Rahim Bayaran Tuan Alex

Rahim Bayaran Tuan Alex
Serba Salah


__ADS_3

"Apa-apaan ini??" Icha berkacak pinggang melihat barang yang di bawa Alex. Dia memang memesan kue, coklat dan susu ibu hamil. Tapi lihat yang Alex beli!! Kue berukuran besar, coklat satu box besar dan susu 3 karton. Apa pria itu ingin membuka toko?


"Kenapa? Apa ada yang salah? Jumlahnya kurang? Aku akan membelinya lagi."


"Justru ini kebanyakan tuan. Siapa yang akan menghabiskan kue sebesar itu? Lalu coklat ini? Apa ku ingin gigi ku sakit? Kenapa membeli susu sebanyak ini? Kau mau menjualnya kembali?"


Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia menatap bi Siti yang dari tadi menahan tawanya. Dia bingung di mana letak kesalahannya. Padahal dia sudah membelikan apa yang Icha inginkan. Dan dia sengaja membeli dengan porsi yang besar agar Icha bisa memakannya lain waktu.


"Sayang, sisa kue nya nanti kan bisa di simpan di kulkas, coklat nya juga. Dan untuk susu ini......


"Apa? Itu satu karton isi nya berapa tuan? Ada 21. Tiga karton artinya ada 63 dus susu dengan rasa yang sama. Bagaimana jika nanti aku bosan dengan rasa ini dan ingin mencoba rasa lain?"


"Jika ingin mencoba rasa lain ya tinggal beli." gumam Alex.


"Ini namanya pemborosan. Kan mubasir jika tidak ke makan."


Alex hanya bisa menunduk. Entah kenapa kali ini dia tidak bisa membantah ataupun memarahi balik ibu hamil itu. Dia juga tidak merasa kesal di marahi oleh Icha.


"Sudahlah!! Aku mau ke kamar." Icha pergi dengan perasaan kesal. Padahal dia hanya ingin kue yang mungil, cokelat satu atau dua buah dan untuk susu ibu hamil, memang untuk saat ini dia menginginkan rasa cokelat. Tapi melihat tiga karton susu dengan rasa yang sama entah mengapa membuatnya mual dan menginginkan rasa lain.


"Aish..." Alex menjatuhkan tubuhnya di sofa. Dia melonggarkan dasinya dan menghela nafas panjang.


"Ibu hamil memang begitu Tuan. Mood nya suka berubah-ubah. Bibi yakin, jika tadi tuan meninggikan suara tuan, non Icha pasti menangis." seru bi Siti


"Benarkah?"


"Iya tuan. Ibu hamil itu sangat sensitif. Apa yang pria lakukan, pasti salah di mata ibu hamil. Dia ingin di mengerti dan di manja."


"Sepertinya tanpa hamil pun, pria tetap salah di mata wanita, bi." gerutu Alex

__ADS_1


Bi Siti terkekeh. Dia mengambil dua cokelat dan memotong kue yang dibeli Alex dan meletakkan nya di piring. "Tuan bisa memberikan potongan kue ini pada non Icha. Pasti nanti mood nya balik lagi." ucap bi Siti


"Kenapa kecil sekali? Aku membeli sebesar itu dan kau hanya memotong sekecil ini untuk Icha?"


"Memang hanya segini yang non Icha inginkan Tuan."


Alex menepuk jidatnya. Sepertinya lain kali dia harus bertanya dengan detail agar tidak perlu menyamar lagi saat membeli.


Aish.. Mengingat bagaimana pengorbanan nya tadi membeli semua yang di inginkan Icha, rasanya sangat memalukan dan sia-sia. Dan untungnya dia tidak membanggakan diri di depan Icha. Bisa-bisa dia akan di ejek habis-habisan.


"Baiklah kalau begitu, aku ke kamar dulu. Untuk semua ini, tolong bibi bereskan. Terserah mau di apakan. Jika bibi mau, bibi bisa ambil."seru Alex


"Terimakasih Tuan."


Alex pergi menyusul Icha ke kamar dengan sepotong kue dan dua buah cokelat di tangannya. Dia benar-benar tidak tahu jika sesederhana ini yang diinginkan wanita itu. Dia pikir dengan membelikan dengan porsi besar, wanita itu akan senang dan memeluknya. Tapi justru semburan maut yang ia dapatkan. Huft... Ini bisa menjadi pengalaman pertama untuknya. Tapi setidaknya keinginan Icha masih wajar.


Alex masuk ke kamar dan melihat Icha yang meringkuk di bawah selimut. Dia mendekati Icha dan duduk di tepi tempat tidur.


Icha membuka matanya dan melirik piring yang ada di tangan Alex. Dia bangun dan menyandarkan punggungnya di headboard. "Terimakasih." ucapnya sambil tersenyum


Alex mengangkat kedua alisnya. Ternyata benar kata bi Siti. Wanita hamil mood nya cepat sekali berubah. Bahkan sekarang wanita itu makan kue dengan lahap dan menganggap seolah tidak pernah terjadi apa-apa.


"Apa enak?" tanya Alex


"Iya, apa tuan mau?" tawar Icha


"Tidak. Untukmu saja. Habiskan ya, aku mau mandi dulu." seru Alex yang di jawab anggukan oleh wanita itu.


Alex beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi. Hari ini rasanya sangat melelahkan. Mungkin karena dia terlalu lama beristirahat. Dan sekalinya bekerja, dia sudah di hadapkan dengan banyaknya tumpukan kertas.

__ADS_1


Alex merendam tubuhnya di bathtub. Dia tersenyum karena bisa membelikan apa yang Icha inginkan. Apalagi melihat wanita itu tersenyum senang. Rasanya ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perut Alex. "Ini aneh. Sangat aneh. Rasanya aku ingin terus membuatnya tersenyum." gumam Alex.


Tidak mau berlama-lama, Alex segera menyelesaikan ritual mandinya. Dia sudah berhasil membuat wanita itu senang. Dia berharap dia akan mendapatkan hadiah setelah ini. Walaupun belum bisa melakukan ritual malam, tapi sedikit sentuhan tidak masalah untuknya.


Alex memakai bathrobe dan keluar dari kamar mandi. Di sana Icha sudah menunggu dengan baju yang ada di tangannya.


"Kenapa lama sekali?" gerutu Icha


"A_apa?"


"CK.. Kau mandi terlalu lama, Tuan. Apa kau tidak tahu aku menunggumu dari tadi. Cepat kemari!! Aku bantu berpakaian." titah Icha


Alex menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Kenapa dia kesal? Bukannya setiap hari aku selalu mandi dengan durasi yang sama? Aish sepertinya aku salah lagi." batin Alex. Tidak mau membuat mood ibu hamil itu semakin buruk, Alex segera mendekat dan membiarkan Icha memakaikan baju padanya.


"Sudah selesai. Sekarang masakan aku makanan ya." seru Icha


"A_apa? Memasak?"


"Iya. Kau mau kan, tuan. Aku sangat ingin memakan masakanmu."


"Ba_baiklah."


"Yey..!! Ayo cepat tuan!! Aku sudah sangat lapar." Icha menarik Alex ke dapur dengan begitu semangat.


"Aish... Gagal lagi ingin bermanja-manja." gerutu Alex dalam hati


...****************...


Terimakasih sudah stay di karya Emak. Sambil menunggu up berikutnya, yuk tengok Karya temen emak. Author Enhagrenda. Di jamin seru. Terimakasih

__ADS_1



__ADS_2