
Flashback On
"Sekarang katakan padaku, siapa kau sebenarnya?" tanya Diana
"Sa_saya.....
"Tidak perlu takut. Katakan semua nya dan jangan ada yang ditutup-tutupi." pinta Diana
Icha menatap Diana sejenak dan kembali menunduk. Dia mulai menceritakan awal mula dia bisa mengenal Alex.
"Ibu membutuhkan biaya untuk operasi. Tapi saya tidak mempunyai uang. Saya sudah mencari pinjaman, tapi tidak ada yang mau meminjamkan uangnya karena biaya operasi yang tidak sedikit. Akhirnya, dokter Ridwan memperkenalkan ku dengan tuan Alex. Dia bersedia membantu asalkan....
"Asalkan apa?" tanya Diana penasaran.
"Saya memberinya keturunan." lirih Icha
deg
Diana begitu terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka jika Alex benar-benar melakukannya. Dia menyewa rahim wanita hanya untuk memiliki keturunan.
"Sudah berapa lama kalian berhubungan?" tanya Diana
"Kurang lebih dua bulan, nyonya."
Hati Diana teriris mendengar ucapan Icha. Itu artinya sudah lama mereka melakukan Zina. Diana tidak tahu saja kelakuan Alex di luar sana. Dia bahkan mempunyai bar langganan untuk menuntaskan hasratnya. Tapi semenjak bersama Icha, Alex tidak pernah lagi bermain wanita di bar.
"Lalu?" tanya Diana
"Operasi ibu gagal, dan ibu....
Icha menahan nafasnya sejenak dan kembali' menceritakan semuanya pada Diana. "Ibu meninggal." lirih Icha
__ADS_1
"Oh my God." Diana berpindah tempat duduk di samping Icha. Dia memeluk wanita itu dan membiarkan dia menangis di pelukannya.
"Ibu lebih menyayangi ayah dari pada putrinya. Ibu dan ayah sudah bahagia di sana." Isak Icha
"Maafkan Tante. Tante benar-benar tidak tahu, sayang."
"Tidak apa-apa nyonya. Saya juga sudah melupakannya secara perlahan. Sekarang ibu tidak merasakan sakit lagi." seru Icha
"Lalu, berapa usianya sekarang?" Diana mengusap perut rata Icha. Dia tidak menyangka jika sebentar lagi dia akan menjadi seorang nenek.
"Sekitar empat Minggu, nyonya."
"Apa kau mengalami morning sickness atau ngidam?" tanya Diana
Icha menghapus air matanya dan tersenyum. "Saya tidak mengalami semua itu nyonya. Justru tuan Alex yang...
"Alex? Maksud mu Alex mengalami Morning Sickness?" tanya Diana yang di jawab anggukan oleh Icha
Hah.. Ada rasa menyesal karena tidak mengetahuinya dari awal. Andai dia tahu, dia bisa meledek habis-habisan putranya itu.
"Icha!!" Diana menggenggam tangan Icha dan kembali berkata, "Apa hubungan kalian ini terikat kontrak?" tanya Diana dan lagi-lagi Icha menganggukkan kepalanya
"Apa isi dari kontrak kalian?"
"Se_setelah saya melahirkan, anak ini menjadi milik tuan Alex dan saya harus pergi dari kehidupan mereka." lirih Icha
"Apa kau rela memberikan anak mu begitu saja pada Alex, hm?"
Icha menatap Diana. Di memeluk perutnya dan menunduk. Tentu saja dia tidak rela. Dia tidak mau berpisah dengan anaknya. Tapi mau bagaimana lagi? Semua sudah tertulis di dalam surat kontrak. Dan dia tidak mungkin mengingkari nya. Jika dia mampu, dia akan membawa anaknya pergi . Tapi sayangnya dia tidak mempunyai kekuasaan sebesar itu
"Apa kau mau menikah dengan Alex?" tanya Diana lagi
__ADS_1
"A_apa? Menikah?" tanya Icha terbata.
"Iya. Jika kau mau menikah dengan anak nakal itu, Tante akan membantumu. Tapi jika kau tidak mau, kau tidak mempunyai pilihan. Kau harus memberikan anak itu pada Alex dan memutuskan hubungan dengannya."
Deg
"Tante berharap kau mau menikah dengan Alex, sayang."
"Ta_tapi nyonya. Belum tentu tuan Alex mau." lirih Icha
"Jangan bercanda. Dia tidak mungkin menolak karena ada dia di sini." ucapnya sambil mengusap perut Icha.
Mendengar hal itu, entah kenapa dia seolah mendapat kekuatan untuk mempertahankan anaknya. Dia tidak ingin berpisah dengan darah dagingnya, dia juga mau menikah dengan orang yang dia cintai. Tapi bagaimana dengan Alex? Apa dia akan menerima semua ini? Walaupun ada buah hati mereka, tapi Icha tidak yakin jika Alex mau menikah dengan nya. Apalagi pria itu sangat alergi dengan kata menikah.
Icha menatap Diana sejenak. Mungkin ini waktu yang tepat untuk menanyakan kenapa Alex begitu tidak ingin menikah? Pasti ibunya tahu, bukan.
"Ada apa sayang?" tanya Diana
"Apa saya boleh bertanya?" ucap Icha yang di balas anggukan oleh Diana. Dia menghela nafas panjang dan kembali berkata, "Kenapa tuan Alex tidak mau menikah?" tanya Icha
Icha melihat perubahan di wajah Diana. Wajah yang terlihat masih muda itu tiba-tiba berubah sendu. "Alex mempunyai trauma. Sejak kecil dia kekurangan kasih sayang ayahnya. Di usia nya yang masih kecil, dia melihat ayahnya berselingkuh dan terus mendapatkan perlakuan kasar dari ayah dan selingkuhan nya. Dia bahkan melihat Tante yang selalu di siksa dan di bentak oleh ayahnya. Sehingga Tante memilih untuk bercerai."
"Ma_maafkan saya nyonya. Saya tidak bermaksud....
"Tidak apa-apa, sayang. Kau memang harus tahu kenapa Alex seperti itu. Sejak saat itu dia membenci ayahnya dan membenci cinta. Lucu bukan, di usianya yang masih kecil, dia sudah membenci cinta. Dan saat dia beranjak dewasa. Untuk pertama kalinya Dia menyukai wanita. Awalnya Tante senang karena hal itu bisa merubah pemikiran Alex tentang cinta. Tapi ternyata dia harus mengalami hal buruk kembali. Kekasihnya berselingkuh dan itu benar-benar membuat hatinya membeku." Diana menatap Icha dan menggenggam tangan wanita itu
"Tapi sekarang, yang Tante lihat, Alex menjadi lebih hangat saat bersamamu. Untuk itu, Tante mohon. Menikahlah dengan putra Tante. Kau mau kan, sayang?" pinta Diana
Icha tersenyum dan mengangguk pelan.
"Terimakasih sayang." Diana memeluk Icha. Dia begitu bahagia Icha mau menikah dengan Alex. Kali ini, dia pastikan Alex tidak akan bisa menolak permintaannya untuk segera menikah. Dia bisa melihat jika Alex mencintai Icha. Untuk itu, dia akan mencoba satu cara dan dia yakin, Alex tidak akan menolak untuk menikah dengan Icha.
__ADS_1
Flashback Off