Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
ke-delapan: Tugas Baru


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


Sorry! Telat update, di usahain besok dua part update nya.


Yuju membelokkan arah langkah kakinya menuju Jeno kecil, lantas ia memangku tubuh mungil itu ke atas pangkuan tangannya.


"Cup...cup sayang, kamu udah bangun." kedua kaki Yuju menginjak lantai, ia pun membawa bayi itu pergi menunu tempat tujuannya


Saat menuruni tangga suasana sangat hening dan menyeramkan, Yuju terus melangkah sesampainya di depan pintu ia menarik kenop pintu hingga salah satu papan terbuka.


Melenggang keluar dengan bebas tanpa hambatan, ketika menuruni tangga teras rumah.


Dua pria bertubuh kekar menghadap nya, mengeluarkan pertanyaan untuknya.


"Aku ingin berjemur sebentar di luar, lagi pula kakak ku ada di depan sana," jawab Yuju mencoba mengekspresikan wajahnya, untuk terlihat tenang dan santai


"Kami akan menemani anda," ujar salah seorang bodyguard


"Terserah, kalau kalian tidak percaya... membuang tenaga kalian saja, mengurus kepentingan pribadiku." Yuju menunjukan kedua kakinya, melangkah silih bergantian ke tempat gerbang


"Tuan memerintahkan kami, mengikuti anda agar tidak dalam bahaya," alasan utama si salah satu bodyguard


Pintu gerbang di buka sangat lebar oleh penjaga lain yang sedang bertugas di sana, terlihat sangat jelas sosok laki-laki tampan sedang berdiri menatap Yuju dengan penuh perhatian.


"Kakak, ayoo masuk." Yuju memberi sebuah kode, melalui gerakan sebelah matanya yang tertutup


Laki-laki itu mengangguk, secara bersamaan mereka masuk ke halaman melewati para pengawal yang terus menelisir dengan tajam.


Mengamati gerak-gerik keduanya, dengan sangat waspada dan hati-hati.


Yuju membawa masuk laki-laki itu ke dalam rumah, dimana di dalam adalah tempat yang aman untuk mulai berbincang.


Setelah selesai me-rileks kan diri dengan tenang dan mengatur napas secara dalam.


Perbincangan pun di mulai.......


"Bunga sakura yang tumbuh di musim gugur," ujar laki-laki itu memastikan anggota nya


"Semuanya berjatuhan, tidak ada kehidupan yang terselamatkan. Hanya dedaunan yang berserakan menjadi saksi, kekejaman kepunahan yang terjadi," jawab Yuju dengan yakin


"Kim Seok Jin, apa kau Min Yuna. Adik Min Yoongi?"


"Tentu, kakak Jin. Aku adalah Yuna, sahabat kekasihmu," sahut Yuju tanpa ragu lagi kepada laki-laki di hadapannya


"So Jung, tengah menunggu mu di cafe kota C. Kau bisa menemuinya sekarang di sana, ada tugas yang harus kau laksanakan segera," pesan Jin, yang teramanakah sampai tujuan


"Jaraknya sangat jauh, entah aku bisa atau tidak. Aku akan mencari ide yang bagus untuk keluar dari sini, kamu pergilah dulu demi keamanan. Aku akan menyusul, setelah kepergianmu yang cukup lama," Yuju memberi sebuah perintah, sebagai balasan pada Jin untuk di sampaikan pada sahabatnya


"Baiklah, aku permisi." Jin memberi hormat dengan mengangguk-an kepalanya, tak lama ia langsung beranjak dari tempat duduk pergi keluar dari rumah


Yuju membangkitkan semangat dalam dirinya, menggantikan posisi kemalasan yang tengah ia redakan.


15 menit Yuju mempersiapkan dirinya, juga memandikan si bayi kecil.


Semua persiapan juga barang yang harus di bawa Yuju simpan rapi di dalam tas angkat berukuran cukup besar.

__ADS_1


Ia menutup pintu kamar, menuruni anak tangga dengan hati-hati.


Saat ia lancar perjalanan keluar rumah, tepat di tengah halaman para bodyguard mengelilingi dirinya membuat sebuah lingkaran, dimana ia menjadi sasaran layaknya sandera.


"Kalian mau apa?" Yuju sedikit membuka mulutnya, menantang para pejantan yang menghalagi jalannya


"Maaf Nona, anda tidak bisa pergi. Tuan melarang anda pergi tanpa ijin darinya?" jawab si Bodyguard di samping kanan


"Aku mau cek kehamilan, kalian mau larang juga. Bagaimana kalau tuan kalian tahu, mencegat perjalananku demi hadiah yang spektakuler ini," Yuju mengelus perutnya yang rata, ia berpura-pura berlagak sedang hamil agar mereka percaya


"Baiklah Nona, salah satu penjaga dari kami akan mengawal perjalanan anda,"


"Tidak perlu, aku malu membawa pria seperti kalian minggir!" Yuju mengusir barisan rapat itu, hingga bubar dan menjalani tugas masing-masing kembali


Ia mencegat mobil taksi yang melintas, kemudian setelah taksi itu berhenti Yuju masuk ke dalam.


Dan memerintahkan supir itu membawanya ke kota C, perintah dari Yuju di tanggapi dengan kata iya di sertai anggukan.


45 menit perjalanan telah usai, Yuju menyimpan tas jinjing nya ke atas meja.


Di hadapannya berdiri seorang wanita seumuran dengannya, di tambah senyum manis yang terpasang di wajahnya.


"So Jung, lama kita tidak bertemu." Yuju membenarkan posisi bayi Jeno di pakuan tangannya karena sedikit merasa tidak nyaman


"Senang juga bertemu denganmu kembali, wah... Padahal baru satu minggu kita tidak bertemu, kau sudah punya anak. Perasaan perutmu rata-rata saja, terkahir kita jumpa. Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya So Jung menaruh dagunya di atas telapak tangan kanan nya


"Hahaha... Kau tahu kan Direktur yang kamu rekomendasikan itu," Yuju mengeluarkan tawaan


"Direktur... Hm... Tuan Jeon Jungkook," tebak So Jung secara logika


"Jadi, dia anak dari istri pertamanya. Uhhh... jadi Ibu Asuh itu tidak mudah tahu." So Jung meminum air dalam gelas melalui sedotan


"Ya begitulah, sekarang kakak ku selamat... tidak punya pilihan lagi selain jadi istri simpanan dia," ungkapan kepasrahan Yuju di tanggapi So Jung dengan sangat syok sampai ia tersedak


Yuju menepuk-nepuk bahu So Jung membantu dia mengatur jalur pernapasan yang terganggu.


"Kau jadi istri simpanan?" tanya So Jung dengan kecemasan


"Resiko dari tindakan cerobohku, habis mau bagaimana lagi aku butuh sekali uang nya," jawab Yuju hati nya mulai tentram


"Sangat di sayangkan masa depanmu, tak secerah sinar mentari," ujar So Jung ikut prihatin akan nasib gelap Yuju


"Tidak apa-apa, semoga ke depan aku bisa menjalani semua nya dengan baik." Yuju tersenyum penuh pasrah akan nasib bahagia menjalani kehidupan nya


"Yuna, tugas kakak mu belum selesai. Kami bertiga harus menjalankan misi, dan ternyata... suamimu yang mengkontrak kerja sama dengan grup kita,"


"Apa?" kedua mata Yuju melek menatap So Jung


"Aku juga baru tahu, jadi yang selama ini mengirim uang ke anggota kelompok kita itu dia. Semakin rumit saja ya?" So Jung mengangkat bahunya ke atas sebentar


"Kenapa kakak tidak cerita sebelumnya," ucap Yuju mengelola pikirannya untuk lebih jeli menjawab semua teka-teki ini


"Sudah jangan di pikirkan, dia tidak tahu bahwa kelompok yang di pimpin kakak mu anggotanya adalah kita. So... rileks saja, hal buruk tidak terjadi," sahut So Jung merelai pikiran Yuju yang berkalut


"Apa tugas yang harus aku jalani," Yuju mulai serius menatap So Jung, siap melaksanakan perintah yang harus ia laksanakan

__ADS_1


So Jung tersenyum, beberapa jam kemudian.


Yuju menggandeng lengan Jin, mereka berpura-pura sebagai pasangan ke kasih datang ke sebuah acara pernikahan saklar.


Tujuannya untuk bertemu dengan seorang target yang sedang dalam penyelidikan, setelah memberikan undangan pernikahan.


Mereka di persilahkan masuk, 4 pasang bola mata mulai menyisir sekeliling nya.


Jin menepuk pundak Yuju, menuntunnya ke tempat meja yang di tuju.


Sesampainya di sebuah meja bernomor 21, duduklah mereka bersama dengan pasangan kekasih lain.


"Lisa," batin Yuju


"Seok Jin, lama kita tidak berjumpa," sapa seorang laki-laki Jin dengan hangat menjabat uluran tangan seseorang itu


"Benar juga, aku terlalu sibuk dengan bisnis ku," jawab Jin dengan basa-basi yang ia lontarkan


"Siapa gadis cantik di sampingmu?" laki-laki itu meneliti penampilan Yuju


"Dia adalah kekasihku, kami baru menjalani hubungan sekitar dua bulan," balas Jin sambil merangkul bahu Yuju


"Yuna." Yuju mengulurkan tangan kanannya, pada laki-laki itu dan di sambut hangat oleh dia


"Jeon Wonwoo, senang bisa melihat anda dari dekat." jabat tangan WonWoo dan Yuju saling melepaskan


Yuju tidak menyadari ia datang ke pesta pernikahan suaminya, padahal tengah diadakan acara resepsi.


Dari kejauhan beberapa meter di panggung pelaminan, ketika Jungkook selesai meminum air dalam botol.


Ia memperhatikan para tamu undangan, dan tak sengaja lirikan matanya menangkap sosok istrinya bersama dengan pria lain yang sedang merangkul mesra tubuh bahu nya.


"Yuju," pandangan mata Jungkook fokus menatap ke arah meja nomor 21, dimana Yuju berada di sana


"Jungkook, kamu liat apa sih sampai segitunya?" tanya seorang wanita di sampingnya, yang tak lain adalah Eunha istri yang baru saja di nikahi nya


"Kenapa dia bergaul bersama kakak ku, apa dia tidak tahu... dimana dia sekarang. Lalu... dimana bayi nya," batin Jungkook resah


Pikirannya mulai berkecamuk antara kehilangan dan mencari bayi nya, sinar matanya meredup penuh dengan amarah dan cemburu.


Tak berapa lama, pandangan matanya semakin di buat buta dengan kepergian Yuju bersama orang-orang di meja itu pergi dari tempat mereka.


"Jungkook, kamu dengar aku ngak sih," dengus sebal Eunha, karena dari tadi dia terus di abaikan oleh suaminya


"Kenapa?" ucap Jungkook merasakan perasaan berat dalam kehilangan


"Apa nya yang kenapa?" Eunha menarik dagu Jungkook, sehingga bisa bertatapan dengan pria yang ia idamkan


"Bukan urusanmu." Jungkook memalingkan wajahnya ke depan, ia kembali sibuk mencari sosok Yuju yang menghilang begitu saja


Kemakah Yuju pergi?


Bersambung........


Thanks For Vote and comments!😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2