
Seperti yang sudah di sepakati, siang itu Alex menemui Selena di restoran Xxx. Dia sebenarnya malas bertemu dengan wanita itu tapi karena ucapan Ibunya tiga hari yang lalu membuatnya harus bertindak tegas. Dia tidak ingin ada salah paham di antara mereka. Bagaimanapun Icha adalah wanita baik-baik dan dia tidak ingin Selena menjelek-jelekkan calon istrinya itu, karena bisa saja persahabatan yang mereka jalin sejak lama, hancur karena masalah itu. Dan jika Alex di minta untuk memilih, tentu saja dia akan memilih Keluarga nya.
Alex masuk ke restoran dan mencari tempat duduk yang kosong. Dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Sepertinya dia datang lebih awal. Tapi tidak masalah. Dia memesan secangkir kopi dan makanan ringan. Dia sedang malas makan hari ini. Dia hanya ingin makan masakan Icha.
Hah... Dia jadi merindukan wanitanya. Kira-kira apa yang sedang Icha lakukan? Rasanya dia ingin meneleponnya. Tapi pasti ibunya akan mengganggunya. Sepertinya dia harus membelikan Icha ponsel. Agar dia bisa leluasa menelepon Icha tanpa adanya gangguan dari nenek sihir.
Dia bahkan belum mempunyai ide untuk membalas perbuatan Ibunya. Tapi jika dia melancarkan aksi balas dendamnya, dia takut akan semakin di jauhkan dari Icha. Jadi dia mencari aman saja.
"Maaf membuatmu menunggu, Lex." Selena duduk di depan Alex dan langsung memesan makanan.
"Tidak masalah. Jadi apa yang ingin kau katakan padamu? Aku tidak bisa lama karena aku masih banyak pekerjaan." ucap Alex.
"Kenapa sekarang kau berubah, Lex? Kau tidak punya waktu lagi untuk ku. Apa kau tahu, aku baru saja keluar dari rumah sakit."
"Apa? Rumah sakit? Memangnya kau sakit apa?" tanya Alex
Selene menghela nafas panjang dan berkata, "Dokter bilang aku kekurangan cairan karena terlalu banyak mengkonsumsi obat pencahar. Padahal aku sama sekali tidak mengkonsumsi nya. Dan perutku sakit, setelah aku meminum minuman saat aku berada di rumah mu."
Alex terdiam dan menatap Selena tidak suka. Apa dia baru saja menuduh jika salah satu orang di mansion nya yang melakukan hal itu? Memangnya apa keuntungan membuat Selena sakit?
"Apa kau curigai seseorang?" tanya Alex
"Maafkan Aku, Lex. Aku tidak tahu siapa yang melakukan hal itu padaku. Selamat ini, setiap aku datang, mereka semua memperlakukan ku dengan baik. Bahkan ini pertama kalinya aku mengalami hal yang sangat tidak mengenakkan."
"Katakan Elen!!! Jangan berbelit-belit." seru Alex
"Aku curiga yang melakukan hal itu adalah orang baru di rumah mu. Apa kau merekrut pelayan baru?" tanya Selena
Alex mengepalkan tangannya. Dia tahu siapa yang di maksud Selena. Di mansion nya, orang itu adalah Icha. Tapi saat itu, Icha tengah bersamanya di kamar. Dia merawat nya sampai Diana datang dan berbicara empat mata dengan nya.
"Lex!!"
"Maaf atas yang telah terjadi padamu. Mulai sekarang kau tidak perlu berkunjung lagi ke mansion ku. Katakan padaku berapa aku harus mengganti uangmu. Aku akan mentransfer nya segera."
Deg
"Alex, apa yang kau katakan? Aku tidak memintamu untuk mengganti uangku. Aku hanya ingin mengatakan jika...
"Cukup Elen!!!" bentak Alex
__ADS_1
"Aku tahu kau sedang menuduh Icha atas apa yang terjadi padamu. Tapi asal kau tahu, Icha selalu bersama ku dan dia tidak pernah keluar satu langkah pun dari kamarku. Jadi, jangan asal menuduh atau aku bisa melaporkan mu atas pencemaran nama baik dan fitnah." seru Alex geram
Glek
"Kenapa jadi begini? Kenapa Alex begitu marah? Sepertinya dia sudah tunduk pada wanita itu. Tapi atu tidak akan tinggal diam. Aku akan melakukannya sekarang." batin Selena. Dia melirik ke arah di mana fotografer sewaannya tengah bersiap membidik mereka dengan jepretan kamera.
"Ma_maafkan Aku, Alex. Aku tidak bermaksud menuduh calon istri mu. Aku Kan hanya bertanya. Siapa tahu kau merekrut pelayan baru dan dia tidak menyukaiku. Dan mencoba meracuniku. Itu saja."
Alex berdecih dan melihat jam di tangannya. "Maaf, aku harus kembali ke kantor." Alex berdiri tapi di tahan oleh Selena.
"Tunggu Lex!!" Wanita itu ikut berdiri tapi sedetik kemudian, dia berpura-pura pusing dan nyaris terjatuh jika saja Alex tidak menahan tubuhnya.
Di saat itu, si fotografer mengambil kesempatan untuk memotret mereka. Dia mencari angle yang pas agar mereka terlihat mesra.
"Ma_maafkan aku, Lex." Selena memegang pelipisnya seolah kesakitan.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Alex
"Aku tidak apa-apa. Keadaan ku memang belum pulih sepenuhnya. Tapi aku harus bekerja karena terikat kontrak."
"Ck.. Harusnya kau istirahat. Biar masalah pekerjaan di urus oleh manager mu."
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku."
"Aku sudah menelepon Justin. Sebentar lagi dia datang." seru Alex
"Terimakasih Lex."
"Sama-sama. Kalau begitu, aku kembali ke kantor dulu. Jaga dirimu baik-baik."
"Iya."
Alex keluar dari apartemen Selena dan kembali ke perusahaan nya. Dia tidak sadar jika selama di perjalanan Alex mengantar Selena, Si fotografer sudah mengambil beberapa adegan keduanya. Dan setelah Alex pergi, Si fotografer masuk ke apartemen Selena.
"Bagaimana?" tanya Selena
"Beres nona. Kau bisa mengeceknya." si fotografer memperlihatkan hasil jepretannya yang membuat Selena merasa puas.
"Sekarang kau cetak dan kirim ke alamat ini." Selene menuliskan sebuah alamat dan mana pengirim nya. Dia memberikannya pada si fotografer.
__ADS_1
"Ingat !! Jangan sampai ada yang tahu. Apa kau mengerti?"
"Baik Nona."
...***************...
**Di Mansion Keluarga Wiratama
Ting Tong Ting Tong**
"Paket!!!" teriak si kurir
Cklek
"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya pelayan
"Saya mengantar paket untuk nona Icha. Mohon di terima dan tandatangan di sini."
Setelah menerima paket tersebut, si pelayan masuk dan pergi mencari Icha yang tengah beristirahat di kamar.
"Permisi nyonya. Ada paket untuk anda " seru si pelayan
"Paket dari siapa bi?"
"Kurang tau non. Tidak ada pengirimnya."
Icha menerima paket tersebut dan membawanya masuk ke kamar. Dia penasaran dengan siapa pengirim paket tersebut. Tidak mungkin Ferdian kan? Karena hanya dia yang Icha kenal. Atau itu dari Alex? Pria itu sangat suka memberi kejutan untuknya.
"Kira-kira apa isinya ya?" Icha mulai membuka kertas pembungkus kotak tersebut. Dia membuka perlahan tutup kotak dan.....
Deg
Tangan Icha bergetar mengambil isi dari kotak tersebut. Berlembar-lembar foto Alex dengan wanita bernama Selena.
Tanpa terasa air mata Icha menetes. Dia melihat satu persatu foto tersebut dan ada satu foto yang membuat Icha merasa sesak. Alex masuk ke apartemen dengan wanita itu. Entah apa yang mereka lakukan di dalam sana? tapi hal itu membuat nya berfikir yang tidak-tidak sehingga membuat perut nya sakit.
"Akh..." rintih Icha kesakitan. Dia berbaring dan mengusap pelan perutnya. Berkali-kali dia menghela nafas panjang dan lama kelamaan perutnya berangsur membaik.
Dia kembali melihat foto-foto tersebut dan menangis.
__ADS_1
"Ayo Icha!!! Itu cuma foto. Belum tentu Alex melakukan hal yang tidak-tidak dengan wanita rubah itu." gumam Icha
"Aku tidak boleh lemah." Icha menghapus air matanya kasar. "Aku akan melawan mu, Nona Selena." geram Icha