Rahasia Direktur Dan Asistennya

Rahasia Direktur Dan Asistennya
Ketiga: Tanpa Nama


__ADS_3

~ Secret Director And Assistant ~


"Namaku... Itu tidak penting, sekarang kau ikut saja jangan banyak bertanya." Direktur menarik lengan Yuju, membawanya keluar dari ruang pengawasan


Mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di kantor, ingin rasanya bertanya dalam hati Yuju pada laki-laki yang bertubuh tegap dan gagah di depan nya.


Tapi, Direktur itu sudah memerintahkan ia, untuk menutup mulutnya dan tidak bertanya.


Hasilnya, ia terdiam dan menjadi bisu. Si Direktur menelpon seseorang lewat ponsel yang dia ambil, di dalam saku celananya.


"Siapkan! ..., satu rumah yang megah..., ..., sekarang, ..., aku akan segera menempatinya..., ." sambungan telepon ia putuskan, setelah memberi perintah pada penerima telepon darinya


Yuju di perintah kan untuk duduk di sebuah mobil, yang sudah terparkir rapi di depan kantor.


Ia melirik ke kiri, memperhatikan Direktur itu berbicara dengan penjaga keamanan.


Hatinya tiba-tiba saja merasakan kegelisahan, tapi rasa gelisah itu ia harus hilangkan dengan keyakinan dan tekad yang sudah membulat.


Si Direktur membuka pintu mobil di sebelah tempat jok duduk Yuju, gadis itu tersenyum lalu laki-laki itu duduk dengan tenang.


"Pakai sabuk pengaman, perjalanan kita sangat jauh. Aku akan mengendarai mobil dengan cepat, jangan sampai terluka karena tidak menuruti apa perkataanku." ucap nya dengan sedikit ketegasan, mungkin karena biasa memerintah bicara santai pun ia tidak bisa


Yuju hanya mengangguk, lalu menarik sabuk dari atas jok kanannya.


Perjalanan pun di mulai, roda empat itu berputar sangat cepat.


Dag-dig-dug, bagaikan tengah mendengar suara drum yang di pukul sangat keras.


Jantung Yuju berdebar kencang, seakan ingin meledak dari tempatnya berada.


Ia melirik ke samping dengan pelan, memperhatikan laki-laki yang tengah fokus menyetir.


"Bagus, dia tidak terlihat jelek. Jadi aku tidak perlu takut, jika dia meminta aku melayani nya pun aku bersedia," dalam hati Yuju mulai bergejolak, membuat rencana yang matang


Roda empat itu berhenti di depan gedung pernikahan, di sana sudah di siapkan sebuah upacara pernikahan.


Yuju menggeliat heran, di dalam benaknya mulai bertanya-tanya dan kebingungan bahkan membuat kepalanya pusing tujuh keliling.


Laki-laki itu menggengam telapak tangannya dengan erat, membisikkan sesuatu di telinganya.


"Cukup mengangguk saja, jangan mengatakan banyak kata," bisikan suara lembut sang Direktur sampai menusuk gendang telinga Yuju


Dengan anggukan Yuju membalas, terdapat banyak orang yang duduk di sana memenuhi bangku kosong yang belum terisi.


Mereka di arahkan untuk saling duduk dan berdampingan, pengucapan ijab pun di mulai.


Yuju mengerti satu hal, dalam permasalahan ini wali nya harus ada untuk mengesahkan pernikahannya.


Ternyata ada suara kakaknya, yang meminta perwakilan nya pada sang penghulu untuk di wakilkan.


"Kakak." Yuju sontak terkejut, mata nya terbuka lebar di iringi sebuah air mata yang mulai mengalir


"Jangan bicara!" perintah itu kembali di dengar Yuju, ia mencoba menahan isak tangis haru nya


Setelah beberapa menit pengucapan pernikahan pun resmi di langsung kan, mereka berdua telah sah menjadi suami dan istri secara agama maupun negara.


Yuju di arak pergi oleh sekumpulan wanita, memisahkan dirinya dengan sang Direktur.

__ADS_1


"Kalian mau bawa aku kemana?" kedua tangannya, di gandeng erat oleh masing-masing wanita betubuh sangat kuat


"Anda harus mempersiapkan diri, Tuan telah memerintahkan kami," hanya itu jawaban yang di dengar Yuju dari mulut wanita sebelah kanannya


"Apa-apaan ini, aku tidak mengerti," Yuju mengalami ketidak percayaan dirinya, bimbang dengan pilihannya tapi tidak diragukan lagi, tadi ia sudah mendengar suara kakaknya yang membuat ia merasakan keyakinan dalam hatinya


Pembersihan diri telah ia lakukan, memakai sebuah gaun yang indah di tubuhnya.


Di pasangkan sebuah liontin di lehernya, anting yang menjuntai ke bawah terpasang di kedua telinganya.


Rambutnya di biarkan tergerai bebas, make up yang membuat wajahnya semakin cantik.


"Begitu sempurna kecantikan yang anda miliki," puji salah satu perias sambil menghias bibir Yuju dengan sebuah lipstik


Penata rambut memainkan penjepit, menambah kesan kecantikan yang semakin menyempurnakan penampilan nya.



Tak berapa lama ada seseorang yang mengetuk pintu, dia adalah seorang penjemput yang ingin membawa Yuju menghadap tuan nya.


"Kami telah selesai." ucap mereka serentak, kemudian mereka sibuk merapikan semua peralatan make up yang telah di gunakan


Yuju di bawa pergi keluar dari ruangan itu, gadis itu melirik tempat yang barusan ia lewati.


Mereka keluar dari gedung tersebut, Yuju di masukan ke dalam mobil.


Penjemput nya sangat sopan, dia tidak mengeluarkan suara bahkan tidak menyentuh bagian manapun dari tubuh Yuju.


Sampailah mereka di sebuah rumah mewah dan megah, si supir membukakan pintu.


Lalu si penjemput menutup bibirnya sangat rapat, tidak lagi banyak mengeluarkan kata-kata.


"Terimakasih." Yuju menurunkan kakinya, tubuhnya keluar dari mobil


Ia melangkah masuk ke dalam rumah, secara otomatis pintu tertutup dan suara gemuruh mobil yang mulai terdengar jauh.


Kegelapan memenuhi seluruh ruangan, Yuju tidak bisa melihat dengan sangat jelas daerah sekitar yang harus ia lalui.


"Ini lebih menakutkan dari adegan sebuah film horor," gumam Yuju, ia terus berjalan memasuki ruangan terdalam mengandalkan naluri nya


"Tiga langkah lagi," ujar seseorang sumber suara belum di ketahui keberadaannya


Yuju melangkah sesuai perintah, ketika injakan sudah tiga langkah.


Ia tidak kunjung menemukan sosok itu juga, kemudian suara perintah itu ia dengar kembali.


"Menoleh ke samping kanan, lalu datang padaku!"


Yuju mengikuti perintah itu, secara tiba-tiba sorotan lampu menerangi sebuah sofa.


Dimana cahaya itu menunjukan sebuah kepala yang membelakangi dirinya, jiwanya begertar ketakutan.


Ia takut mendekati sofa itu, kemudian sofa itu berbalik dan memperlihatkan dengan jelas sosok yang menduduki busa empuk itu.


Ya si Direktur yang barusan menikahinya, tergambar sangat jelas penciptaan kharisma tampannya.


__ADS_1


Mahkluk tuhan yang sempurna, melihat cara laki-laki itu duduk membuat Yuju terkesima.


Secara bersamaan dengan penglihatan yang semakin jelas mengenal sosok itu, cahaya lampu pun terang secara bergantian.


Ruangan di sekitar yang tadinya gelap gulita, kini menjadi terang benderang memperlihatkan sebuah keindahan rumah yang bersih dan rapi dengan tatanan barang yang mahal dan langka.


"Duduklah di depanku," perintah itu di anggukan Yuju, gadis itu tidak bicara satu kata patah pun sejak kedatangannya


Walau dalam pikirannya, ia ingin berteriak kencang karena melihat sebuah keajaiban yang terjadi menyulap matanya.


Tapi, perkataan luar biasa masih tertahan di dalam tenggorokannya, laki-laki itu terus meneliti Yuju dengan tatapan menelusur.


Sebuah senyum smirk di wajahnya timbul, kemudian memberikan sebuah gelas berisi minuman anggur kepada Yuju.


Yuju memegang gelas itu, tanpa di sengaja ia menyentuh jari jemari tangan sang Direktur.


"Bicaralah, jangan hanya memberi isyarat aku lebih suka suara daripada gerakan tubuh." sang Direktur menarik tangannya, dari gelas yang sudah di genggam Yuju


"Apa aku... sudah boleh membuka suara?" Yuju menyimpan gelas itu di dekat perutnya, menggengam erat minuman itu dengan kedua tangan yang melingkar memenuhi bentuk gelas


"Tentu saja," jawab singkat si Direktur


"Kakak, apa kakaku sudah baik-baik saja sekarang. Aku sangat mengkhawatirkan dirinya, tepat pada hari ini. Hari terakhir, penebusan janjiku," Yuju mengungkapkan kecemasan tentang kakaknya, ia masih memikirkan keadaan sang kakak


"Kau tenang saja, aku sudah membawa dia keluar dari sel tahanan penjara yang kau bicarakan. Rentenir itu sudah mendapatkan uang sesuai yang dia minta, kalian sudah tidak ada urusan lagi." laki-laki itu meneguk segelas whisky yang berbeda dari air yang harus di minum Yuju


"Terimakasih, atas bantuan mu. Aku sungguh tidak tahu, membayar kebaikanmu dengan cara apa." Yuju menundukan wajahnya lalu tersenyum sumringah, kekhawatiran yang ia rasakan merasa kelegaan yang berangsur berkurang


Peletakan gelas kosong dari tangan di rektur yang membuat suara keras, menarik perhatian Yuju yang langsung melihat ke depan.


"Kakak mu sudah aku selamatkan, jaminan apa yang kau berikan padaku?"


"Jaminan apa maksud mu?" Yuju sedikit membuka mulutnya, tidak paham maksud dari perkataan si Direktur


"Aku merasa tidak yakin, kau akan menuruti semua syarat yang aku katakan. Maka dari itu, aku membutuhkan sebuah jaminan darimu. Sebagai pembuktian, bahwa kau setia menuruti semua perintahku," ujar sang Direktur, suaranya terdengar ganas membuat Yuju merasakan kemunduran dalam semangat nya


"Aku sudah mengatakan dari awal, hidupku dan matiku hanya yang kau yang memiliki hak itu. Jika malam ini aku terbunuh di tanganmu, aku tidak akan menyesal atau melakukan suatu balas dendam." Yuju menghela napas dalam-dalam untuk mengatakan banyak kata lebih lanjut lagi


"Tapi biarkan kakaku hidup dalam kedamaian, berikanlah dia uang separuh yang aku minta. Kau membayarkan hutang sebesar 50 milyar, aku tidak akan meminta lagi setelah ini," ungkap Yuju secara pasrah dan tidak membela dirinya


"Apa kau ingin bertemu dengan dia?"


"Tentu saja, aku ingin sekali melihat wajah kakak. Tapi, pasti ada syarat yang harus aku penuhi terlebih dahulu." Yuju menundukan kepalanya, menghembuskan napas secara perlahan


"Kau memang pintar, menebak apa yang aku ingin katakan. Benar apa kata kakak mu, kau bukanlah gadis biasa. Cara berpikir mu, aku sangat suka. Mendekatlah!" perintah si Direktur, sambil menggerakan tangannya


Yuju mendongak wajahnya ke atas, lalu mengarahkan penglihatan matanya melihat si Direktur, tubuhnya bangkit dari tempat duduk berjalan mengikuti arahan tangan laki-laki itu.


Bersambung.......


Maaf sebelum nya, kemarin harus nya update tapi tidak. Eh, jadi ngelanggar janji ya.


Aku minta maaf!


Makasih udah di vote sama komentar kemarin.


Hari ini ngak akan minta apapun lagu, se-ikhlas nya aja. Mau comments ataupun vote.

__ADS_1


__ADS_2