Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Menyamar


__ADS_3

"Jadi kau ingin kue dan coklat? lalu apa lagi, hm?" saat ini Alex tengah menelepon Icha. Sebentar lagi dia akan pulang. Dan dia berinisiatif menanyakan apa yang di inginkan wanita itu.


"Sudah itu saja. Aku sedang ingin makan yang manis. Oh iya, susu hamilnya sudah habis." seru Icha


"Baiklah. Nanti akan aku belikan juga. Kau biasa minum yang rasa apa?"


"Rasa coklat." jawab Icha


"Emm.. Apa kau yakin akan membelinya, Tuan?" tanya Icha


"Kenapa memangnya?"


"Bagaimana jika ada yang melihat mu? Mereka akan curiga padamu, Tuan."


Alex terdiam. Yang di katakan Icha memang benar. Semua orang tahu siapa dia. Jadi jika dia membeli susu ibu hamil, pasti mereka yang melihatnya akan bertanya-tanya. Tapi dia sangat ingin memenuhi keinginan Icha. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika dia akan berusaha menuruti semua keinginan Icha selama hamil.


"Biar tuan Leo saja yang membeli nya Tuan." seru Icha yang tidak mendengar suara Alex di seberang sana.


"Tidak!! Aku akan tetap membelinya untuk mu. Aku ingin memenuhi keinginan mu. Jadi tunggulah!!" Alex memutuskan sambungan telponnya. Dia mencari cara untuk bisa mendapatkan apa yang di ingin Icha.


"Bagaimana caranya aku bisa membeli semua yang Icha inginkan?" Alex tampak berfikir keras. Dia bertekad untuk mendapatkan apa yang Icha ingin dengan kedua tangannya sendiri.


"Mobil sudah siap tuan." seru Leo tiba-tiba


Alex menatapnya tajam. Dan tentu saja Leo tahu kesalahannya. Dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ma_maafkan saya Tuan. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi." seru Leo. Tapi Alex tidak menjawabnya. Dia terus menatap Leo dan tiba-tiba dia tersenyum lebar.


...****************...

__ADS_1


Sebuah mobil mewah terparkir sempurna di depan pusat perbelanjaan. Seorang pria dengan perawakan tinggi kekar, nampak keluar dari mobil tersebut. Dia adalah Alex.


Dengan percaya diri, dia masuk ke pusat perbelanjaan tersebut untuk membeli apa yang diinginkan wanita yang saat ini mengandung anaknya.


Pertama dia menginjakkan kakinya, dia sudah menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya. Bukan karena terpesona karena ketampanannya, tapi karena penampilan yang Alex gunakan saat ini.


Ya, Alex memutuskan untuk menyamar untuk membeli susu ibu hamil untuk Icha. Dia menggunakan Jas milik Leo yang terlihat kekecilan. Tidak hanya itu, dia juga menggunakan kacamata milik Leo dan juga menempelkan tompel besar di sudut bibir kanannya tidak lupa rambutnya ia sisir rapi dengan belah samping.


Bisa di katakan, hari ini Alex menjadi pria paling jelek sedunia. Tapi hal itu tidak masalah untuk Alex. Karena tujuannya adalah untuk mendapatkan Kue, coklat dan susu ibu hamil untuk Icha.


"Ibu lihat!!! Ada badut." seru anak kecil menunjuk Alex yang kebetulan melewati anak itu


"Kau tidak boleh berkata seperti itu nak. Tidak sopan namanya." tegur sang Ibu


"Maaf Bu."


Alex melirik sekilas. Dalam hatinya dia tidak berhenti mengumpat karena tidak hanya menjadi pusat perhatian, tapi bahkan dia di ejek anak kecil yang mengatainya badut. Sungguh menyebalkan. Untungnya ibu anak itu mengingatkan anaknya. Jika tidak, mungkin kemarahan Alex sudah meledak sejak tadi.


Alex mencari-cari susu yang di inginkan Icha. Tapi karena terlalu fokus memilih, Alex tidak memperhatikan jalan, hingga akhir tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


Brukh


"Aw..." pekik seseorang yang bertabrakan dengan Alex


"Maafkan Aku nyo___


Ucapan Alex terhenti saat melihat orang yang dia tabrak


"Mommy?" batin Alex

__ADS_1


"Apa kau tidak punya mata untuk berjalan, hah?" seru Diana


"Ekhm.. Ma_maafkan saya nyonya. Saya benar-benar tidak sengaja." ucap Alex dengan nada suara yang berbeda.


Diana menyipitkan matanya menatap pria di depannya. Dia merasa jika pria itu mirip dengan putra nya. Hanya saja dia berkacamata dan mempunyai tompel besar. Diana sempat berfikir, mungkin jika Alex jelek, dia akan terlihat seperti pria yang saat ini ada di depannya.


"Ka_kalau begitu, saya permisi nyonya."


"Tunggu !!" teriak Diana


Langkah Alex terhenti. Sial!! Apa ibunya curiga? Dia harap jika ibunya tidak mengenalinya.


"Kau sedang mencari apa? Biar Tante bantu." seru Diana


"Ti_tidak perlu nyonya, saya__


"Dari tadi kau terus memperhatikan rak atas. Apa kau sedang mencari susu untuk ibu hamil?"


"I_iya nyonya."


"Katakan padaku, susu apa yang kau cari. Aku akan menunjukkannya padamu." seru Diana


Alex ingin menolak karena dia takut jika terus berada di dekat ibunya, maka penyamarannya akan terbongkar. Tapi menolak pun percuma karena dia tahu seperti apa ibu nya itu. Akhirnya Alex memberitahu susu apa yang dia cari.


"Oh yang ini ya. Pilihanmu bagus juga. Susu ini ada di sana." Diana menunjukkan letak susu tersebut.


"Terimakasih nyonya. Kalau begitu, saya kesana dulu." Alex bergegas meninggalkan Diana karena takut Diana curiga.


"Hah... Pria yang beruntung. Walaupun wajahnya jelek, tapi dia mempunyai pasangan. Bahkan sekarang istrinya sedang hamil. Tidak seperti Alex. Tampan tapi bujang lapuk." gumam Diana yang menatap punggung pria bertompel yang semakin menjauh.

__ADS_1


"Andai Alex seperti pria itu." ucapnya lagi. Dia terdiam cukup lama sehingga dia menyadari sesuatu. "Alex?"


"Hah.. Itu tidak mungkin kan." gumam Diana.


__ADS_2