
Sementara itu, sebuah mobil mewah terlihat melaju dengan kecepatan sedang dan terparkir sempurna di pelataran Mansion keluarga Wiratama.
Seorang wanita cantik, keluar dari mobil tersebut dan masuk begitu saja ke Mansion mewah keluarga Wiratama seolah dia sudah terbiasa datang ke sana. Dia adalah Selena.
Sesuai saran Justin, Selena akan menemui Diana untuk menawarkan kesepakatan, sama halnya dengan yang dia lakukan pada Alex. Daripada dia harus bersusah payah menasehati Alex, lebih baik dia menghasut wanita paruh baya itu agar memberi restu padanya. Dengan begitu akan lebih mudah baginya menaklukkan Alex.
"Selamat pagi, Nona Elen. Ada yang bisa saya bantu?" tanya kepala pelayan yang menyambut kedatangan Selena. Tidak biasanya wanita itu datang sepagi ini. Apalagi semua orang tahu jika Tuan muda mereka tidak tinggal di Mansion itu lagi. Jadi sudah bisa di pastikan jika wanita itu ingin menemui Nyonya besar mereka.
"Pagi. Apa Tante Diana ada?" tanya Selena.
"Beliau belum keluar dari kamarnya, nona." jawab kepala pelayan
"Apa? Kenapa begitu? Apa Tante Diana sakit?" tanyanya yang seolah khawatir dengan keadaan Diana. Dalam hatinya, dia merasa senang karena ini kesempatan yang bagus untuknya mengambil hati wanita tua itu. Pasti wanita itu sudah mulai putus asa dengan sikap putra semata wayangnya.
"Kami belum mengeceknya, Nona."
"Ck, bagaimana kau ini? Harusnya kau mengecek keadaan Tante. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?" Selena melangkah ke kamar dimana Diana berada. Dia mengetuk pintu beberapa kali memanggil wanita itu. Dan tidak berapa lama terdengar suara yang memintanya masuk dari dalam sana.
__ADS_1
Cklek
Selena membuka pintu dan melihat wanita paruh baya tersebut sedang bersantai dengan majalah di tangannya. "Selamat pagi, Tan. Maaf mengganggu mu pagi-pagi begini." seru Selena
"Tidak apa-apa, Elen. Kemari lah!!" pinta Diana
Selena mendekat dan duduk di tepi tempat tidur. "Tante baik-baik saja kan? Tadi kepala pelayan bilang, Tante belum keluar sama sekali dari kamar. Makanya aku mengetuk pintu kamar Tante." seru Selena
"Tante baik-baik saja. Hanya sedang malas untuk keluar."
"ada apa Tante? Apa Tante masih memikirkan Alex?"
"Tante bingung harus bagaimana lagi, Elen. Kau sendiri bagaimana? Apa Alex mau mendengarkan mu?" tanya Diana yang dijawab gelengan pelan oleh Selena. Dan hal itu membuat Diana kembali menghela nafas panjang. "Tante harus bagaimana biar Alex mau mendengarkan Tante, Elen? Dia benar-benar keras kepala. Berkali-kali Tante menyakinkan Alex jika tidak semua hubungan yang di dasari cinta akan berakhir tragis setelah menikah. Tapi hati Alex seolah tertutup. Dia tidak mengindahkan ucapan Tante."
Selena mengusap bahu Diana. Dia tahu perasaan wanita itu. "Sebagai sesama wanita, aku salut pada Tante yang tidak pernah menyerah meyakinkan Alex. Tapi Tante, aku punya usul. Tapi ini jika Tante setuju." seru Selena
"Apa Selena, katakan pada Tante!! Apapun akan Tante lakukan agar Alex mau menikah."
__ADS_1
"Begini Tante, bagaimana jika Tante menjodohkan Alex dengan ku."
"A_apa maksudmu, Elen?" tanya Diana terbata
"Jangan salah paham dulu Tante. Jadi begini, Tante harus tegas dan ancam Alex agar mau menikah denganku. Katakan padanya jika aku bersedia memberinya keturunan dengan syarat menikah. Atau jika perlu agar Alex mau, Tante bilang saja jika aku setuju melakukan pernikahan kontrak dengannya."
"Aku tahu, Alex bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Termasuk rahim wanita lain. Tapi bagaimana jika wanita itu bukan dari keluarga baik-baik? Atau mungkin wanita itu mempunyai niat terselubung untuk menguasai harta Alex. Semua orang tahu siapa Alex. Dan pasti tidak sedikit yang menginginkan posisi menjadi nyonya Wiratama." lanjut Selena.
Diana terdiam. Memang apa yang dikatakan Selena ada benarnya. Tapi mengingat dunia model yang Selena lakoni membuat Diana ragu untuk memilih Selena menjadi pasangan putranya. Memang tidak semua orang bisa dipercaya apalagi jika menyangkut harta. Tapi apa ini keputusan yang tepat?
"Bagaimana menurut Tante?"
"Usulmu bagus juga. Akan Tante pikirkan." seru Diana
Selena menyeringai. Ternyata sangat mudah menghasut wanita tua di depannya ini. Dia yakin jika dengan sedikit ancaman, Alex tidak akan berani membantah Ibunya. Apalagi dia menawarkan untuk melakukan pernikahan kontrak. Dan selama pernikahan itu terjadi, dia akan mengambil alih sedikit demi sedikit harta keluarga Wiratama menjadi miliknya. Rencana yang sempurna, bukan.
"Terimakasih Tante. Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku ada pemotretan pagi ini." pamit Selena
__ADS_1
"Hati-hati sayang." ucap Diana yang di balas anggukan kecil oleh Selena. Kini di kamar itu hanya tinggal Diana saja. Dia menghela nafas berat dan memikirkan kembali tawaran Selena.
"Mungkin tidak ada salahnya aku mencoba." gumam Diana