan." telunjuk tangan Eunha terangkat, Jungkook segera meraih pergelangan tangan Eunha dan mengelus lembut
"Eunha... sejak kapan kita tidur bersama?" tanya nya sambil mendongak wajahnya sedikit ke atas
"Suamiku kita tidak pernah tidur bersama, kamu ini kenapa mengatakan itu di sini?" Eunha pun kebingungan dengan sikap manis suaminya
"Kalau begitu... Ayoo wujudkan malam pertama kita yang tertunda." ucap Jungkook sembari menggerakan wajahnya melihat Yuju
"Benarkah? Aku bahagia... Kalau begitu aku harus bersiap," jawab Eunha wajahnya yang menahan kesal berubah sumringah
"Ya tentu saja, aku tidak berbohong ini nyata." Jungkook ternyum jahat, ia ingin melihat Yuju merasakan cemburu padanya
Ke tekanan batin Yuju semakin meningkat, rasa cemburu pun mendidihkan perasaan damainya.
Yuju berbisik di telinga Jin, kalau ia harus pergi ke toilet.
"Ya pergilah," bisik Jin menjawab permintaan Yuju
"Aku permisi ke toilet sebentar." Yuju beranjak dari tempat duduk
Mencoba menahan tetesan air mata keluar, ia tersenyum sebelum melangkah pergi.
Langkahnya semakin cepat menjauh dari meja panas tersebut, hatinya terluka karena kebakaran dari percikan api cemburu.
Ia masuk ke dalam toilet wanita dan mulai menangis di depan cermin besar yang terpajang menempel di dingding, tangannya menyentuh kaca tak kuasa lagi menahan tekanan yang di berikan suaminya.
"Teganya dia menyakiti perasaanku di depan semuanya... aku tahu... Aku salah, apa begini cara dia balas dendam," lirih Yuju tak kala mengingat perkataan manis Jungkook bersama istri mudanya
Menangis tersedu-sedu tiada henti, Yuju terus menguatkan keteguhan hatinya walau kini ia tengah di landa kerapuhan.
Jungkook menggebrak pintu masuk ke dalam toilet wanita, menganggetkan Yuju yang tengah menunduk dalam tangisan.
Ia menarik Yuju ke dalam sebuah ruangan tempat toilet kecil berada, mendorong tubuh istrinya sangat keras hingga punggungnya membentur tembok membunyikan suara keras.
Bruggg.....!!!
"Pergi! Pergilah dari sini." Yuju berbalik membalas perlakuan kasae Jungkook padanya
Jungkook malah mengunci pintu dan semakin mendekatkan jarak dirinya dengan Yuju.
Ketika hidung mereka saling bersentuhan, Yuju memalingkan wajahnya.
Jungkook merasa tidak senang atas tindakan yang di ambil istrinya, ia mencengkram dagu Yuju dan menahan nya untuk tetap menatap dirinya.
"Siapa laki-laki itu, apa dia kekasih mu... atau orang yang menyewa jasa tubuhmu?" tanya Jungkook dengan suara garang yang menusuk masuk ke gendang telinga Yuju
"Dia bukan siapa-siapa, hanya seorang rekan kerja," jawab Yuju dalam desakan napasnya yang terbatas
"Rekan kerja... Oh... kau menjual dirimu pada dia juga hahh!" bentak Jungkook kehilangan sabar dalam berbicara baik-baik dengan Yuju
"Jaga bicaramu, aku tidak pernah menjual diriku pada siapapun. Kau lah yang menjual diriku untuk dirimu sendiri," bantah Yuju atas hinaan yang ia terima dari suaminya sendiri
"Apa yang kau dapat darinya... Uang, rumah, kekayaan, jabatan atau kepuasan!"
Satu tamparan berasal dari tangan Yuju, pertama kalinya ia berani melawan suami nya.
Karena telah keterlaluan menerka lebih jauh lagi tentang dirinya, anggapan yang ia katakan membuat Yuju merasakan sakit lebih dalam lagi.
To be continues.................
Masih setia ngak nih, sama ff ini?😏
Tolong setia!😣 Jangan buat aku kecewa.😖
Jujur di duain itu ngak enak?😩
Karena Author jadi editor dulu, makannya terbengkalai sama cerita.
Tapi up ko! Respon dong pake like dan Komentar!😂
__ADS_1
Hihihi...😄😄😄
See you.....😘😘😘😘😘