Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Keberanian Icha


__ADS_3

Wanita beda generasi keluarga Wiratama, kini tengah bercengkerama di halaman belakang. Mereka bercerita tentang masa kecil pewaris Utama keluarga Wiratama. Siapa lagi jika bukan Alex.


Diana menceritakan kehidupanya yang memilih cinta daripada keluarga. Tapi hal itu justru menjadi boomerang untuk nya. Bukannya mendapatkan kebahagiaan, justru dia mendapatkan penderitaan. Dan yang lebih menyakitkan, putra semata wayangnya harus mengalami trauma. Bahkan sampai sekarang trauma itu masih ada.


Dan dengan kehadiran Icha membuat Alex menjadi pribadi yang lebih hangat. Icha mampu menyembuhkan luka di hati Alex dan menjadi penawar paling mujarab yang bisa membuat Alex mengenal cinta kembali.


Untuk itu, Diana merasa sangat bahagia dengan kehadiran Icha di tengah-tengah keluarga Wiratama. Dia sangat berharap jika putranya akan hidup bahagia dengan wanita yang saat ini berada di sampingnya.


"Aku tidak menyangka jika Alex mengalami hal tragis di masa lalunya. Pasti hal itu sangat berat untuknya." seru Icha


"Iya. Tapi dia seorang pria makanya dia tidak ingin terlihat lemah di mata orang lain. Mommy pernah menceritakan sedikit tentang Alex padamu bukan? Dan ini adalah kisah lengkapnya." Diana mendongakkan kepalanya menatap langit yang cerah seolah kembali di masa sulit itu.


Dia bersyukur bisa hidup lebih baik walau di bayang-bayangi masa lalu kelam. Tapi dengan berkembangnya perusahaan keluarga Wiratama, Semua orang mulai menghormati mereka. Tidak ada yang berani menghina mereka.


Alex benar-benar menepati janjinya untuk membuat semua orang tunduk padanya. Tapi walaupun begitu, ada satu hal yang tidak bisa dia taklukkan yaitu masa lalunya.


"Icha!!" Diana menggenggam tangan Icha dan berkata, "Mommy percaya padamu jika kau tidak akan menyakiti Alex. Tapi walaupun begitu, mau kah kau berjanji pada mommy?"


"Apa Mom?"


"Alex satu-satunya harta mommy. Kebahagiaannya adalah impian Mommy dan semua itu ada pada dirimu. Mommy tidak bisa membayangkan bagaimana Alex nantinya tanpa dirimu. Untuk itu apapun yang terjadi tetaplah bersama Alex." pinta Diana


Icha terdiam. Baru saja dia ingin menjawab, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.


"Selamat pagi tante." sapa orang itu yang tidak lain adalah Selena.


Icha menatap tidak suka wanita itu. Apalagi dengan penampilan nya yang nyaris telanjang.


Selena dengan percaya diri memakai baju yang sangat ketat dan sangat minim. Apakah semua model selalu berpenampilan seperti itu? pikir Icha.

__ADS_1


"Selamat pagi Elen. Tumben sekali kau kemari, apa kau tidak ada pemotretan?" tanya Diana


"Tidak Tan. Hari ini aku free. Makanya aku datang kemari. Aku ingin mengenal lebih dekat calon istri sahabat ku." Selena menatap Icha dengan tatapan yang sulit di artikan.


"O iya, kalian belum berkenalan bukan." Diana menarik Icha agar lebih dekat dengannya. "Icha, perkenalkan dia...


"Selena Aluna Putri, model terkenal majalah dewasa, sahabat Alex. Aku benar kan?" sela Icha


"Wah, ternyata kau tahu banyak tentang diriku. Aku pikir orang sepertimu tidak mengenal ku." ejek Selena


"Maaf membuat anda kecewa nona. Tapi jujur aku memang tidak tahu tentang dirimu. Aku hanya mendengar sedikit cerita dari mommy Diana tadi. Lagipula, aku bukan tipe seseorang yang suka mengingat sesuatu yang tidak penting." Seru Icha


Diana menahan tawa sekuat tenaga. Dia merasa kagum dengan keberanian Icha. Awalnya dia merasa was-was jika nanti Icha akan salah paham atau merasa sakit hati karena ucapan Selena yang pedas. Tapi di luar dugaan, Icha membalas Selena dengan sangat elegan.


Sedangkan Selena jangan di tanyakan lagi. Tentu saja dia merasa geram karena hal itu merupakan penghinaan terbesar untuknya. Dan lebih memalukan, Diana justru diam saja dan tidak membela nya.


"Baiklah, sepertinya kalian perlu mengobrol agar lebih dekat. Tante akan meminta pelayan untuk membuat kan minuman untuk mu, Elen." seru Diana


"Tidak masalah." Diana meninggalkan kedua wanita itu agar bisa melakukan pendekatan. Dia sebenarnya tahu jika Selena mempunyai niat tidak baik. Tapi melihat keberanian Icha membuatnya sedikit lega karena Icha bisa menghadapi wanita seperti Selena.


"Jadi kau yang bernama Icha." seru Selena


"Sepertinya tadi mommy Diana juga sudah mengatakan nya, bukan. Bahkan Aku yakin kau sudah tahu sedikit tentang diriku dari Alex." Icha tidak ada rasa takut sedikitpun saat berhadapan dengan Selena. Dia sudah bertekad akan mempertahankan apa yang menjadi miliknya. Terutama Alex.


"Wah wah wah, ternyata kau berani juga ya. Aku pikir kau hanya wanita kampung yang hanya bisa mengandalkan air mata. Tapi ternyata kau sangat tidak tahu malu."


"Lebih tidak tahu malu mana, wanita kampung ini atau wanita yang berusaha merebut calon suami orang." seru Icha


"Kau...

__ADS_1


"Wah.. Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya seru." Diana datang dengan pelayan yang membawakan minuman dan camilan untuk teman ngobrol mereka.


"Iya Tante, ternyata Icha ini sangat berani. Alex benar-benar pintar memilih calon istri." seru Selena


Diana tersenyum sinis. Dia tahu Selena berusaha menghasutnya. Tapi sayangnya tidak mempan. Bagaimanapun dia lebih memilih membela calon menantunya daripada orang lain. Walau dia sahabat putranya sekalipun.


"Ayo di minum dulu, Elen!!" ucapnya saat pelayan menyajikan minuman di depan mereka.


Selena menelan ludahnya kasar. Sejujurnya peristiwa kemarin membuatnya trauma untuk minum atau makan dari pemberian orang lain terutama dari keluarga Alex.


Dia tidak mau lagi masuk rumah sakit karena kekurangan cairan. Rasanya sungguh tidak enak. Dia harus keluar masuk kamar mandi karena sakit perut.


"Ada apa Elen?" tanya Diana


"Ti_tidak ada apa-apa Tan. Sebenarnya aku sedang diet. Jadi...


"Kau sedang diet? Astaga Elen, kenapa kau tidak bilang?" pekik Diana


"Tidak apa-apa Tan. Oh iya, aku datang kemari karena ingin mengajak kalian jalan-jalan ke mall. Bagaimana? kalian mau kan? lagipula aku yakin Icha belum pernah ke sana sebelumnya. Jadi bagaimana jika kita mengajak Icha bersenang-senang Tante? kita juga bisa membelikan keperluan untuk anak Alex, kan?"


"Iya, kau benar. Kita belum membeli perlengkapan untuk baby kalian, Cha." seru Diana


"Tidak perlu terburu-buru mom. Dia lahir juga masih lama." jawab Icha


"Jangan begitu Cha. Bagaimanapun semua harus di persiapkan mulai sekarang." Selena menimpali pembicaraan mereka. Jangan sampai rencana kali ini gagal.


Awalnya dia ingin mendekati Icha secara perlahan tapi melihat keberanian wanita itu membuat Selena muak. Dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk membawa Icha keluar dari zona aman.


"Kalau begitu, kita siap-siap dulu ya, Elen. Ayo Cha!!" Diana mengajak Icha untuk bersiap. Dia tidak sabar untuk membeli perlengkapan bayi untuk calon cucunya. Walaupun mereka belum tahu jenis kelaminnya, tapi dia terlihat bersemangat.

__ADS_1


Melihat hal itu, Icha tidak tega menolak permintaan Diana. Tapi jujur, perasaannya tidak enak. Dia merasa akan terjadi sesuatu.


"Semoga semua hanya perasaan ku saja." batin Icha


__ADS_2