
Setelah mendapatkan penolakan dari Alex, Selena pergi ke lokasi pemotretan. Dia tetap menjalankan tugas nya sebagai model profesional walaupun rencananya untuk memikat Alex gagal.
"Kau dari mana saja? kenapa baru datang?" tanya Justin
"Biasa." jawab Selena singkat
"Alex lagi?" tanya Justin yang dijawab anggukan oleh Selena. "Astaga, Elen!! Mau sampai kapan kau seperti ini, hah? Apa masih kurang kau memfitnah wanita itu?"
"Ssttt.. Kecilkan suaramu, Justin!!" Selena melihat sekelilingnya dan kembali berkata, "sampai kapanpun aku tidak akan berhenti sebelum semua keinginan ku tercapai." bisik Selena
"Terserah padamu. Yang penting aku sudah memberimu peringatan. Ingat Elen!! Dia adalah pria Wiratama. Dan dia bisa melakukan apapun untuk menghancurkan karirmu. Bahkan menghancurkan perusahaan keluarga mu Sampai ke akar-akarnya." Setelah mengatakan hal itu, Justin pergi meninggalkan Selena sendiri di ruang ganti.
"Ck.. Justru itu, aku ingin memiliki putra Wiratama itu untuk memperkuat kekuasaan keluarga ku. Dan lagi, aku akan semakin kaya dengan menjadi nyonya muda Wiratama." seringai Selena
Selena beranjak dan mulai melakukan pemotretan. Dia berpose di depan kamera dengan arahan fotografer. Dia terlihat sangat profesional menonjolkan tubuh dan juga produk yang sedang dia iklankan. Setelah itu dia memperagakan busana hasil rancangan desainer terkenal.
Selena berjalan dengan melenggak-lenggok kan tubuh seksi nya, berpose sensual sesuai dengan tema dari busana yang dia pakai.
Banyak mata pria yang menatap lapar Selena yang berpose seksi itu. Mereka menjulurkan lidah dan menjilat bibir mereka sendiri. Apalagi Selena dengan sengaja menggigit bibir bawahnya menggoda mereka yang sedang menatapnya.
Semua itu tidak lepas dari orang yang sedari tadi melihat kegiatan Selena. Dia berdiri di sudut ruangan dengan kacamata hitamnya. Dia menyalakan sebatang rokok dan menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.
"Good Elen. Kau memang yang terbaik." seru si fotografer.
"Thanks." Selena pergi ke ruang ganti untuk mengganti busana yang di pakai nya. Tapi tiba-tiba dari belakang seseorang memeluknya dan mencium tengkuk leher wanita itu.
"Sshh.. Tuan Han." Desis Selena
"Kau terlihat sangat seksi Selena. Aku sangat puas dengan pekerjaan mu." seru Tuan Han
" Terimakasih Tuan Han."
"Tapi aku akan lebih puas lagi jika....." Tuan Han meremas dua benda kenyal milik Selena yang membuat wanita itu mendesah.
__ADS_1
"Jangan disini!!" cegah Selena
"Oke. Cepat ganti bajumu dan aku akan menunggu mu di mobil." Tuan Han mencium bibir Selena sekilas dan pergi ke parkiran
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Selena sudah selesai berganti baju. Dia berpamitan pada semua kru dan juga Managernya.
"Aku ada job tambahan. Jadi jangan mengganggu ku." seru Selena
"Ck.. Kau selalu saja tidak puas dengan satu pria." gerutu Justin
"Jangan begitu. Ini juga demi uang dan kelancaran pekerjaan ku."
"Ya ya ya.. Terserah padamu saja. Setelah ini aku juga masih ada pertemuan dengan perusahaan yang ingin memintamu menjadi model iklannya." ucap Justin
"Jangan lupa, minta bayaran yang besar." setelah mengatakan hal itu, Selena pergi begitu saja. Dia harus cepat karena Tuan Han sedang menunggu nya.
"Bayaran besar? Cih... Kau harus memberikan tubuhmu terlebih dahulu agar kau bisa mendapatkan bayaran yang besar. Dasar jalan9." gerutu Justin
"Maaf membuat mu lama menunggu." seru Selena
"It's okay.. Demi dirimu, aku siap menunggu." Han menginjak pedal gas dan membawa Selena pergi ke hotel yang sudah dia pesan sebelumnya.
Mereka tidak tahu jika di belakang mereka ada sebuah mobil yang terus mengikuti laju mobil mereka. Dia adalah pria yang berdiri di sudut ruang pemotretan. Dia mendapat tugas dari seseorang untuk mengikuti kemanapun Selena pergi.
Dan tidak butuh waktu lama, mereka sampai di depan hotel yang sudah Han pesan.
Han turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Selena. Mereka berjalan beriringan masuk kedalam hotel dan langsung menuju kamar yang sudah Han pesan.
Pria yang mengikuti Selena juga ikut turun. Dia bergegas menyusul mereka dan tepat di hadapan pria itu, Selena dan Han saling bercumbu di lorong hotel.
Pria itu mengambil kesempatan dengan mengeluarkan ponselnya dan memotret kegiatan panas keduanya itu sebelum masuk ke kamar.
Ckrek
__ADS_1
Ckrek
Ckrek
"Shiitt!! Mereka sepertinya sudah tidak tahan ingin ke neraka." gumam pria itu. Dia berjalan kesana kemari mencari cara agar bisa masuk ke kamar itu dan mengambil apa yang di inginkan orang yang menyuruh nya.
"Bagaimana caranya aku bisa masuk ya?" saat tengah bingung, tiba-tiba ada seorang pelayan mengantarkan minuman ke kamar di mana Selena masuk. Pria itu terdiam sebentar dan muncul seringai di wajahnya.
TOK TOK TOK
Cklek
Selena membukakan pintu dan membiarkan pelayan itu masuk. Pelayan itu meletakan minuman di meja dan diam-diam meletakkan sesuatu di tengah-tengah vas bunga yang ada di meja tersebut.
"Jika sudah, kau boleh pergi." seru Selena
"I_iya nona. Permisi." pelayan itu pergi dari kamar Selena dan tidak lama kemudian, Han keluar dari kamar dan langsung menerkam Selena yang tengah menikmati minuman di sofa.
Adegan itu terjadi di sana. Mereka menyalurkan hasrat yang sudah tertahan sedari tadi. Di ruangan yang sunyi itu hanya terdengar suara ******* dan penyatuan yang mereka lakukan.
Sementara itu di kamar hotel yang lain, seorang pria melihat adegan panas mereka melalui laptopnya.
Ya, pria itu meminta pelayan yang masuk ke kamar Selena, untuk meletakkan kamera kecil di tempat yang tidak di ketahui pemilik kamar.
Dan beruntungnya, kamera itu diletakkan di tengah-tengah vas bunga di atas meja. Dan lebih gilanya lagi, Adegan panas mereka terekam jelas melalui kamera yang di sembunyikan di vas bunga tersebut.
"Kau terlihat sangat profesional, Elen. Aku yakin semua orang akan terkejut dengan berita ini. Ini akan menjadi skandal pertamamu. Dan video ini juga yang akan menghancurkan karir mu." seringai pria itu
...****************...
Terimakasih yang sudah mampir di karya Othor.. Sambil menunggu Up selanjutnya, yuk mampir di karya Bocil. Author Selfia Oktavia. Happy Reading and Thankiyu 😘
__ADS_1