Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Ajari Aku Untuk Mencintaimu


__ADS_3

Saat ini, dua insan berbeda genre itu tengah duduk di tempat tidur mereka. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Mereka berdua terdiam, tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Alex terdiam memikirkan keputusan yang diambil saat Diana memberinya pilihan. Dia tidak ingin menikah, tapi dia juga tidak mau berpisah dengan Icha dan juga anaknya. Kali ini dia tidak mempunyai pilihan lain selain menuruti keinginan ibunya.


Ya, dia setuju untuk menikah dengan Icha. Dia mengambil keputusan yang sangat besar dalam hidupnya. Dan dia berharap jika apa yang dia lakukan ini sudah benar. Dia hanya tidak mau luka yang dia miliki kembali menganga. Dan dia berharap Icha tidak melakukan membuka luka itu. Dia akan mencoba membuka hati untuk Icha dan mencintainya.


Sedangkan Icha terdiam memikirkan keputusan yang diambil Alex saat Diana mengancam akan memisahkan Alex dengan anak yang dia kandung. Dia berusaha mencari kesungguhan di mata Alex, tapi yang dia lihat hanya keterpaksaan. Dia jadi ragu untuk membangun rumah tangga dengan pria itu. Tapi bagaimanapun, cinta itu sudah bersemayam di hati Icha. Dan dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika dia sangat senang akan menikah dengan pria yang dia cinta.


"Aku...


"Aku..


Mereka berucap bersamaan, membuat keduanya menjadi canggung.


"Kau dulu." seru Alex


"Tidak, kau dulu saja, Tuan."


"Baiklah!" Alex menghela nafas panjang dan berkata, "mungkin yang ingin kau katakan sama dengan apa yang akan aku katakan. Tapi, ini adalah keputusan besar yang aku ambil. Jadi aku berharap, kau tidak mengkhianati kepercayaanku." seru Alex


"Aku tahu, kau terpaksa, tuan. Belum terlambat jika ingin membatalkan semuanya. Kita bisa jalani sesuai kontrak yang tertulis."


"Apa kau tega anak kita kekurangan kasih sayang seorang ibu?" pekik Alex


"Bukan Aku yang tega, Tuan. Tapi bukankah dari awal hubungan kita hanya sebatas kontrak? Aku tidak ingin hidup dengan orang yang tidak mencintaiku. Aku tidak mau hidup dengan orang yang terpaksa hanya karena anak. Aku....


"Ajari aku!!" Alex menatap Icha yang juga menatapnya. "Ajari aku untuk mencintaimu. Mungkin aku belum menyadari perasaan ku karena rasa takutku lebih mendominasi. Untuk itu, ajari aku mencintaimu mu, Icha." lirih Alex


Kedua mata Icha memanas. Air matanya tiba-tiba menetes. Bukan karena sedih, tapi karena Alex mau membuka hatinya untuk dia tempati.

__ADS_1


"Kau mau kan?" tanya Alex lagi


Icha menganggukkan kepalanya dan memeluk erat tubuh kekar Alex. Dia begitu bahagia. Semua terasa seperti mimpi baginya.


"Terimakasih sayang. Aku akan belajar untuk mencintaimu." seru Alex. Dia mengurai pelukannya dan menghapus air mata Icha. Dia mencium kedua mata Icha, hidung, pipi dan terakhir dia mendaratkan bibirnya di bibir Icha.


Mereka saling menyalurkan perasaan bahagia dengan ciuman yang panas. Lidah mereka saling membelit dan bertukar Saliva.


Alex melepaskan ciumannya kala merasa Icha kehabisan oksigen. Dia menempelkan keningnya dengan kening Icha. Nafas mereka saling memburu.


"Apa boleh aku melakukannya?" tanya Alex yang sudah di selimuti gairah


Icha menatap kedua mata Alex. Sebenarnya dia juga merindukan sentuhan Alex, tapi jika teringat bagaimana Alex melakukannya dengan kasar, membuat nya takut. Untuk itu dia membohongi Alex dengan mengatakan jika dokter melarang untuk melakukannya sebelum trimester kedua. Dokter tidak melarang asalkan di lakukan dengan perlahan, tapi dia benar-benar takut.


Melihat Icha yang diam membuat Alex menghela nafas. Bukan karena dia kesal, tapi dia tahu jika Icha berusaha menjaga kandungannya.


"Maaf, aku lupa jika kau....


Alex menuntun Icha untuk berbaring tanpa melepas tautan mereka. Bahkan kedua tangan Alex begitu aktif membuka baju Icha dan memberikan sentuhan di bagian sensitif wanita itu.


"Ah~" Satu ******* keluar dari mulut Icha kala Alex dengan lihai bermain di kedua pucuk bukitnya. Dia menekan kepala Alex seolah meminta lebih.


"Apa begitu nikmat?" tanya Alex yang melihat Icha menggigit bibir bawahnya. Sungguh wanita yang saat ini berada di bawah kungkungannya terlihat sangat seksi.


"Iya, itu sangat nikmat. Dan aku menginginkan lebih. Tapi aku takut." lirih Icha


"Jika kau takut, aku tidak akan melakukannya. Aku akan memberimu kenikmatan yang sudah lama tidak kau rasakan." Alex kembali mencium bibir Icha. Lidah mereka saling mengecap hingga terdengar begitu nyaring di ruangan yang sunyi itu.


"Aku akan memberikan servis terbaikku, Jadi bersiaplah !!" Alex membuka semua baju yang melekat di tubuh Icha. Dia menatap tak berkedip pemandangan indah di depannya. Walaupun sedang hamil, tapi Icha malah terlihat lebih berisi dan itu membuatnya semakin terlihat seksi

__ADS_1


"Jangan menatapku seperti itu, Tuan." pekik Icha. Dia menyilangkan kedua tangannya menghalangi aset nya


"Tidak perlu malu, aku sudah sering melihat dan menikmati semuanya." Alex menunduk mendekat kan wajahnya di perut Icha yang terlihat sedikit menonjol. "Halo sayang, ini Daddy. Apa kau baik-baik di sana? Daddy ingin mengmjengukmu, tapi Daddy takut malah menyakitimu. Jadi Daddy hanya akan membuat Mommy mengerang kenikmatan."


"Tuan!!" pekik Icha


Alex terkekeh dan menciumi perut Icha. Ciuman yang lama kelamaan turun di bagian inti Icha. Alex dengan lihai memainkan lidahnya di sana. Membuat Icha mengerang dan menggeliat bak cacing kepanasan.


"Tuan, Ah~


Mendengar suara merdu Icha yang menyebut namanya membuat Alex semakin bersemangat melakukan lebih. Dia memainkan lidahnya dengan brutal hingga Icha mencapai puncak kenikmatan untuk pertama kalinya.


"Apa kau puas dengan servis yang aku berikan, nyonya Wiratama?" seru Alex


Nafas Icha terengah-engah. Dia menarik Alex hingga terbaring dan dia naik di atas tubuh Alex. "Apa yang kau lakukan, sayang?" tanya Alex


"Memberimu kenikmatan yang sama, Tuan Wiratama." Icha membuka satu persatu kain yang menempel di tubuh Alex. Dan dengan lihai dia memainkan lidahnya di tubuh Alex.


"Oh baby~


Alex memejamkan matanya menikmati permainan lidah Icha. Rasanya sudah lama dia tidak merasakan kenikmatan bercinta. Dan hanya Icha yang bisa memuaskannya walau hanya dengan tangan ataupun mulut nya.


"Ah~ terus baby, itu sangat nikmat." racau Alex saat tangan mungil Icha bermain dengan belalainya. Apalagi saat Icha mengulumnya bak permen lollipop. Rasanya sungguh luar biasa.


Cukup lama Icha memainkan belalai Alex, hingga saat tidak tertahankan, Alex meminta Icha untuk mempercepat permainannya dan sedetik kemudian, lahar Alex keluar dan mengenai tangan Icha.


"Ini sungguh luar biasa. Terimakasih sayang ." ucap Alex


Icha tersenyum dan mengangguk. Dia membersihkan tangannya yang terkena lahar Alex dengan tisu dan kemudian dia berbaring di samping Alex, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya dan memeluk pria itu.

__ADS_1


"Good night." ucap Alex.


"Too." Icha memejamkan matanya dan mulai mengarungi mimpi indah nya.


__ADS_2