Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Dua Konferensi Pers


__ADS_3

Alex mencoba menenangkan dirinya. Dan setelah dia siap, dia menghubungi Leo dan akan segera mengadakan konferensi pers. Dia tidak ingin masalah ini berlarut-larut. Dia akan menjelaskan semuanya pada media agar tidak terjadi salah paham. Terutama pada Sahabatnya, Ridwan.


Tidak jauh berbeda dengan Alex, Selena juga tengah menyiapkan konferensi pers di tempat yang berbeda. Dia meminta Justin untuk mengatur semuanya. Dan untuk Selena sendiri, dia sedang menyiapkan diri dan juga alasan apa yang akan dia berikan pada media.


"Semua sudah siap, Elen." seru Justin


Selena menghela nafas panjang dan mengangguk. "Ayo kita selesaikan!!"


"Kau yakin? Jika kau belum siap, kita bisa menundanya sampai kau benar-benar siap. Ini bukan masalah kecil, Elan." seru Justin


Selena menatap Justin dan berkata, "Justru jika kita menundanya, aku akan kehilangan keberanian ku. Dan aku akan sulit mendapatkan simpati dari media dan masyarakat."


"Wow.. Apa kau sudah mendapatkan alasan yang pas untuk konferensi pers hari ini?" tanya Justin


"Tentu saja. Maka dari itu, ayo kita selesaikan segera!!" Selena berjalan terlebih dahulu di ikuti Justin dan bodyguard yang mereka sewa untuk melindungi Selena.


Dan saat dia masuk di sebuah aula, Dia sudah di suguhi dengan kilatan Blitz dari kamera. Selena duduk di kursi yang sudah di siapkan. Begitu juga dengan Justin yang duduk di samping Selena.


Justin tiba-tiba berdiri dan meminta para wartawan untuk tenang. Dia juga memberi kata sambutan sebagai pembukaan acara.


"Sebelum saya selaku manager Selena mengucapkan terimakasih karena teman-teman wartawan mau menyempatkan diri untuk datang. Dan kami akan memberikan klarifikasi mengenai berita yang beredar. Dan setelah itu, kalian boleh bertanya. Tapi kami hanya menerima lima pertanyaan saja." seru Justin

__ADS_1


Para wartawan mulai berbisik-bisik. Tapi ucapan Justin membuat mereka terdiam seketika saat dia mempersilahkan Selena untuk mulai mengklarifikasi tentang berita yang beredar.


"Selamat pagi semuanya. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk menghadiri konferensi pers hari ini. Dan saya Selena Aluna Putri ingin mengklarifikasi tentang video yang beredar. Tapi sebelumnya saya minta maaf pada kalian semua dan juga masyarakat karena sudah membuat kalian semua kecewa."


Selena menghela nafas panjang dan kembali berkata, "Iya memang benar yang ada di video itu adalah saya."


deg


Pengakuan Selena menjadi perbincangan hangat para wartawan dan tentunya juga masyarakat yang menonton acara live tersebut.


"Tapi yang perlu kalian ketahui, Saya melakukan semua itu di bawah ancaman." lanjut Selena. Dan lagi-lagi hal itu membuat semua orang mulai berspekulasi.


Justin menatap Selena sejenak dan kembali menatap kedepan. Dia tidak menyangka jika Selena akan menggunakan cara itu untuk menarik simpati dari masyarakat. Dan dia berharap wanita itu akan berhasil.


"Saya seorang model dan kalian tahu sendiri saya selalu memperagakan busana yang seksi. Dan... Dan..." Selena terisak. Dia tidak bisa melanjutkan ucapannya.


"Maaf, saya tidak kuat jika mengingat hal itu." lanjut Selena. Dia menutup wajahnya sambil terisak. Tapi dalam hatinya dia tersenyum puas karena dia yakin mereka semua akan percaya pada ucapannya.


Biarlah dia mengkambing hitamkan Tuan Han. Dari pada dia di cap wanita murahan dan kehilangan pekerjaan. Lebih baik dia cari aman. Lagipula Istri Tuan Han tidak akan lagi menuntutnya. Dan dia juga yakin tidak ada pengusaha lain yang pernah berhubungan dengan nya yang akan mematahkan pernyataannya. Karena jika itu sampai terjadi maka nama baik mereka taruhannya.


"Heh.. Dasar wanita licik. Lihat saja, aku akan membuat mu hancur sampai ke akar-akarnya." seru orang yang melihat acara live di televisi. Dia mengganti channel televisi dan melihat konferensi pers lain yaitu tentang foto yang melibatkan seorang pengusaha yang bernama Alex Wiratama.

__ADS_1


Di tempat yang di duga aula di perusahaan AL'X Company, pria bernama Alex mengadakan konferensi pers.


Dia duduk di kursi yang sudah di sediakan dan memulai mengklarifikasi tentang rumor yang beredar mengenai dirinya.


"Terimakasih kalian semua bersedia hadir. Dan langsung saja, aku akan memberi klarifikasi mengenai foto yang beredar. Itu memang benar fotoku. Tapi semua itu tidak seperti yang kalian pikirkan."


"Wanita itu adalah rekan kerjaku sekaligus istri dari sahabat ku. Waktu itu kami sedang meeting dan dia tidak sengaja terjatuh di pangkuanku. Terserah kalian mau percaya atau tidak tapi itulah yang terjadi." lanjut Alex


"Aku hanya tidak ingin sahabat ku salah paham. Untuk itu aku mohon pada kalian untuk tidak menyebarkan berita yang tidak benar karena aku bisa saja menuntut kalian. Sekian dan terimakasih." Alex berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan para wartawan.


Alex keluar dari perusahaan di kawal Leo dan beberapa bodyguard sampai dia masuk ke dalam mobil.


"Kita ke apartemen." titah Alex


"Baik Tuan." Leo menginjak pedal gas meninggalkan perusahaan. Dia melirik Alex dari kaca spion. Pria itu terlihat sangat kacau. Dan sepertinya rencananya dan juga dokter Ridwan berhasil. Sekarang tinggal menjalankan rencana kedua yang akan membuat pria itu menyadari kesalahannya. Dan dia berharap Alex akan menyesali perbuatannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mampir juga yuk ke Novel Author yang lain.


__ADS_1


Thankiyu And Happy Reading 🥰


__ADS_2