
Selena bisa bernafas lega karena klarifikasi nya beberapa hari yang lalu membuahkan hasil. Publik mulai bersimpati padanya. Kini mereka mulai memburu Tuan Han untuk di mintai klarifikasi.
Begitu juga dengan istri tuan Han, dia meminta maaf pada Selena atas perbuatan suaminya dan memilih bercerai dari suaminya.
Apakah tuan Han diam saja?
Tentu tidak karena dia di fitnah. Dia mengumpulkan bukti bahwa dia tidak melakukan yang di tuduhkan oleh Selena.
Bahkan dia meminta bantuan para pebisnis lainnya untuk menjadi saksi jika Selena seorang jalan9. Dia menjadi model plus-plus dan sudah biasa memuaskan para pria. Tapi sayangnya tidak ada satupun yang mau membantu. Mereka lebih memilih tutup mulut karena jika mereka membuka suara, sama saja mereka membongkar aib mereka sendiri.
Berita itu masih menjadi perbincangan hangat di sosial media dan masyarakat. Banyak stasiun televisi yang menyiarkan berita tersebut karena berita itu membuat rating acara mereka semakin naik.
Masyarakat terutama ibu-ibu selalu stay di depan layar kaca hanya demi melihat perkembangan dari dua gosip besar yang di siarkan di televisi.
Begitu juga dengan Ferdian. Dia menatap televisi yang menyiarkan siaran ulang klarifikasi dari Selena. Dia tersenyum sinis karena wanita itu sangat pandai berakting.
Dia tahu jika itu semua bohong. Justru Selena lah yang menggoda para pria itu. Dia tahu, karena pernah melihatnya sendiri.
"Kau boleh merasa senang, tapi setelah ini, aku yakin kau tidak akan bisa tertawa lagi." Ferdian mencari kontak Selena dan mulai melakukan panggilan.
"Halo, ada apa kau menelepon ku?" Tanya Selena di seberang sana
"Aku ingin bertemu dengan mu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan."
"Apalagi? Apa ini masalah wanita itu? Bukannya kau sudah berhasil membawanya pergi?"
"Salah. Dia justru menolak ku. Untuk itu aku menghubungi mu."
"Maaf, aku tidak bisa. Kau tahu sendiri aku sedang ada masalah besar. Lagipula Kita sudah tidak ada hubungan apapun. Kita bekerjasama untuk memisahkan Alex dan Icha. Dan Kita berhasil. Jadi sekarang kira tidak ada hubungan apapun lagi." Seru Selena
"Apa kau yakin? Kau tidak takut jika aku memberitahu media jika sebenarnya kau suka memberikan servis pada pengusaha yang menyewa mu?" Ancam Ferdian.
"Kau mengancam ku? Katakan saja pada mereka!! Aku yakin mereka tidak akan percaya padamu." Tantang Selena
"Sepertinya kau lupa jika di bar tempat biasa kita bertemu, ada kamera cctv nya." Ferdian menyeringai saat mendengar umpatan dari Selena.
"Oke. Nanti malam di tempat biasa." Setelah mengatakan hal itu, Selena memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
Ferdian melempar ponselnya begitu saja. Dia mengusap wajahnya kasar dan beranjak pergi ke kamar mandi. Dia melihat keadaannya yang sangat kacau. Bukan hanya karena penolakan dari Icha, tapi juga karena teror yang dia dapatkan beberapa hari ini.
__ADS_1
Beberapa kali dia mendapatkan surat ancaman dan juga sebuah foto di mana dia pernah melakukan kecurangan dalam pekerjaannya. Untuk itu dia mau meminta bantuan Selena yang merupakan sahabat dari atasannya.
"Aku tidak mau masuk penjara. Aku tidak mau. AKU TIDAK MAU DI PENJARA. AARRGGHH...!!" Teriak Ferdian
Hari sudah berganti malam. Ferdian sudah sampai di bar tempat biasa dia bertemu dengan Selena. Dia melihat orang-orang menggerakkan tubuhnya dan tertawa seolah mereka tidak mempunyai beban hidup.
Ferdian merasa iri dengan mereka. Dia juga ingin seperti mereka. Tapi dia harus menemui Selena terlebih dahulu.
Dia melihat kesana kemari mencari wanita itu. Dan dia tersenyum sinis saat melihat Selena duduk dengan seorang pria tua. Dia menghampiri mereka dan langsung duduk di depan Selena.
"Sepertinya kau sangat bersenang-senang, Selena." Ferdian mengambil minuman Selena dan menyesap nya.
Selena berdecak kesal. Dia meminta pria yang bersamanya untuk pergi dan mengajak Ferdian mencari tempat yang jauh dari hingar-bingar suara dentuman musik yang di mainkan DJ.
"Katakan!! Apa yang kau inginkan?" Tanya Selena
"Aku ingin meminta bantuan mu. Beberapa hari ini aku di teror seseorang. Dia mengirimiku surat ancaman dan foto dokumen yang aku palsukan."
"Apa maksudmu?"
"Aku melakukan kecurangan di perusahaan. Dan sepertinya Tuan Alex belum tahu. Tapi entah siapa mengetahuinya dan mengancam akan memberitahu tuan Alex. Aku tidak mau di penjara. Untuk itu aku meminta bantuanmu." Seru Ferdian
"Aku tidak punya pilihan. Aku pikir Icha mau hidup denganku. Makanya aku melakukan korupsi untuk membawa Icha pergi jauh. Tapi ternyata....
"Itu bukan urusan ku. Aku tidak memintamu untuk melakukan hal itu. Kita hanya bekerjasama untuk memisahkan mereka dengan memfitnah Icha tidur dengan pria lain. Dan setelah semua berhasil, kita lanjutkan rencana kita masing-masing."
"AKU TIDAK PERDULI." teriak Ferdian. Dia mencengkeram lengan Selena dan mengancam Selena akan menyebarkan video yang dia dapat dari bar.
"Kau tidak mempunyai pilihan, nona Selena." Seru Ferdian. "Kita memang berhasil memisahkan mereka. Tapi Icha menolakku. Dan sekarang ada yang mengancamku. Jadi.....
BRAKH
PYARR
Selena dan Ferdian tersentak saat mendengar seseorang membanting botol minuman hingga pecah. Mereka menoleh dan...
Deg
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Klarifikasi yang di berikan Alex, tidak merubah apapun. Justru publik penasaran dengan foto wanita yang bersama Alex. Mereka hanya tahu jika wanita itu sudah mempunyai suami dan dia adalah sahabat Alex. Dan hal itu masih terus menjadi perbincangan hangat. Mereka bertanya-tanya siapa wanita itu sebenarnya? Apakah mereka menjalin hubungan terlarang?
Hal itu membuat Alex terganggu. Apalagi ucapan Ridwan dan Diana waktu itu seolah menunjukkan jika apa yang dia lakukan selama ini salah.
"Apa yang sudah aku lakukan ini benar? Tapi foto itu menjelaskan semuanya. Icha mengkhianatiku. Tapi foto ku yang beredar......
Alex mengusap wajahnya kasar. Dia meraih kunci mobilnya dan pergi ke bar langganannya.
Karena berita itu, Alex menjadi kacau. Dia meminta Leo untuk menghandle perusahaan sementara waktu. Sedangkan dia ingin menenangkan diri terlebih dahulu.
Bukan hanya fotonya yang tersebar, tapi dia mulai berspekulasi dengan apa yang sudah terjadi pada Icha. Apa semua ini juga hanya salah paham?
Mobil terparkir di depan bar. Alex turun dari mobil dan segera masuk ke Bar. Mungkin dengan minum sedikit alkohol bisa membuat pikirannya tenang.
Alex menatap sekilas orang-orang yang bersenang-senang di sana. Dia tidak tertarik untuk turun karena menurutnya, menggerakkan tubuh begitu sensual sangat menjijikkan.
Alex memilih duduk di tempat yang jauh dari suara dentuman musik. Dia memesan minuman dan mulai menyesapnya secara perlahan.
Tapi baru saja dia menikmati minuman nya, tiba-tiba dia mendengar suara seseorang yang dia kenal. Dia menoleh dan mendapati Selena tengah berbicara dengan seorang pria.
Awalnya dia masa bodoh dan berfikir jika itu adalah teman kencan Selena. Mungkin wanita itu juga merasa jengah seperti dirinya karena berita yang menimpa wanita itu.
Tapi saat mereka menyebut nama Icha, Alex mulai terdiam dan memasang baik-baik telinga nya.
"AKU TIDAK PERDULI!!"
"Kau tidak mempunyai pilihan, nona Selena. Kita berhasil memisahkan mereka. Tapi Icha menolakku. Dan sekarang ada yang mengancamku. Jadi....
BRAKH
PYARRR
Alex begitu geram mendengar jika semua ini adalah perbuatan mereka. Mereka memfitnah Icha dan membuatnya membenci dan mengusir orang yang dia cintai.
"Kalian...!!!" Alex menunjuk keduanya
"A_alex?" Ucap Selena terbata
Melihat ada Alex di sana membuat Ferdian lari. Tapi Alex langsung mengejarnya dan menghajar Ferdian membabi-buta hingga kedua nya di lerai oleh satpam di sana.
__ADS_1
Sementara itu tidak jauh dari mereka, seseorang terlihat sedang menelepon. "Sukses." Setelah mengatakan itu, orang itu menutup sambungan telepon dan pergi begitu saja.