
Ferdian menghela nafas panjang. Dia tengah bersiap untuk menemui seseorang di restoran malam ini. Dia yakin orang itu mempunyai rencana untuk mendapatkan apa yang mereka ingin dan dia sudah membulatkan tekadnya untuk melakukan apapun itu untuk mendapatkan cintanya.
"Kau mau kemana Fer?" tanya nenek Sari
Ferdian mematung di tempat. Dia membalikan badannya dan menatap sang nenek. "Aku mau keluar sebentar nek."
"Mau kemana? Kau tidak....
"Nek!! Aku sudah berjanji pada nenek untuk tidak mengulanginya lagi." sela Ferdian
Nenek Sari mendekat dan memeluk Ferdian. "Nenek cuma punya kamu, Fer. Jangan tinggalkan nenek."
Ferdian terdiam. Hatinya terasa sakit mendengar ucapan neneknya. Tapi tekadnya sudah bulat. Dia akan memperjuangkan cintanya walaupun dengan cara licik sekalipun.
"Nek!! Aku tidak akan meninggalkan nenek sendiri. Aku cuma pergi sebentar untuk menemui temanku." seru Ferdian
"Teman?" tanya nenek Sari yang di jawab anggukan oleh Ferdian.
"Baiklah, jangan pulang larut! Keadaan mu belum pulih benar."
"Nenek tenang saja. Aku tidak akan lama." Ferdian memakai helm full face nya dan menaiki motor sportnya. Dia menyalakan mesin motor dan langsung tancap gas. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu orang itu. Rasanya dia ingin cepat-cepat mendapatkan apa yang dia inginkan dan memiliki nya sendiri. Hanya dia seorang.
Tidak membutuhkan waktu lama, Ferdian sampai di restoran, tempat dimana dia mempunyai janji temu dengan orang itu. Dia masuk dan mencari orang itu di ruang VIP yang sudah di pesan sebelumnya.
"Akhirnya kau datang juga. Silahkan duduk!!" seru orang itu yang tidak lain adalah Selena
"Terimakasih nona." Ferdian duduk berseberangan dengan Selena.
"Kau pasti sudah tahu kan kenapa aku mengajakmu bertemu?" tanya Selena yang di jawab anggukan oleh Ferdian.
__ADS_1
"Aku sudah tahu dimana wanita itu berada. Dia sekarang tinggal di mansion utama keluarga Wiratama."
Deg
"Tapi kau tenang saja. Justru itu bagus, karena hal itu bisa mempermudahkan rencana kita." lanjut Selena
"Rencana?"
"Iya, aku mempunyai rencana. Dan aku harap kau mau bekerjasama dengan ku. Aku sangat yakin jika rencana ku ini akan berhasil. Kau mendapatkan wanita itu, dan aku mendapatkan Alex. Bagaimana?"
"Apa rencanamu?" tanya Ferdian.
Selene menyeringai. Dia berdiri dan mendekati Ferdian. "Ini sangat sensitif, apa kau yakin bisa melakukannya?" tanya Selena
"Katakan saja!! Seperti apapun itu, aku akan tetap melakukannya."
"Baiklah!!" Selena mendekatkan bibirnya dan berbisik di telinga Ferdian. Dia sudah merancangnya dengan matang. Dia yakin jika rencananya kali ini akan berhasil. Wanita itu pergi dan Alex akan membencinya.
"Good. Senang bekerjasama denganmu." Selena mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Ferdian.
Kini mereka sudah mencapai kesepakatan. Mereka akan bersabar sedikit untuk bisa menjalankan rencana mereka.
Pertama, Selena akan mendekati Icha dan berteman dengannya. Dan setelahnya, dia akan membuat Alex menghempaskan Icha dan mengusirnya. Ide yang sangat sempurna.
...****************...
Di Mansion Keluarga Wiratama
Alex yang terlihat gelisah dalam tidurnya. Dia bergerak kesana-kemari karena tidak bisa tidur. Biasanya dia akan memeluk Icha atau mungkin bermain dengan benda kenyal milik Icha, tapi sekarang tidak ada yang bisa dia peluk. Dia sangat merindukan Little baby nya.
__ADS_1
"Aish... Aku tidak bisa tidur. Semua ini gara-gara mommy yang memisahkan ku dengan Icha." gerutu Alex. Dia menopang dagunya dan memikirkan cara untuk bisa tidur memeluk little baby nya. Dia yakin jika ibunya sudah meracuni pikiran Icha untuk mengunci pintu sebelum tidur. Dan bodohnya dia tidak tahu di mana kunci cadangannya.
Tapi bukan berarti Alex tidak mempunyai cara.
Pria itu menyeringai dan turun dari tempat tidur. Dia keluar ke balkon dan melihat kesamping. Balkon kamar Icha terlihat dari balkon nya. Hanya terhalang satu kamar dan itu tidak menjadi masalah untuknya.
Ya, dia berencana untuk masuk ke kamar Icha melalui balkon. Dia akan menyeberang dari balkon nya ke balkon Icha melalui pijakan dinding dengan lebar _+ 10 cm.
"Ayo Alex!! Kau pasti bisa. Demi kesejahteraan junior mu, kau harus berusaha." Alex melompati pagar balkon nya dan berjalan menempel dinding dengan berpijak pada dinding dengan lebar -+ 10 cm.
Di butuhkan keseimbangan yang bagus, karena jika tidak, Alex bisa saja jatuh dan mungkin tinggal nama.
"Kau bisa Alex." batinnya bermonolog menyemangati dirinya sendiri.
Jarak dari balkonnya ke balkon kamar sebelah berjarak _+ 1,5 meter. Dan itu berhasil membuat Alex berkeringat dingin. Dia mengintip kebawah dan menelan ludahnya kasar.
Dia sudah terlihat seperti superhero yang menyelinap ke markas musuh untuk menyelamatkan korban. Bedanya jika superhero mempunyai kekuatan super, sedangkan dia hanya bermodalkan nekad.
Hup
Alex melompat ke pagar balkon saat dia hampir sampai. Dia melompati pagar balkon tersebut dan menghela nafas berkali-kali.
"Ini benar-benar menegangkan. Aku sangat beruntung. Jika aku jatuh, maka tamatlah riwayat ku." dia menatap ke balkon sebelah dan mulai mengumpulkan keberanian untuk melakukan hal yang sama.
Kali ini dia tidak mengalami kesulitan seperti pertama. Dia hanya fokus ke balkon kamar Icha. Dan setelah jarak nya hampir sampai, lagi-lagi Alex melompat dan berpegangan pada pagar Balkon. Dia melirik ke bawah, lalu terburu-buru naik melewati pagar balkon.
"Huft... Akhirnya aku sampai." Alex berkali-kali menghela nafas nya untuk menghilangkan rasa takutnya. Setelah dirasa cukup, dia akan menyelinap masuk ke kamar Icha melalui pintu di balkon. Dia berharap, jika Icha tidak mengunci pintu tersebut. Dan ternyata, doanya terkabul.
Di membuka perlahan pintu tersebut dan kembali menutupnya. Dia melihat wanita yang dia rindukan tengah terlelap di bawah selimut.
__ADS_1
Alex tersenyum dan mendekat. Dia naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Icha. "Kenapa kau bisa tidur se nyenyak ini saat aku tidak ada, hm." gumam Alex.
Dia merengkuh tubuh mungil Icha dan memeluknya. "Good night my little baby." Alex mencium kening Icha dan tidak butuh waktu yang lama, dia terlelap dalam tidurnya.