
"Jelaskan pada mommy, apa maksud semua ini, Al? Dan siapa wanita ini?" tanya Diana. Dia begitu terkejut dengan apa yang dia lihat. Bagaimana tidak, Saat dia datang, Alex bermesraan dengan seorang wanita di dapur. Dan yang lebih membuat dia syok adalah penampilan Alex yang sungguh diluar dugaan.
Alex memasak dengan bertelanjang dada dengan menggunakan apron berwarna pink. Sangat bertolak belakang dengan sifat Alex yang selalu tegas.
"Alex!!" panggil Diana lagi
"Emm.. Mom, aku ganti baju dulu." Alex beranjak tapi di tahan oleh Icha
"Jangan di ganti. Aku belum puas melihat mu seperti ini, Tuan." seru Icha
Alex menghela nafas dan kembali duduk di samping Icha. "Baiklah." seru Alex pasrah.
"Tuan belum boleh ganti baju sebelum aku selesai makan. Kan Tuan sudah janji tadi padaku." seru Icha
Alex hanya melirik malas wanita yang duduk di sampingnya. Bukan dia tidak mau menuruti keinginan Icha. Tapi lihatlah sekarang ada Ibunya di sana. Dia pasti sekarang terlihat sangat memalukan.
Diana mengerutkan keningnya melihat Alex yang begitu menurut pada wanita yang saat ini duduk di depannya. Sebenarnya siapa wanita ini? Apa dia kekasih Alex? Jika benar, kenapa Alex menyembunyikan keberadaannya? Dan lihatlah sekarang, mereka malah mengobrol berdua seolah dia tidak ada di sana.
"Ekhm.. Jadi Alex, apa yang akan kau jelaskan pada Mommy? Apa wanita ini kekasih mu?" tanya Diana
"Saya bukan kekasih tuan Alex, Nyonya. Saya hanya....
"Apa maksud mu berkata seperti itu?" sela Alex. Dia menatap Diana dan mulai berkata, "Dia Icha, wanita yang saat ini mengandung darah daging ku, mom." seru Alex
Deg
"A_apa? Mengandung? Kau bercanda kan, Al?" tanya Diana memastikan. Dia berharap jika apa yang dia dengar itu tidak benar. Dia yakin Alex hanya bercanda, putranya berkata seperti itu pasti untuk menghindari permintaannya yang selalu menginginkan Alex menikah.
"Tidak Mom. Aku berkata yang sejujurnya." Alex menatap Icha yang juga menatapnya. Dia terpaksa mengatakan yang sebenarnya karena dia tidak suka saat Icha mengatakan jika dia bukan kekasihnya. Jelas-jelas dia adalah ayah dari anak yang dia kandung, tapi kenapa Icha tidak mau mengakuinya? Lagipula dia sudah tertangkap basah oleh ibunya. Jadi tidak ada pilihan lain selain berkata jujur.
Tapi hal itu justru membuat Icha bingung. Kenapa Alex berkata jujur pada Ibunya? Apa Alex lupa jika mereka terikat kontrak? Apa itu artinya Alex menyukainya? Sungguh dia sangat penasaran.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, Mommy belum mengerti maksud kamu, Al. Dia kekasihmu? Dia sedang hamil anakmu, begitu?" tanya Diana
"Iya mom." lirih Alex
Icha kembali menatap Alex. Kedua matanya tiba-tiba memanas. Dia merasa jika semua ini hanya mimpi. Tidak mungkin, Alex mengakuinya, bukan?
"Oh my God, oh my God..." Diana memegang pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut sakit.
"Nyonya!! Anda tidak apa-apa?" Icha mencoba menenangkan Diana. Dia tahu wanita paruh baya itu pasti sangat terkejut mendengar pengakuan putranya.
"Lepaskan!!!" sentak Diana
Icha terkejut. Dia menunduk dan memilih kembali duduk di samping Alex.
"Mom...
Ucapan Alex terhenti saat Diana mengangkat tangannya memintanya untuk diam. Diana menatap Icha dari atas sampai bawah. Kemudian dia meminta Icha untuk menemui nya di ruang kerja milik Alex.
"Bagaimana ini Tuan? Kenapa tadi tuan berkata seperti itu?" tanya Icha
"Sudah, tidak apa-apa. Ada aku, jadi kau tidak perlu takut." Alex mencium bibir Icha memberi kekuatan pada wanita itu. "Mommy orang yang baik. Dia tidak akan memarahi mu." lanjut Alex
Icha mengangguk dan menyusul Diana ke ruang kerja Alex. Di sana, Diana meminta Icha untuk duduk.
"Sekarang katakan padaku, siapa kau sebenarnya?" tanya Diana
"Sa_saya.....
...****************...
Alex berjalan kesana kemari karena Icha sudah cukup lama berada di ruang kerjanya bersama dengan Ibunya. Dia takut jika terjadi sesuatu pada Icha. Dia takut Diana akan murka dan menjadikan Icha sebagai pelampiasan. Bagaimanapun juga, semua ini adalah kesalahannya. Jadi dia tidak mau Icha menanggung semuanya.
__ADS_1
Cklek
Alex menoleh kala mendengar suara pintu terbuka. Dia melihat Icha keluar dengan wajah yang menunduk. Dan hal membuat hati ya tidak menentu. Dia mendekati Icha dan merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya
"Ada apa? Kenapa kau lama sekali? Mommy tidak melakukan sesuatu padamu kan?" tanya Alex
"Tuan..." Icha membalas pelukan Alex dan menangis. Hal itu membuat Alex semakin khawatir.
"Kenapa kau menangis, hm? Apa ada yang sakit? Apa mommy melakukan sesuatu?"
Belum sempat Icha menjawab, Diana keluar dari tempat yang sama. Dia menatap Alex dan Icha secara bergantian dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Mom..
Diana mendekati Alex dan langsung menarik telinga Alex. " Dasar anak nakal!!! Siapa yang mengajarkan mu melakukan hal itu, Hah?"
"Aduh , aduh mom, sakit." Alex memegang tangan Ibunya yang menarik telinganya. Ada apa sebenarnya? Kenapa ibunya tiba-tiba memarahinya?
"Kau pantas mendapatkan ya anak nakal. Astaga!! Mommy tidak menyangka kau bisa melakukan hal seperti itu. Apa sebegitu bencinya kau pada pernikahan sampai-sampai kau menghamili anak orang, hah."
Alex mengusap telinganya yang sakit. Dia melirik Icha yang masih menunduk. dia yakin jika Icha sudah menceritakan semuanya karena desakan Ibunya
"Maaf mom. Aku terpaksa melakukannya karena aku tidak mau menikah. Aku ingin membuktikan jika Aku bisa hidup tanpa menikah.dan bahkan mempunyai keturunan."
"Dengan membeli rahim wanita, begitu?" potong Diana. "Astaga Alex, mommy tidak habis pikir dengan jalan pikiran mu. Kau tidak mau menikah, tapi kau menghamili anak orang. Sekarang dia hamil, apa kau juga tidak mau menikahinya?" tanya Diana menunjuk Icha
"Kau ingin anakmu lahir tanpa kasih sayang ibunya? Kau tega memisahkan mereka? Lalu apa bedanya kau dengan ayahmu, hah?" teriak Diana
"Maaf Mom." lirih Alex
"Mommy tidak mau tahu. Sekarang mommy akan memberimu pilihan. Nikahi Icha atau tinggalkan Icha dan bayinya. Mommy sendiri yang akan mencarikan Ayah untuk anak yang di kandung Icha."
__ADS_1
Deg