Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Hukuman Untuk Alex


__ADS_3

Alex mengusap wajahnya kasar. Dia masih tidak menyangka Selena tega melakukan hal itu padanya. Wanita itu berhasil menghancurkan hidupnya disaat dia benar-benar merasakan kebahagiaan. Dan karena dirinya yang tidak percaya pada Icha, kini dia kehilangan cintanya.


Tok Tok Tok


"Masuk!!"


Leo masuk dengan beberapa berkas di tangannya. Dia meletakkan berkas tersebut di atas meja Alex. "Ini laporan yang harus anda tanda tangani, tuan." Ucap Leo


Alex hanya menatap berkas-berkas itu. Dia seperti tidak mempunyai gairah untuk melakukan sesuatu. Yang ada di pikirannya saat ini hanya Icha, Icha dan Icha.


"Tuan!!" Panggil Leo.


"Apa aku tidak pantas untuk bahagia?" Ucap Alex dengan tatapan kosong. "Aku mencintai seorang wanita tapi aku sendiri yang menyuruhnya pergi dari kehidupanku." Alex menatap Leo yang terdiam.


"Aku merasa bodoh karena percaya dengan foto itu. Harusnya aku mencari tahu faktanya sebelum aku mengambil keputusan." Alex menghela nafas panjang. Dia menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya. "Sepertinya aku memang tidak pantas untuk bahagia, Leo. Aku di takdir kan untuk hidup sendiri."


Leo merasa iba dengan keadaan Alex. Dia tidak tega melihat tuannya yang terlihat putus asa. Dia bisa melihat penyesalan di diri Alex. Tapi dia pantas mendapatkannya.


"Jika tuan mau, aku akan memerintahkan bodyguard untuk mencari nona Icha." Usul Leo.


"Aku sangat ingin, Le. Tapi aku takut saat bertemu dia nanti. Apa yang harus aku lakukan? Dia sekarang pasti sangat membenciku." Alex masih setia memejamkan matanya. Tapi tiba-tiba air matanya menetes dari sudut matanya. Dia buru-buru mengusapnya dan meminta Leo untuk keluar.


"Tinggalkan aku sendiri!!" Titah Alex


"Baik tuan." Leo keluar dari ruangan Alex. Dia merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Halo nyonya....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang berganti malam. Tapi Alex masih saja berkutat dengan laptopnya di kantor. Padahal sudah tidak ada siapapun di sana. Sepertinya alex kembali ke kebiasaannya semula.

__ADS_1


Jika dulu dia menghabiskan waktunya dengan bekerja untuk melupakan rasa sakit di hatinya, kini dia menghukum dirinya sendiri karena sudah menyakiti orang yang dia sayangi.


Dia sudah menghubungi Leo untuk mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Icha. Dia tidak perduli lagi jika nanti wanita itu membencinya dan tidak mau memaafkannya. Yang terpenting adalah dia bisa bertemu dengan Icha dan meminta maaf pada wanita itu.


Apapun akan dia lakukan agar Icha mau kembali lagi padanya. Jika perlu dia akan memaksanya atau mengancamnya agar wanita itu tetap berada di sisinya.


Tapi sepertinya itu hanya angan-angan Alex saja. Nyatanya sampai sekarang belum ada kabar dari anak buah Alex. Biasanya dalam waktu singkat mereka bisa mendapatkan informasi apa yang diinginkan oleh Bosnya itu. Tapi nyatanya sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka menghubungi Alex. Bahkan setiap Alex mengerjakan pekerjaannya matanya selalu melirik ponsel yang dia letakan di atas meja. Dia sangat berharap anak buahnya akan segera menghubunginya dan memberitahu di mana Icha sekarang berada.


Dan hal itu sudah berlangsung selama satu minggu. Anak buah Alex belum juga menemukan titik terang. Alex mengerahkan puluhan anak buahnya untuk mencari Icha. Tapi Wanita itu bagaikan hilang ditelan bumi.


Dan saat ini Alex berada di mansion nya karena Diana meminta dia untuk pulang.


"Al!!" Panggil Diana.


"Iya Mom, ada apa?" jawabnya lesu.


"Apa belum ada kabar dari anak buahmu?"


Diana mengusap bahu putranya dan berkata, "Kau harus terus mencari Icha, Al. Bagaimanapun caranya kau harus meminta maaf padanya. Tidak peduli nanti Icha akan memaafkan mu atau tidak tapi kau harus tetap minta maaf padanya." seru Diana


"Iya Mom, aku pasti akan melakukannya. Aku akan terus berusaha mencari Icha dan aku akan membuat Icha kembali padaku bagaimanapun caranya." seru Alex.


"Kau ingin dia kembali padamu? Kau yakin dia mau?" tanya Diana.


"Aku tidak peduli dia mau atau tidak. Tapi aku akan membuat dia kembali padaku dan terus berada di sisiku. Dan saat aku bertemu dengannya aku akan langsung mengatakan pada dunia bahwa dia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai."


Diana tersenyum dan memeluk Alex. "Mommy bangga padamu, Al. Mommy tahu kau pasti sangat menyesal. Dan tekadmu ini udah sudah benar. Mommy akan selalu mendukungmu." seru Diana


"Thanks Mom."


Pencarian Icha masih berlanjut bahkan sudah 2 bulan lebih Icha masih belum juga ditemukan. Hal ini membuat Alex benar-benar frustasi tidak mungkin wanita itu menghilang begitu saja. Dia berspekulasi pasti ada yang membantu Icha. Tapi siapa?

__ADS_1


"Apa masih belum ada petunjuk?" tanya Alex pada Leo.


"Maaf Tuan. Kami sudah mencari nona Icha kemanapun. Bahkan nona tidak ada di desa tempat kelahirannya. Kami juga sudah mencari di halte, bandara dan stasiun. Tapi tetap saja tidak ada penumpang yang bernama Icha." seru Leo.


Alex mengusap wajahnya kasar. Dia terdiam sejenak memikirkan kira-kira dimana Icha pergi. Dan hal itu membuatnya teringat dengan sahabatnya, Ridwan. Jika ada orang yang membantu Icha, itu sudah pasti Ridwan. Karena di dunia ini Icha sudah tidak mempunyai siapa-siapa. Dan satu-satunya orang yang Icha kenal hanya Ridwan.


"Kita ke rumah sakit sekarang!!" Alex bergegas keluar di ikuti Leo yang mengekor di belakangnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka sampai di rumah sakit. Alex berjalan dengan langkah lebarnya menuju ke ruangan Ridwan. Dan tanpa permisi, dia membuka pintu dan langsung masuk begitu saja.


Brakh


"Apa kau tidak mempunyai sopan santun saat masuk ke ruangan seseorang, tuan Alex." seru Ridwan.


"Sepertinya kau tidak terkejut dengan kedatangan ku, dokter." Alex duduk di depan dokter Ridwan dan menatapnya penuh selidik.


"Katakan!! Dimana kau menyembunyikan Icha?" tanya Alex.


"Aku? Menyembunyikan Icha?" dokter Ridwan menunjuk dirinya sendiri dan tertawa keras. "apa kau sudah kehilangan akal, tuan Alex. Kenapa kau berfikir jika akulah yang menyembunyikan Icha?"


"Dia sudah tidak mempunyai siapapun di dunia ini. Aku juga sudah mencarinya di tempat tinggalnya tapi dia tidak ada. Dan satu-satunya orang yang Icha kenal hanyalah dirimu. Jadi, katakan padaku!! Dimana Icha?"


Dokter Ridwan tersenyum sinis, "Maaf membuat mu kecewa tuan Alex. Tapi aku tidak tahu kemana perginya Icha. Dan kalaupun aku tahu, aku tidak akan memberitahu mu. Karena apa? Karena kau pantas mendapatkannya." seru dokter Ridwan


"Wan, please!!! Bantu aku! Aku sudah mencari Icha kemana-mana tapi dia tidak ada di manapun. Aku ingin meminta maaf padanya, Wan."


"Itu bukan urusan ku. Kau yang memintanya pergi dari kehidupanmu. Untuk itu dia pergi. Tapi sekarang kau ingin dia kembali?" dokter Ridwan menatap Alex dengan tatapan mengejek, "Konyol." ucapnya lagi. Dia berdiri dan membukakan pintu, "Jika tidak ada lagi yang ingin kau katakan, silahkan pergi!"


Alex menghela nafas panjang dan beranjak. Dia menatap Dokter Ridwan sekilas sebelum akhirnya pergi dari sana.


"Maafkan aku, Al. Tapi ini hukuman untuk mu karena sudah menyia-nyiakan Icha." batin dokter Ridwan

__ADS_1


__ADS_2