
Icha memijat tengkuk leher Alex yang masih memuntahkan cairan bening. Sedangkan Diana, dia tidak bisa berhenti tertawa.
"Kenapa mommy jahat sekali padaku? Aku ini putramu, mom. Tapi kau menyiksaku seperti ini." gerutu Alex
"Cih.. Sekarang saja kau mengaku sebagai putra mommy. Kemarin-kemarin apa kabar?" ledek Diana
Alex berdecak pelan dan meminta Icha untuk mengantarnya ke kamar. Mungkin untuk hari ini dia tidak akan pergi ke kantor. Apalagi perutnya masih mual dan juga kepalanya tiba-tiba berdenyut sakit.
"Cha, aku ingin istirahat saja. Temani aku ya!!" pinta Alex
"Ya sudah, ayo aku antar ke kamar !!"
"Cih.. Manja." ejek Diana
Alex melirik sinis Diana. Dia dipapah Icha ke kamar. Tapi langkah mereka terhenti saat seseorang datang dan menyapa mereka
"Selamat pagi semua."
Alex dan Diana menatap seseorang yang baru saja datang dan menjawab sapaan nya. "Pagi Elen." sapa Alex dan Diana serempak.
Berbeda dengan Icha, dia menatap tidak suka wanita itu. Dia ingat, wanita itu adalah wanita yang mencium Alex secara paksa. Dia yakin jika wanita itu menyukai Alex. Tapi walaupun begitu, dia tidak mau berburuk sangka. Lagipula sebentar lagi dia kan menikah dengan Alex. Jadi tidak ada yang perlu dia khawatirkan.
"Alex, kau kenapa?" tanya Selena yang melihat wajah Alex pucat
"Aku tidak apa-apa." ucap Alex. Dia menatap Icha dan kembali berkata, "Antar aku ke kamar!!" pintanya
"Iya." Icha mengantar Alex ke kamarnya. Hal itu membuat Selena mengepalkan tangannya karena Alex terlihat dingin padanya. Dia ingin menunjukkan pada wanita itu jika dia mempunyai posisi penting di sisi Alex. Walaupun hanya sebagai sahabat. Tapi setidaknya hal itu bisa membuat wanita itu paham jika dia lebih penting dari pada dia.
"Ada apa pagi-pagi kau kemari, Elen." tanya Diana
__ADS_1
"Aku hanya ingin mampir, Tante. Lagipula aku tidak ada jadwal pemotretan hari ini." ucap Selena
"O iya Tan, apa wanita itu calon istri Alex?" tanya Selena
"Iya, namanya Icha. Alex pasti sudah menceritakan semuanya padamu, bukan?"
"Iya Tan. Awalnya aku tidak percaya. Makanya aku datang kemari. Selain untuk berkunjung, aku juga ingin bertemu dengan calon Alex."
"Dia yatim-piatu dan terpaksa menjual rahimnya untuk biaya operasi ibunya. Tapi operasinya gagal dan Ibu Icha meninggal. Dan kini dia masih terikat kontrak dengan Alex. Untungnya Tante memergoki mereka bermesraan di apartemen. Jadi Tante bisa memaksa Alex untuk menikahi Icha." ucap Diana dengan semangat
"Iya Tan, aku ikut senang. Tapi apa Tante yakin? Tante percaya dengan ucapan Icha?"
Diana mengerutkan keningnya mendengar ucapan Selena. Dia tidak mengerti maksud Selena berkata seperti itu.
"Begini Tan, dia itu orang desa yang dipungut oleh Alex untuk di beli rahimnya. Iya mungkin benar, dia membutuhkan biaya untuk operasi ibunya. Tapi Tante harus berhati-hati. Semua orang bisa berubah pikiran jika menyangkut uang." terang Selena
"Tepat sekali Tan. Untuk itu Tante harus berhati-hati."
Diana tersenyum dan mengangguk paham. "Iya Elen. Kau benar. Tante harus berhati-hati."
"O iya, maaf tidak mempersilahkan mu duduk. Kau tunggulah di ruang tamu. Tante akan membuatkan minuman untuk mu." lanjut Diana
"Iya Tante. Terimakasih." Selena pergi ke ruang tamu dan duduk di sana menunggu Diana yang sedang membuat minuman untuk nya. Dia tidak menyangka jika mudah menghasut wanita tua itu. Dia yakin jika setelah ini Diana akan berfikir ulang untuk menjadikan Icha menantunya. Tapi dia tidak boleh senang dulu. Dia masih harus mengambil hati wanita tua itu dan membuat nya membenci Icha.
"Maaf membuatmu menunggu, Elen." Diana datang dengan nampan berisi minuman. Dia meletakkan secangkir teh di meja tepat di depan Selena.
"Terimakasih Tan." Selena mengambil cangkir tersebut dan menyesap nya pelan.
"Setelah aku pikir-pikir, ucapanmu ada benarnya, Elen. Seseorang pasti bisa berubah jika menyangkut dengan Uang. Alex kaya, dia memenuhi semua kebutuhan Icha. Jadi mungkin saja dia menjerat Alex agar bisa menikmati harta Alex." seru Diana
__ADS_1
"Iya, Tante benar. Untuk itu, Tante dan Alex harus berhati-hati."
"Iya sayang, Tante akan memberitahu Alex nanti."
Selena menyeringai. Misi berhasil. Hanya tinggal beberapa langkah lagi, rencananya akan berhasil. Diana sudah masuk kedalam perangkap nya. Dia hanya tinggal menghasut Alex dan terakhir, Ferdian akan melakukan tugasnya.
Dia yakin Satu persatu rencananya akan berjalan lancar. Dan dia akan memanfaatkan keadaan itu untuk masuk kedalam kehidupan Alex lebih dalam sebagai obat penawar nya.
"Ayo di minum lagi!!" seru Diana
"Iya tante." Selena menyesap teh miliknya. Tapi tak berapa lama dia merasa aneh di perutnya. Dia memegang perutnya yang terasa sakit dan tanpa sengaja, dia mengeluarkan gas beracun tanpa permisi.
Duut
"Astaga Selena!!" pekik Diana. Dia menutup hidung nya karena gas beracun yang di keluarkan Selena benar-benar mematikan
"Ma_maafkan aku Tante."
Duuuttt
"Aduh.. Kenapa perutku jadi mulas begini?" batin Selena
"Selena.....
"A_aku harus pergi Tante." Selena lari terbirit-birit dengan terus mengeluarkan gas beracun.
Diana tertawa terpingkal-pingkal. Ini sangat menyenangkan. Harusnya dia merekamnya tadi dan mengirimkan nya ke media. Pasti video itu akan menjadi berita heboh dan menjadi konsumsi publik. Bahkan bisa jadi akan menjadi trending topik di mana-mana dengan judul Model Profesional, Selena mengeluarkan Gas beracun yang mematikan di depan Nyonya Besar Wiratama.
"Dasar wanita rubah. Apa kau pikir aku tidak tahu niat busuk mu? Dari awal kau menawarkan diri untuk menikah dengan Alex, aku tahu kau mempunyai niat tersembunyi. Dan sekarang kau menghasut ku dengan menjelek-jelekkan menantu ku. Cih..!! Icha lebih baik segalanya daripada dirimu." gerutu Diana. Sepertinya setelah ini dia harus memperingatkan Alex dan Icha untuk berhati-hati pada Selena. Terutama Icha. Jangan sampai dia masuk dalam perangkap wanita itu . Dan semoga Alex percaya pada Icha.
__ADS_1