
Di lokasi syuting, Selena terlihat gelisah dan tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja. Dia masih memikirkan wanita yang berhasil membuat Alex mengejarnya tanpa perduli keadaannya yang masih lemah. Dia yakin jika wanita itu bukan wanita biasa. Bisa jadi dia wanita yang menempati hati Alex. Ini tidak bisa di biarkan. Dia harus mencari tahu siapa wanita itu.
"Cut.." teriak sang sutradara. "Kau kenapa, Selena? Tidak biasanya kau seperti ini. Kau harus konsentrasi."
"Ma_maafkan aku."
"Oke, kita break dulu." seru sang sutradara. Semua kru meletakkan peralatannya dan mendekati sutradara untuk mendengarkan arahan dari sutradara. Saat ini mereka sedang syuting iklan salah satu produk perusahaan terkenal dengan Selena sebagai modelnya. Tapi karena Selena yang tidak konsentrasi saat syuting berjalan, sutradara memutuskan untuk istirahat sejenak.
Selena duduk di kursinya. Dia memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Sungguh, wanita yang bernama Icha berhasil mengganggu pikirannya.
"Kau kenapa, hm?" Justin duduk di sebelah Selena dan memberikan wanita itu minuman dingin.
"Ini soal Alex." jawab Selena singkat. Dia membuka penutup minuman tersebut dan menenggaknya. Rasanya membuat beban pikirannya sedikit berkurang.
"Ada apalagi dengan Alex? Dia menolakmu lagi? Bukankah itu sudah biasa?"
Selena melirik sinis Justin yang terkekeh. Memang benar Alex menolaknya. Dan ini bukan untuk yang pertama kalinya. Tapi kali ini berbeda. Tidak hanya menolaknya, Alex bahkan secara terang-terangan menghinanya. Dia jadi berfikir, apa wanita itu yang membuat Alex menolaknya?
"Ada apa, Selena?" tanya Justin lagi
"Kemarin saat aku menjenguk Alex, ada seorang wanita datang. Dan dia melihat aku dan Alex sedang bermesraan. Dan....
"Really?? Kau bermesraan dengan Alex?" sela Justin tidak percaya. Rasanya tidak mungkin hal itu terjadi. Walau dia tahu jika Selena dan Alex sama-sama haus akan belaian, tapi sangat sulit di percaya jika sampai Alex mau dengan Selena. Karena Alex tidak mau merusak hubungan persahabatan mereka walaupun mereka saling membutuhkan. Untuk itu Alex tidak pernah bermain dengan Selena.
"Bisakah kau tidak menyela?" sungut Selena
"Baiklah, lalu bagaimana?"
"Alex mengejar wanita itu bahkan meninggalkan ku sendiri di ruang rawat miliknya." Selena menatap Justin dan kembali berkata, "Alex seperti khawatir wanita itu salah paham. Dia mengejarnya tanpa memperdulikan keadaannya yang masih lemah."
"Kau tahu siapa wanita itu?" tanya Justin
"Itu dia, aku tidak tahu siapa dia. Tapi aku dengar Alex memanggilnya Icha."
"Coba kau tanya pada ibunya. Siapa tahu dia tahu tentang wanita itu."
__ADS_1
"Astaga, kenapa hal itu tidak terpikirkan oleh ku? Kau benar, aku harus tanya tante Diana." Selena mengambil ponselnya di dalam tas dan mulai mencari kontak milik Diana.
"Aku harap tante Diana tahu." Selena menempelkan ponsel di telinganya saat panggilannya tersambung.
"Halo!!" seru Diana di seberang sana
"Halo tante, ini aku Selena. Tante apa kabar?"
"Kabar tante kurang baik, Elen. Dan ini semua karena anak nakal itu."
"Apa maksud Tante?" tanya Selena
"Semalam Tante ke rumah sakit dan ternyata Alex sudah tidak ada di sana. Dia sudah keluar dari rumah sakit dan tidak mengabari tante. Hah, Tante merasa jika Tante tidak penting lagi untuk Alex. Dan kenapa dia memilih pulang ke apartemen dan bukan ke mansion?"
Selena terdiam mendengarkan celotehan Diana, dia yakin jika Diana tidak tahu mengenai Icha. Dan bisa di pastikan jika wanita itu tinggal di apartemen Alex. Tapi apartemen yang mana? Alex mempunyai banyak apartemen dan dia tidak tahu alamat apartemen milik Alex.
"Kau masih di sana kan, Selena?" tanya Diana yang tidak mendengar suara Selena.
"I_iya Tante, aku masih disini. Aku mendengarkan Tante berbicara. Tapi Tante, apa Tante tau di mana Alex tinggal? Ya, Tante tahu sendiri kan, apartemen Alex tidak hanya satu, tapi banyak."
"Tante tidak tahu, Elen."
"Baiklah. Terimakasih sudah mendengarkan Tante."
"Sama-sama Tante." Selena menutup sambungan telepon terlebih dahulu dan menyimpan nya kembali di tas.
"Kenapa kau tidak bertanya tentang wanita itu pada ibu Alex?" tanya Justin
"Percuma saja bertanya. Aku yakin dia juga tidak tahu. Tapi sepertinya aku tahu di mana wanita itu berada."
"Oya? Dimana?"
"Untuk hal itu, kau yang yang harus mencari tahu." seringai Selena
...****************...
__ADS_1
Di apartemen
Icha tengah membantu Alex untuk bersiap karena hari ini pria itu akan kembali bekerja. Sudah lama dia tidak masuk, dan yang pasti pekerjaan nya sudah menggunung karena terlalu lama ia tinggalkan.
"Apa tuan yakin akan berangkat bekerja?" tanya Icha
"Iya. Aku sudah lama tidak masuk. Pasti pekerjaan ku sudah menumpuk." Alex menatap Icha yang sedang mengancingkan baju nya. Dia menarik pinggang wanita itu hingga merapat padanya. "Kenapa? Kau ingin kau tetap disini, hm?"
"Ck.. Bukan begitu. Kau kan baru sembuh. Bagaimana jika nanti kau mual lagi?"
"Apa kau sedang mengkhawatirkan ku?"
"Iya, aku sangat mengkhawatirkan mu. Bisakah kau tetap disini?" batin Icha
"Kenapa kau diam, hm?" tanya Alex lagi
Icha hanya tersenyum. Dia mengambil dasi dan meminta Alex untuk menunduk. Tapi bukannya menunduk, Alex justru mengangkat tubuh mungil Icha di tepi tempat tidur.
"Kenapa kau pendek sekali?" ejek Alex
"Ck.. Aku tidak pendek, tapi mungil." Icha memakaikan dasi Alex dengan terus menggerutu. Alex selalu mengatai dirinya pendek setiap dia memakaikan dasi.
Alex terkekeh. Setelah Icha selesai memakaikan dasi, Alex mensejajarkan wajahnya dengan perut Icha, "Daddy mau bekerja hari ini. Kau jangan nakal ya." ucap Alex. Tidak lupa dia memberikan kecupan di perut rata Icha
"Siap Daddy." jawab Icha menirukan suara anak kecil.
Alex terkekeh, dia membantu Icha untuk turun dari tempat tidur dan memeluk pinggang wanita itu. "Jika ada yang kau inginkan, beritahu aku. Aku akan membelinya untukmu."
"Terimakasih."
"Apapun untuk kalian." seru Alex
"Jika kita seperti ini, kita terlihat seperti sepasang suami istri ya." seru Icha
Senyum Alex memudar, bahkan dia melepaskan pelukannya. "Aku sudah terlambat. Aku berangkat dulu." tanpa memandang Icha, Alex membawa jas dan juga tas kerjanya keluar dari kamar.
__ADS_1
Icha bisa melihat perubahan Alex. Dia seperti menghindar atau mungkin dia tidak mau membahas tentang pernikahan. Entah ada apa dengan pria itu, kenapa dia tidak mau menikah? Apa dia mempunyai trauma? Sungguh Icha sangat penasaran. Mungkin dia bisa bertanya pada Leo nanti.
"Ya, aku harus mencari tahu kenapa dia sangat alergi dengan kata menikah."