Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Dua Berita Heboh


__ADS_3

Keesokan harinya, Alex bangun dengan kepala yang berdenyut sakit. Semalam dia tertidur di lantai sambil memeluk foto USG calon anaknya.


"Ish.. kepalaku sakit sekali." Alex bangun dan berbaring di tempat tidur. Dia memijat pelan pelipisnya dan mengingat kembali kenapa dia bisa tertidur di lantai.


"Icha!!" Gumamnya. Dia bangun dan melihat foto USG di tangannya. "Anakku." Alex mengusap pelan foto tersebut dan memasukkan nya di dompetnya. Dia melirik jam yang menempel di dinding kamar nya dan bergegas ke kamar mandi.


Sial!! Dia sudah kesiangan. Dia segera menyelesaikan ritual mandinya dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Mungkin ini efek dia kurang tidur. Dan sekalinya tidur, dia bangun kesiangan. Padahal hari ini dia ada meeting penting.


"Perfect." Gumamnya. Dia melihat dirinya di cermin dan masih terlihat tampan seperti biasanya. "Come on Al, tidak ada waktu untuk memuji diri sendiri." Alex meraih tas kerja nya dan keluar dari kamar.


Langkah nya terhenti saat melewati ruang makan. Bayangan Icha yang tersenyum saat menyajikan makanan untuk nya tiba-tiba terlintas di depannya. Kakinya melangkah ke ruang makan, tapi suara dering ponselnya menghentikan langkahnya.


Drt drt drt


Alex tersentak dan mengusap kasar wajahnya. Dia merogoh ponsel dari saku celananya dan melihat kontak si penelepon. "Leo? Mau apa dia menelepon?" Alex kembali memasukkan ponsel kedalam saku celana nya dan bergegas keluar dari apartemen.


Tapi baru saja masuk ke mobil yang terparkir di basemen, ponsel Alex kembali berdering. Alex mengambil ponselnya dan berdecak kesal


"Apa dia tidak bisa bersabar sebentar?" Gerutu Alex. Karena ponselnya terus berdering, akhirnya mau tidak mau Alex mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Ada apa, hah? Aku sedang dalam perjalanan ke....


"Jangan ke perusahaan tuan!!" Sela Leo melarang.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kau melarangku ke kantor?" Tanya Alex bingung


"Saat ini di depan perusahaan banyak sekali wartawan, tuan. Mereka ingin meminta klarifikasi dari anda."


Alex mengerutkan keningnya mendengar ucapan Leo di seberang sana. "Apa maksud mu, Leo?" Tanya Alex


"Apa anda belum melihatnya? Coba cek di sosial media tuan. Anda menjadi trending topik di mana."


Alex segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak dan membuka sosial media.


Deg


"I_ini...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"APA YANG KAU PIKIRKAN, ELEN? KENAPA KAU BEGITU CEROBOH HAH?" teriak Justin


"Ma_maafkan aku, Justin. A_aku benar-benar tidak tahu kenapa bisa terekspos seperti itu." Seru Selena


Justin mengusap kasar wajahnya. Tadi pagi, dia mendapatkan berita dari wartawan kenalannya jika video Selena sedang bercinta dengan seorang pria tersebar di sosial media. Dan hal itu menjadi trending topik di mana-mana dengan judul "Model terkenal melakukan adegan panas dengan seorang pria di hotel", dan yang lebih gilanya lagi, di video tersebut terlihat jika Selena begitu ahli saat melakukan hubungan intim.


"Justin, kau harus membantu ku!! Aku tidak mau karir ku hancur karena video sialan itu." Pinta Selena


"Ini sulit, Elen. Jelas-jelas itu adalah kau dan tuan Han. Pakar telematika pasti saat ini meneliti keaslian video itu. Aku bisa apa?" Justin begitu frustasi. Selena sudah melakukan kesalahan yang fatal. Dia bisa terancam kehilangan pekerjaan dan pembatalan kontrak dengan berbagai perusahaan. Di tambah lagi, istri tuan Han menuntut Selena.

__ADS_1


"Aku harus bagaimana, Justin." Seru Selena tidak kalah frustasi


"Tidak ada cara lain, Elen. Kau harus mengadakan konferensi pers dan mengatakan pada publik yang sebenarnya."


"What? Are you kidding me? Itu sama saja bunuh diri, Justin."


"Tidak ada pilihan, Elen. Kau tidak bisa lari jika sampai mereka menemukan keaslian video itu. Kau bisa memberi alasan yang bisa menarik simpati mereka."


"Apa maksudmu?" Tanya Selena


Justin mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Selena.


"Apa kau yakin ini akan berhasil?" Tanya Selena


"Aku bilang, kau tidak punya pilihan lain. Tapi dengan cara yang aku katakan tadi, kau bisa mengambil simpati dari masyarakat. Jadi mereka tidak akan menyalahkanmu."


"Baiklah, akan aku coba." Seru Selena


"Good. Aku akan segera mencari waktu yang tepat untuk melakukan konferensi pers." Justin mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Sedangan Selena terlihat frustasi dengan berita tentang dirinya yang menyebar di sosial media.


Dia merasa aneh karena saat mereka melakukan hubungan itu, tidak ada siapapun di kamar hotel yang mereka sewa. Atau Tuan Han ingin menjebaknya. Tapi untuk apa? Jika dia yang menyebar video itu, bukankah nama baik tuan Han juga tercemar. Lalu siapa sebenarnya yang berani menyebarkan video itu?


...****************...


Terimakasih sudah stay di karya author. sambil nunggu up berikutnya, yuk mampir ke karya temen author. Namanya Author Fabdul.

__ADS_1



Thankiyu and happy Reading 🥰


__ADS_2