Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Berakhir


__ADS_3

Di kamar hotel, seorang wanita terlelap dalam tidurnya. Dia meringkuk di bawah selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Bahkan silaunya matahari yang masuk melalui celah jendela sama sekali tidak mengganggu tidurnya. Dia benar-benar tidur dengan nyenyak.


Hingga ketukan pintu membuatnya menggeliat. Dia membuka matanya perlahan dan melihat sekitarnya.


"Astaga, Aku di mana?" wanita yang tidak lain adalah Icha, terlihat bingung dengan ruangan yang asing untuknya. Dia mengingat-ingat kembali apa yang telah terjadi? Kenapa dia bisa berada di sini?


"Ferdian?" gumamnya. Dia menyibak selimutnya dan ternyata dia masih memakai baju lengkap. Tapi, siapa yang membawanya kemari? Apa dia sedang di culik?


Tok Tok Tok


Icha menatap kearah pintu. Dia turun perlahan dari tempat tidur dan membuka pintu dengan hati-hati.


Cklek


"Selamat pagi nona. Saya mengantar sarapan untuk anda." seru pelayan hotel


Icha terlihat linglung, tapi dia mempersilahkan pelayan itu masuk dan meletakkan makanan nya di meja.


"Apa ada yang bisa saya bantu nona?" tanyanya lagi


"Kalau boleh tahu, sebenarnya aku ada di mana? kenapa aku bisa ada disini?" tanya Icha


Si pelayan nampak mengerutkan keningnya. Apa wanita ini baik-baik saja? kenapa dia tidak ingat jika kemarin dia check in dengan seorang pria di hotel ini.


"Kau baik-baik saja Nona?" tanya pelayan itu


Icha terdiam dan menatap pelayan dengan wajah bingung nya. "Boleh aku minta tolong sesuatu?"


...****************...


Icha kini sampai di depan mansion keluarga Wiratama. Dia yakin jika Diana pasti khawatir karena dia tiba-tiba menghilang saat di mall kemarin. Entah bagaimana dia bisa berada di hotel tersebut dan siapa yang membawanya kesana, dia sendiri tidak tahu.


Icha masuk kedalam mansion dan di sambut oleh Alex dan juga Diana yang berdiri seolah tahu jika dirinya akan datang.


"Sayang!!" Icha mendekati Alex, tapi tiba-tiba Alex mengangkat tangan nya sebagai tanda Icha untuk berhenti.


Icha terlihat bingung. Dia menatap Alex dan Diana bergantian. Entah mengapa dia merasa jika raut wajah Alex seolah mengisyaratkan kebencian. Ada apa sebenarnya?

__ADS_1


"Apa kau sudah puas bersenang-senang?" tanya Alex dingin.


"A_apa maksud mu sayang? A_aku...


"CUKUP!!! JANGAN PERNAH MEMANGGIL KU SAYANG DENGAN MULUT KOTOR MU ITU." bentak Alex


Icha tersentak. Dia memegang dadanya yang terasa sesak mendapat perlakuan kasar dari Alex. Tanpa terasa air matanya menetes. Dia menatap Diana yang hanya memalingkan wajahnya sambil mengusap air matanya.


"Katakan padaku!!! Apa yang aku berikan kurang? apa kau belum puas denganku sampai-sampai kau mencari pria lain di luar sana?" bentak Alex


Deg


"A_apa maksudmu? Aku tidak mengerti?"


Alex mengambil sesuatu dari map coklat dan melemparkannya pada Icha.


Terlihat banyak foto Icha yang tidur dengan seorang pria. Tapi sayang, wajah pria itu tidak terlihat. Icha mengambil foto tersebut dan menyangkalnya. Dia yakin jika semua adalah rekayasa.


"Ti_tidak, aku tidak melakukan hal ini. Kau harus percaya padaku. Aku tidak melakukan hal ini." sangkal Icha


Icha hanya bisa menangis. Dia terus menyangkal dan berusaha meyakinkan Alex dan Diana jika dia tidak melakukan hal itu. Tapi sayangnya, mereka lebih percaya pada foto itu daripada dirinya.


Hati Icha hancur. Kebahagiaan yang dia rasakan hancur dalam sekejap hanya karena sesuatu yang tidak jelas. Dan lebih menyakitkan tidak ada satupun yang percaya pada nya.


"Aku berani bersumpah, aku tidak pernah melakukan hal itu. Kau harus percaya padaku ." Isak Icha


"Cih.. Apa kau pikir aku akan percaya pada mu?? Sekarang katakan!! Kau pergi kemana kemarin? kenapa kau tiba-tiba menghilang saat pergi ke mall dengan Mommy dan Selena?" tanya Alex mengintimidasi


"A_aku tidak tahu hiks hiks.. Saat aku pergi ke toilet, ada yang membekapku dari belakang. Dan saat aku sadar, aku sudah berada di hotel. Aku tidak tahu apa yang terjadi." tangis Icha pecah. Ini benar-benar menyakitkan untuknya. Siapa yang tega memfitnah nya begitu keji?


"Mom, kau harus percaya padaku. Aku tidak melakukan hal itu. Dan aku mengatakan yang sebenarnya. Aku tidak tahu apa-apa mom." seru Icha. Dia menatap harap wanita paruh baya yang sudah dia anggap sebagai ibu nya sendiri. Tapi sepertinya semua sia-sia. Bahkan Diana enggan menatapnya.


"Dengarkan aku baik-baik !! Mulai saat ini, aku memutuskan hubungan kita. Aku tidak lagi menginginkan mu dan juga anak yang ada di dalam kandunganmu."


Deg


"Tapi aku akan tetap memberimu kompensasi. Anggap saja itu sebagai imbalan karena kau sudah menemani ku tidur selama ini. Dan ini...

__ADS_1


Alex melempar kartu kredit dan juga kunci apartemen yang mereka tinggali dulu.


"Itu kompensasi dariku. Dan sekarang, kau boleh keluar dari sini dan jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi." Alex pergi meninggalkan Icha yang terduduk lemas di lantai. Hatinya sakit mendapat pengkhianatan dari wanita yang dia cintai.


Ya, Alex mengakui jika dia mulai mencintai Icha. Dia menyadari setelah tahu jika Icha mengandung buah cinta mereka. Tapi melihat foto Icha yang tidur dengan pria lain membuatnya geram. Dia sangat membenci pengkhianatan. Dia sangat berharap jika Icha adalah wanita yang tepat untuk nya. Tapi ternyata dia sama saja.


Icha memukul dadanya yang terasa sesak. Ini benar-benar menyakitkan. Apa yang harus dia lakukan agar Alex percaya padanya?


"Icha..!!" Diana mendekati Icha dan memeluknya.


"Aku benar-benar tidak melakukannya Mom. Aku tidak melakukannya. Kau harus percaya padaku." Isak Icha


"Iya sayang, Mommy percaya padamu. Tapi semua itu percuma karena Alex tidak berfikir demikian." Diana mengurai pelukannya dan menghapus air mata Icha.


"Beri dia waktu untuk menenangkan diri. Nanti mommy akan bicara padanya. Semoga dia mengerti." lanjut Diana


"Terimakasih Mom." Icha mengambil kartu kredit dan kunci apartemen dan memberikannya pada Diana. "Dia sudah memutuskan hubungan kami. Dia bahkan juga tidak menginginkan anak ini. Jadi aku tidak berhak atas semua yang dia berikan padaku."


"Jangan begitu sayang. Jika kau menolak, bagaimana kau akan bertahan hidup nantinya?"


Icha menggeleng pelan dan berkata, "Mom, Dia memberikan ini semua sebagai kompensasi karena aku sudah menemani nya tidur. Jika aku menerimanya, itu sama saja jika Aku adalah wanita malam untuknya. Aku melakukan semua itu karena perjanjian yang kami lakukan. Dan sekarang dia tidak menginginkan semua itu. Itu artinya semua sudah berakhir."


"Mommy memaksa sayang. Terima semua ini!! Jangan egois, pikirkan juga anak yang ada di dalam kandunganmu." seru Diana


"Tapi Mom....


"Mommy berjanji akan berbicara dengan Alex. Jadi bersabarlah sebentar lagi. Oke."


Icha mengangguk pelan. Dia berdiri dan mendongakkan kepalanya menatap lantai atas di mana kamar Alex berada. "Mom, selama kami bersama, aku belum pernah mengatakan jika aku mencintainya." Icha menatap Diana dan tersenyum dalam tangisnya. "Maaf sudah berani mencintai putramu." Icha memeluk Diana sesaat dan pergi dari mansion tersebut.


Mungkin ini firasat buruk yang dia rasakan beberapa hari terakhir. Hubungannya dengan Alex berakhir. Kebahagiaannya di renggut dengan kejam oleh seseorang yang entah siapa.


Icha berdiri di depan gerbang. Dia mendongakkan kepalanya menatap balkon lantai atas di mana kamar Alex berada. Dia berharap jika Alex akan datang dan mencegahnya pergi. Tapi sepertinya semua itu sia-sia. Alex sudah sangat membencinya saat ini.


"Aku tidak perduli seberapa besar kau membenciku. Tapi satu hal yang harus kau tahu, Aku sangat mencintaimu, Alex."


"

__ADS_1


__ADS_2