Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Di Culik


__ADS_3

Mereka kini telah sampai di pusat perbelanjaan. Diana langsung menarik Icha ke bagian perlengkapan bayi. Dia begitu bersemangat memilih baju untuk calon cucunya.


Tidak tanggung-tanggung, Diana memborong berbagai warna dan jenis baju untuk calon cucunya. Icha berusaha untuk mencegah, tapi Diana kekeuh membeli semua itu.


"Setelah ini kita mau kemana lagi?" tanya Selena. Dia berusaha untuk bersabar meladeni wanita tua itu demi menjalankan rencananya. Biarlah mereka bersenang-senang terlebih dahulu. Baru setelah nya mereka akan menangis darah.


"Kau mau kemana lagi Cha?" tanya Diana


"Terserah mommy. Aku ikut aja. Tapi apa boleh kita istirahat dulu?" pinta Icha


"Astaga!! mommy lupa jika kau sedang hamil." Diana mengajak Icha ke restoran dan istirahat sejenak di sana.


"Pesanlah apa yang kau inginkan, Cha." seru Diana


"Baik mom." Icha membuka buku menu dan memilih makanan yang akan dia pesan.


Selena mulai jengah. Dia sangat bosan karena Icha tidak kunjung pergi ke toilet. Kenapa dia ingin Icha ke toilet? Karena di sana Ferdian sudah menunggunya.


Setelah berhasil mengajak Diana dan Icha ke mall, Selena segera menghubungi Ferdian untuk standby di sana. Dia juga memberi informasi di mana mereka sekarang berada. Semua sudah tersusun rapi. Hanya tinggal menunggu target masuk dalam perangkap.


Tidak menunggu waktu yang lama, pesanan mereka datang dan mereka menikmati makan siang mereka yang terlambat.


"Makanlah yang banyak Cha!!" seru Diana


Icha hanya tersenyum dan mengangguk. Dia merasa senang ada yang perhatian padanya. Rasanya dia kembali mempunyai seorang ibu dan dia berharap akan terus merasakan kasih sayang dari Diana.


Tapi sayangnya semua itu hanya keinginan semu.


"Mom, aku ke toilet sebentar ya." Seru Icha


Selena menyeringai mendengar Icha yang akan pergi ke toilet. Dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Ferdian untuk memberi tahu jika umpan sudah di lempar.


"Mau mommy temani?"

__ADS_1


"Tidak perlu mom. Aku bisa sendiri." Icha berdiri dan pergi ke toilet.


Selena tersenyum menikmati makan siangnya. Dan hal itu tidak lepas dari perhatian Diana. Dia merasa jika ada yang Selena sembunyikan. Entahlah, tapi dia berharap hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan keluarganya.


Sementara itu, Icha yang baru saja menuntaskan hajatnya, dia keluar dari toilet. Tapi langkahnya terhenti saat seseorang memanggil namanya.


"Cha!!!"


Icha menoleh kearah sumber suara dan dia terkejut dengan orang yang menyapanya. "Ferdian?"


"Ah.. ternyata benar ini kau. Aku kira aku salah mengenali orang." seru Ferdian


Icha hanya tersenyum kikuk. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan sahabatnya itu di sini. Apalagi dengan keadaannya yang seperti ini. Semoga saja Ferdian tidak menyadari jika dia sedang hamil. Dia belum siap untuk menceritakan semuanya pada Ferdian. Apalagi sebentar lagi dia akan menikah dengan Alex yang adalah atasan sahabatnya itu.


"Apa yang kau lakukan disini? Kau sendiri?" tanya Ferdian


"A_aku....


"Aduh, aku harus jawab apa?" batin Icha


Ferdian menatap gerak-gerik Icha yang terlihat tidak biasa. Di tambah perut Icha yang terlihat sedikit menonjol dan hal itu membuatnya geram karena benar jika Icha sedang hamil saat ini.


"A_aku kesini dengan teman. Ya sudah ya Fer, aku harus kembali. Aku takut temanku mencari ku." Icha melewati Ferdian begitu saja tapi tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang dan tidak berapa lama kesadarannya menipis hingga akhirnya dia pingsan.


Diana melihat jam yang melingkar di tangannya. Sudah lebih dari 10 menit tapi Icha tidak kunjung kembali. Dan hal itu membuatnya khawatir.


"Kenapa Icha lama sekali ya?" gumam Diana


"Bagaimana jika kita cek di toilet Tan?" usul Selena.


"Iya, ayo!!" Diana berjalan terlebih dahulu di susul Selena yang tersenyum lebar di belakangnya. Dia baru saja mendapat pesan dari Ferdian jika rencana mereka berjalan lancar. Saat ini Icha berada di tangan Ferdian. Dan untuk selanjutnya, dia akan menyerahkan semuanya pada pria itu.


Huh.. Rasanya dia sudah tidak sabar melihat kehancuran seorang Alex. Dia yakin pria itu akan sangat kecewa pada Icha.

__ADS_1


"Icha!!!" Diana masuk kedalam toilet dan memanggil Icha. Tapi nihil, tidak ada Icha di sana. Bahkan Diana sudah bertanya kesana kemari dan tidak ada yang melihat wanita itu.


"Bagaimana ini? Kemana Icha sebenarnya?" Diana terlihat begitu khawatir. Dia takut terjadi sesuatu pada Icha. Apalagi Icha sedang hamil. Bagaimana jika dia di culik?


"Tenang Tante!! Mungkin dia bertemu temannya dan pergi entah kemana. Tante bisa menghubunginya kan." seru Selena


Diana menatap tidak suka Selena. Masih sempat-sempatnya wanita itu menjelekkan Icha di depannya. Tapi apa mungkin Icha bertemu dengan temannya? mungkin sekarang mereka sedang mengobrol di suatu tempat. Tapi rasanya itu tidak mungkin.


"Cctv! Iya cctv." Diana pergi keruang keamanan di ikuti Selena yang mulai khawatir jika aksi Ferdian terekam kamera cctv.


"Aku harap kau selamat Ferdian. Jika sampai kau tertangkap kamera cctv, maka tamatlah riwayat kita." batin Selena


"Pak, aku ingin memeriksa cctv yang di pasang di dekat toilet. Menantuku tidak ada di toilet dan aku sudah mencarinya kemana-mana tapi dia tidak ada. Aku mohon, tolong kau cek cctv disana." pinta Diana pada petugas keamanan


"Tenang nyonya !! Saya akan mengeceknya. Kalau boleh tahu, kira-kira kapan waktu menantu anda menghilang?"


"Setengah jam yang lalu dia pamit ke toilet. Tapi tidak kunjung kembali. Makanya aku menyusulnya ke toilet. Tapi dia tidak ada." terang Diana


"Baik nyonya, tunggu sebentar!!" petugas memutar ulang rekaman cctv di dekat toilet.


Tubuh Selena menegang saat rekaman cctv menampilkan Icha yang masuk kedalam toilet. "Itu menantu ku pak." tunjuk Diana.


Cukup lama Icha berada di toilet. Dan kemudian dia keluar dari toilet dan hal itu membuat Selena semakin menegang. Ini gawat, sepertinya mereka akan ketahuan. Tapi sepertinya Dewi Fortuna berpihak padanya.


Tepat setelah Icha keluar dari toilet, tiba-tiba rekaman cctv tersebut mati. Petugas keamanan memutar lebih cepat rekaman tersebut. Dan saat cctv menyala, Icha sudah tidak ada di sana.


Selena merasa lega. Hampir saja rencana mereka gagal. Dia sama sekali tidak terpikirkan tentang cctv yang terpasang di sana. Dan untungnya cctv itu mati saat Ferdian menjalankan aksinya.


"Bagaimana ini? Kenapa cctvnya tiba-tiba mati?" tanya Diana panik


"Kami juga tidak tahu nyonya. Apa anda sudah menghubungi menantu anda?"


"Dia tidak membawa ponselnya Pak." Diana sangat khawatir. Dia yakin jika Icha saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kenapa cctv itu harus mati? Seolah semua ini sudah diatur.

__ADS_1


"Ya tuhan. Semoga Icha baik-baik saja." batin Diana


__ADS_2