
Selena terbaring lemah di rumah sakit. Setelah dari mansion Alex, Selena tidak henti keluar masuk ke kamar mandi. Hingga akhirnya dia di bawa ke rumah sakit oleh Justin.
"Ck.. Sebenarnya apa yang kau pikirkan, Elen? Kenapa kau mengkonsumsi begitu banyak obat pencahar? Jika kau ingin diet, kau harus melakukan nya dengan cara yang sehat. Bukan mengkonsumsi obat pencahar." gerutu Justin
"Diam kau, Justin!! Aku tidak sebodoh yang kau kira." seru Selena lemah
"Ck.. Kau selalu begitu. Tidak mau disalahkan. Sekarang lihat!! Banyak pekerjaan yang terbengkalai karena kau sakit. Aku sih tidak masalah. Ku bisa istirahat kapanpun kau mau. Tapi kontrak yang sudah kau tandatangani yang membuatku pusing." sungut Justin
"Ah sudahlah !! Kau istirahat lah, aku akan menghubungi mereka jika kau tidak bisa syuting karena sedang sakit." Justin meninggalkan Selena sendiri di ruangan nya. Dia benar-benar terlihat lemah karena kekurangan cairan dan semua ini karena Diana.
"Tidak mungkin Tante Diana melakukan hal ini padaku, kan? Tapi dia yang membuat minuman itu untuk ku. Apa ada pelayan yang tidak menyukaiku?" batin Selena. Di yakin jika ada yang berniat mencelakai nya.
Selama ini, setiap dia datang ke mansion Alex, dia selalu diperlakukan dengan baik. Tapi sekarang, dia hampir mati lemas karena kekurangan cairan. Dan itu di karenakan dia mengkonsumsi obat pencahar terlalu banyak.
Lucu sekali. Dia tidak pernah sekalipun mengkonsumsi obat tersebut. Dan sudah di pastikan semua ini perbuatan salah satu penghuni mansion Alex.
"Ini pasti perbuatan wanita itu. Dia ingin mempermalukan ku, makanya dia mencampur minuman ku dengan obat itu."
"Ini tidak bisa di biarkan. Aku pasti akan membalas nya." seringai Selena
Sementara itu di mansion keluarga Wiratama, Alex tengah merengek bak anak kecil untuk meminta Diana untuk .mengijinkan Icha tidur dengannya.
Tubuhnya kembali lemah karena dia terus memuntahkan cairan bening yang begitu menyiksa dirinya.
Melihat hal itu, Diana menjadi tidak tega. Dia merasa bersalah pada putranya.
"Apa masih sakit? Bagaimana jika kita ke rumah sakit, Al?" ajak Diana
"Bukankah ini yang mommy inginkan." ketus Alex
"Is.. Mommy mana tahu jika akan seperti ini. Lagipula kau tidak mau makan dan itu yang membuat tubuhmu lemas." seru Diana
"Aku tidak mau ke rumah sakit, Mom. Aku hanya ingin di rawat oleh Icha. Biarkan dia tidur disini, ya." pinta Alex
Diana terdiam menatap Alex. Dia merasa jika Alex lagi-lagi memanfaatkan keadaan. Tapi melihat wajah pucat putranya membuat Diana mengiyakan permintaan putranya. Toh mereka tidak akan melakukan apa-apa karena keadaan Alex yang lemah.
"Baiklah, Icha boleh tidur disini. Tapi ingat!! Hanya untuk merawat mu saja. Jika kau sudah sembuh, Icha akan kembali ke kamarnya." seru Diana
"Ck.. Iya-iya." jawab Alex malas.
__ADS_1
Diana tidak tahu jika semua ini hanyalah akal-akalan Alex saja.
Perut Alex sudah membaik saat Icha mengusapnya menggunakan minyak angin. Tapi jika dia jujur, Diana tidak akan mengijinkan Icha untuk tidur di kamarnya.
Untuk itu dia terpaksa menyiksa dirinya sendiri dengan tidak memakan apapun dan berpura-pura muntah untuk memperdalam aktingnya.
Diana keluar dari kamar Alex dan mencari Icha yang tengah membuat makanan untuk Alex.
"Kau sedang membuat apa, Cha?" tanya Diana
"Aku sedang membuat bubur untuk Tuan Alex, Mom." jawab Icha
"Bubur? Bukannya Alex tidak bisa memakan makanan yang berwarna putih, memangnya bubur apa yang kau buat?"
"Bubur ayam, hanya saja aku beri sedikit kecap agar tidak berwarna putih."
"Hanya begitu?"
Icha mengangguk kan kepalanya dan memindahkan bubur buatan nya kedalam mangkok.
"Mommy tidak menyangka ternyata sangat mudah membuat makanan untuk Alex. Hanya di beri kecap maka dia akan makan makanan yang sama dengan kita. Sangat menakjubkan."
Icha menggeleng pelan melihat tingkah calon mertua nya. Diana sangat senang sekali mengerjai Alex. Tapi Icha bisa melihat, Diana melakukan semua itu karena dia kesepian. Selama ini Alex tinggal di apartemen dan diana hanya sendiri di rumah sebesar ini. Walaupun banyak pelayan, tapi tidak ada yang bisa menggantikan kebersamaan dan keluarga.
"Aku ke kamar tuan Alex dulu ya mom." Icha membawa nampan berisi semangkuk bubur ke kamar Alex. Sebenarnya dia merasa sedikit aneh dengan Alex. Dia merasa jika pria itu hanya berpura-pura sakit.
TOK TOK TOK
"Apa aku mengganggu?" tanya Icha
Alex menoleh dan tersenyum. Akhirnya yang di tunggu-tunggu telah datang. "Masuklah sayang!! Jangan lupa tutup pintu nya dan kunci." perintah nya
Icha melakukan apa yang Alex katakan. Dia mendekat dan duduk di tepi tempat tidur. "Apa masih sakit?" tanya Icha
"Iya Cha. Ini sangat sakit sekali.".seru Alex manja
"Kalau begitu, tuan makan dulu ya!! Aku sudah membuatkan bubur untuk mu."
"Tuan?"
__ADS_1
"Eh.. Ma_ maksud ku, Sayang. Iya sayang." seru Icha
Alex mengambil nampan di tangan Icha dan meletakkan nya di nakas. Dia menarik pelan tangan Icha dan memeluknya.
"Aku tidak mau makan bubur, Cha."
"Lalu kau mau makan apa, sayang? Aku akan membuatkannya untuk mu."
Alex menyeringai. Dia mengubah posisi dan menindih Icha.
"Sa_sayang!!" pekik Icha
"Kenapa, hm?"
"Ja_jangan seperti ini. Nanti jika mommy datang bagaimana?"
"Kau sudah mengunci pintunya, kan. Jadi tidak akan ada yang mengganggu kita." Alex menatap sayu Icha. Dia sudah menahan hasrat nya sedari tadi dan sekarang saatnya untuk menuntaskan nya.
"Aku menginginkanmu, Icha. Bolehkan aku melakukan nya?" tanya Alex dengan suara parau karena sudah di selimuti gairah.
Icha mengangguk pelan dan menarik tengkuk Alex dan mencium bibirnya. Dia tidak tahu kenapa dia menjadi haus akan belaian Alex. Dia hanya menduga jika ini adalah hormon dari kehamilannya.
Mendapat lampu hijau dari Icha, Alex segara melucuti pakaiannya dan juga Icha. Dia mulai memberikan sentuhan lembut di tubuh Icha yang membuat nya candu.
Dan tidak butuh waktu lama, mereka melakukan penyatuan.
Di ruang kedap suara itu terdengar suara penyatuan dan juga erangan dari kedua insan tersebut. Mereka saling menyalurkan hasrat masing-masing hingga mereka berdua mencapai puncak kenikmatan bersama.
"Terimakasih, sayang." seru Alex
"Sama-sama. lain kali kau tidak perlu menggunakan trik licik dengan membohongi mommy."
Alex terkekeh dan mencium lembut bibir Icha. "Maaf!! Jika tidak begitu, kita tidak akan bisa melakukannya."
"CK.. Mesum"
Alex tertawa keras. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya dan memeluk Icha . "Tidurlah !! Kau pasti lelah."
Dan benar saja tidak butuh waktu lama, Icha sudah terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1