Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Kejutan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Setelah pertemuan nya dengan Icha waktu itu, Ferdian mencari Icha disaat waktu luang atau di jam istirahat. Dia begitu penasaran sebenarnya gadis itu bekerja di bagian apa? Tapi di cari di bagian manapun, Icha tidak tampak batang hidungnya. Dan hal itu membuat Ferdian merasa jika ada yang tidak beres.


"Sebenarnya selama ini kau kenapa sih Fer? Setiap jam istirahat, kau pergi entah kemana. Padahal aku ingin mengajakmu makan di kantin. Ada menu baru di sana dan pastinya rasanya sangat lezat." seru Ryan


"Aku sedang mencari seseorang, Yan. Beberapa hari yang lalu aku tidak sengaja bertemu dengannya di kantin. Jadi aku pikir dia juga bekerja disini. Tapi dia tidak bilang padaku di bagian mana. Makanya aku mencarinya setiap jam istirahat." terang Ferdian


"Memangnya orangnya seperti apa? Mungkin aku bisa membantu mu mencari."


"Jika aku memberitahu mu seperti apa dia, aku takut kau jatuh cinta padanya."


"ck.. Kau jahat sekali Fer. Aku tidak mungkin menyukai wanita yang kau cintai." gerutu Ryan. "Cepat beritahu aku, seperti apa wanita itu!!!" desak Ryan


Ferdian menghela nafas panjang dan memperlihatkan foto Icha yang tersimpan di galeri fotonya. "Ini fotonya. Namanya Icha." seru Ferdian


Ryan merebut ponsel Ferdian dan menyipitkan matanya. Dia merasa pernah melihat wanita ini. "Aku seperti pernah bertemu dengan wanita ini. Tapi dimana ya?"


"Apa kau yakin Yan? Dimana kau bertemu dengan Icha?"


"Sebentar Fer. Aku sedang mengingat-ingat nya." Ryan terdiam mengingat di mana di pernah bertemu dengan wanita itu. Hingga ekspresi wajahnya berubah seketika dan menunjukkan keterkejutan.


"Aku ingat Fer, aku ingat. Dia itu wanita yang dulu pernah aku temui di pantry. Kau ingat kan aku pernah bilang aku bertemu dengan wanita cantik, tapi tiba-tiba tuan Alex datang dan langsung menarik wanita itu. Nah itu, dia wanita itu."


"Apa kau yakin, Yan?" tanya Ferdian


"Serius. Aku yakin 100%." ucap Ryan tegas. "Tapi untuk apa Tuan Alex menarik Icha? Apa mereka mempunyai hubungan?" ucap Ryan lagi


Ferdian melirik Ryan, dia pun memikirkan hal yang sama. Dia yakin jika Ryan tidak berbohong. Tapi yang membuat dia bingung, kenapa Tuan Alex menarik Icha? Ada hubungan apa antara mereka berdua? Seperti nya dia harus mencari tahu lebih lanjut. Jika benar mereka mempunyai hubungan, apakah semua itu berhubungan dengan operasi ibu Icha?


Sekilas, Ferdian teringat di saat Icha kesusahan mencari bantuan untuk biaya operasi ibunya. Tapi kemudian, terdengar berita jika operasi ibunya gagal dan menyebabkan ibu Icha meninggal dunia. Di tambah lagi, setelah selesai acara pemakaman ibu Icha, tiba-tiba ada mobil mewah yang menjemput Icha.

__ADS_1


Dari situ, Ferdian masih penasaran. Siapa yang membantu membayar biaya operasi Ibu Icha? Dan siapa pemilik mobil mewah tersebut? Apa itu adalah Tuan Alex?


Ferdian mengusap wajahnya kasar. Jika itu benar, berarti Icha dalam bahaya. Alex terkenal kejam. Bagaimana jika Icha di jadikan budak oleh Alex? Ini tidak bisa di biarkan. Dia harus mencari tahu di mana Icha berada sekarang dan dia akan membawa pergi Icha di saat ada kesempatan.


...****************...


"Jadi kau sudah menemukan dimana Apartemen Alex?" tanya Selena


"Yeah. Aku melihatnya pergi ke apartemen yang berada di pusat kota dikawasan Elite. Tapi aku tidak tahu, dia tinggal di apartemen nomor berapa. Aku tidak berani mengikutinya sampai kedalam. Ya, kau tahu sendirikan, seperti apa keamanan apartemen itu?" terang Justin


"Tidak masalah. Yang penting kita sudah tahu lokasi tempat tinggal Alex. Untuk selanjutnya, biar aku yang selesaikan."


"Apa yang akan kau lakukan? Jangan berbuat nekad, Elen!! Jika sampai media tahu maka habislah kau."


"Memangnya apa yang akan aku lakukan, Justin? Aku hanya ingin berkunjung saja."


Selena memutar kedua bola matanya malas. Dia hanya ingin berkunjung dan bertemu dengan wanita itu saja. Dia ingin melihat dari dekat wanita yang sudah berhasil membuat Alex mengabaikannya.


Jujur dia tidak terima. Dan terbesit rencana untuk menyingkirkan wanita itu jika sampai dia menemukan bukti jika wanita itu adalah penghalang dirinya untuk mendapatkan Alex.


Dia sudah lama mengincar Alex. Jadi rasanya tidak adil jika dia di kalahkan oleh wanita itu. Apa yang kurang dari dirinya? Dia cantik, tubuhnya seksi dan dia seorang model terkenal. Jadi rasanya akan sangat aneh jika dia kalah bersaing dengan wanita itu.


"Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan. Dan hasilnya cukup memuaskan, bukan. Sekarang aku minta imbalan ku." seru Justin


"Berapa yang kau inginkan?" tanya Selena


"Hei, apa kau menghinaku? Aku bukan pria miskin yang kekurangan uang. Tapi aku seorang pria yang haus akan belaian." bisik nya tepat di telinga Selena


Selena tersenyum menggoda. Dia langsung duduk di pangkuan Justin dan mencium bibir pria itu dengan agresif. Tidak masalah dia harus melayani manager nya itu karena dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Sementara itu, seorang wanita paruh baya tengah berada dalam perjalanan ke apartemen yang berada di pusat kota di kawasan Elite. Dia ingin mengunjungi putranya yang tinggal di sana sendirian.


Dia adalah Diana.


Semenjak keluar dari rumah sakit, dia belum pernah bertemu lagi dengan putranya. Dan dia juga mendapatkan kabar jika putranya sudah mulai bekerja. Untuk itu dia akan mengunjunginya dan membawakan makanan kesukaan putra semata wayangnya.


"Semoga Alex suka." seru Diana. Dia sadar jika dirinya egois karena meminta Alex untuk segera menikah. Mungkin karena itu putranya memilih tinggal sendiri untuk menghindari pertengkaran dengannya.


"Kita sudah sampai Nyonya." seru sang sopir


" Terimakasih pak." Diana turun dari mobil dan bergegas masuk ke apartemen. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Putranya.


Diana masuk kedalam lift dan menekan tombol nomor paling atas di mana Apartemen milik putranya berada. Dia melihat paper bag yang dia bawa dengan senyum yang merekah. Dia akan memberi kejutan pada Alex dengan kedatangannya. Ya , dia tidak memberitahu Alex jika dia akan datang dan entah mengapa dia jadi berdebar.


Ting


Lift terbuka. Diana keluar dari Lift dan mencari pintu apartemen Alex. "Oke Diana. Saatnya memberi kejutan pada anak nakal itu." Diana menekan sandi dan masuk ke apartemen begitu saja.


Dia mencium bau harum dari bumbu yang di tumis. Dan dia yakin Alex ada di dapur. Dengan langkah pelan, Diana melangkah ke dapur. Tapi langkah nya terhenti kala mendengar suara tawa seorang wanita. "Suara siapa itu? Apa itu Selena?" batin Diana. Dia kembali melangkah dan...


Brukh


Diana menjatuhkan paper bag yang dia bawa. "ALEX WIRATAMA." teriak Diana


Alex dan Icha yang mendengar suara teriakan seseorang, reflek menoleh kearah sumber suara secara bersamaan.


Deg


"Mommy." lirih Alex

__ADS_1


__ADS_2